Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Gara Gara Liona #Andre#


__ADS_3

Sore hari setelah Andre mengantar Kia dan Indra pulang ke rumah, Andre melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke Cafe KA untuk menemui seorang temannya yang bernama Alex. Sesampainya di sana Ia memarkirkan mobilnya di halaman Cafe. Andre turun dari mobil, Ia berjalan masuk ke dalam. Andre mengedarkan pandangannya mencari meja yang di maksud Alex, Belum juga ketemu mejanya, Tiba tiba.....


" Sayang......" Pekik seorang gadis menghampiri Andre.


Cup....


Gadis itu mencium pipi Andre membuat Andre melongo. Setelah berhasil mencium Andre, Tiba tiba gadis itu memeluk tubuh Andre dengan erat.


" Tolongin gue please." Bisik gadis itu di telinga Andre.


" Liona.... Apa apaan ini." Bentak Roland menarik tangan Liona hingga menjauh dari tubuh Andre.


" Apaan sih Kak, Ini Mas Andre pacar Lio." Ucap Liona.


" Bu.." Liona langsung membungkam mulut Andre dengan tangannya.


" Kamu itu di jodohkan sama aku, Putuskan dia sekarang juga, Lalu menikahlah denganku." Titah Roland.


" Idih.. Ogah ya.." Sahut Lio.


Liona menggandeng tangan Andre menghampiri ayah dan kedua orang tua Roland.


" Ayah... Om.. Tante.... Kenalin ini pacar Lio, Namanya Andre Permana kembaran dari CEO ZIP Group." Ucap Liona memperkenalkan Andre.


" Apa benar kamu pacar Lio?" Tanya Pak Romi ayah dari Liona.


" Bukan Om." Sahut Andre.


" Apa apaan ini Lio, Kamu mempermainkan kami? Kami sedang membahas perjodohan kamu dengan Roland tiba tiba kamu bawa pacar kamu ke sini." Hardik Papanya Roland.


" Maaf Om tapi Lio tidak tahu kalau tujuan kita bertemu di sini untuk membahas perjodohan, Kalau Lio tahu pasti Lio akan langsung menolak karena Lio sudah punya pasangan." Sahut Lio. Lio menatap ke arah Andre.


" Mas... Kamu tega tidak mengakui aku sebagai pacar kamu, Kamu masih marah sama aku? Aku di jodohkan Mas oleh mereka, Aku sama sekali tidak mencintai Roland, Aku hanya mencintaimu, Pleaseeee jangan marah lagi ya.." Ucap Lio menangkup wajah Andre sambil mengerlingkan matanya.


" Jangan marah lagi ya... Katakan pada mereka kalau aku pacarmu dan kamu akan seera melamarku, Aku hanya mau menikah sama kamu." Ujar Lio memberi tatapan tajam pada Andre.


" Duduk dulu nak Andre, Kita bicarakan baik baik semuanya biar jelas." Ucap Pak Romi.


Lio menggandeng Andre lalu mempersilahkannya untuk duduk di kursinya. Sedangkan Lio berdiri di samping Andre.


" Begini Nak Andre.... Maafkan saya, Saya tidak tahu jika ternyata Lio sudah menjalin hubungan lama dengan Nak Andre, Kami berencana menjodohkan Lio dengan anak teman saya, Tapi sekarang saya membatalkan rencana ini." Ujar Pak Romi.


" Tapi saya....


" Masss.... " Potong Lio menempelkan pipinya ke pipi Andre membuat Andre meremang.


" Jangan gitu donk kalau lagi marah, Papa sudah menjelaskan semuanya sayang....Kamu masih tidak percaya padaku?... Come on baby aku hanya mencintaimu." Ucap Lio mengelus pipi Andre dengan jarinya.


" Bagaimana ini Romi? Kenapa kamu tidak bertanya dulu sama anak kamu? Ini namanya penghinaan untuk keluargaku, Ayo Ma kita pulang saja." Ujar Papanya Roland meninggalkan mereka.


" Ayo Pa." Sahut Mamanya Roland mengikuti suaminya dari belakang.


