Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Nasehat Andre untuk Indra


__ADS_3

Setelah kepergian Kia, Andre menghampiri Indra yang sedang bergelung di bawah selimut.


" Ndra gue mau ngomong sama Lo." Ucap Andre sambil duduk di tepi ranjang. Indra membuka selimutnya, Ia duduk bersandar pada headboard.


" Mau ngomong apa?" Tanya Indra.


" Gue tahu Lo lagi ngalamin masa ngidam, Tapi gue mohon jangan Lo suruh suruh Kia melulu, Dia lagi hamil muda Ndra, Di usia segitu sangat rentan dengan keguguran.... Apalagi dia pernah mengalami keguguran Ndra, Apa kamu mau kehilangan anak Lo lagi?." Ujar Andre. Indra menggelengkan kepalanya.


" Berhentilah merengek dan bersikap manja, Kalau Lo mau apa apa, Ngomong gue... Selama kehamilan Kia gue akan tinggal di sini, Jadilah seorang Daddy yang tangguh dan siaga buat calon anak Lo, Bukan Daddy yang manja melebihi bayi dalam kandungan Kia." Ucap Andre menasehati Indra.


" Gue nggak tega liat Kia yang mondar mandir naik turun tangga demi menuruti permintaan Lo, Apa Kia gue bawa aja ke apartemen? Gue akan menyuruhnya bedrest, Biar gue yang ngerjain semuanya, Nggak pa pa gue rela nyuci bajunya, Masak untuknya demi calon baby gue." Ujar Andre.


" Baby gue brooo... Lo buat sendiri aja sana, Cepet cari cewek lalu nikahin biar bisa jadi Daddy." Sahut Indra.


" Eh kita lihat nih ya... Bini gue pasti lebih bahagia dari pada bini Lo karena punya suami pengertian dan nggak manja seperti gue, Kalau gue jadi Kia... Gue lebih milih Andre daripada Indra... Kalau Lo nggak percaya tanya aja sama Kia, Selama gue menyamar jadi Lo, Gue perlakuin dia seperti tuan putri Bro.... Bangun tidur Kia tinggal makan doank, Dia capek gue yang masak kalo nggak delivery... Hidup di buat gampang Brooo nggak usah di bikin ribet." Ujar Andre.


Indra merenungi ucapan Andre. Memang benar kata Andre, Ia harus menghilangkan sikap manjanya, Indra tidak mau kehilangan calon bayinya lagi.


" Pikirkan yang gue ucapkan tadi." Ucap Andre.


" Makasih kamu sudah membuka jalan pikiranku, Mulai sekarang aku akan berubah." Sahut Indra.


" Ayo Indra berubahlah jadi pria sejati dan suami siaga jangan manja....." Ucap Indra menyemangati dirinya.


Kia pulang ke rumah dengan membawa sekantong kresek besar duku dan juga manggis, Tak lupa Ia memesan lima porsi soto ayam untuk suami manjanya. Kia segera membawanya ke dapur. Saat Ia sampai di dapur, Ia melihat wanita paruh baya yang sedang memasak di dapurnya.


" Pagi Nyonya? Perkenalkan saya Sri, ART baru yang di tunjuk Tuan Indra." Sapa wanita yang bernama Bi Sri.


" Pagi Bi, Saya Kia istrinya Mas Indra, Mohon bantuannya dan semoga Bibi betah kerja di sini." Sahut Kia.


" Tentu Nyonya, Ternyata anda cantik sekali Nyonya." Ujar Bi Sri menatap Kia.


" Jangan panggil Nyonya, Panggil nama saja atau Non" Ujar Kia.


" Baiklah Non Kia, Bibi lanjut masak dulu." Ucap Bi Sri.


" Silahkan Bi." Sahut Kia.


Kia segera mencuci sekeranjang duku dan manggis, Lalu Ia menyiapkan soto ke dalam mangkok. Kia menatanya di atas nampan lalu membawanyanya ke kamar Indra.


Ceklek....


Kia membuka pintu lalu masuk ke dalam, Kedua pria di dalamnya menoleh ke arahnya secara bersamaan.


" Ini Mas pesanannya." Ucap Kia menghampiri Indra.


" Mas Andre kalau mau sarapan ada di bawah." Sambung Kia.


" Kamu juga membelikan Andre?" Tanya Indra.


" Iya Mas..." Sahut Kia.


