Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Penjelasan Mama Meri


__ADS_3

" Dia anak Mama Ki.. Kembaran Indra." Ucap Mama.


" Jadi benar dugaanku jika dia bukan Mas Indra." Sahut Kia.


" Ada perbedaan di antara mereka Ki." Ucap Mama Meri.


" Apa Ma?" Tanya Kia.


" Tahi lalat." Jawab Mama Meri.


" Dimana?" Tanya Kia memastikan.


" Di leher bawah bagian kiri... Indra mempunyai itu, Jika Andre tidak." Jelas Mama.


" Aku harus memastikannya Ma, Apakah dia Mas Indra atau Andre." Ujar Kia.


" Ma maaf, Apakah tangan Andre juga cacat Ma? Maaf sekali lagi." Ujar Kia.


" Tidak... Andre terlahir sempurna." Jawab Mama Meri.


" Berarti jika benar dia Andre dia cuma pura pura, Pantas saja aku pernah melihatnya tidur tengkurap Ma." Ucap Kia.


" Pasti dia sedang merencanakan sesuatu sampai dia harus menyamar sebagai Indra Ki." Ujar Mama Meri.


" Iya Ma... Tapi apa? Kenapa dia tidak langsung menemui Mama saja dan mengaku sebagai Andre, Kenapa harus menyamar sebagai Mas Indra?" Tanya Kia.


" Mungkin dia merasa di buang oleh Mama Ki, Dia pasti merasa jika Mama tidak menyayanginya, Makanya Mama lebih memilih mempertahankan Indra dari pada dirinya." Ujar Mama Meri.


" Bagaimana mereka bisa terpisah Ma?" Tanya Kia menatap Mama Meri. Muka Mama Meri berubah menjadi sendu seperti ada kenangan pahit yang tidak ingin Mama ungkapkan.


" Dulu kehidupan kami tidak seperti sekarang ini, Saat Mama melahirkan mereka, Kami dalam kondisi serba kekurangan, Jangankan untuk biaya rumah sakit, Untuk makan kami sehari hari saja hanya pas pasan." Ucap Mama menghela nafasnya.


" Indra terlahir dalam keadaan cacat, Dulu dia tidak bisa bergerak sama sekali, Dia harus menjalani theraphi setiap minggunya, Bahkan kamu tahu kan? Waktu SMP Indra masih menjalani therapinya?" Tanya Mama.


" Iya Ma." Sahut Kia.


" Biaya therapi sangat mahal bagi kami saat itu, Padahal Dokter bilang jika Indra tidak di therapi kemungkinan Ia tidak bisa bertahan hidup, Saat itu Kami bingung harus bagaimana Ki? Biaya theraphi di tambah biaya oprasi persalinan Mama, Padahal saat itu Mama tidak punya uang sepersenpun, Mama hanya bisa pasrah jika kemungkinan terburuknya Indra tidak bisa tertolong, Mama sudah mengikhlaskannya." Ujar Mama Meri menghapus air matanya. Kia tak kuasa menahan air matanya, Ia merasakan kesedihan yang mendalam yang di rasakan Mama mertuanya.


" Sampai hari berikutnya, Ada seorang pria yang bernama Burhan memberikan penawaran kepada kami, Tapi sayangnya kami harus memilih, Untuk saat itu kami benar benar di buat bingung bukan kepalang, Burhan mau membiayai therapi Indra hingga Indra berumur lima tahun dengan syarat kami harus memberikan Andre kepadanya Hiks...Hiks..." Isak Mama.


" Maafkan aku Ma, Aku membuat Mama membuka luka lama." Sesal Kia.


" Tidak pa pa kamu harus tahu yang sebenarnya." Ujar Mama Meri.


" Akhirnya demi kesembuhan Indra, Kami terpaksa memberikan Andre kepada Burhan untuk di angkat menjadi putranya, Sejak saat itu Papa Indra selalu bekerja lebih keras untuk mengubah nasib kami, Ia berharap suatu hari nanti bisa menjadi orang yang sukses agar kami bisa mengambil Andre kembali." Ucap Mama Meri.


