Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Milikmu Seutuhnya


__ADS_3

Hari ini Kia, Lio dan Cindy sedang berkumpul di rumah Kia. Ketiganya saat ini berada di dalam kamar si kembar dengan saling memangku anak mereka. Cindi memangku Arsya, Kia menyusui Bray sedangkan Lio memangku Bry.


" Kalau Arsya umur berapa bulan Cin?" Tanya Lio yang sedang menggendong Bry.


" Jalan tiga bulan Li." Sahut Lio.


" Udah bisa tengkurap belum Cin?" Tanya Kia.


" Belum Ki, Mungkin bentar lagi ini baru miring miring dianya." Ujar Cindi.


" Oh.. Udah nggak sabar ya lihat mereka bisa berjalan pasti lucu banget deh." Sahut Kia.


" Iya... Mereka bisa bermain bersama." Ucap Cindi.


" Li kalau besok anakmu cewek, Aku yakin pasti dia akan di sayang dan di jaga sama abang abangnya." Ujar Kia.


" Semoga di segerakan ya Ki." Sahut Lio.


" Amien." Sahut Cindi dan Kia bersamaan.


Ketiganya terlibat perbincangan hangat layaknya kakak beradik yang harmonis. Di sini Cindi yang paling muda walau cuma beda satu tahun.


Drt....Drt...


Ponsel Lio berdering. Ia melihat siapa yang memanggilnya ternyata suami tercintanya Andre. Lio duduk di lantai beralaskan karpet sambil memangku Bry, Ia segera mengangkat panggilan teleponnya.


" Hallo Mas." Sapa Lio.


" Lagi apa kok lama angkat teleponnya?" Tanya Andre.


" Lagi gendong Bry, Ada apa?" Lio balik bertanya.


" Kamu di rumah Kia?" Andre membalas dengan pertanyaan.


" Iya." Sahut Lio.


" Sepulang dari sana mampir ke salon ya." Ujar Andre.


" Buat apa? Apa mau ada acara?" Tanya Lio.


" Spa biar relax nanti." Jawab Andre ambigu.


" Maksudnya? Relax buat apa? Apa aku mau ujian? Hingga di suruh relax biar tidak tegang?" Tanya Lio polos.


" Iya ujian menyenangkan suami." Sahut Andre.


" Menyenangkan suami gimana maksudnya?" Tanya Lio yang belum konek. Sedangkan Kia dan Cindi saling melempar senyuman.


" Sayang masa' gitu aja nggak tahu sih." Cebik Andre.


" Ya makanya kalau ngomong yang jelas Mas, Jangan main teka teki gitu aku nggak mudeng." Ujar Lio.


" Katanya bidan kok gitu aja nggak paham." Ujar Andre.


" Ngomong yang jelas." Ucap Lio.


" Liona sayang malam ini kamu harus memuaskan suamimu di ranjang, Aku mau meminta hakku dan kamu harus terlihat fresh dan relax karena ini merupakan malam pertama bagi kita, Jadi aku mau malam ini akan memberikan kesan terindah untukmu dan untukku, Jelas?" Terang Andre.


Blushhh


Pipi Lio memerah mendengar ucapan vulgar dari suaminya. Ia menoleh ke arah Kia dan Cindi yang sedang cekikikan.


" Apa sih kamu ini Mas, Mesum tau nggak." Cebik Lio.


" Mesum sama istri sendiri itu nggak dosa sayang, Jadi gunakan waktumu untuk ke salon dan persiapkan dirimu untuk nanti malam, Tunggu aku." Ucap Andre.


" Ya ya ya sesuai permintaanmu aku akan ke salon untuk spa, Sekalian mandi madu atau susu di sana, Puas?" Ujar Lio.


" Belum.. Aku kan belum tahu servisannya, Nanti kalau udah baru akan aku katakan puas atau tidak." Sahut Andre nyeleneh.


" Bodo' ah, Kamu telepon aku cuma mau bilang gitu doank?" Tanya Lio.


