
Tiba tiba Indra bangun lalu duduk di tepi ranjang.
" Maaf Yank aku tidak bisa melakukannya sekarang." Ucap Indra membuat Kia merasa lega akhirnya Ia terbebas dari Indra.
" Kenapa Mas?" Tanya Kia menatap ke arah Indra.
" Tanganku sakit... Iya tanganku sakit, Maaf mengecewakanmu lain kali aja ya." Kilah Indra. Kia menganggukkan kepalanya.
" Aku tidak akan memperlakukanmu seperti para j*lang di luar sana, Kamu wanita terhormat, Aku akan melakukannya setelah kamu resmi jadi milikku." Batin Indra.
"Aku semakin yakin kalau ini bukan kamu Mas? Dimana kamu Mas? Apa yang sebenarnya terjadi denganmu? Aku harus segera menemui Mama Meri untuk mencari tahu semuanya." Ujar Kia dalam hatinya.
Kia berjalan ke kamar mandi membasuh mukanya sambil menetralkan jantungnya.
" Hah... Syukurlah kali ini aku selamat, Aku harus cari cara supaya bisa cepat pulang dari sini, Tapi alasan apa yang tepat ya." Monolog Kia sambil berpikir.
Setelah beberapa berpikir akhirnya Kia menemukan alasan yang paling tepat. Ia segera keluar kamar mandi menghampiri Indra yang masih duduk di tepi ranjang.
" Mas..." Panggil Kia.
" Iya sayang." Sahut Indra.
" Aku mau pulang aja... Lagian kita juga nggak bisa ngapa ngapain di sini, Pulang aja ya." Ujar Kia.
" Kenapa? Kita bisa menghabiskan waktu kita dengan jalan jalan di sini, Kamu belum bermain di pantai lhoh." Ujar Indra.
" Aku.. Aku lagi dapet Mas." Lirih Kia.
" Kamu lagi...." Ucap Indra.
" Iya he he." Sahut Kia sambil cengengesan.
" Kok tadi nggak bilang? Gimana kalau aku tadi nggak bisa nahan?" Tanya Indra.
" Ya tadikan aku belum tahu, Baru tahu barusan aja saat aku ke kamar mandi." Jawab Kia.
" Lagian nggak pa pa kan kalau mau ngerjain kamu biar tau rasa, Gimana menderitanya menahan hasrat yang terpendam, Tapi ini palah aku yang kamu kerjain." Jawab Kia.
" Nakal kamu ya...." Ucap Indra mencubit hidung Kia.
" Kamu punya kesamaan dengan Mas Indra, Wajahmu juga sangat mirip, Apa mungkin kamu kembaran Mas Indra? Tapi kenapa baik Mama maupun Mas Indra tidak pernah menceritakannya padaku?" Tanya Kia dalam hati.
" Bener mau pulang?" Tanya Indra. Kia menganggukkan kepalanya.
" Nggak mau jalan jalan kemana dulu gitu." Ucap Indra.
" Nggak.. Aku mau pulang aja ke rumah Mama." Sahut Kia.
" Ke... Ke rumah Mama? Yang mana?" Tanya Indra.
" Ke rumah Papa Anton maksudnya." Jawab Kia.
"Gawat... Apa Mama akan mengenaliku? Biasanya naluri seorang ibu bisa merasakannya, Aku nggak mau sampai semuanya terbongkar sebelum aku mendapatkan Kia untuk diriku dan menghabisi Indra untuk selamanya, Aku nggak mau jika Indra masih hidup hanya akan menjadi batu sandungan untukku." Gumam Indra dalam hati.
" Kamu kan tahu Mas? Kalau setiap aku lagi pms aku selalu menginap di rumah Mama, Aku pasti meriang Mas nanti kamu repot ngurusin akunya, Kenapa? Apa kamu keberatan? Lagian kita udah lama nggak pernah main ke sana kan?." Dalih Kia melihat perubahan wajah Indra.
" Eh... iya iya deh, Kita akan menginap di sana tapi jangan lama lama ya... Aku nggak mau ganggu waktu mereka..." Ujar Indra.
" Makasih Mas." Ucap Kia.
" just for you sayang, Apapun untukmu asalkan kamu bahagia." Sahut Indra mengelus pucuk kepala Kia.
__ADS_1
" Ah.... So sweet.... Love U Mas." Ucap Kia memeluk Indra.
Indra mematung mendengar ungkapan Kia yang di tujukan pada Indra. Tangannya terkepal kuat menahan gemuruh di dadanya. Ia tidak terima jika Kia menganggapnya sebagai Indra bukan sebagai dirinya sendiri. Walaupun memang Ia sendiri juga tidak mau Kia mengetahui yang sebenarnya. Indra membalas pelukan Kia dengan satu tangannya.
" Mas kok nggak balas sih." Protes Kia melepas pelukannya. Ia menatap Indra.
" Eh....." Bingung Indra menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Mas dah gak cinta lagi sama aku?" Selidik Kia.
" Aku harus mengubah rencanaku untuk bisa mendapatkanmu." Batin Indra.
" Love U too sayang." Balas Indra memeluk Kia.
" Sekarang tidurlah, Mas mau pesan tiket dulu buat besok pagi." Sambung Indra melepas pelukannya.
" Iya Mas good night." Ucap Kia.
" Good night sayang." Sahut Indra mencium kening Kia.
