
" Kenapa? Kenapa harus aku yang selalu mengerti perasaan Indra Ma? Kenapa hanya aku yang harus menjaga perasaannya?" Tanya Kia menatap Mama Meri. Hati Indra mencelos mendengar Kia menyebut namanya tanpa embel embel Mas di depannya.
" Maaf sayang.. Mama hanya tidak ingin Indra terpuruk lagi seperti dulu." Jawab Mama Meri.
" Lalu bagaimana denganku?" Tanya Kia. Mama tidak bergeming, Ia tidak tahu harus menjawab apa.
"Mama hanya memikirkan perasaan Indra saja tanpa sedikitpun mau mengerti perasaanku, Aku bukan boneka yang dengan seenaknya bisa di perlakukan sesukanya Ma" Ucap Kia.
" Maafkan Mama Nak, Jika selama ini Mama tidak mempedulikan perasaanmu, Mama hanya merasa yakin kamu akan selalu sabar dan bisa mengendalikan Indra menjadi lebih baik." Sahut Mama.
" Apa Mama tahu perasaanku selama ini?" Tanya Kia menatap Mamanya. Mama tidak bergeming sedang Indra dan yang lainnya hanya menjadi pendengar setia saja. Mereka membiarkan Kia mengeluarkan uneg unegnya.
" Apa kalian semua tahu perasaanku selama ini?" Teriak Kia. Kia turun dari ranjang dan berdiri di depan Mama Meri.
" Hati hati sayang." Indra mau menghampiri Kia namun di cegah oleh Rey. Akhirnya Indra duduk kembali di kursinya.
" Baiklah akan aku kasih tahu bagaimana perasaanku selama ini... Sebelum menikah aku berjuang mati matian untuk membuat Indra menerimaku sesuai janjiku padamu Ma, Bahkan aku rela bersikap seperti wanita murahan yang selalu menggodanya." Ucap Kia. Mama Meri menganggukkan kepalanya.
" Setelah menikah aku masih harus berjuang lagi untuk bisa membalas cinta Indra Ma, Itu bukan hal mudah bagi wanita yang tidak pernah merasakan cinta untuk lawan jenisnya sepertiku Ma." Kia menatap semua orang yang ada di ruangannya. Indra duduk di sofa diapit Papa Anton dan Rey, Mereka juga menatap ke arah Kia mendengarkan keluh kesah yang Kia ucapkan.
" Tidak hanya sampai di situ Ma, Aku harus ekstra sabar menghadapi sikap Indra yang posesif dan Childish, Bukan hanya itu saja aku harus selalu menjaga sifatnya yang tempramental agar dia tidak kehilangan kendali, Satu lagi.... Sikap manjanya." Ujar Kia mengeluarkan uneg unegnya. Rey tersenyum mengejek ke arah Indra mendengar ucapan Kia. Indra hanya memelototkan matanya.
" Maaf sayang.." Kia segera memberi isyarat agar Indra tidak memotong ucapannya.
" Semua itu tidak masalah bagiku karna stok kesabaran yang aku miliki masih seluas lautan." Kia menghela nafasnya.
" Sampai tiba saat Gea datang ke rumah kami, Indra mulai membagi waktunya denganku, Dia sedikit mengabaikanku Ma, Dia sering menghabiskan waktunya bersama Gea dengan alasan kalau mereka sudah lama tidak bertemu, Mungkin temu kangen istilahnya, Its Fine... Aku terima." Ujar Kia melanjutkan ucapannya.
" Apa Mama tahu? Saat Gea memintaku membuatkan teh untuknya?" Tanya Kia, Mama Meri menggelengkan kepalanya.
"Dia sengaja menjegal kakiku hingga teh panas itu tumpah di tangannya, Mama tahu apa yang Indra lakukan?" Mama menggeleng lagi.
" Dia menyalahkanku Ma, Saat itulah aku mulai meragukan kesetiaannya." Ucap Kia.
" Aku selalu setia padamu Say." Sahut Indra.
" Diamlah aku sedang berbicara dengan Mamamu agar Mama tahu bagaimana perlakuanmu belakangan ini dan perasaanku selama ini." Ujar Kia. Ia kembali menatap ke arah Mama Meri.
__ADS_1
" Kesabaranku mulai terkikis dengan sikap Indra yang lebih perhatian dengan Gea dari pada aku Ma, Sampai saat Indra ingin memperbaiki hubungan kami dia bilang akan menghabiskan waktu denganku, Aku memintanya untuk pergi makan malam, Tapi Mama tahu apa jawabannya?" Tanya Kia.
" Tidak Nak." Jawab Mama.
" Dia bilang tidak bisa karna malam itu Indra ada meeting dengan Clientnya, Tapi ternyata tanpa di duga aku melihatnya di cafe, Mama ingin tahu apa yang Indra lakukan di sana?." Mama Meri mengangguk.
" Dia melamar Gea untuk menjadi istrinya Ma." Ucap Kia. Mama melongo membulatkan matanya. Mama tidak menyangka putranya melakukan kesalahan fatal seperti ini
" Sayang kamu salah paham, Aku hanya bersandiwara saat itu." Sahut Indra mendekati Kia dan Mama.
" Istri mana yang tahan melihat semua itu Ma, Kesabaranku habis saat itu.... Aku menyerang Gea, Aku menjambak rambutnya, Tapi apa yang terjadi setelah itu Ma? Hiks...hiks." Ucap Kia mengabaikan Indra. Kia meneteskan air matanya mengingat kejadian yang memilukan itu.
