Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Felling


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Mama Meri dan Dr Anton. Sebulan yang lalu Dr Anton meminta restu dari Indra untuk menikahi Mamanya dan Indra menyetujuinya. Demi kebahagiaan Mama Meri apapun akan Indra lakukan. Setelah kembali dari KUA Mama langsung berkemas. Ia berencana pindah ke kediaman Dr Anton.


" Sayang Mama pamit ya, Jaga diri baik baik di rumah kalau Indra nakal bilang sama Mama." Ucap Mama sambil memeluk Kia.


" Iya hati hati ya Ma, Kia akan sering sering kesana mengunjungi Mama." Ujar Kia.


" Jangan sering sering dong Ki, Kami kan masih pengantin baru masih mau menghabiskan waktu berdua sama Mama." Sahut Papa Anton.


" Mas.. Kamu ini nggak malu apa, Inget sama umur." Timpal Mama.


" Umurku sudah tua tapi aku masih lajang." Ucap Papa Anton.


" Lupa dengan status Papa sekarang." Tanya Kia menatap Papa Anton.


" Eh iya ding aku sekarang udah nggak lajang lagi, Udah mendapatkan princes hatiku yang selama ini aku tunggu." Jawab Papa Anton sambil merangkul Mama.


" Ya udah Mama pamit ya." Pamit Mama.


" Hati hati Ma." Sahut Indra.


" Oh ya Ndra nanti sore Gea ke sini dia mau numpang liburan di sini selama sebulan katanya." Ujar Mama.


" OK Ma." Sahut Indra.


Setelah itu Mama dan Papa Anton meninggalkan rumah Indra. Mereka menaiki mobil menuju rumah Dr Anton.


" Siapa Gea Mas." Tanya Kia yang kini sedang duduk di sofa. Kia merebahkan kepalanya pada bahu Indra.


" Dia sepupuku, Sepupu Rey sih tepatnya kami sudah dekat sejak kecil, Aku menganggapnya sebagai adikku, Dia selalu bersikap manja kepadaku." Jelas Indra mengelus kepala Kia.


" Berapa usianya." Kia menatap ke arah Indra.


" Dua puluh dua tahunan sih." Jawab Indra. Ia beringsut menghadap Kia.


" Say kita ulangi yang kemarin ya." Ucap Indra.


" Apasih Mas... Nanti malam aja lah." Jawab Kia.


" Nanti Malam ada Gea pasti dia akan mengajakku cerita sampai malam." Ujar Indra.


" Berarti ntar malam aku di tinggal begadang donk sama kamu." Tanya Kia.


" Ya enggaklah kamu tetap prioritasku sayang, Ayo." Indra mengajak Kia menuju kamarnya. Mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Memadu kasih hingga menjelang siang hari.


Kia mengerjapkan matanya Ia melihat jam pada dinding ternyata hari sudah sore. Ia segera membangunkan suaminya.


" Mas." Kia mengguncang pelan bahu Indra.


" Hm.." Gumam Indra.


" Sudah sore Mas bangun, Mandi dulu." Ucap Kia.


" Ayo mandi bareng." Ajak Indra membuka matanya.


" Nggak mau ah ntar nggak kelar kelar, Aku mandi dulu ya." Sahut Kia.


Kia berjalan ke kamar mandi dengan membelitkan selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Sedang Indra memakai bajunya kembali. Ia membuka ponselnya sambil rebahan di atas ranjang menunggu Kia mandi. Ternyata ada panggilan tak terjawab dari nomer baru. Saat Ia buka aplikasi WA ada pesan dari nomer yang sama.


089xxxxxxxxx

__ADS_1


Bang jemput Q di stasiun Q dah sampai


089xxxxxxxxx


Bang Q naik taksi ajalah lama nunggu abang


Indra melihat jam pengiriman pesan yang di kirim Gea, Setengah jam yang lalu berarti ada kemungkinan Gea akan segera sampai. Indra segera berjalan ke kamar mandi. Ia mengetuk pintu.


" Say buruan Gea hampir sampai." Ucap Indra.


" Ya." Kia membuka pintunya.


" Aku mandi dulu kalau mau turun tunggu aku." Muach... Indra mencium pipi kia.


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Indra selesai juga. Kia segera memakaikan baju Indra. Ia juga menyisir rambut suaminya.


" Dah tampan belum Say." Kia memicingkan matanya.


" Kenapa harus tampan kaya' mau menemui pacarnya aja." Sinis Kia.


" Ya bukan gitu Say, Cuma mau dengar penilaianmu saja." Sahut Indra.


" Halah alasan." Cibir Kia.


" Say... Jangan gitu donk." Ujar Indra.


" Ya udah ayo turun aku sudah lapar Mas mau makan sore menjelang malam." Ucap Kia.


" Baiklah sayang ayo." Indra menggandeng tangan Kia. Mereka menuruni tangga menuju meja makan.


" Mau pakai apa Mas." Tanya Kia.


" Pakai daging sama sayur aja lah." Jawab Indra. Kia segera mengambilkan makanan untuk suaminya.


" Biar aku yang buka Mas." Ucap Kia.


" Sama sama aja." Ujar Indra.


