Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
47. Menjemputmu


__ADS_3

Huek.... Huek...


Vanka memuntahkan isi perutnya ke wastafel yang ada di dalam kamar mandi Yoseph.


Huek.... Huek....


" Devanka kamu kenapa?" Tanya Yoseph yang baru masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan. Ia meletakkan nampan di atas meja lalu menghampiri Vanka di dalam kamar mandi.


" Devanka kamu mual lagi." Ucap Yoseph saat melihat tubuh Vanka yang hampir limbung.


" Hati hati, jangan sampai kamu terluka sayang." Sambung Yoseph menopang tubuh Vanka.


Vanka menatap wajah Yoseph, setelah itu Ia memejamkan matanya membuat Yoseph terserang rasa panik.


" Devanka bangun... Devanka... Bangun Devanka.. Devanka." Ujar Yoseph menepuk pelan pipi Vanka.


Yoseph menggendong Vanka menuju ranjangnya. Ia merebahkan tubuh Vanka dengan pelan.


" Devanka bangunlah, aku tidak mau terjadi sesuatu denganmu, ayo bangunlah Devanka." Ujar Yoseph khawatir.


" Aku harus menelepon Dokter sekarang juga." Monolog Yoseph.


Yoseph segera mengambil ponsel dari saku celananya. Ia menekan nomer dokter keluarganya. Sambungan telepon tersambung tinggal menunggu teleponnya di angkat.


" Halo Bro." Sapa orang di sebrang sana.


" Eril cepat kemari! Aku butuh bantuanmu." Ucap Yoseph.


" Lo sakit?" Tanya Dokter Eril.


" Calon istri gue pingsan kamu buruan ke sini, sepuluh menit, jika lebih lo nggak usah kemari sekalian." Ucap Yoseph menutup teleponnya.


Yoseph berjalan mondar mandir di depan ranjang sambil menatap Vanka yang terlihat sangat pucat.


" Jangan sampai terjadi sesuatu denganmu Devanka, walaupun memang tujuan awalku seperti itu, aku merencanakan melenyapkanmu supaya Bryan merasakan kehilanganmu, tapi setelah melihatmu hatiku berkata lain, aku menginginkanmu dan saat ini hatiku tidak mengijinkan kamu terluka, bertahanlah... Aku menyayangimu." Ujar Yoseph.


Tak berapa lama pintu di ketuk dari luar. Yoseph segera membukanya.


" Dimana dia?" Tanya Dokter Eril menyelonong masuk. Yoseph mengikuti Dokter Eril dari belakang.


" Wow kawan..... Ini kah calon istri lo? Bening amat." Ujar Dokter Eril.


" Bukankah itu lo nggak bisa hidup ya, ngapain lo cari calon istri segala kalau itumu tidak berfungsi." Ejek Dokter Eril menatap Yoseph dengan senyum mengejek.


" Itu gue udah sembuh, dia yang menghidupkannya." Sahut Yoseph ambigu.


" Wah selamat bro, suatu keajaiban lo bisa sembuh dengan sendirinya, ternyata dia membawa keajaiban untuk hidup lo." Ucap Dokter Eril senang.

__ADS_1


" Buruan periksa! Gue nggak mau sampai dia kenapa napa." Titah Yoseph.


" Baiklah akan gue periksa calon kakak ipar sekarang." Sahut Dokter Eril.


" Buruan periksa dia, nggak usah banyak omong deh." Ucap Yoseph.


" Ok Ok bro..." Sahut Dokter Eril.


Saat Dokter Eril hendak memeriksa Vanka tiba tiba Ia teringat seseorang yang pernah di temuinya. Ia menatap wajah Vanka dengan seksama. Walaupun wajah Vanka sangat pucat tapi Dokter Eril masih bisa mengenalinya.


" Wait... Wait... Kalau nggak salah dia istri dari salah satu putra keluarga Permana deh." Ujar Dokter Eril.


Dokter Eril menatap Yoseph dengan tatapan menyelidik.


" Jangan bilang lo nyulik dia dari suaminya dan menginginkannya menjadi istri lo, ingat bro dia milik orang, dia sudah bersuami bahkan saat ini dia sedang hamil kan." Ujar Dokter Eril.


Dokter Eril junior dari Opa Anton. Ia bekerja di bawah naungan rumah sakit Opa Anton. Jadi Ia tahu sedikit tentang keluarga Permana.


" Tugas lo meriksa dia bukan ngintrogasi gue, buruan nggak usah membuang waktu lagi, setelah ini lo bisa langsung cabut, jangan mencampuri urusan pribadi gue, kalau enggak lo akan gue pecat." Ucap Yosep menatap Dokter Eril tajam.


" Ah baiklah." Sahut Dokter Eril.


Dokter Eril adalah sahabat Yoseph yang menjadi Dokter keluarga Ardianto. Usianya sama dengan Yoseph yaitu dua puluh lima tahun.


" Gimana?" Tanya Yoseph setelah Dokter Eril selesai memeriksanya.