" Indra membelanya Ma... Indra menarik kasar tanganku hingga aku kehilangan keseimbangan.. Aku jatuh Ma.. Aku jatuh terguling guling dari atas tangga, Sampai pada akhirnya aku kehilangan calon bayiku Ma... Aku kehilangan calon bayi yang bahkan aku belum tahu tentang kehadirannya... Hiks..hiks..." Tubuh Kia luruh ke lantai. Mama juga menangis melihat kesedihan yang di alami menantunya.
" Sayang Kamu salah paham..." Ucap Indra.
" Aku tidak peduli salah paham atau tidak yang jelas aku sudah memperingatkanmu Indra Permana." Teriak Kia sambil berdiri berhadapan dengan Indra.
" Sayang dengarkan penjelasanku." Indra memegang bahu Kia.
" Aku tidak mau mendengar apapun dari mulutmu, Semuanya sudah jelas bagiku, Kamu menyayangi Gea kan? Sekarang ceraikan aku dan menikahlah dengannya, Sayangi dia sesuka hatimu." Ucap Kia sambil menepis tangan Indra.
" Aku tidak mau mendengar apapun darimu." Bentak Kia.
" Pergi dari sini.. Kalian semua pergi dari sini." Usir Kia sambil memegangi perutnya yang terasa sakit. Indra mau membantunya tapi Kia menghindarinya.
" Sayang..." Ucap Indra.
" Aku bilang pergi kalian semua dari sini...Aku membenci kalian semua...Aku benci..." Teriak Kia.
" Sayang jangan seperti ini kendalikan emosimu." Ujar Indra.
" Aku bilang pergi." Kia mengambil gelas di atas nakas lalu melemparnya ke sembarang arah.
Pyarrrr..... Serpihan beling gelas berhamburan ke mana mana.
" Kia tenanglah." Ucap Papa Anton.
__ADS_1
" Pergiiiiii." Teriak Kia Tubuhnya luruh ke lantai, Ia menundukkan kepalanya dengan lutut sebagai tumpuannya.
" Hiks..hiks..Ku mohon pergilah...Aku membenci kalian semua yang tidak mau mengerti perasaanku... Pergilah sekarang juga." Lirih Kia.
" Om Tante dan kamu Ndra sebaiknya sekarang pergilah, Aku akan mengatasi semuanya, Biarkan Kia tenang dulu, Aku akan menjaganya di sini." Ujar Rey yang tidak tahan dengan kerapuhan Kia. Wanita yang selama ini kuat di matanya ternyata memiliki sisi yang rapuh.
" Baiklah Rey kami pergi dulu, Titip Kia ya, Ayo Ndra." Ucap Mama. Mama menggandeng tangan Indra menuju keluar ruangan.
" Ki.. Ayo naik ke atas di sini dingin." Rey menunduk menyentuh bahu Kia, Kia mendongak menatap Rey, Ia bangun dan langsung menubruk tubuh Rey.
" Bang Rey...hiks...hiks..." Kia menangis dalam pelukan Rey. Indra yang melihat semua itu semakin sakit hatinya. Istri yang selama ini di cintainya kini membenci dirinya.
Setelah keluar ruangan Indra luruh di balik pintu dengan penyesalan yang teramat dalam. Ia menyesal karna tidak mau mendengar peringatan dan ucapan dari Kia. Ia berjanji akan menghukum Gea seberat beratnya.
" Sabar sayang semua ini pasti cepat berlalu, Kia akan kembali seperti dulu, Saat ini Kia masih dalam kondisi emosi yang memuncak, Bersabarlah tunggu hatinya tenang." Ucap Mama menenangkan Indra.
" Dia membenciku Ma, Dia ingin pergi dariku.. Hiks.... Dia ingin aku menceraikannya.. Aku yang salah tidak mau mendengar ucapannya, Gea sengaja melakukan ini semua Ma... Gea menginginkanku..." Ujar Indra.
" Apa maksudmu?" Tanya Mama.
" Gea bekerja sama dengan keluarga Angkasa untuk menghancurkan rumah tanggaku seperti aku menghancurkan perusahaan Angkasa Group Ma." Jelas Indra.
" Gea tega melakukannya? Mama tidak menyangka, Maafkan Mama Ndra semua ini terjadi karna Mama yang mengijinkan Gea tinggal di rumah kita, Maafkan Mama." Ucap Mama menyesali tindakannya.
" Tidak Ma semua ini salahku, Jika dari awal aku mempercayai ucapan Kia, Semua tidak akan terjadi Ma, Aku menyesal.... Aku menyesal Ma." Sahut Indra.
" Sekarang kita pulang dulu, Berikan waktu sampai hati Kia tenang, Setelah itu kita baru kembali lagi ke sini dan membicarakan semuanya kepada Kia." Ucap Mama Meri.
" Baiklah Ma... Ayo." Sahut Indra.
Indra, Mama Meri serta Papa Anton pun memlilih kembali ke rumah. Mereka akan memberikan waktu untuk Kia, Indra berharap jika emosi Kia sudah reda, Kia akan memaafkannya dan kembali lagi padanya. Indra tidak mau kehilangan istrinya.
TBC...
Hai readers terima kasih atas doa dan dukungannya...Jangan lupa untuk vote ya...
Yang belum tahu author mengganti Visual Indra ya... Recomended dari Kak Sella Amanda surya
__ADS_1
Cakep nggak????