Kia merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu Indra menyelimutinya. Indra mengambil ponselnya menelpon bagian tiket penerbangan memesan tiket keberangkatan besok pagi untuk kembali ke Kota J. Setelah selesai Ia ikut merebahkan tubuhnya di samping Kia. Ia memeluk Kia dari belakang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi ini Kia dan Indra sudah sampai di Bandara SH. Mereka menaiki taksi untuk mengantar mereka ke rumah Mama Meri. Taksi terus melaju membelah jalanan kota. Kia menatap keluar jendela dengan pikiran yang penuh tanda tanya. Tak lama taksi yang mereka tumpangi sampai di kediaman Papa Anton.
" Sayang aku langsung ke kantor ya, Sampaikan salamku untuk Papa sama Mama." Ucap Indra tiba tiba. Kia memicingkan matanya menatap ke arah suaminya.
" Kenapa tidak masuk dulu Mas? Lagian bukannya kamu masih cuti?" Tanya Kia heran.
" Ada pekerjaan mendadak sayang lagian banyak kerjaan numpuk karna Rey juga cuti, Aku berangkat dulu." Ucap Indra.
Cup... Indra mencium kening Kia. Kia memejamkan matanya, Hatinya sedih Ia merasa telah mengkhianati suaminya.
" Sayang... Kamu kenapa? Kamu nangis?" Tanya Indra menangkup wajah Kia.
Kia tak mampu membendung air matanya, Air matanya meleleh begitu saja, Hatinya sakit memikirkan dimana suami yang sebenarnya? Apa benar pria yang berada di depannya adalah orang asing?
" Jangan menangis." Ucap Indra memeluk Kia.
" Hiks Hiks..." Isak Kia.
" Aku akan ikut turun bersamamu." Ucap Indra.
Kia mengusap air matanya, Ia menatap wajah tampan suaminya, Kia mengelus wajah Indra sambil memejamkan matanya, Ia mencoba menyakinkam dirinya jika yang ada di depannya adalah suaminya, Tapi Kia tidak merasakan itu semua, Indra seperti orang asing baginya. Kia membuka matanya dan menjauhkan tangannya dari wajah Indra.
" Pergilah Mas, Aku tidak mau mengganggu pekerjaanmu... " Ucap Kia sambil membuka pintu mobil.
Kia berjalan menuju pintu depan rumah Mama Meri, Indra hanya melihatnya dari kejauhan.
" Jalan Pak." Titah Indra.
Taksi yang di tumpanginya kembali melaju menuju kantornya. Sedangkan Kia berjalan memasuki rumah mertuanya.
" Assalamu'alaikum Ma..." Ucap Kia.
" Wa'alaikumsallam sayang... Kamu sudah pulang." Sahut Mama.
Kia langsung menubruk tubuh Mama Meri sambil menangis membuat Mama Meri heran.
" Sayang ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Mama Meri.
__ADS_1
" Bantu aku mengurai benang kusut ini Ma, Bantu aku menemukan Mas Indra yang sebenarnya." Ucap Kia di sela isakannya.
" Apa maksudmu sayang?" Tanya Mama Meri menangkup wajah Kia.
" Dia... Dia bukan Mas Indra Ma.... Dia orang lain.." Jawab Kia.
Deg....
Jantung Mama Meri berdetak dengan kencang, Ia menuntun Kia menuju sofa ruang tamu. Mereka berdua duduk di sana.
" A... Apa maksudmu dia orang lain?" Selidik Mama.
" Dia bukan Mas Indra Ma... Entah mengapa aku merasa dia adalah orang lain... Sikap dan wajahnya hampir sama tapi sifatnya sangat berbeda Ma..." Jelas Kia.
"Apa mungkin dia kembali? Dia masih hidup? Apa mungkin sekarang dia menyamar sebagai Indra? Jika benar lalu kenapa dia tidak langsung menemuiku? Kenapa harus sembunyi sembunyi seperti ini? Jika dia di sini lalu dimana Indra?" Tanya Mama Meri dalam hatinya.
" Ma..." Ucap Kia menyentuh lengan Mama Meri.
"Eh... I..Iya." Sahut Mama.
" Ma... Ada yang ingin aku tanyakan sama Mama." Ucap Kia.
" Apa sayang?" Tanya Mama Meri.
" Apa Mas Indra punya kembaran?" Tanya Kia.
Deg.....
Mama menatap Kia dengan mata nanar. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan Kia. Mama Meri hanya diam saja.
" Ma...Tolong jawab pertanyaanku dengan jujur Ma agar rasa penasaranku selama ini terjawab, Jika memang dia bukan Mas Indra maka aku harus bisa menemukan Mas Indra yang sebenarnya sebelum semuanya terlambat Ma." Ujar Kia.
" Apa kamu punya fotonya?" Tanya Mama Meri.
" Ada Ma... Sebentar." Kia mengambil ponsel di dalam tasnya. Ia membuka galeri pada ponselnya, Untung saja Ia sempat mencuri foto Indra saat sedang duduk di Bandara tadi pagi, lalu Ia menunjukkan foto Indra yang sekarang.
" Ini Ma." Ucap Kia menyodorkan ponselnya ke arah Mama Meri.
Mama Meri segera melihatnya...
" Andre....." Gumam Mama Meri meneteskan air matanya.
" Hiks...Hiks.... Andre...Kamu masih hidup Nak... Maafkan Mama sayang...." Isak Mama Meri memeluk ponsel Kia.
" Ma... Siapa Andre???" Tanya Kia.
" Andre.... Dia.. Andre..Ki..." Ucap Mama Meri.
" Andre siapa Ma?" Tanya Kia.
" Dia... dia....
TBC...
Kalau ini Mamas Indra ya...
Kok manisan Andre Thor??? Jangan protes ya udah terlanjur nggak bisa di ganti lagi.
__ADS_1
Hayooo tebak siapa itu Andre.... Para readers pasti udah pada bisa menebak ya... Jangan lupa like dan komentnya....
Miss U All