" Tapi Pa... Roland mencintai Lio... Pa ..Ma." Ucap Roland mengejar Papa dan Mamanya.


Kini tinggal mereka bertiga di meja itu, Lio duduk di depan Andre sambil menunduk karena saat ini Andre sedang menatapnya dengan tatapan amarah.


" Kapan Nak Andre mau melamar Lio?" Tanya Papa Romi tiba tiba.


" Hah????" Andre menoleh ke arah Pak Romi sambil melongo.

__ADS_1


" Apa Nak Andre tidak serius menjalin hubungan dengan Lio? Kamu itu laki laki, Jadi laki laki harus bertanggung jawab atas perbuatannya, Jangan hanya mainin anak orang.... Saya tidak mau tahu secepatnya kamu harus membawa keluargamu untuk melamar Lio, Lio Papa pulang nanti kamu minta di antar sama pacar kamu." Ujar Papa Romi meninggalkan mereka berdua.


" Baik Pa." Sahut Lio.


Andre menatap tajam ke arah Lio membuat nyali Lio menciut. Lio beringsut pelan beranjak dari kursinya lalu...


Satu.... Dua....Tiga....


Saat Lio hendak kabur, Andre menarik kaos Lio dari belakang.


" Mau kemana ha? Mau kabur? Mau lari dari tanggung jawab?" Tanya Andre menarik kaos Lio. Lio menoleh ke belakang menatap Andre.


" He he... Enggak kok, Lepas aku duduk nih." Ujar Lio.


Andre melepas tangannya lalu Lio duduk kembali ke kursinya.


" Apa maksud Lo bawa bawa gue ke dalam masalah Lo?" Tanya Andre dingin.


" Gue nggak mau di jodohin sama Roland." Sahut Lio.


" Apa urusannya sama gue? Kenapa tidak orang lain saja? Kenapa harus gue?" Tanya Andre.


" Ya gue refleks aja waktu lihat Lo tiba tuba ide muncul di dalam otak gue." Sahut Lio


" Pokoknya yang penting gue nggak mau di jodohin sama Roland." Sambung Lio.


" Kenapa? Dia ganteng, Kalau di lihat dari postur tubuhnya dia....


" Polisi..... Gue nggak mau punya suami seorang Polisi." Ucap Lio memotong ucapan Andre.


" Bokap Lo polisi." Ujar Andre.


" Eh ngapain gue cerita sama Lo..." Sambung Lio.


" Kan gue calon suami Lo." Sahut Andre.


" Beneran?... Mau ya jadi calon suami gue, Dari pada gue sama si Roland mending gue sama Lo aja gimana? Mau ya ya ya." Ucap Lio mengeluarkan wajah puppy eyesnya.


" Idih sory ya... Lo jauh dari standar kriteria cewek idaman gue." Ucap Andre.


" Emang kaya' apa standarisasi cewek idaman Lo? Gue cantik, Pinter, Gue punya gelar Bro... Bidan.... Suka nolong orang." Sahut Lio.


" Tapi songong." Ejek Andre.


" Hei... Lo di tungguin di atas malah enak enakan nge date sama cewek Bro.." Ucap Alex menepuk bahu Andre. Ia duduk di samping Andre.


" Sory Bro.... Gue tadi di cegat sama cewek aneh yang ngaku ngaku sebagai pacar gue, Mana minta di lamar lagi." Sindir Andre melirik Lio.


" Seriusan Lo? Emang ada ya cewek yang punya barga diri sampai minta di lamar segala?" Tanya Alex.


" Ada... Tuh di depan mata." Sahut Andre menunjuk ke arah Lio. Alex menatap wajah gadis di depannya lalu tersenyum kikuk.


" Hai... Kenalin gue Alex temennya Andre." Ucap Alex memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.


" Sory gue nggak nanya." Sahut Lio acuh.


" Buset jadi cewek dingin amat." Alex menurunkan tangannya kembali.


" Ingat ya Mas Andre terzeyeng.... Lo harus secepatnya lamar gue." Tekan Lio membuat Alex melongo.

