
Sesampainya dirumah Kia segera berjalan menuju kamarnya, Ia buka pintunya dan terlihat Indra baru saja keluar dari kamar mandi. Indra masih bertelanjang dada. Kia segera mengambil baju untuk Indra.
" Sini aku bantu mas." Kia mendekati Indra yang sedang berdiri di depan meja Rias.
" Tidak perlu, aku bisa sendiri." Ketus Indra.
" Kenapa, apa kamu sudah tidak membutuhkanku lagi, Karna kamu sudah menemukan kekasihmu itu." Ketus Kia.
Kia meletakkan kemeja Indra diatas meja rias. Ia segera masuk kedalam kamar mandi.
Brak.... Kia menutup pintu dengan keras membuat Indra berjingkrak. Indra menyugar rambutnya dengan kasar. Ia masih kesal, tetapi sepertinya Kia lebih kesal darinya.
Kia keluar dari kamar mandi dan segera berganti pakaian. Lalu Ia keluar meninggalkan Indra yang sedang berbaring di atas ranjang. Indra menghela nafasnya, Ia kecewa karna Kia tidak ikut berbaring di sampingnya.
Malampun tiba, sekarang saatnya untuk makan malam. Makan malam kali ini terasa sunyi, tanpa ada yang berbicara sepatah katapun. Kali ini Indra juga mengambil makannya sendiri. Mama tahu pasti terjadi sesuatu disini.
" Ma, aku mau bobok sama mama ya." Ucap Kia, setelah menyelesaikan makannya. Mama Meri menatap Kia dan Indra bergantian.
" Kenapa, apa ada masalah." Tanya Mama.
" Aku kangen sama mama Ria, Jadi aku mau tidur sama mama untuk melepas rindu." Kilah Kia.
" Boleh.." Ujar mama.
Setelah selesai makan, mereka berkumpul di ruang tamu sambil menonton tv. Tapi Kia sibuk sendiri dengan ponselnya.
" Bagaimana kesanmu, di hari pertama masuk kantor ndra." Tanya mama.
" Cukup mengesankan ma." Jawab Indra.
__ADS_1
" Ya jelas mengesankan lah, orang niatnya mau ketemuan sama Pacar." Ketus Kia.
" Maksudnya." Selidik mama mengerutkan keningnya.
" Mama salah kalau berterimakasih padaku, harusnya mama berterimakasih sama Rania, karna dialah yang berhasil membuat Indra pergi ke kantor." Sindir Kia melirik Indra.
" Gak gitu kok ma." Elak Indra.
" Bentar bentar, sebenarnya ini ada apa, kalau ada masalah selesaikan dengan baik, jangan diem dieman seperti ini." Ujar mama menengahi.
" Indra, katakan kenapa kamu marah sama Kia." Mama mengawali dengan mendengar penjelasan Indra dulu.
" Aku... aku kesel aja ma, Kia menemui David seseorang yang menyukainya di belakangku." Jujur Indra.
" Aku hanya kebetulan ketemu ma, Dan mama mau tahu, apa yang menyebabkan aku datang ke sana?." Kia tidak mau kalah dari Indra. Mama beralih menatap Kia. Indra menghela nafasnya.
" Pertama, Indra membohongiku, katanya selama ini dia hanya sibuk mengagumiku tapi nyatanya dia berhubungan dengan wanita lain saat kuliah dulu." Kia menatap sinis kearah Indra.
" Mereka berciuman ma." Pekik Kia... membuat mama melongo membulatkan matanya.
" Tidak ma Kia salah paham, Dia yang menciumku bukan aku." Elak Indra.
" Tapi kamu menikmatinya." Ketus Kia.
" Sudah sudah tenang dulu, kita bicarakan dengan hati yang tenang." Ujar mama membuat Indra dan Kia kembali diam.
" Berarti kesalahan terbesar disini ada pada Indra, Kamu yang menyebabkan ini semua terjadi, jadi kamu yang harus meminta maaf sama Kia." Titah mama.
Indra menatap Kia, Ia akui memang Ia yang banyak bersalah karna tidak menceritakan tentang hubungan singkatnya kepada Kia. Indra ingin berdamai dulu, setelah itu Ia akan menjelaskan kepada Kia yang sebenarnya. Karna di jelaskan sekarang pun percuma karna mereka masih sama sama emosi.
__ADS_1
" Baiklah, Sayang maafkan aku, aku memang bersalah tetapi aku tidak bermaksud menyembunyikan semuanya darimu." Ucap Indra masih menatap Kia. Kia menatap mama dan mama hanya menganggukkan kepalanya.
" Aku memaafkanmu, tapi aku akan membalas perbuatanmu." Ujar Kia.
" Apa maksudmu." Tanya Indra.
" Aku akan mencium pria lain di depanmu." Kia segera pergi dari sana menuju kamar mama mertuanya.
Jederrrr..... Jantung Indra terasa berhenti berdetak. Ia tidak rela Istrinya mencium pria lain selain dirinya. Ia akan menyusul Kia, tetapi di hadang oleh mama.
" Biarkan Kia sendiri dulu, renungi kesalahanmu dan jangan mengulangi lagi, Mama kecewa sama kamu." Ujar mama.
Mama melangkah menuju kamarnya menyusul Kia. Kenapa Kia tidak ke kamar tamu saja?. Kalau di kamar tamu Kia yakin Indra pasti akan menyusulnya, beda kalau di kamar mama, Indra pasti tidak berani menemuinya, Kecuali kalau mereka bekerja sama .
Di dalam kamar Indra hanya membolak balikkan badan, Ia tidak bisa tidur malam ini. Ia terbiasa tidur dengan memeluk Kia. Diliriknya jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, berarti Kia sudah tidur. Indra segera berjalan menuju kamar mamanya.
Tok tok tok...
" Ada apa." Tanya mama setelah membuka pintu.
" Kia sudah tidur ma." Sahut Indra.
" Hmm." Gumam mama.
" Boleh Indra masuk ma, Indra gak bisa tidur kalau tidak mencium kening Kia dulu." Ujar Indra.
" Tidurlah disini, mama tahu kamu tidak bisa tidur tanpa memeluk Istrimu." Indra cengar cengir mendengar ucapan mamanya.
" Makasih ma." Indra segera masuk kekamar, sedangkan Mama menuju kamar tamu. Mama tahu kalau Indra tidak bisa menggendong Kia, maka dari itu mama mengalah tidur di kamar tamu.
__ADS_1
Indra segera membaringkan tubuhnya di belakang Kia, kebetulan Kia tertidur dengan posisi miring ke kiri, itu memudahkan Indra untuk memeluknya seperti malam malam biasanya. Indra langsung tertidur nyaman dalam pelukan istri tercintanya.
TBC.......