Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Indra manja


__ADS_3

Di dalam kamar Indra hanya di tunggui Mama Meri, Papa Anton sudah berangkat ke rumah sakit, Sedangkan Kia dia masih asyik melamun di taman. Indra sudah menghabiskan buah sirsak yang tadi Kia beli. Saat ini rasa mualnya sudah tidak sesering tadi.


" Maaa...." Panggil Indra.


" Ya." Mama Meri menghampiri Indra.


" Istriku mana Ma?" Tanya Indra yang masih terbaring lemah di atas ranjang.


" Kia sedang keluar sayang... Mungkin dia sedang ada di taman." Sahut Mama Meri.


" Tolong panggilkan dia suruh ke sini Ma... Aku tidak mau jauh darinya." Ujar Indra.


" Baiklah sayang akan Mama panggilkan, Sebentar ya." Sahut Mama Meri.


Mama Meri berjalan keluar menuju taman belakang, Di sana Kia sedang duduk termenung sendirian sambil entah memikirkan apa. Mama Meri pun segera menghampirinya.


" Sayang... Indra nyariin kamu lhoh" Ucap Mama menghampiri Kia.


Kia menoleh ke arah Mama mertuanya.


" Kia masih pengin di sini Ma." Ujar Kia.


" Indra pengin kamu ada di sampingnya, Dia tidak mau jauh dari kamu." Ujar Mama Meri. Kia tidak bergeming, Ia hanya diam saja.


" Sayang.... Maafkan ucapan Indra yang menyakitimu ya... Tapi mama rasa mungkin benar kata Indra, Jika saat ini....." Mama menggantung ucapannya.


" Mama juga mau bilang kalau aku sedang hamil? Kalau aku hamil kenapa Mas Indra yang ngidam Ma?... Ku rasa Mas Indra hanya masuk angin biasa." Ujar Kia.


" Sayang.... Dengarkan Mama, Apa kamu pernah mendengar kehamilan simpatik? Biasanya di sini suamilah yang mengalami masa ngidam, Semua itu terjadi karena terlalu besar cinta suami pada istrinya jadi suami ikut merasakan efek kehamilannya." Jelas Mama Meri.


" Iya Ma... Aku pernah mendengarnya... Tapi aku tidak mau terlalu berharap Ma, Aku takut mengecewakan kalian semua..." Sahut Kia.


" Biar semua jelas, Nanti kamu test pakai testpack dulu... Kalau nanti hasilnya positif ya Alhmadulillah kalau tidak ya Wasyukurillah, Yang penting kita harus memastikan hasilnya dulu." Ujar Mama Meri.


" Baiklah nanti akan aku coba Ma..." Sahut Kia.


" Kalau bisa secepatnya sayang... Jangan sampai kamu terlambat mengetahuinya seperti yang sebelumnya." Ujar Mama Meri.


" Iya Ma." Sahut Kia.


" Sekarang urusi dulu bayi besarmu itu, Mama tidak mau kalau dia sampai nangis nangis seperti anak kecil." Ujar Mama Meri.


" He he... Anak siapa?" Canda Kia.


" Ya sayangnya dia anak Mama." Sahut Mama.


" Ya udah Ma, Ayo kita masuk keburu bayi besar Mama nangis." Ujar Kia.


" Ayo." Sahut Mama.


Kia dan Mama masuk ke dalam rumah, Mama Meri menuju dapur sedangkan Kia berjalan menuju kamarnya.


Ceklek....

__ADS_1


Kiya membuka pintu kamarnya, Indra menatap ke arah Kia dengan tatapan sendu, Kia menutup pintunya kembali lalu berjalan menghampiri suami tercintanya yang kini sedang tidak berdaya. Ia duduk di tepi ranjang di samping Indra membelakangi tubuh Indra.


" Sayang maafin aku..." Ucap Indra merubah posisinya miring sambil memeluk perut Kia dari belakang.


" Maafkan aku yang sudah menyakitimu, Aku tidak bermaksud membuatmu sedih, Aku hanya kelepasan aja tadi ngomongnya, Maafin aku ya..Mungkin kamu benar aku hanya masuk angin biasa, Nanti juga sembuh sendiri." Ujar Indra.


" Nggak perlu di bahas Mas, Aku udah maafin kamu kok." Sahut Kia.


" Hadap sini donk." Ucap Indra. Kia duduk menyerong di atas ranjang.


" Bobok sini peluk aku." Ujar Indra manja.


Kia membaringkan tubuhnya miring di samping Indra. Indra segera memeluknya.


" Jangan tinggalkan aku, Saat ini aku ingin selalu bersamamu." Ucap Indra.


" Baiklah My Baby tampan sekarang tidurlah." Ucap Kia mengelus kepala Indra.


" Beneran aku bobok ya... Tapi kamu jangan pergi, Aku nggak mau jauh jauh dari kamu sayang." Ucap Indra.


" Iya iya anak Mommy." Canda Kia.


" Kalau aku anak Mommy, Boleh donk aku mimik susu." Ujar Indra.


" Mau pakai dot?" Tanya Kia.