Mereka membuka pintu melihat siapa tamu yang datang apakah itu Gea atau bukan.


" Abang..." Teriak Gea memeluk Indra setelah pintu terbuka. Kia memejamkan matanya menahan emosi.


" Gea udah sampai aja." Ucap Indra.


" Udah lah nunggu kamu lama Bang, Mana aku telepon nggak di angkat lagi, WA juga nggak di bales." Ujar Gea mengerucutkan bibirnya.


" Iya iya maaf deh." Indra mencubit hidung Gea.


" Ehm.." Dehem Kia. Indra melepas pelukannya, Ia menatap Kia dengan tatalan sedikit takut, Takut Kia marah.


" Oh ya Ge kenalin ini istri abang yang paling abang sayang." Ucap Indra mengenalkan.


" Hai aku Gea." Sapa Gea mengulurkan tangannya.


" Kia." Kia membalas uluran tangan Gea.


" Bang aku laper, Cari makan yuk." Ucap Gea mengelus lengan Indra.


" Kebetulan Abang lagi mau makan ayo makan bareng." Indra menggandeng tangan Gea meninggalkan Kia. Kia menghentakkan kakinya ke lantai menyusul Indra. Sampai di meja makan Gea segera mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Mereka makan dengan khidmat.

__ADS_1


" Bang sejak kapan kamu suka makan sayur, Bukankah kamu paling anti sama sayuran." Tanya Gea. Kia menatap ke arah Indra begitupun sebaliknya. Kia tidak tahu kalau Indra tidak suka sayuran tapi selama ini Indra mau mau saja memakannya.


" Eh.. sejak Kia memasakkannya untukku." Jawab Indra. Kia melanjutkan makannya.


" Kalau emang nggak suka jangan di paksain Bang, Makan aja apa yang abang suka selama ini." Ucap Gea.


" Suka kok." Sahut Indra melirik Kia.


" Bang belepotan ih ada nasi nih di bibir Abang." Gea mengusap bibir Indra dengan tisu membuat Kia geram. Ia meletakkan sendoknya di atas piring lalu segera pergi dari sana.


" Mau kemana Say." Indra mencekal tangan Kia.


" Ke kamar." Sahut Kia.


" Habisin dulu makannya." Titah Indra.


" Aku udah kenyang." Ketus Kia.


" Kamu belum menghabiskan makananmu Sayang, Mana mungkin sudah kenyang ayo di makan lagi." Ujar Indra.


" Aku kenyang melihat tingkahnya padamu Mas." Kia menepis tangan Indra lalu berjalan meninggalkan mereka berdua menuju kamarnya.


" Bang sepertinya istrimu nggak suka dengan kehadiranku." Ucap Gea.


" Enggak kok dia lagi pms aja makanya gampang kesal." Jawab Indra.


" Masa' sih Bang, Apa aku nginep di hotel aja kali ya biar istri abang nggak marah." Ujar Gea.


" Nggak usah di sini saja, Ayo lanjutkan makannya." Jawab Indra membuat Gea tersenyum lebar.


Mereka melanjutkan makan, Setelah selesai Indra segera menyusul Kia di kamarnya. Sedang Gea langsung istirahat di kamar tamu yang akan di tempatinya sebulan ini. Setelah membuka pintu Indra segera menghampiri Kia yang sedang telungkup di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


" Sayang." Indra mengelus kepala Kia. Kia diam saja tidak bergeming sama sekali.


" Say... serius amat ama ponselnya sampai suaminya di abaikan." Kekeh Indra. Kia masih tetap dengan posisinya.


" Sayang.... Kamu kenapa sih hmm ngomong donk." Tanya Indra. Kia merubah posisinya menjadi duduk bersila menghadap Indra.


" Aku nggak suka ya kamu deket deket sama Gea." Ujar Kia.


" Kenapa dia saudaraku Say kamu cemburu." Indra menatap ke arah Kia.


" Aku merasa dia menyukaimu Mas." Ucap Kia.


"Ya pastilah orang aku..."


" Sebagai pria bukan sebagai saudara." Sahut Kia memotong ucapan Indra.


" Ya nggak mungkinlah Say kamu ini ada ada aja." Ucap Indra sambil mengacak rambutnya.


" Fellingku itu selalu tepat Mas, Entah mengapa aku merasa akan ada badai dalam rumah tangga kita Mas." Ucap Kia.


" Jangan ngomong seperti itu ngga baik Say." Tutur Indra.


" Yah aku hanya merasa aja kalau kedatangan Gea ke sini ada maksud tertentu." Ujar Kia.


" Dia anak baik kok nggak mungkin melakukan hal yang merugikan kita." Sahut Indra.


" Baiklah kita lihat saja, Jika suatu hari nanti terjadi sesuatu dengan kita kamu jangan menyesalinya, Aku sudah memperingatkannya." Kia segera berbaring memunggungi Indra. Hatinya perih melihat Indra begitu percaya dengan Gea.

__ADS_1


TBC.....


Hallo readers tersayang makasih atas dukungannya ya.. Konflik segera di mulai tapi jangan buru buru ya... Miss U All...


__ADS_2