
Hari ini Lio pergi ke salah satu resto yang terkenal dengan kelezatan masakannya, Ia ingin membelikan makan siang untuk Andre di kantor. Lio turun dari mobil, Ia berjalan memasuki resto. Saat Ia mengedarkan pandangannya tak sengaja Ia menangkap sosok Andre yang sedang duduk di salah satu meja sambil memainkan ponselnya.
Lio berjalan menghampiri meja itu,Tapi sebelum sampai si meja Andre tiba tiba seorang wanita menghampiri suaminya.
" Andre." Ucap wanita itu sambil memeluk Andre.
Lio menghentikan langkahnya, Hatinya terasa sesak seperti tertimpa bebatuan besar melihat suami tercintanya di peluk oleh wanita lain. Ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi Lio memilih duduk di meja belakang Andre untuk mendengar semuanya.
" Sona." Ucap Andre.
" Aku mencarimu kemana mana Ndre, Kenapa kamu memblokir kontakku? Kamu sengaja menghindariku? Kamu mau mencampakkan aku begitu saja setelah janji yang kau buat kepada ayahku?" Tanya Sona menatap Andre.
" Bukan begitu tapi aku harus fokus pada kesembuhan istriku." Sahut Andre.
" Kapan kamu akan menceraikannya dan menikahi aku?" Tanya Sona.
Deg....
Jantung Lio seakan berhenti berdetak. Menceraikannya? Jadi apa yang selama ini Andre tunjukkan padanya? Apa Andre hanya bersandiwara saja? Apa cintanya palsu? Apa Andre telah membohonginya? Begitu banyak pertanyaan bersarang di kepala Lio. Sebenarnya Lio ingin pergi dari sana tapi Lio memutuskan untuk mendengarkan kebenaran yang sebenarnya.
" Maaf aku tidak bisa." Sahut Andre.
" Kenapa? Apa kau sudah mencintainya? Apa kau berubah pikiran? Katanya aku harus menunggumu menceraikannya dulu, Lalu apa ini? Kamu membodohiku?Apa kamu sudah menyentuhnya? Kamu ketagihan dengan tub*hnya?" Tanya Sona emosi.
" Tenanglah Sona jangan membuat orang memperhatikan kita." Ujar Andre.
" Kamu bohong padaku, Kamu berjanji untuk tidak menyentuhnya, Janjimu palsu Ndre, Kamu telah mempermainkan perasaanku, Jika aku tidak bisa mendapatkanmu maka istrimu juga tidak boleh mendapatkanmu." Ucap Sona.
" Sona dengarkan aku, Aku minta maaf padamu karena aku mengingkari janjiku, Aku tidak bisa menceraikannya, Aku....
" Kamu kasihan padanya begitu? Tapi kamu tidak kasihan padaku yang selama bertahun tahun menunggumu? Kau sudah berjanji di depan ayahku untuk mengabulkan permintaan terakhirnya bukan? Apa istrimu itu penyakitan sehingga kau tidak tega meninggalkannya? Apa istrimu yatim piatu jadi dia tidak punya siap siap setelah kamu menceraikannya? Atau istrimu lebih menggoda dariku?" Tanya Sona.
Mendengar ucapan Sona, Telinga Lio panas. Sona telah menghinanya tetapi Andre hanya bisa diam saja, Bungkam tanpa suara. Ia beranjak dari duduknya lalu menghampiri meja Andre.
Brakkk
Lio menggebrak meja. Andre dan Sona berjingkrak kaget, Keduanya menoleh ke arah Lio yang menatap mereka dengan tatapan kebencian.
__ADS_1
" Sa... Sayang." Ucap Andre.
" Siapa? Kenapa kau berani menggebrak meja di depanku? Kau siapa?" Tanya Sona menatap Lio.
" Aku wanita yang sedang kau pertanyakan." Jawab Lio sinis.
" Istri Andre." Sinis Sona.
" Ya kau benar, Aku wanita penyakitan, Aku gadis piatu yang tidak punya ibu, Tapi satu hal yang harus kamu tahu." Ucap Lio menekan dada Sona membuat Sona membelalakkan matanya.
" Aku masih punya harga diri untuk tidak mengganggu suami orang lain, Pelakor." Tekan Lio.
" Heh percaya diri sekali kamu? Apa kau pikir Andre mencintaimu? Apa kau pikir Andre mau hidup bersama wanita penyakitan sepertimu? Aku rasa tidak! Apapun penyakitmu yang jelas suatu saat nanti Andre pasti akan meninggalkanmu dan memenuhi janjinya padaku, Camkan itu." Sahut Sona meninggalkan mereka berdua.