" Dia dehidrasi dan sedikit stres Bro, detak jantung janinnya juga melemah, gue sarankan segera bawa dia ke rumah sakit, gue takut terjadi sesuatu dengan janinnya." Ujar Dokter Eril.


" Kalau gitu berarti lo membahayakan nyawa keduanya bro, gue hanya kasih saran saja kalau lo mau keduanya selamat segera bawa dia ke rumah sakit supaya bisa mendapatkan penangan yang cepat dan baik, kalau gitu gue pulang dulu, jangan sampai lo terlambat mengambil keputusan yang akan membuat lo menyesal." Ucap Dokter Eril menepuk pundak Yoseph. Setelah itu Ia keluar dari kamar Yoseph meninggalkan Yoseph yang sedang dalam kebingungan.


" Aku harus bagaimana? Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan Devanka, tapi aku tidak mau mengambil resiko karna membawa Devanka ke rumah sakit, keluarganya akan menemukannya, aku tidak mau kehilangan Devanka, aku tidak mau sampai Devanka kembali kepada Bryan." Monolog Yoseph.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menemukan petunjuk tentang Vanka, Bryan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang menuju mansion Yoseph. Butuh waktu hampir dua jam untuk sampai ke sana karena mansion Yoseph terletak di pinggir kota di tengah tengah hutan pinus yang jarang sekali penduduk.


" Jauh sekali istriku di sekap, kasihan dia... Awas kau Yoseph... Aku akan memberimu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan." Ucap Bryan Geram.


Bryan terus menancap gas sampai tiba pada mansion besar berpagar tinggi. Ia menghentikan mobilnya setelah sampai di mansion Yoseph. Ia segera turun dari mobil lalu berlari menuju gerbang. Bryan mencoba mendorong gerbang namun terkunci. Ia menatap ke atas.


" Astaga gerbangnya kenapa tinggi banget gini sih." Umpat Bryan.


" Aku harus memanjatnya sekarang juga sebelum ada orang yang tahu kalu aku di sini." Ujar Bryan.


Bryan mencoba memanjat gerbangnya dengan hati hati. Dengan susah payah Bryan memanjat akhirnya Ia berhasil juga.


" Hah akhirnya aku berhasil juga, Vanka sayang Mas datang menjemputmu." Ujar Bryan menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.

__ADS_1


Dengan mengendap endap Bryan mencoba masuk ke dalam rumah Yoseph. Ia tidak takut datang sendirian karna ini merupakan kewajibannya sebagai seorang suami. Tidak ada penjagaan di dalam mansion Yoseph, mungkin dia berpikir Bryan tidak akan menemukan alamat mansionnya.


Ya memang benar, Bryan dan anak buahnya tidak bisa menemukan alamat mansion ini. Ia harus meminta hacker ternama dengan bayaran termahal. Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit Bryan mendapatkan alamat mansion Yoseph yang sekarang di masukinya.


Di dalam kamar, Yoseph sedang duduk di tepi ranjang sambil menggenggam tangan kanan Vanka yang masih setia menutup matanya. Sedangkan tangan kiri Vanka tertancap jarum infus. Ya... Tadi Yoseph memanggil klinik kesehatan dengan dokter spesialis kandungan ke mansionnya. Alhasil Vanka mendapat perawatan lengkap seperti di rumah sakit.


" Sadarlah Devanka, aku tidak mau kamu kenapa napa, bertahanlah karna aku masih membutuhkanmu." Ujar Yoseph.


Brak....


Bryan membuka pintu dengan kasar membuat Yoseph menatap ke arahnya.


" Bry.... Bryan." Ucap Yoseph sambil melongo.


Bryan menghampiri Yoseph lalu....


Bugh.... Bugh... Bugh...


Bryan memukul wajah Yoseph membabi buta.


Bugh....


Bryan kembali memukul perut Yoseph lalu Ia mendorong tubuh Yoseph hingga terpental ke lantai.


" Awh." Pekik Yoseph dengan luka lebam di seluruh wajahnya.


" Kau benar benar brengsek Yoseph, jika kamu tidak terima dengan kekalahanmu bukan begini caranya." Bentak Bryan.


" Istriku sedang dalam kondisi tidak baik, jika sampai dia kenapa napa kau akan menerima akibatnya." Bentak Bryan menendang perut Yoseph.


" Uhuk.... Uhuk...." Yoseph memuntahkan darah dari mulutnya.


" Kau tunggu di sini, anak buahku akan segera datang untuk membawamu ke markasku, aku akan memberikan perhitungan kepadamu." Tegas Bryan.


Bryan menghampiri Vanka di atas ranjang.


" Sayang...." Ucap Bryan menggenggam tangan Vanka.


" Bangunlah sayang, Mas sudah di sini untuk menjemputmu sayang, bangunlah! Ayo kita pulang sayang, Mas sangat merindukanmu... Mas sangat sangat merindukanmu sayang." Ujar Bryan memeluk tubuh Vanka.


Tiba tiba.....


Hayooo tiba tiba kenapa nih????


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author semangat ya....


Terima kasih untuk readers yang sudah mensupport author semoga sehat selalu....

__ADS_1


Miss U All....


TBC....


__ADS_2