" Namanya Andre Permana tapi sejak Ia di asuh oleh Burhan, Namanya menjadi Andre Laksmana, Bertahun tahun berlalu hingga Indra berumur lima tahun kehidupan kami mulai banyak berubah, Kami sudah tidak lagi kekurangan uang, Setelah itu Kami pergi ke rumah Burhan berencana untuk menjemput Andre di sana, Tapi siapa sangka di rumah Burhan sedang dalam keadaan berduka, Burhan dan Istrinya meninggal dalam kecelakaan pesawat beserta putra mereka yang bernama Andre, Dunia kami saat itu seperti runtuh Ki.... Hidup kami terasa ikut mati bersamanya, Kami harus kehilangan Andre untuk selamanya, Tapi kami harus tetap kuat, Ada Indra yang masih membutuhkan kami, Saat itu juga kami mengikhlaskan kepergian Andre." Jelas Mama Meri.


" Indra dinyatakan sembuh dari therapinya sejak Ia mengenalmu, Indra semakin bertekad ingin bisa berdiri di atas kakinya sendiri agar bisa mendekatimu, Kamulah penyemangat hidupnya sayang... Mama mohon temukan Indra secepatnya... Bawa dia kemari sayang." Ujar Mama Meri.


" Aku pasti akan menemukannya Ma, Ma... " Ucap Kia menatap Mama Meri.

__ADS_1


" Jangan sampai Andre tahu kalau kita sudah mengetahui semua ini, Aku akan memastikan tanda di leher Andre dulu, Anggap dia sebagai Indra Ma, Jangan buat dia curiga atau akibatnya akan fatal untuk Mas Indra Ma... Karna saat ini kita tidak tahu dimana Andre menyembunyikan Mas Indra, Aku mohon." Ujar Kia.


" Baik sayang... Mama tetap akan menganggapnya Indra bukan Andre, Mama percayakan padamu, Mama juga akan meminta bantuan Papa untuk mencari keberadaannya tanpa sepengetahuan Andre." Sahut Mama.


" Makasih Ma." Ucap Kia memeluk Mama Meri.


" Ma... Aku mau ke kantor Mas Indra, Aku harus segera memastikannya." Ucap Kia.


" Baiklah sayang hati hati." Sahut Mama Meri.


" Ma...." Panggil Kia.


" Apalagi sayang...." Sahut Mama.


" Pinjem mobil." Ucap Kia nyengir.


" Ambil di garasi, Kuncinya ada di sana." Tunjuk Mama ke tempat gantungan kunci.


" Makasih Ma." Kia segera mengambil salah satu kunci mobil yang akan Ia gunakan.


" Aku berangkat dulu Ma." Ucap Kia menyalami Mama Meri.


" Assalamu'alaikum." Ucap Kia.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Mama Meri.


Setelah Kia memasuki mobil, Ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor Indra. Setelah sekitar tiga puluh menit, Akhirnya Kia sampai di depan kantor Indra. Sebelum Ia membelokkan mobilnya, Kia melihat mobil Indra keluar meninggalkan pelataran kantor, Tanpa membuang waktu Kia segera mengikutinya.


" Mau kemana kamu Mas? Semoga kamu memberi petunjuk dimana kamu menyembunyikan suamiku." Ujar Kia.


" Ternyata benar kamu Andre bukan Indra, Kamu hanya pura pura cacat, Tapi sayang aku tidak sebodoh yang kamu kira" Monolog Kia sambil terus mengikuti mobil Andre.


Mobil Andre berhenti di depan rumah yang berada di tengah hutan belantara, Bukan seperti rumah tepatnya seperti sebuah mansion. Kia berhenti tak jauh dari sana, Ia segera turun dan mendekati rumah itu dengan langkah mengendap.


Tidak ada penjagaan ketat karna sepertinya rumah itu tidak ada penghuninya. Andre segera masuk kedalam, Ia menuju sebuah kamar yang berada di ujung.


Ceklek....


