Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Kedatangan Pak Romi


__ADS_3

Hari ini Indra, Kia dan Andre sedang sarapan bersama, Setelah Kia memasak di bantu oleh Andre, Kia menyajikannya dimeja makan. Kia melayani Indra dengan baik. Ia mengambilkan makanan untuk suaminya dengan penuh kasih sayang. Senyum manis selalu mengembang di bibirnya membuat hati Indra bahagia. Tetapi tidak untuk jones di sampingnya. Ia harus menahan cemburu setiap hari, Tapi tidak masalah demi menuruti ngidamnya Indra, Andre rela menahan rasa sesak di dadanya. Bagaimanapun Andre mengelak dan mencoba tapi Ia tidak bisa memungkiri jika Ia belum bisa move on dari gadis cantik dan perhatian seperti Kia.


" Mau pakai apa Mas?" Tanya Kia sambil memegang piring Indra.


" Apapun yang kamu ambilkan pasti akan aku makan sayang." Jawab Indra.


" Baiklah Mas." Sahut Kia.


Kia mengambilkan nasi beserta sayur dan lauk pauknya. Setelah selesai Ia menyajikannya di meja tepat di depan Indra.


" Ini Mas... Selamat menikmati makanannya." Ucap Kia.


" Makasih sayang." Sahut Indra mencium pipi Kia saat Kia menunduk meletakkan piringnya.


" Nggak inget ada jones di sini?" Cebik Andre.


" He he maaf Bang, Lagian emang biasanya gini juga kan." Ujar Kia.


" Aku jadi pengin di manja sama kamu Ki, Ambilin makanannya donk." Ucap Andre menyodorkan piringnya ke arah Kia, Saat Kia hendak menerimanya tiba tiba,


" Nggak boleh, Enak aja Kia bini gue.. Sana Lo cari bini sendiri biar ada ngurusin." Sahut Indra.


" Kali kali Ndra berbagi pelit amat." Gerutu Andre.


" Udah sono buruan cari bini, Entar gue kasih kado mobil deh saat pernikahan Lo." Ujar Indra.


" Gue bisa beli sendiri kalau itu mah, Tapi kalau wanita sebaik Kia aku tidak bisa nyari, Lo ngalah sama gue ya ya... Biarkan Kia jadi bini gue." Sahut Andre.


" Sialan Lo... Lo kira Kia barang apa main tuker tuker segala." Kesal Indra.


" Kita jadi makan nggak sih, Ribut mulu... Dosa tahu Mas Bang kalau ribut di depan makanan, Kalian nggak menghargai rezeki dari Allah." Ketus Kia.


Indra dan Andre langsung membungkam mulutnya dengan menyuapkan makanan yang ada pada sendoknya. Mereka menghabiskan makanan mereka dengan diam. Kia tersenyum melihat kepatuhan mereka berdua, Jika sudah berhadapan dengan Kia keduanyan seperti kucing yang di elus bulunya.


Ting tong... Suara bel berbunyi.


" Biar aku saja." Ucap Kia.


Kia berjalan menuju pintu rumahnya,


Ceklek.....


Kia membuka pintu, Nampaklah seorang pria paruh baya sedang berdiri menatapnya.


" Maaf cari siapa ya Pak?" Tanya Kia sopan.


" Perkenalkan saya Romi, Saya kesini mencari Nak Andre, Apa benar ini rumah Nak Andre?" Tanya Pak Romi.


" Kalau boleh saya tahu Andre siapa yang Bapak Maksud?" Tanya Kia memastikan.


" Andre Permana." Sahut Pak Romi.


" Oh ya betul Pak, Mari silahkan masuk Bang Andrenya masih sarapan." Ujar Kia mempersilahkan Pak Romi.


Kia berjalan menuju ruang tamu di ikuti oleh Pak Romi dari belakang.


" Silahkan duduk dulu Pak, Saya akan panggilkan Bang Andre." Ucap Kia setelah sampai di ruang tamu.


" Terima kasih Nak." Sahut Pak Romi.


Kia berjalan menuju meja makan menghampiri Andre dan Indra.


" Bang ada tamu." Ucap Kia.


" Siapa?" Tanya Andre.


" Pak Romi." Sahut Kia.


Uhuk... Uhuk.. Uhuk...


Andre tersedak minumannya. Kia menyodorkan segelas air minum untuk Andre, Andre segera meminumnya sampai tandas. Di rasa sudah baikan Andre kembali meminum air putih dengan pelan.


" Untuk apa Pak Romi ke sini?" Tanya Andre.

__ADS_1


" Ya mana aku tahu Bang, Masa' iya aku harus nanya nanya, Bukan urusanku juga." Sahut Kia.


" Ya udah ayo kita temui sama sama." Ujar Andre.