" Iya tadi saat di rumah aku nggak sempat bilang kan." Ujar Andre.


" Ya udah Mas aku mau main lagi sama Babby Bry." Ucap Lio.

__ADS_1


" VC Yank aku mau lihat putraku." Ujar Andre mengalihkan panggilan ke video call.


Liona tidak mempermasalahkan Andre menyebut dirinya Papa untuk si kembar. Ia malah senang jika keluarganya bisa akur.


Lio menerima panggilan video call dari Andre lalu mengarahkan kameranya ke wajah BabbyBry yang sedang di gendongnya.


" Hallo anak Papa sayang... Kok tidur mulu si? Tidurnya nyenyak banget lagi Yank." Ujar Andre di depan kamera.


" Iya imut banget ya Mas." Ucap Lio.


" Makanya buruan bikin biar punya yang kaya' gitu." Ucap Kia dari tempatnya duduk.


" Iya Yank yuk kita bikin, Siapa tahu besok dapat yang lebih imut dari Bry dan Bray, Kalau perlu kembar tiga Yank." Seloroh Andre.


" Ribet ngurusinnya Mas." Sahut Lio.


" Ya kan entar ada Babby sister Yank, Kamu tinggal diam aja nonton mereka bermain." Ujar Andre.


" Kalau bisa aku pengin seperti Kia Mas, Bisa mengurus anak anak dengan tanganku sendiri." Ujar Lio.


" Itu lebih bagus sayang." Sahut Andre.


" Ya udah Mas lanjut kerja dulu ya jangan lupa apa yang aku ucapkan tadi, Sayangnya Papa Papa kerja dulu ya.." Ujar Andre.


" OK Pa." Sahut Kia menirukan suara anak kecil.


"Eh bentar Bray mana nih? Papa pengin lihat." Ucap Andre.


Lio mengarahkan kamera ke arah Babby Bray, Babby Bray sedang menggeliat dengan wajah merah padam membuat siapa saja yang melihatnya menjadi gemas.


" Duh gemesinnya anak Papa, Daddy udah telepon belum?" Ujar Andre.


" Udah tadi malah lama banget teleponnya." Sahut Lio.


" Ya udah Papa kerja dulu ya, Bye." Ucap Andre.


" Bye Papa." Sahut Lio.


Setelah memutuskan sambungan teleponnya, Lio meletakkan ponselnya di atas meja. Ia menatap Kia yang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan menyelidik.


" Kamu belum pernah melakukannya?" Tanya Kia.


" Malam pertama." Ujar Kia.


" Belum." Sahut Lio.


" Bagaimana bisa?" Tanya Kia.


" Ya bisa aja lah, Waktu kami saling mengungkapkan cinta tak lama setelah itu aku pergi berobat kan, Mas Andre belum mau menyentuhku sampai aku benar benar sembuh dan siap untuk di buahi, Jadi sampai sekarang gue masih gadis ha ha." Ucap Lio dengan bangga.


" Hebat juga Bang Andre bisa menahan sampai selama ini." Ujar Kia.


" Yah emang Lo dulu setelah nikah langsung unboxing? Enggak kan?" Tanya Lio.


" Kita senasib." Sahut Kia dan Cindi bersamaan.


Ketiganya saling pandang lalu....


" Ha ha ha." Ketiganya tertawa bersama.


...****************...


Sepulang dari rumah Kia, Lio mampir ke salon melakukan perawatan dan lain sebagainya. Hingga malam menjelang Ia melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Sesampainya di apartemen milik Andre, Lio segera masuk menuju kamarnya. Andre memang sudah di belikan rumah oleh Indra tapi mereka sepakat akan pindah rumah jika Lio sudah hamil. Jadi untuk saat ini rumah itu hanya di huni oleh penjaganya saja.


Ceklek.....


Lio membuka kamarnya.


" Kok gelap." Gumam Lio.