" Nggak mau... Maunya yang ini saja." Sahut Indra menunjuk sesuatu di dad* Kia.


" Yank... Penginnn..." Rengek Indra.


" Kamu lemes gitu masih mikirin gituan juga." Cebik Kia.


" Beneran nih pengin... Buat penyemangat, Biar fresh lagi, Lagian udah nggak mual kok." Sahut Indra.


" Nggak mau ah masih pagi, Lagian ada Mama juga." Ucap Kia.


" Pintunya di kunci." Ujar Indra.


" Nggak ah Mas... Nanti malam aja, Sekarang istirahatlah." Ujar Kia.


" Tapi Yank...


" Aku pergi nih." Ucap Kia memotong ucapan Indra.


" Iya iya aku tidur." Sahut Indra pasrah.


Indra menyusupkan wajahnya ke dada Kia, Sedangkan Kia tangannya terus mengelus kepala Indra hingga mata Indra terpejam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Andre baru saja membeli minuman dingin di JuniMart, Ia baru saja keluar dari sana, Sampai tiba tiba ada cewek yang menabraknya.


" Awh... Punya mata nggak sih? Jalan pakai mata donk biar nggak sembarangan nabrak orang." Omel cewek yang sedang membungkuk membersihkan sepatunya karna terinjak sepatu Andre.

__ADS_1


" Maaf Mbak... Kan Mbaknya yang nabrak saja, Lagian ya Mbak... Yang namanya jalan tuh pake kaki bukan pakai mata." Ketus Andre.


" Apa Lo bilang?" Cewek itu berdiri sempurna di depan Andre.


" Lo." Ucap Cewek itu yang tak lain adalah Liona. Cewek yang tempo hari di tabrak mobilnya oleh Andre.


" Liona..." Ucap Andre.


" Oh.. Andre Permana, Sekarang gue tahu rupanya Lo dari keluarga Permana? Pantas aja gue seperti familiar lihat wajah Lo, Apa Lo kembar sama Tuan Indra permana CEO termuda dan tertampan di zaman sekarang itu?" Cerocos Liona.


" Iya... Lo sekarang udah tahu kan kalau gue bukan sopir? Gue orang tajir Sist." Ucap Andre.


" Tajir tapi nggak bertanggung jawab buat apa Brooo." Ejek Liona meninggalkan Andre. Liona segera masuk ke dalam membeli sesuatu untuk bekal di puskesmas nanti.


Ya Liona seorang bidan di rumah sakit terdekat, Tapi Ia juga bertugas di puskesmas tak jauh dari tempatnya berdiri. Andre menatap Liona dengan perasaan yang entah. Ia duduk di kursi yang ada di depan minimarket itu. Entah mengapa Ia ingin menunggu Liona keluar.


Tak berselang lama akhirnya Liona keluar dengan menenteng sebuah plastik berisikan makanan dan beberapa minuman.


" Ngapain Lo masih di sini? Lagi nungguin gue?" Tanya Liona saat melewati Andre.


" Sory ya... Buat apa gue nungguin Lo nggak guna."Cebik Andre.


" By the way makasih ya kemarin transferannya, Duitnya udah gue beliin motor CB biar bisa traveling kemana mana bareng temen gue" Ucap Liona.


" Kok buat beli motor? Kan buat bengkelin mobil Lo?" Tanya Andre.


" Kemarin yang gue bawa mobil dinas bokap gue, Lo nggak lihat platnya... Jadi gue nggak usah ya bengkelin tuh mobil... Sekali lagi thanks ya..." Ucap Liona menepuk bahu Andre.


" Lo bohongin gue." Ucap Andre mencekal tangan Liona.


" Bohongin Lo darimana? Emang ada gue bilang itu mobil gue pribadi? Enggak kan? Udah ah gue mau tugas lagi, Lagi banyak pasien noh." Ujar Liona.


" Gue nggak ikhlas ya Lo meras gue, Lo sudah kena pasal pemerasan, Bukannya Lo anak Polisi? Harusnya Lo tahu lah hukuman apa yang bisa Lo dapatkan dari kasus ini." Ujar Andre.


Liona mendekati Andre... Bahkan sangat dekat, Tubuh mereka hampir menempel membuat jantung Andre dag dig dug jeder...


" Kalau Lo mau nikahin gue... Gue anggap itu sebagai mahar dari Lo buat gue..." Ucap Liona menatap ke arah Andre.


" Siapa yang mau nikahin Lo? Gue nggak mau." Ujar Andre.


" Kalau Lo nggak mau... Ya ikhlasin aja uang segitu buat gue gitu aja ribet... Bye..." Ucap Liona meninggalkan Andre.


" Liona...Liona tunggu." Teriak Andre.


" Ah sial..." Umpat Andre.


" Awas aja... Gue pasti akan membalasnya." Gumam Andre.


**TBC....


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya Author sampai lembur nih malam malam. Makasih buat yang udah suport author.. Semoga sehat selalu....


Jangan Lupa baca dan dukung juga cerita author yang lain ya... Caranya Klik profile author lalu pilih Karya yang mau di baca ya...Author tunggu kalian di sana... Makasih**....

__ADS_1


__ADS_2