Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
OTW pulang kampung


__ADS_3

Pagi ini mereka semua sudah bersiap pulang kampung, untuk acara lamaran Kia dengan mengendarai mobil sendiri. Kenapa tidak naik pesawat? karna mereka lebih suka naik mobil, Katanya sih, biar puas melihat pemandangan jalanannya.


" Kia, kamu duduk di belakang sama Indra ya, Mama suka pusing kalau di belakang, Mama takut mabuk nanti malah payah." Ucap Mama Meri sambil membuka pintu depan.


" Baik Ma." Sahut Kia segera masuk duduk di kursi penumpang, dimana di sebelahnya sudah ada Indra.


Sedangkan Rey di depan, mengemudi mobilnya. Rey paham dengan maksud Mama Meri, Ia segera melajukan mobilnya. Didalam perjalanan sesekali mereka mengobrol untuk mengusir keheningan.


" Ki nanti pakai gaun yang kemarin kita beli ya." Ujar Mama Meri.


" Maaf Ma, tapi aku mau pakai gaun yang di pilihkan Mas Indra saja." Ujar Kia.


Indra menoleh kesamping menatap Kia dan dibalas senyuman manis olehnya.


" Hmm sepertinya gaun pilihanku terlalu jelek deh makanya kamu milih gaun yang di pilih Indra." Ujar Rey.


"Ndra kau berhasil merebut hati Kekasihku." Timpal Rey yang masih fokus dengan stirnya.


" Pakai yang dipilihkan Rey saja, jangan pilihanku, Rey tidak menyukainya." Sahut Indra.


" Suka suka aku donk mau pilih yang mana, lagian semua juga milikku kan." Sahut Kia menatap Indra.


Indra memalingkan wajahnya keluar jendela. Ia harus bisa mengontrol hatinya, apalagi ada Rey di depannya. Ia tidak mau Rey berpikiran macam macam dengannya.


Setelah itu hanya ada keheningan yang menemani perjalanan mereka.


" Bang stel musik donk biar gak sunyi kaya' di kuburan aja." Ujar Kia.


" Mau lagu apa sih Yank?" Tanya Rey lembut.


" Haruskah aku mati.. by Thomas Arya, bluetooth dari ponselku saja Bang." Ujar Kia.


" Baiklah tuan putri." Sahut Rey.


Rey menyambungkan bluetooth ampli mobil ke ponsel Kia.Lagu mulai berputar dengan indah, sesekali Kia ikut bernyanyi.


Sampai di reff... Kia mengencangkan suaranya, seakan menyindir Pria di sampingnya.


Aku ....sekuat hati bertahan..


Kamu .....sebisanya menghancurkan


Aku... mengalah karena cinta


Kamu... sengaja menggores luka...

__ADS_1


Dengan cara... apalagi....


Kau melunakkan hati...


Haruskah diriku mati...


Agar kau bisa hargai


" Stop... matiin! Kenapa lagunya kaya' gitu? aku gak suka, mana ngomongin mati segala lagi." Teriak Indra membuat Kia langsung mematikan lagunya. Mama Meri dan Rey pun terkejut dengan teriakkan Indra.


" Kenapa? Memang apa pengaruhnya sama kamu?" Tanya Kia menatap tajam kearah Indra.


" Aku gak suka, ada yang membicarakan tentang kematian." Jelas Indra.


" Bukan karna kamu takut kehilanganku?" Tanya Kia.


Deg....


Jantung Indra berdebar mendengar ucapan Kia. Ia menatap Kia dengan sendu. Wanita di depannya, wanita yang Ia cintai akan menjadi milik saudaranya.


" Bukan.." Kilah Indra menatap keluar jendela.


" Lalu bagaimana kalau aku benar benar mati? Apa kau tidak merasa kehilanganku? Apa kau tidak menyesal karna telah menolakku?" Tanya Kia membuat Indra menatap kearah Kia. Jujur ada rasa sesak di dalam dadanya.


" Maafkan aku Ki." Ujar Indra dalam hati.


Deg...


Hati Kia mencelos medengar ungkapan Indra. walaupun Ia belum ada rasa apapun kepada Indra, tapi entah mengapa hatinya terasa sakit.


" Indra kamu jangan keterlaluan kamu Nak, jangan membohongi dirimu sendiri." Bentak Mama Meri.


