Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Tingkah Kia


__ADS_3

Kia segera berjalan menuju ruangan Rey, Ia membuka pintu dengan pelan, Setelah pintu terbuka, Kia berjalan menghampiri Rey di mejanya


" Hai Bang." Sapa Kia.


" Hai." Rey menghentikan kegiatannya.


" Silahkan duduk." Rey dan Kia duduk di sofa.


" Gimana kabarnya Bang, Dah bisa move on belum." Tanya Kia menatap Rey, Membuat hati Rey deg degan.


" Belum ada yang bisa buat move on, Nanti kalau udah nemu." Sahut Rey.


" Aku doakan hari ini juga Abang Rey tertampanku ini menemukan jodohnya, Amien." Ucap Kia sambil mengadahkan tangannya.


" Bisa aja kamu, Nih udah selesai tinggal kamu foto lalu kirim ke pacar barumu." Rey menyodorkan Proposal yang Ia buat tadi.


" Apasih Bang, Denger Mas Indra di pecat Lo Bang." Canda Kia.


" Waduh iya, Sorry gak inget he he." Ucap Rey cengengesan.


Kia membuka lembar per lembar dokumen itu , Lalu Ia menfotonya.


" What.... 9 T ." Pekik Kia saat membaca tawaran yang di tulis oleh Rey.


" Gak kira kira lo Bang." Sambung Kia.


" Eh dodol... tuh proyek bisa mendatangkan keuntungan berkali kali lipat, Kalau cuma modal segitu sih kecil." Ujar Rey.


" Yah ini total semua keuntungannya Bang, Lhah terus modalnya ikut siapa." Tanya Kia.


" Ikut Dimas hhhhhh." Rey tertawa lepas.


" Gak nyangka Lo bisa jahat juga Bang." Sindir Kia.


" Siapa yang ngajari, Kan kamu." Rey mengacak rambut Kia.


" Gue potong gaji lo bulan ini, Karna dah berani nyentuh istri gue." Keduanya menoleh ke arah pintu, Dimana Indra sudah berdiri bersender pada pintu dengan satu tangan di masukkan ke saku celananya. Rey menelan ludahnya dengan kasar.


" Sorry Bro kelepasan hehe.." Ucap Rey.


" Say kamu jangan deket deket dia ih, Gak baik buat jantungnya, Ntar dia koleps lagi." Indra menghampiri Kia dan duduk di sebelahnya.


" Bentar..bentar..." Ucap Rey. Ia memandang Indra dan Kia secara bergantian.


" Habis ngapain kalian berdua, Kok rambut kalian basah semua..." Tanya Rey dengan rasa penasaran tingkat dewa.


" Ah... gue tahu... Lo berdua enak enakan di atas ranjang, Sedang gue pusing memikirkan pembuatan dokumen ini.. ah sialan lo berdua ngibulin gue." Gerutu Rey.


" Lhah emang tugas lo kan Rey, Lo di bayar buat apa." Tanya Indra.


" Kerja." Jawab Rey singkat.


" Terus... kenapa Lo protes." Ujar Indra.


" Iya yah." Rey menggaruk garuk kepalanya.

__ADS_1


" Udah udah jangan berantem, Aku mau lanjutin misi dulu." Sela Kia. Cekrek...


" Selesai... Mas aku pulang dulu ya, Takut Dimas curiga kalau kelamaan di sini." Pamit Kia menatap Indra.


" Say.. Kita kaya' selingkuhan deh, Cepet kembali ya.. Dah kangen banget aku." Ucap Indra manja.


" Iya.. iya.. Sebentar lagi selesai, Aku pulang Bye..." Muah... Kia mencium pipi kanan Indra membuat Indra berbunga bunga, Sedang Rey melihat itu, Ia semakin ngenes.


Kia segera keluar ruangan menuju Lift. Sesampainya di lobby, Ia segera melangkah menuju pintu keluar. Keadaan Lobby masih sepi karna masih jam istirahat.


" Kia..." Kia menghentikan langkahnya, Ia menoleh ke belakang.


" Tas kamu ketinggalan." Teriak Rey mengacungkan tas Kia sambil berjalan terburu buru, Tiba tiba...


Brugh....


Merasa menabrak seseorang, Rey langsung menarik pinggang orang itu, Tubuh mereka berhimpitan bahkan tidak ada jarak di antara keduanya. Mata mereka saling beradu pandang membuat jantung mereka berdetak lebih kencang.


"Ehm..ehm.."


Mendengar Deheman Kia, Rey segera melepas pelukannya, Ia terlihat salah tingkah.


" Maaf Pak... Maafkan saya." Ucap seseorang yang tak lain adalah Cindy.


" Tidak.. Saya yang salah, Saya minta maaf." Sahut Rey.


" Baiklah Pak saya kembali bekerja." Ucap Cindy.


" Silahkan." Sahut Rey.