Tubuh Lio mundur ke belakang mendengar ucapan Sona. Benarkah Andre akan meninggalkannya? Apalagi jika dia tidak bisa hamil. Benarkah Andre setega itu padanya?
Andre hendak menggenggam tangan Lio tapi Ia menghindarinya.
" Sayang...." Ucap Andre.
Lio mengangkat kedua tangannya. Hatinya sakit mendengar ucapan Sona dan lagi lagi Andre hanya membungkam mulutnya tanpa sedikitpun membelanya, Itu berarti semua ucapan Sona benar.
" Stop... Jangan panggil aku dengan panggilan itu lagi, Sekarang aku tahu kenapa sampai sekarang kau tidak mau menyentuhku, Jadi ini alasannya karena kau sudah berjanji pada wanita lain, Aku kecewa padamu Mas, Sangat kecewa." Ujar Lio dengan air mata yang mengalir di pipinya.
" Sayang dengarkan penjelasanku." Ucap Andre.
" Semua sudah jelas Mas, Aku tidak mau mendengar kenyataan pahit lainnya dari mulutmu " Ucap Lio.
Lio berlari meninggalkan Andre.
" Sayang." Teriak Andre.
Andre segera mengejar Lio namun terlambat Lio sudah menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" Ahhh sial... Kenapa aku hanya diam saja tadi, Bodoh bodoh bodoh." Gerutu Andre merutuki kebodohannya.
Andre melajukan mobilnya menuju apartemennya. Ia masuk ke dalam mencari Lio tapi ternyata sepi. Andre menelepon Lio tapi nomernya tidak aktif. Lalu Andre menelepon Kia menanyakan keberadaan Lio tapi Lio tidak ada di sana. Satu satunya tempat yang harus Andre tuju yaitu rumah mertuanya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Pak Romi, Andre segera mengetuk pintunya.
Tok tok tok
Tak lama pintu terbuka dari dalam.
" Eh Nak Andre, Ada apa Nak? Kenapa sendirian? Lio mana?" Tanya Pak Romi.
" Aku cuma mau mampir aja Pa melihat keadaan Papa saja, Ya udah Pa aku lega melihat Papa sehat seperti ini, Kalau begitu aku pamit Pa." Kilah Andre, Ia tidak mau membuat mertuanya khawatir dengan kepergian Lio karen Andre menilai jika Lio tidak ke sini.
" Lhoh kok buru buru, Tidak mampir dulu kita ngopi ngopi udah lama juga tidak bertemu." Ucap Pak Romi basa basi.
" Tidak usah Pa lain kali saja, Lio sudah menungguku di rumah." Sahut Andre.
" Baiklah hati hati." Sahut Pak Romi.
Setelah kepergian Andre, Pak Romi menutup pintunya.
" Kenapa kamu menghindarinya? Apa terjadi sesuatu dengan rumah tangga kalian?" Tanya Pak Romi kepada Lio yang berdiri di belakang pintu.
Setelah dari Cafe, Lio sengaja menitipkan mobilnya di rumah Kia. Ia pulang ke rumah Papanya menggunakan taksi agar tidak mudah di temukan keberadaannya.
" Tidak Pa, Aku hanya sedang ingin menyendiri saat ini, Aku ingin merenungkan keputusanku untuk melanjutkan pernikahan ini atau tidak melihat kondisiku yang seperti ini." Ujar Lio.
" Apapun masalahnya itu harus di hadapi bukan di hindari sayang, Dan selesaikan dengan kepala dingin, Jangan mengambil keputusan saat sedang emosi." Tutur Pak Romi.
" Iya Pa, Lio ke kamar dulu Pa." Pamit Lio.
Lio berjalan menuju kamarnya. Ia segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia menatap langit langit kamarnya mencoba merenungkan solusi permasalahan yang Ia hadapi saat ini. Ia akan memberikan kesempatan untuk Andre menjelaskan semuanya, Tapi tidak untuk saat ini karena saat ini Lio sedang di liputi emosi.
Malam hari Andre kebingungan mencari keberadaan Lio. Andre sudah melacak ponsel Lio yang ternyata Ia tinggal di dalam mobil di rumah Kia. Andre juga sudah bertanya kepada Kia tapi Kia tidak tahu tentang kedatangan Lio karena Lio hanya menitipkan mobilnya pada Satpam di sana.
" Sayang kamu dimana? Pulanglah berikan aku kesempatan untuk menjelaskannya, Jangan pernah tinggalkan aku seperti ini sayang.... Ku mohon." Monolog Andre menatap foto Lio di dalam ponselnya. Andre mencoba memejamkan matanya berharap saat Ia membuka matanya Lio sudah berada di sampingnya.
**TBC. ..
Selalu dukung karya author ya..
__ADS_1
Makasih atas suport yang kalian berikan
Miss U All**...