" Ke...


" Ndra..... Ingat kata kataku." Potong Andre.


" Baiklah.... Sini sayang biarin Mas makan sendiri." Ucap Indra membuat Kia mengerutkan keningnya.


" Biarkan dia makan sendiri Ki, Tangan kanannya masih bisa bergerak.


" Kok gitu ngomongnya Mas?" Tanya Kia menatap Andre.


" Biarkan dia menjadi Daddy yang tangguh bukan Daddy yang manja manja, Entar anakmu Ilfiil sama Daddynya sendiri." Ujar Andre.


Kia hanya diam saja, Indra asik memakan sotonya tanpa menghiraukan keduanya. Setelah menghabiskan makannya, Indra meletakkan mangkok ke meja, Ia duduk di sofa sambil asyik makan duku dan manggis. Kia melongo melihat Indra makan dengan cepat.

__ADS_1


" Pelan pelan Mas..." Ucap Kia.


" Aku ke bawah dulu mau makan soto, Kamu mau makan juga? Aku ambilin Ki." Ujar Andre.


" Makan bareng aja... Ayo." Sahut Kia.


" Ok." Ucap Andre


Kia dan Andre meninggalkan Indra yang sedang asik dengan dukunya. Mereka sarapan bersama di meja makan.


" Bersiaplah Ki sebentar lagi kita akan ke rumah sakit, Indra sudah buat janji dengan Dokter kandungan." Ucap Andre di sela sela makannya.


" Ok.... Mas Indra ikut kan?" Tanya Kia.


" Mungkin.... Dan mulai hari ini aku akan tinggal di sini, Hanya sampai kamu melahirkan saja, Setelahnya aku akan kembali ke apartemen." Ujar Andre.


" Aku senang kamu mau tinggal di sini Mas, Cepatlah cari pendamping biar keluarga kita bisa berkumpul di sini." Sahut Kia.


" Aku mau cari yang sepertimu Ki, Tapi belum dapat juga." Ujar Andre.


" Ya nggak akan nemu lah Mas, Kan aku tiada duanya hahahaha." Sahut Kia.


" Bener banget Ki... Andai aku nemuin kamu lebih dulu, Saat ini aku akan menjadi pria yang paling bahagia sedunia." Ucap Andre.


" Jodoh sudah di atur Mas, Aku yakin Mas Andre pasti akan mendapatkan yang lebih baik dari aku." Ujar Kia.


" Amien." Sahut Andre.


Setelah menghabiskan makannya, Mereka berdua kembali ke kamar Indra. Kia menghampiri Indra yang masih duduk di sofa sambil memakan dukunya.


" Ya ampun Mas.... Kenapa bisa berantakan seperti ini?" Pekik Kia melihat kulit duku dan manggis berserakan di atas karpet.


" Maaf sayang.... Nanti aku beresin." Sahut Indra sambil nyengir.


" Apa nggak sakit perut nanti Mas? Makan duku sebanyak itu." Ujar Kia.


" Nggak mau ah." Sahut Kia menutup mulutnya.


" Mas aku mau cek ke rumah sakit, Kamu mau ikut?" Tanya Kia.


" Iya... aku ikut, Aku ingin lihat baby kita yang ada di dalam sini." Ucap Indra mengelus perut Kia.


" Kalau begitu ayo bersiap." Sahut Kia.


Setelah mereka semua siap, Andre segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Indra membuat janji. Di dalam perjalanan mereka berbincang bincang. Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit.


Indra menggandeng Kia masuk ke dalam menuju poli kandungan. Setelah mendaftar, Mereka duduk di kursi menunggu nomer antrian mereka di panggil. Andre masih setia menemani mereka berdua. Kia menatap pada sekitar dimana para pasangan suami istri sedang menunggu giliran sepertinya, Ada yang perutnya sudah membuncit, Ada juga yang sama dengan Kia.


" Nona Zaskia Permana." Panggil Suster.


Kia, Indra dan Andre menghampiri suster.


" Nona Kia... Ini yang mana suaminya?" Tanya Suster menatap Andre dan Indra bergantian.


" Eh kok sama... " Batin Suster.


" Saya suaminya Sus." Ujar Indra.


" Saya bayangan suaminya." Sahut Andre membuat Sang Suster melongo.


" Biarkan mereka ikut masuk ke dalam Sus." Ucap Kia.


