
Sore ini Kia berencana mengunjungi apartemen yang di tinggali oleh David. Ia ingin membahas sesuatu padanya. Kebetulan Indra pulang malam, karna ada meeting dengan Client. Kia sudah bersiap dengan mengenakan dress merah maroon di bawah lutut dan highhells yang tidak terlalu tinggi. Ia mengendarai mobilnya sendiri.
Sesampainya di sana, Kia segera berjalan ke kamar nomer 110. Sesampainya di depan pintu, Ia segera memencet bel. Tak lama pintupun terbuka.
" Kia..." Pekik David senang.
" Silahkan masuk." Sambungnya. Kia berjalan mengikuti David menuju sofa.
" Mau minum apa." Tanya David setelah mereka sama sama duduk.
" Tidak perlu, aku hanya sebentar saja." Tolak Kia. Ia menatap David dengan sebuah tatapan kecewa.
" Vid, Kenapa kamu tidak mau bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan kepada sahabatku." Tanya Kia to the point.
Deg... Jantung David terasa berhenti berdetak
" Kau tahu kejadian itu." David menatap Kia.
" Ya, Lia menceritakan semuanya." Jawabnya.
" Maaf, bukannya aku tidak mau mempertanggung jawabkannya, aku hanya tidak mau Lia semakin menderita, Aku tidak mencintainya." Ucap David.
" Kau tidak mencintainya tetapi kau memacarinya, bahkan merusak masa depannya Vid." Ucap Kia kesal.
" Dia sendiri yang menawarkan diri untuk menjadi pacarku, dia ingin membantuku move on darimu, tetapi nyatanya apa, semua tidak berhasil Ya, dan untuk kejadian itu aku melakukannya tanpa sadar." Terang David. Ya adalah panggilan David untuk Kia, Ia ambil dari nama belakangnya.
__ADS_1
" Lupakanlah rasa cinta di hatimu untukku, aku sudah menjadi milik orang lain, dan aku mencintai suamiku Vid, Seharusnya kau berusaha untuk menghapusnya, Nikahi Lia dan berusahalah untuk mencintainya." Ujar Kia memberi pengertian.
" Aku tidak bisa Ya, Aku hanya mencintaimu, aku juga tersiksa dengan perasaan ini.... Aku melakukan itu karna aku menganggap Lia adalah dirimu." Teriak David.
" Aku sungguh tidak menduga semua ini darimu." Kia berdiri mendekati David.
" Kau pecundang." Kia menekan dada David.
Setelah itu Kia berjalan menuju pintu keluar, sebelum sampai tiba tiba David memeluknya dari belakang membuat Kia menghentikan langkahnya.
" Lepas." Berontak Kia. David semakin mengeratkan pelukannya.
" Maafkan aku Ya, Aku tidak bermaksud membentakmu, Aku mencintaimu dari kita masih kecil, sungguh aku tidak bisa melupakanmu." Ucap David masih memeluk Kia.
" Aku bilang lepas." Teriak Kia. David segera melepas pelukannya. Kia berbalik dan...
" Kau memang laki laki *******." Kia segera pergi darisana meninggalkan David yang sedang terpuruk karna perasaannya. Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada yang mendengar pembicaraan mereka. Bahkan Orang itu sempat mengambil gambar Kia saat di peluk David, dan mengirimkannya pada seseorang.
" Ternyata kau yang bertanggung jawab atas semua ini, Kau harus merasakan sakit seperti yang kurasakan saat ini, tunggu aku mengirimkan rasa sakit itu." Gumam seseorang dalam hati.
Kia sampai dirumah menjelang jam 8 malam, karna tadi Ia mampir dulu ketaman. Ia ingin menenangkan pikirannya sebelum bertemu suaminya. Kia kesal karna David dengan lancang memeluknya. Sesampainya di rumah, Ia segera menuju kamarnya. Ia yakin Indra sudah pulang karna mobilnya sudah terpakir di garasi.
Ceklek..... Kia membuka pintu kamarnya, Di sana Indra sedang menunggu kepulangannya. Indra berdiri di depannya, Ia menatap Kia dengan tatapan nyalang, membuat Kia bingung.
" Mas kenapa, ada yang kamu butuhkan, biar aku ambilkan." Tanya Kia.
__ADS_1
" Sudah puas memadu kasih dengan kekasihmu itu." Kia mengerutkan keningnya.
" Apa maksudmu mas, kekasih yang mana, aku bahkan tidak mempunyai kekasih." Ujar Kia.
" Kekasih gelapmu yang kamu temui diam diam di belakangku, Bahkan sampai berpelukan, apa itu yang dinamakan bukan kekasih, Zaskia permana." Bentak Indra. Kia berjingkrak kaget di bentak Indra seperti itu, apa Indra pasang mata mata untuk membuntutinya.
" Kau memata mataiku." Kia menatap Indra.
" Tidak, kau tahu ada pepatah mengatakan, sepandai pandainya kamu menyimpan bangkai pasti akan tercium juga baunya." Ketus Indra.
" Mas aku bisa menjelaskannya." Ucap Kia sambil menyentuh lengan Indra.
" Apa yang perlu di jelaskan, Kau mengkhianatiku Kia, Kau bermain api di belakangku, Kau membohongiku." Teriak Indra hilang kendali. Kia segera memeluk Indra, Ia takut Indra akan kambuh lagi.
" Jangan seperti ini mas, aku tidak mau kamu sakit lagi, dengarkan penjelasanku, ada satu alasan aku menemuinya, tolong dengarkan aku dulu." Bujuk Kia mencoba meredam emosi Indra.
" Lepas.. minggir." Indra mendorong Kia hingga terjerembab di lantai.
" Awh..." Teriak Kia, pantatnya terasa sakit. Mendengar teriakan Kia, Indra segera mendekatinya.
" Maaf..maafkan aku.." Ujar Indra sambil mencoba membantu Kia berdiri tetapi Kia menolaknya.
" Tidak usah sok peduli padaku, Minggir." Kia menepis tangan Indra, Ia beranjak menuju kamar mandi dan menutup pintunya dengan kasar. Brakkk Indra kaget, Ia segera menyusul Kia tetapi pintunya di kunci.
" Sayang maafkan aku, aku terlalu terbawa emosi." Indra mengetuk pintunya, berharap Kia membukanya, tetapi tidak di gubris oleh Kia. Indra menghela nafasnya, Ia menyesal telah berbuat kasar pada istrinya. Setelah di tunggu sampai setengah jam lamanya, Kia tidak juga keluar dari kamar mandi, Indra semakin uring uringan. Sedangkan di dalam Kia palah senyum senyum sendiri.
__ADS_1
" Rasain kamu mas, Kamu yang marah, Kamu juga yang uring uringan sendiri... Ckk ckk ckkk Suamiku yang lucu, Makanya jangan sok marah marah kalau sebenarnya tidak bisa marah padaku hhh." Ujar Kia dalam hati.
TBC.....