Andre berjalan menuju ruang tamu untuk menemui Pak Romi di ikuti Indra dan Kia. Andre duduk berhadapan dengan Pak Romi sedangkan Kia dan Indra duduk di sofa sebelah Andre.


" Ada perlu apa pagi pagi anda kemari Pak Romi?" Tanya Andre to the point.


" Saya mau meminta bantuan Nak Andre." Sahut Pak Romi.


" Bantuan apa Pak?" Andre kembali bertanya sambil menatap Pak Romi.


" Saya mohon nikahi anak saya." Sahut Pak Romi memberanikan diri.


" Apa?" Pekik ketiga orang di depan Pak Romi.


" Apa apaan Bapak ini? Anda mau bermain main dengan saya?" Tanya Andre dengan emosi. Bagaimana bisa Ia si suruh menikahi wanita songong seperti Liona.


" Tenang Bang... Dengarkan dulu penjelasan Pak Romi." Ujar Kia.


" Bisa di jelaskan Pak? Kenapa Pak Romi meminta Bang Andre untuk menikahi putri Bapak." Ucap Kia kepada Pak Romi.


" Kemarin sepulang dari sini Lio mengalami kecelakaan, Kepalanya mengalami benturan keras hingga dia harus menjalani oprasi, Setelah sadar dia seperti orang yang hilang ingatan, Dokter menjelaskan bahwa ingatan Lio saat ini dalam masalah serius." Pak Romi menghela mafasnya dalam dalam.


Kia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, Ia merasa iba dengan apa yang di alami oleh gadis yang kemarin ke rumahnya untuk meminta tanggung jawab Andre.


" Yang dia ingat hanya Nak Andre sebagai calon suami yang hendak menikahinya." Lirih Pak Romi dengan mata berkaca kaca.


" Astaga..." Gumam Kia.


" Saya sudah menjelaskan semuanya, Saya sudah memberitahunya kalau Nak Andre bukan kekasihnya ataupun calon suaminya, Tapi dia justru histeris tidak percaya dengan kenyataan yang ada, Dia tetap kukuh meminta saya untuk membawa Nak Andre ke hadapannya." Jelas Pak Romi.


" Saya mohon bantulah saya Nak Andre, Liona harta saya satu satunya... Hiks....Hiks... Tanpa dia hidup saya tidak ada artinya.... Tolong saya Nak Andre..." Pinta Pak Romi menghiba pada Andre sambil mengusap air matanya.


Andre menghela nafasnya, Trik apalagi yang sedang Liona mainkan membuat Andre malas meladeninya.


" Bantu Pak Romi Bang, Kasihan Beliau, Jika memang ini jalan takdir dari Tuhan maka jalanilah dengan Ikhlas Bang, Allah selalu memberikan hikmah di balik rencanaNya." Ujar Kia ikut bicara.


" Entahlah Ki... Aku yakin ini trik kotor darinya saja, Kemarin dia ngaku ngaku hamil anakku, Sekarang dia bersandiwara hilang ingatan... Ada ada saja. " Acuh Andre.


Andre berpikir sejenak, Ia menimbang nimbang keputusan yang akan Ia ambil. Ia merasa kasihan dengan Pak Romi, Tapi bagaimana dengan perasaannya? Apakah Ia bisa menikahi wanita yang tidak di cintainya? Apakah pernikahan seperti itu akan membuatnya bahagia? Andre menghela nafasnya.


" Mungkin ini jalan jodohmu Ndre... Terima saja." Ujar Indra.


" Tapi aku tidak punya perasaan apa apa padanya Ndra, Bagaimana aku bisa menikahinya?." Sahut Andre.


" Cinta akan datang seiring berjalannya waktu Ndre, Sama seperti istriku yang dulu tidak mencintaiku, Tapi aku cinta tulus yang terpendam untuknya, Sekarang lihatlah... Bahkan sekarang dia begitu menyayangiku." Ujar Indra merangkul pundak Kia.


" Jika kamu berusaha dengan keras maka kamu akan dengan mudah mendapatkannya Bang, Aku akan selalu mendoakan untuk kebahagiaanmu." Sahut Kia.


" Baiklah akan aku coba, Tapi jika tidak berhasil jangan paksa aku untuk tetap bersamanya." Ujar Andre.


" Terima kasih Nak Andre karena telah membantu saya." Ucap Pak Romi.


" Saya hanya akan menikahi Liona secara siri, Jika Liona bisa membuat saya jatuh cinta dalam waktu tiga bulan maka saya akan meresmikan pernikahan ini tapi kalau tidak maka dengan terpaksa saya akan menceraikannya." Jelas Andre.


" Tidak masalah Nak Andre, Semoga Liona benar benar tulus mencintaimu dan berhasil membuatmu membalas perasaannya." Ujar Pak Romi.