__ADS_1


" Lo mau lamar dia?" Tanya Alex menatap ke arah Andre.


" Nggak... Siapa juga yang mau sama cewek songong, Dingin kaya' dia." Sahut Andre.


" Hei Sist mimpi Lo ketinggian, Andre aja nggak mau sama Lo kok minta di lamar, Nggak level Sist Andre sama cewek model kaya' Lo." Ucap Alex menatap Lio.


" Sekali lagi lo banyak bac*t gue gibeng Lo." Sahut Lio menatap Alex. Alex menelan kasar ludahnya, Nyalinya tiba tiba menciut menatap cewek bar bar di depannya.


Lio berdiri membungkuk mendekatkan wajahnya ke wajah Andre.


" Kalau Lo nggak mau, Gue bakal suruh bokap gue nyamper ke rumah Lo dengan membawa para pasukannya, Gue akan ngaku kalau gue hamil sama Lo dan Lo nggak mau bertanggung jawab, Inget itu.... Sekali Lo terikat sama gue maka selamanya Lo akan terikat sama gue... Paham Tuan Andre Permana yang super Tam Van." Sarkas Lio menekan setiap ucapannya.


Andre menelan ludahnya kasar, Tiba tiba nyalinya menciut saat di tatap wanita dengan wajah sedekat ini. Jantungnya berdetak kencang, Mulutnya terasa terkunci tak mampu untukengucapkan sepatah kata pun. Sampai Ia tidak sadar kalau Lio mengotak atik ponselnya yang ada di atas meja.


" Hubungi gue saat Lo mau ke rumah gue... Gue udah save nomer gue..Bye...." Ucap Lio mengembalikan ponsel Andre.


Lio berjalan keluar meninggalkan mereka. Andre dan Alex menatap kepergiannya dengan tatapan tidak percaya.


" Lo tidak bisa berkutik jika di depan cewek." Ejek Alex.


" Sialan Lo." Sahut Andre.


Andre menatap kontak yang baru saja di tulis oleh Lio..


" Sayangku"


Tanpa sadar Andre mengembangkan senyum di bibirnya. Entah mengapa Ia menjadi sedikit tertarik dengan Bidan bar bar seperti Lio. Tingkahnya tidak jauh beda dari Kia.


" Apa yang akan Lo lakukan? Apa Lo mau mengikuti rencananya?" Tanya Alex memastikan.


" Dia hanya menggertak saja... Dia nggak akan berani ngelakuin semua itu sama gue." Ujar Andre.


" Kalau dia berani ngelakuinnya gimana?" Tanya Alex.


" Dia akan menyesali semua perbuatannya karna telah berani bermain main sama gue." Sahut Andre.


" Tapi kalau di lihat lihat dia cantik juga, Menarik." Ujar Alex.


" Ambil buat kamu aja." Sahut Andre.


" Nggak berani Broo anak polisi, Bidan pula nggak bakal ketemu setiap harinya, Gue pengin cari istri yang biasa aja, Yang selalu menanti kedatangan gue di rumah." Ujar Alex.


" Itu tahu... Gue juga nggak minat." Ucap Andre.


" Udah yuk langsung cabut aja, Gue nggak bisa lama lama keluar rumah takut Indra butuh sesuatu, Entar nyusahin Kia lagi kasihan." Ujar Andre.


" Ikut ah... Gue mau lihat cewek seperti apa yang membuat kedua saudara kembar ini tergila gila padanya." Ucap Alex.


" Bukan hanya gue sama Indra saja, Bahkan Rey juga pernah jatuh cinta pada Kia, Gue peringatin sama Lo ya... Jangan nikung kalau dah lihat Kia nanti." Ujar Andre.


" Siappp deh pokoknya." Sahut Alex.


Mereka berdua berjalan meninggalkan Cafe menuju mobil mereka masing masing. Andre segera melajukan mobilnya menuju rumah Indra di ikuti mobil Alex dari belakang.


**TBC....


Beri Vote dan hadiah donk biar author semangat...


Makasih atas suport yang readers berikan. Miss U All**....

__ADS_1


__ADS_2