" Ah... Baiklah." Sahut Suster.


Ketiganya masuk ke dalam ruangan.

__ADS_1


" Siang Nona Kia.. Gimana? Apa yang anda keluhkan?" Tanya Dokter menatap Ke arah Kia.


" Eh... Ini suami anda?" Tanya Dokter heran menatap kedua pria yang berdiri di belakang Kia.


" Ini Mas Indra suami saya Dok, Dan yang ini Mas Andre kembarannya, Dia ikut masuk karena ingin tahu keadaan calon ponakannya katanya, Bolehkan Dok." Jelas Kia.


" Ah iya boleh, Jadi anda mau periksa hamil? Apa sudah di test sebelumnya?" Tanya Dokter.


" Sudah Dok dan hasilnya positif." Sahut Kia.


" Baiklah... Sekarang silahkan berbaring di brankar Nona." Ujar Dokter.


Kia berjalan menuju brankar, Ia membaringkan tubuhnya di sana. Suster menyelimuti bagian bawah Kia, Lalu hendak menyibak baju Kia.


" Eh unggu tunggu Sus." Ucap Indra.


" Iya Tuan." Sahut Suster tidak jadi menyibak baju Kia.


" Ndre kamu di luar aja nanti aku kasih tahu hasil pemeriksaannya." Ucap Indra.


" Nggak mau... Gue mau lihat baby gue.. Tenang aja gue nggak liat ke sana kok, Gue lihat ke monitor." Sahut Andre.


" Bener ya... Awas aja kalau kamu intip intip perut istriku." Ancam Indra.


" Maaf ya Dok." Ucap Kia merasa tidak enak.


" Tidak apa Nona... Saya lanjutkan untuk pemeriksaan ya..." Sahut Dokter.


Dokter menyibak baju Kia, Ia mengoleskan Gel pada perut Kia, Lalu menggerakkan transduser ke kanan dan ke kiri.


" Lihat Tuan...Nona... Ini yang di namakan kantong rahim, Titik hitam ini calon anak kalian, Bentuknya masih seperti biji kacang hijau ya... Usianya baru enam minggu, Kondisinya sehat, Selamat Nona Kia dan Tuan Indra kalian akan menjadi orang tua." Jelas Dokter.


" Terima kasih Dok." Ucap Kia.


Kia, Indra dan Andre menatap layar monitor dengan mata berkaca kaca karena terharu.


" My Baby......" Ucap Indra dan Andre bersamaan.


" Hei... itu Baby gue." Ucap Indra.


" Itu juga Baby gue Ndra." Sahut Andre.


" Ya nggak bisa... Itu darah daging gue.. Jadi itu milik gue." Ujar Indra.


" Itu juga darah daging gue bego', Lo ama gue kan sedarah." Kukuh Andre.


" Gue yang bikin jadi itu milik gue." Ucap Indra.


" Kalau gue boleh nyumbang, Bakal gue sumbang Ndra... Entar malam ya..." Sahut Andre.


" Rese' Lo... Emang bini gue apaan... Tidak menerima sumbangan dalam bentuk apapun." Ucap Indra.


Dokter dan suster menoleh ke arah kedua pria itu sambil menggelengkan kepala, Sedangkan Kia menepuk jidatnya.


" Baby ini milikku sendiri titik." Ucap Kia dengan nada tinggi.


Indra dan Andre menoleh ke arah Kia yang sedang menatap tajam ke arah mereka membuat nyali mereka menciut.


" Lain kali tidak ada yang ikut, Aku mau periksa sendiri." Ketus Kia.


" Jangan donk Yank, Maaf deh.... Maaf Dok, Maaf Sus." Ucap Indra.


" Maaf ya Sus..Dok... Jangan berpikiran macam macam tentang Kia, Saya sangat bahagia dan antusias dengan kehadiran calon ponakan saya , Saya tidak mau di panggil Om, Saya maunya di panggil Daddy sama seperti Indra, Jadi saya menganggapnya Baby saya." Jelas Andre membuat Dokter mengerti.


" Baiklah saya mengerti Tuan." Sahut Dokter.

__ADS_1


TBC.....


Gimana ceritanya membosankan nggak sih? Rencana author mau nulis kisah Andre dan jodohnya di sini, Menurut kalian gimana? Tulis di kolom komentar ya... Makasih suportnya


__ADS_2