
Kini semua orang menatap Kia, menanti jawaban apa yang akan Ia berikan, membuat yang di tatap menjadi kikuk.
" Kenapa liatinnya pada kayak gitu, aku merasa sedang diintrogasi." Ujar Kia mengedarkan pandangan pada mereka semua.
" Kamu lamban jawabnya, bikin penasaran kami aja." Sahut mama Meri.
" Sekarang apa yang Mama pikirkan." Kia sedikit melirik Indra, yang sepertinya juga kepo dengan jawabannya.
" Mama pikir dia pacar kamu." Jawab mama Meri.
" Jeng Meri, Kia tidak pernah punya pacar kok, David itu keponakan adik ipar saya, Jadi masih saudaraanlah sama kami." Jelas Mama Ria.
" Dan....kalaupun dia suka sama aku, bukan salah aku donk Ma, Lebih baik banyak yang suka daripada banyak yang benci kan." Kia melirik Indra, Ia tahu sebenarnya Indra jelous dengan lirik lagu yang di nyanyikan David.
" Jadi kamu gak ada hubungan apa apa sama dia." Tanya Indra keceplosan. Ia segera menutup mulutnya.
" Hhhhhhhh." Kia tertawa lepas membuat semua orang menatapnya.
" Jadi dari tadi aku di diemin, karna kamu cemburu mas hhh." ejek Kia.
Semua orang bergantian menatap kearah Indra. Pipi Indra memerah karena malu.
" Cemburu.... bilang bos, Lain kali kalau ada apa apa itu ngomong donk mas, Jangan suka berasumsi sendiri gak baik, bikin makan hati tau gak." Ujar Kia.
" Kamu gak tahu aja betapa posesifnya Indra yank." Ucap Rey yang baru saja bergabung.
" Yank yank kepala lo peyang..." Ketus Indra.
__ADS_1
" Bang, ganti panggilannya lah, Suamiku yang imut ini ternyata orangnya cemburuan lhoh." Kia mendapat pelototan dari Indra, tapi Ia hanya acuh saja.
" Tanpa kamu katakan aku sudah tahu Ki." Sahut Rey.
" Oh ya jeng, saya sama papanya Kia mau langsung pulang nanti malam, ada pekerjaan mendadak soalnya." Ucap mama Ria.
" Bareng kami aja mas Miko, kebetulan kami juga mau pulang nanti." Saran om Rudi. Papa Miko menatap mama Ria meminta persetujuan dan di balas anggukan kepala.
" Kalau tidak merepotkan kami mau." Jawab papa Miko.
" Ya enggak lah mas, Saya malah senang ada temennya, jadi gak harus berduaan aja." Ujar tante Siska.
" Lhoh.. bukanya palah asik ya Tan, bisa nostalgia gitu." Goda Kia.
" Eh.. kamu yang harus berduaan, kan pengantin baru, makanya kami semua mau langsung pulang, Kami makhluk peka lho." Sahut tante Siska. Pipi Kia memerah seperti kepiting rebus.
" Tau ah Tan, aku mau ke kamar dulu, Mari semuanya." Kia beranjak dari duduknya berjalan menuju kamarnya.
Setelah makan malam selesai, kedua orang tua Kia dan Rey langsung pulang. Sedangkan kedua pengantin baru itu masuk ke dalam kamarnya. Kia segera membersihkan diri di kamar mandi bergantian dengan Indra. Saat Kia keluar dari kamar mandi, Indra sudah duduk diatas ranjang dengan bersandarkan pada headboard yang sedang menunggu dirinya. Sebelumnya Indra sudah menyuruh pelayan membersihkan kamar mereka dari kelopak mawar yang di bentuk love love. Ia memahami perasaan Kia saat ini, jadi untuk malam pertama di pending dulu.
" Maaf Mas, Aku belum bisa menunaikan kewajibanku, Kamu meridhoinya kan, Aku takut dosa kalau kamu tidak ridho." Ucap Kia yang duduk di samping Indra.
" Aku meridhoinya Say, Aku juga ingin melakukannya saat kau sudah mencintaiku, Biar punya kesan yang istimewa." Indra menarik kepala Kia agar bersender pada bahunya.
" Terima kasih Mas, Aku akan selalu menjaganya dan memberikannya hanya kepadamu, Suamiku." Ujar Kia.
" Lalu kita mau ngapain nih, Masa malam pengantin tidak melakukan apapun." Tanya Indra. Kia beringsut menghadap kearah Indra.
__ADS_1
" Kita bobok aja ya." Kata Kia.
" Gimana kalau ciuman aja, boleh gak Say." Indra menatap Kia meminta izin dan diangguki kepala oleh Kia.
Indra segera mendekatkan wajahnya, Ia mulai mencium bibir Kia. Indra menggigit pelan bibir bawah Kia supaya kia membuka mulutnya. Ia ******* lembut dan menyesapnya. Ia menahan tengkuk Kia untuk memperdalam ciumannya. Indra menyusupkan lidahnya mengabsen setiap inchinya, Hingga membuat nafas keduanya terengah engah.
" Nafas Say." Indra melanjutkan ciumannya, mereka saling bertukar saliva hingga beberapa saat , dirasa Kia kehabisan nafas, Indra melepas pagutannya. Ia melap bibir Kia dengan jempolnya.
" Bibirmu manis Say." Kata Indra.
Kia langsung berbaring memunggungi Indra. Ia sangat malu, pipinya merah semerah tomat. Ini ciuman pertamanya. Indra terkekeh melihat sikap istrinya yang malu malu itu. Ia ikut berbaring menghadap punggung Kia.
" Say... hadap sini donk, Peluk aku." Ucap Indra.
" Mas Indra aja yang peluk aku dari belakang ya, Aku gak nyaman kalau harus pelukan dari depan." Ujar Kia.
" Ya mana aku bisa Say, tangan kiriku gak bisa buat peluk kamu." Lirih Indra membuat Kia bersalah. Ia segera membalikkan badannya menatap Indra.
" Maaf ya Mas, Aku lupa." Sesal Kia.
" Berarti miringnya harus ke kiri, Biar mas bisa peluk aku dengan tangan kanan, Tapi sakit gak mas nanti tangan kirinya tertindih badanmu." Tanya Kia.
" Enggak Say, dah mati rasa." Ucapan Indra membuat Kia sedih. Ia langsung memeluk suaminya. Akhirnya mereka bertukar posisi. Kia miring ke kiri dan Indra memeluknya dari belakang.. Indra menciumi tengkuk Kia membuat Kia merasa geli.
" Mas jangan gitu, Aku takut ada yang tegang, Aku gak mau tanggung jawab lhoh, Aku dah bilang kalau aku belum siap." Ujar Kia memberi peringatan pada Indra.
" Iya, sekarang tidurlah, Good night, I love U." Indra mencium pucuk kepala Kia.
__ADS_1
" Jawabanku ngutang dulu ya Mas, Aku akan melunasinya, Setelah hatiku sepenuhnya menjadi milikmu." Ujar Kia, di balas deheman oleh Indra. Tak berapa lama, Akhirnya mereka terlelap bersama.
TBC....