Andre membuka pintunya, Ia menghampiri seseorang yang terkapar lemah di lantai dengan tangan dan kaki yang terikat, Dia adalah Indra. Indra yang di sekap oleh Andre selama beberapa hari tanpa di beri makan. Ia di tinggalkan begitu saja dengan tangan dan kaki terikat, Bahkan tanpa cahaya penerangan sama sekali. Andre berjongkok dengan satu lutut menjadi tumpuannya. Ia membuka tali yang mengikat tangan dan kaki kembarannya. Ia mendongakkan kepala Indra dengan kasar.


" Halo saudaraku.... Bagaimana kabarmu?" Indra menatap wajah pria yang sangat mirip dengannya.


" Siapa kamu? Kenapa kamu begitu mirip denganku?" Tanya Indra lirih.


" Tanyakan pada orang tuamu siapa aku?" Sahut Andre.


" Jawab saja siapa kamu? Dan apa tujuanmu menyekapku?" Ujar Indra.


" Baiklah akan aku katakan padamu.." Ucap Andra sambil berdiri.


" Aku Andre Permana... Kembaran dari Indra Permana, Laki laki cacat yang lebih di pilih oleh orang tuaku." Ucap Andre.

__ADS_1


" Kem...Kembaran? Aku punya kembaran?" Tanya Indra.


" Yah... Dan gara gara kamu aku di jual oleh mereka." Bentak Andre.


" Apa maksudmu?" Tanya Indra.


" Aku di jual oleh orang tuamu untuk membiayai therapimu, Untuk membiayai hidupmu, Mereka merawatmu dengan hidup bahagia sedangkan aku harus terlunta lunta di jalanan." Teriak Andre.


" Setelah aku terpisah dari orang yang membeliku, Setiap hari aku harus mencuri demi bisa makan, Aku harus keluar masuk penjara menjalani hukumanku, Di dalam sana aku sering di siksa.... Aku di pukuli bahkan tanganku di sulut puntung rokok yang panas." Ucap Andre.


" Aku harus sekolah sambil bekerja menghidupi diriku sendiri di kota orang.... Aku menderita... Aku menderita karna aku sering di anggap sampah oleh orang sekitar, Sedangkan kamu.... Kamu begitu bahagia." Teriak Andre.


" Maafkan aku... Aku tidak mengetahui semuanya." Ucap Indra.


" Aku akan memaafkanmu dengan syarat." Ucap Andre.


" Apa syaratnya?" Tanya Indra.


" Pergilah sejauh mungkin dari sini, Biarkan aku hidup bahagia menjadi dirimu bersama Kia." Ujar Andre.


" Apa maksudmu? Apa kamu menginginkan istriku?" Selidik Indra.


" Yah... Aku mencintainya, Aku nyaman bersamanya, Dan aku ingin selalu hidup bersamanya." Sahut Andre.


" Jangan berani sentuh istriku." Teriak Indra berdiri sambil mencengkram kerah Andre dengan satu tangannya.


" Dia sudah jadi milikku, Kau ingat kan jika kemarin kami pergi bulan madu." Sinis Andre.


" Aku tidak akan membiarkan kamu mengambil istriku." Tekan Indra.


" Apa yang bisa kau lakukan dengan tangan cacatmu itu? Biarkan aku menggantikannmu menjaganya, Sebelum aku berubah pikiran pergilah dari sini, Relakan semua milikmu menjadi milikku, Termasuk istrimu." Ujar Andre.


" Sialan..." Umpat Indra.


Bugh....Bugh....


Indra memukul wajah Andre hingga membuat Andre terhuyung.


Bugh...


Andre membalas memukul Indra dengan keras. Perkelahian antar dua saudara tidak bisa di hindari, Dengan sisa kekuatan Indra terus menyerang Andre. Hingga Andre mengeluarkan sebilah pisau...


" Aku sudah memperingatkanmu untuk pergi dengan cara baik baik, Tapi sepertinya aku harus membuatmu pergi selamanya dari dunia ini agar aku bisa mendapatkan Kia untuk selamanya." Ujar Andre menodongkan pisaunya ke arah Indra.


" Aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi...Kia milikku... Dia hanya milikku." Teriak Indra.


Andre mendekati Indra dan.....


Jleb.....


" Ahhhhh

__ADS_1


TBC.....


Tunggu bab selanjutnya ya.... Jangan lupa like dan komentnya.... Thank You...


__ADS_2