" Bisakah Nak Andre ikut ke rumah sakit bersama saya?" Tanya Pak Romi.


" Baiklah tapi saya menggunakan mobil saya sendiri." Sahut Andre.


" Baik." Ucap Pak Romi.


" Kalau begitu saya pamit dulu Pak Indra, Bu..." Pak Romi menggantung ucapannya.


" Kia Pak." Ucap Kia.


" Ah Bu Kia.... Saya permisi terima kasih atas bantuan anda." Ucap Pak Romi.


" Sama sama Pak, Hati hati." Ujar Kia.


" Gue pergi dulu." Ucap Andre.

__ADS_1


"Semoga sukses Bang." Ucap Kia.


Andre dan Pak Romi berjalan menuju pintu, Saat di depan pintu mereka berpapasan dengan Rey dan Cindy.


" Hai Ndre." Sapa Rey sedikit canggung karena memang mereka tidak terlalu dekat.


" Hai... Indra ada di dalam." Sahut Andre.


" Mau kemana?" Tanya Rey menatap Andre.


" Ada urusan bentar, Ayo Pak." Ucap Andre mengajak Pak Romi melanjutkan langkahnya menuju mobil masing masing.


Rey menggandeng Cindy masuk ke dalam rumah menuju ruang tamu.


" Assalamu'alaikum." Ucap Rey dan Cindy bersamaan.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Indra dan Kia bersamaan pula.


" Hei Cin.... Sini duduk." Ucap Kia.


Cindy dan Rey duduk di kursi sebrang Kia dan Indra.


" Yank perut Cindy udah kelihatan gedhe kok punyamu belum?" Tanya Indra menatap perut Kia.


" Kehamilan Cindy udah masuk bulan ke lima Mas, Sedang aku baru jalan tiga bulan gimana sih." Sahut Kia.


" Cepet besar ya sayang.... Daddy udah nggak sabar pengin gendong kamu." Ucap Indra sambil mengelus perut Kia.


" Eh Daddy gak bakalan bisa gendong kamu, Kamu lihat tangan Daddy? Tangan Daddy cacat sayang..... Apa kamu tidak akan malu punya Daddy yang tidak sempurna seperti ku?" Lirih Indra meneteskan air mata. Ia merasa takut jika anaknya nanti tidak mau menerima keadaan Daddynya yang cacat.


" Massss.. Jangan pernah ngomong seperti itu lagi, Anak kita Insya Allah akan jadi anak yang baik, Dia tidak akan membeda bedakan sesama hanya melihat fisiknya saja, Dia akan bangga mempunyai Daddy sepertimu, Daddy selalu memberikan cinta untuk Mommynya." Ujar Kia menangkup wajah Indra. Kia mengusap air mata Indra dengan pelan. Lalu Kia mencium kening Indra.


Rey dan Cindy menatap haru kepada mereka berdua, Kebaikan dan kelembutan hati Kia memang tiada duanya, Bahkan Cindy yang sama sama wanita pun mengakuinya.


" Ehm ehm." Rey berdehem menyadarkan mereka bahwa ada manusia lainnya di depan mereka. Kia menatap ke arah Rey dan Cindy dengan malu.


" Maaf..." Ucap Kia.


" Its OK." Sahut Rey.


" Oh ya ada perlu apa kamu kemari?" Tanya Indra.


" Hanya main saja, Cindy pengin main sama Kia, Kita para lelaki mending pergi bekerja biarkan mereka menghabiskan waktu bersama, Sesama ibu hamil pasti bisa saling mengerti, Ayo berangkat." Ujar Rey.


" Hah sebenarnya aku malas mau kerja, Rasanya lemas jika jauh dari Kia." Ucap Indra.


" Kita ada meeting penting dodol, Client penting ini jangan main main ah" Ujar Rey.


" Baiklah.... Sayang aku berangkat dulu." Ucap Indra mencium kening Kia.


" Hati hati Mas." Ucap Kia mencium punggung tangan suaminya.


" Sayang Daddy berangkat kerja dulu ya... Jangan nakal sama Mommy, Daddy sayang kamu dan Mommy.... Mmuuahh." Indra mrncium perut Kia dengan durasi yang lama.


" Assalamu'alaikum." Ucap Indra.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Kia.


" Aku juga berangkat Yank." Ucap Rey.


" Hati hati ya Mas." Sahut Cindy.


" Assalamu'alaikum." Ucap Rey.


" Wa'alaikumsallam" Sahut Cindy.


Indra dan Rey berjalan keluar menuju mobil masing masing, Indra pergi di antar oleh sopir sedangkan Rey mengemudi sendiri.


TBC......


Jangan lupa like vote dan komentnya ya...


Makasih untuk para readers yang selalu suport author semoga selalu dalam kondisi sehat ya...

__ADS_1


Miss U All


__ADS_2