" Gak papa Ma, ucapan Mas Indra nggak ngaruh juga buat aku, lagian siapa dia dan siapa aku? Kami bukan siapa siapa yang harus merasa kehilangan satu sama lain Ma." Ucap Kia.


Sekarang hati Indra yang berdenyut nyeri. Ia tidak sanggup mendengar kesedihan yang Kia tunjukkan melalui kata katanya.


Setelah itu mereka semua hanya diam. Sedangkan mobil masih melaju dengan kencang. Rey geram, dengan sikap Indra yang tidak mau mengutarakan perasaannya.


Tak berapa lama Indra menoleh kesamping setelah merasa ada yang menyender di bahunya.Ternyata Kia tertidur. Ia memandangi wajah cantik pujaan hatinya. Di sibaknya rambut yang menutupi wajah Kia. Ada senyum tipis yang menghiasi wajah Indra. Semua itu tak luput dari pandangan kedua orang yang duduk di depan. Mereka hanya diam dan saling pandang, tidak mau mengganggu momen indah itu.


"Maaf jika aku melukaimu Ki... aku gak bisa egois.. kamu harus mendapatkan pria yang sempurna, yang bisa menjagamu dengan baik. Aku akan selalu mencintaimu dalam diamku... Semoga aku selalu kuat mengendalikan perasaanku ini, asal kau tahu Rey juga mencintaimu, aku yakin Rey mampu menjagamu untuk diriku, berbahagialah pujaan hatiku sekaligus sahabat terbaikku." Gumam Indra.


Tak terasa air mata lolos begitu saja. Ia segera mengusapnya, takut ketahuan orang lain, kalau saat ini Ia sedang rapuh.


" Rey maaf Kia tertidur dia bersandar di bahuku." Ucap Indra.

__ADS_1


" Gak papa Ndra, benerin posisinya donk, kasian ntar pegel semua tuh leher." Ujar Rey yang hanya melirik dari kaca depan saja.


" Kepalanya taruh di pangkuanmu saja Ndra, biar nyaman." Kali ini Mama Meri yang bicara.


" Iya Tante Meri bener, maaf ya merepotkanmu." Timpal Rey.


" Nggak pa pa Rey." Sahut Indra.


Indra pun segera membenarkan posisi tidur Kia. Ia letakkan kepala Kia di pangkuannya. Kia menggeliat, tiba tiba Ia memeluk pinggang Indra, dan menyusupkan wajahnya ke perut Indra. Sepertinya posisi itu membuatnya nyaman.


Jantung Indra dag dig dug jeder.... berdetak sangat kencang dengan posisi yang sedikit intim menurutnya. Ia menatap Rey dari kaca depan, dan di jawab anggukan kepala oleh Rey, tanda Ia tidak mempermasalahkannya.


Setelah hampir setengah perjalanan, Mama Meri meminta Rey untuk istirahat sejenak di rest area pom bensin setempat.


Mereka berdua turun, dan berjalan menuju toilet untuk menuntaskan hajatnya.


Sedangkan di dalam mobil, Indra masih memandang Kia yang posisinya kini terlentang, membuat Indra bisa sepuasnya memandang wajah Kia. Ia mengelus pipi mulus Kia dengan pelan, tapi justru membuat sang empu terganggu dan mengerjapkan matanya.


" Mas Indra... Maaf aku ketiduran." Ucap Kia setelah terbangun dari tidurnya. Ia melihat ke sekelilingnya ternyata mereka sedang di rest area.


" Gak papa, Mama sama Rey sedang ke toilet." Sahut Indra paham dengan kebingungan Kia.


" Owh.." Gumam kia.


Kia segera mengambil mineral water dan keluar mobil. Ia membasuh mukanya agar fresh lagi.


" Mas ada yang ingin aku bicarakan sama kamu." Ucap Kia menatap Indra setelah kembali duduk di sampingnya. Indra beringsut menatap Kia.


" Apa." Tanya Indra


" Sebenarnya....."


Apa hayooo yang mau di katakan sama Kia?


Tunggu jawabannya di bab selanjutnya ya....


Author ucapkan banyak terima kasih untuk para readers yang selalu mensuport author, semoga sehat selalu....


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya.. Author tunggu....


Duh author banyak maunya.... Harus donk biar sangat ngetiknya....


Miss U All....


TBC......

__ADS_1


__ADS_2