Rey menatap Kia yang berdiri bersedekap dada, Yang juga menatapnya.


" Gimana apanya." Tanya Rey.


" Calon jodoh yang di kirim Tuhan hari ini, Ah.. Doaku sangat manjur, Ya Allah terima kasih, Sepertinya mulai hari ini Bang Rey ku akan segera move on, Terima kasih ya Allah." Ucap Kia sambil mengatupkan tangannya.


" Apa sih... Bahagia banget kaya'nya kalau Aku bisa move on." Cebik Rey.


" Ya harus donk Bang, Aku tuh kasihan sama Bang Rey, Kalau tiap malam harus mimpiin aku, Tapi tidak bisa memiliki, Sakit tahu Bang kalau Cinta tak bisa Memiliki." Ujar Kia manyun.


" Tuh bibir jangan di manyunin gitu, Ntar gue khilaf." Canda Rey, Kia segera menutup bibirnya dengan kedua tangannya.


" Gak ada ya...Sini tasnya, Ketemu cewek cantik aja, Tas gue langsung di lempar, Untung gak ada HPnya." Gerutu Kia.


" Ya sorry, Refleks." Sahut Rey.


" Bye Abang..." Kia melanjutkan langkahnya setelah mendapatkan tasnya, Rey hanya geleng geleng saja melihat tingkah absurd Kia. Kia segera berjalan menuju mobilnya. Kia mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya.


Sesampainya di sana, Kia segera masuk dan mencari Mama mertuanya.


" Ma... Mama.." Teriak Kia.


" Eh Non Kia, Baru pulang Non." Sapa Bi Sumi dari arah dapur.


" Iya Bi cuma mampir, Mama mana Bi." Tanya Kia.

__ADS_1


" Nyonya sedang berada di kamarnya Non." Jawab Bi Sumi.


" Oh..Aku langsung ke kamar ya Bi." Ujar Kia.


" Silahkan Non." Sahut Bi Sumi.


Kia berjalan menuju kamar Mama Meri, Ia mengetuk pintu, Tak lama Mama membukanya.


" Mama..." Uca Kia.


" Sayang... A... Mama kangen." Mama Meri langsung memeluk Kia.


" Sama Ma, Kia juga kangen." Sahut Kia.


" Gimana...Kamu baik baik saja kan di sana, Dimas nggak berbuat jahat kan sama kamu, Kamu masih utuh." Mama memutar tubuh Kia.


" Udah enggak Ma." Jawab Kia.


" Maksud kamu." Selidik Mama.


" Aku udah gak utuh.. Aku bukan gadis lagi." Ucap Kia.


" Apa..." Pekik Mama dengan mata membola.


" Tenang Ma... Mas Indra yang sudah mengambilnya, Bukan orang lain." Ujar Kia.


Mama Meri bernafas lega, Ia menghela nafasnya pelan.


" Kamu itu selalu bikin Mama jantungan, Mama kira kamu melakukannya sama Dimas..." Cebik Mama.


" Ya nggak lah Ma." Sahut Kia.


" Kamu sudah tidak gadis lagi...Itu artinya Mama akan segera menimang cucu donk.." Tanya Mama baru sadar dengan ucapan Kia.


" Doakan saja ya Ma." Sahut Kia.


" Ah....Akhirnya, Keinginanku selama ini akan segera terwujud... Tapi tunggu..." Ucap Mama menjeda ucapannya, Kia menatap kearah Mama.


" Apa Indra bisa dengan mudah melakukan Itu." Blush... Pipi Kia menjadi merah semerah tomat, mendengar pertanyaan Mama Meri.


" Apasih Ma..." Ucap Kia malu malu.


" Gimana gimana... Apa Dia strong..." Tanya Mama tanpa malu.


" Ah Mama tanya yang lain aja lah Ma, Aku malu tau Ma..." Ujar Kia.


" Kamu tinggal mengangguk atau menggeleng saja, Karna selama ini Mama penasaran... Apa Indra Hot dan Strong." Tanya Mama tanpa Sensor. Kia hanya mengangguk saja.


" Ah... berarti Itunya normal, Selama ini Mama takut kalau Itunya tidak normal seperti tangan kirinya... Mama lega Ki... Makasih udah mau nerima Indra apa adanya." Ucap Mama.


" Kembali kasih Ma, Ayo Ma, Aku mau numpang makan, Kangen masakan Mama." Ajak Kia.


" Ayo..." Mereka berjalan menuju ruang makan. Mama Meri terlihat bahagia sekali, Akhirnya Indra sudah menemukan kebahagiaan yang Hakiki.


**TBC....

__ADS_1


*Hai Readers.. Makasih atas dukungannya selama ini... Gimana cerita ini menurut kalian, Ngebosenin gak sih... Tulis di kolom Komentar ya....


Jangan lupa tekan tombol Like... Thank U... Miss U All***


__ADS_2