Lio meraba dinding pada kamarnya mencari saklar lampu. Setelah ketemu Ia memencetnya.


Pyarrrr

__ADS_1


Lampu menyala dengan terang, Lio menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat kamarnya yang sudah di sulap seperti kamar pengantin baru. Ranjang yang di hiasi kelopak bunga mawar. Tampak Andre sedang duduk di tepi ranjang dengan pakaian casualnya.


" Gimana? Bagus nggak?" Tanya Andre menghampiri Lio.


" E... e... Ba.. Bagus Mas." Ucap Lio gugup.


" Kenapa gugup hm?" Tanya Andere merapikan anak rambut Lio.


" Eng... Enggak kok." Sahut Lio.


" Sekarang ganti bajumu dengan baju yang ada di sini." Ucap Andre memberikan paper bag kepada Lio.


" Apa ini?" Tanya Lio.


" Nanti kamu akan tahu sendiri, Sekarang gantilah." Ujar Andre.


Lio membawa paper bag itu ke dalam kamar mandi. Sampai di kamar mandi Lio menjereng pakaian yang ada di dalam paper bag itu. Matanya membola jantungnya berdegup dengan kencang.


" Lingerie?" Gumam Lio.


" Bagaimana bisa aku memakai pakaian seperti ini? Walapun aku sering pakai hotpants sama tanktop tapi kalau pakaian seperti ini???" Monolog Lio.


" Ah tapi demi menyenangkan seorang suami aku harus melakukannya, Aku tidak boleh gagal lagi." Ujar Lio.


Setelah Lio memakainya Ia segera keluar dari kamar mandi.


Ceklek...


Andre menoleh ke arah pintu menatap Lio yang sedang berdiri di sana.


Glekkk


Andre menelan kasar salivanya melihat tubuh Lio dengan pakaian transparan. Andre berjalan menghampirinya. Ia menuntun Lio menuju ranjangnya.


" Kau sangat cantik hari ini Yank." Ucap Andre menangkup wajah Lio.


Andre mendekatkan wajahnya ke wajah Lio. Ia mencium kedua mata, Pipi dan terakhir bibir Lio. Indra menggigit pelan bibir bawah Lio membuat Lio membuka sedikit mulutnya. Kesempatan itu tidak Andre sia siakan, Ia menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Lio. Ia mengekspos setiap deretan gigi Lio dengan lembut. Lio memejamkan matanya menikmati sensasi yang di berikan oleh Andre.


Ciuman yang semula lembut kini menjadi ciuman yang menuntut, Entah siapa yang memulai kini keduanya sama sama p*l*s.


Andre menjelajahi leher Lio hingga banyak meninggalkan tanda di sana.


" Aku datang ya... Ini akan terasa sakit, Kamu boleh mencakarku hmm." Bisik Andre di telinga Lio. Lio hanya menganggukkan kepalanya saja.


" Awh." Pekik Lio tertahan saat Andre memulai permainannya.


Permainan yang awalnya menyakitkan kini berubah menjadi syahdu. Mereka saling mengungkapkan cinta lewat desa*** desa*** yang mengalun indah mengiringi laju mereka. Kini dunia terasa milik berdua yang lainnya ngontrak. Keduanya saling berbagi peluh dan kenikmat*n yang menjadi saksi bisu cinta mereka.


Setelah memakan waktu hampir dua jam akhirnya Andre menyudahi permainannya, Tentunya dengan Andre sebagai pemenangnya. Sedangkan lawannya terkapar lemah tak berdaya karena tak mampu mengimbanginya.


" Terima kasih sayang karena telah menjaganya untukku." Ucap Andre mengecup kening Lio.


" Hmm." Gumam Lio di balik selimutnya.


TBC.....


*Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya...


Dukung juga karya author yang lain ya...




Menjadi Mommy anak Bosku




Suamiku Kakak Angkatku



__ADS_1


Author tunggu dukunganmu di sana ya...


Miss U All*....


__ADS_2