Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Kekesalan Kia


__ADS_3

" Kenapa? Apa kau sedang meratapinya?." Indra mendongak, menatap kearah suara, melihat siapa yang datang. Setelah sadar siapa yang menghampirinya, Ia segera mengusap kasar air matanya.


" Bukankah aku sudah bilang, menikahlah denganku sesuai keinginan mama Meri, Yah Walaupun kau tidak mencintaiku, setidaknya kita bisa berusaha bersama bukan?." Tanya Kia sambil ikutan duduk di samping Indra. Indra hanya menatapnya saja tanpa bersuara.



"Kau egois Ndra... Demi memikirkan perasaanmu sendiri, kau melupakan perasaan Mamamu yang ingin kau bahagia, Kenapa kau begitu munafik? Kau tidak mau mengakui perasaanmu kalau kau memang sudah lama menyukaiku, kau kira aku tidak tahu?" Kia menoleh kearah Indra, begitupun sebaliknya. Indra terkejut darimana Kia tahu semua itu? Sejenak Mata mereka saling beradu.


" Kenapa? Kau kaget? Aku bahkan sudah mengetahuinya sejak lama, Kau memang benar benar egois." Sarkas Kia.


" Aku tidak egois." Decak Indra.


" Lalu apa?" Kia pindah duduk di hadapan Indra.


"Hanya karna tanganmu ini, kau menjadi tidak percaya diri seperti sekarang?" Sambung Kia sambil memegang tangan kiri Indra yang cacat.

__ADS_1


" Atau hanya karna kau melihat gadis yang kau cintai di bully? Karna mau berteman dengan pria cacat sepertimu." Kia melirim Indra dengan sinis.


" Seharusnya kau bisa berpikir realistis Ndra... Yang seharusnya malu itu aku, Harusnya aku yang malu karna punya pasangan cacat sepertimu." Kia menekan dada Indra, sedangkan Indra hanya memejamkan matanya menahan sakit di hatinya.


" Tapi apa? Aku bahkan wellcome kepadamu. Aku mau menerima apapun dalam dirimu, termasuk kekuranganmu. Demi apa? Demi membuat Mamamu bahagia." Kia terus menekankan setiap ucapannya.


" Aku memang belum ada perasaan apa apa padamu, tapi aku yakin kalau cinta akan hadir seiring berjalannya waktu, Mama Meri itu Mamamu tidak ada hubungan apa apa denganku, Tapi aku bisa merasakan semua penderitaan yang ia alami karna dirimu, Aku bahkan rela menyerahkan hidupku padamu, dan berjanji akan membuatmu bahagia, hanya untuk membuat mamamu bahagia." Kia menatap wajah Indra dengan mata nanar, sebentar lagi pertahanan membendung air matanya akan jebol. Ia tak kuasa menahan sesak di dadanya,melihat sikap Indra yang keras kepala.


" Apa kau mau melihat Mamamu menderita seumur hidupnya? Hanya karna anak yang Ia sayangi tidak punya semangat dan hidup dalam keterpurukan, Bahkan dia sampai menyembunyikan jati diri pada dunia luar hanya karna rasa bersalahnya pada gadis yang dia cintai, Jawab Indra...jawab." Teriak Kia mengguncang bahu Indra, berharap pria itu mau bersuara.


" Maaf aku tidak bisa... Rey lebih mencintaimu dan lebih bisa menjagamu." Air mata yang Indra tahan lolos begitu saja.


" Maaf." Hanya kata itu yang lolos dari bibir Indra.


" Ternyata hatimu lebih keras dari sebongkah batu. Aku salah... aku terlalu bodoh, mau menerima tawaran mamamu untuk menjadi istrimu... Aku terlalu percaya diri, untuk meluluhkan hatimu, yang ternyata jauh lebih keras dari batu, Aku salah...aku kalah..." Air mata Kia terus meleleh begitu saja. Ia lelah, Ia merasa kalah..

__ADS_1


Kia segera berdiri, Ia ingin pergi dari hadapan pria yang tidak punya nyali ini. Ia benci semua ini. Saat Ia akan melangkah, tiba tiba Indra menarik kuat tangannya hingga membuat tubuh Kia berbalik kearahnya. Kini mereka berduanya saling berhadapan. Indra menangkup wajah Kia mencoba menghapus air matanya.


" Lepaskan tangan berhargamu dari wajahku." Kia menepis tangan Indra dari wajahnya.


" Turuti saja egomu itu, Dan aku yakin kau akan menyesali semuanya suatu hari nanti, Dimana saat aku sudah bahagia bersama Rey, dan Di saat mamamu meningglkanmu untuk selamanya. Ingat hanya aku yang tulus menerima keadaanmu." Kia menuding kearah muka Indra.


" Seumur hidupmu kau akan di cap sebagai anak tak berguna." Teriak Kia, membuat hati Indra terasa begitu nyeri, bahkan Ia tak malu mengeluarkan air matanya di hadapan Kia.


Tanpa mereka sadari, kalau Rey dan Mama Meri melihat semuanya. Awalnya mereka mencari Indra untuk di ajak berpamitan pada keluarga Kia. Tapi tak disangka, mereka palah di sajikan dengan pertunjukkan yang menyayat hati. Mama Meri menghapus air matanya dan segera pergi dari sana di ikuti Rey.


" Baiklah." Kia menyeka air matanya.


" Jika memang ini yang kau mau, Aku tidak akan menikah denganmu ataupun dengan Rey, Aku akan membatalkan rencana pernikahan ini,dan segera menikahi orang lain, didepan matamu dan mamamu." Ancam Kia. Indra merasa emosi mendengar perkataan Kia yang mau menikahi orang lain.


Indra menarik tubuh Kia hingga tubuh mereka berhimpitan. Ia menarik tengkuk Kia dan langsung mencium bibirnya . Kia melongo dengan perbuatan nekat Indra. Ia memukul mukul dada Indra, tetapi tak berpengaruh apa apa. Indra terus mencium bibir mungil Kia, seolah merasakan manisnya bibir Kia. Ia bahkan menggigit bibir Kia, agar kia membuka mulutnya. Indra ******* lembut dan menghisapnya. Ia menyusupkan lidahnya kedalam rongga mulut dan mengabsen setiap inchinya, hingga membuat keduanya terengah engah kehabisan nafasnya. Indra segera melepas pagutannya saat menyadari Kia kehabisan nafas. Lalu Ia mengelap bibir Kia dengan jempolnya.

__ADS_1


Tiba tiba.....


TBC......


__ADS_2