
Hari ini hari Minggu, Kia dan Indra berencana jalan jalan ke Mall. Semenjak menikah ini pertama kalinya Indra mau diajak jalan ke keramaian. Mereka sudah siap, Indra mengenakan Celana jeans di bawah lutut dan kemeja pendek, sedang Kia mengenakan dress warna Peach di bawah lutut. Mereka tampak serasi sekali, Tampan dan cantik. Kia mengendarai mobilnya sampai ke Mall yang di tuju.
Sesampainya di sana, Kia segera memarkirkan mobilnya. Mereka berjalan berdampingan dengan Kia menggandeng lengan Indra. Mereka berjalan keluar masuk dari Stand ke Stand. Indra bingung, kenapa Kia hanya lihat lihat saja tanpa membeli apapun. Ya kan niatnya jalan jalan bang.
" Mas, kita liat liat accesories yuk." Kia menarik tangan Indra memasuki Stand acesories.
" Mau beli apa Say." Tanya Indra setelah sampai di dalam.
" he he enggak beli apa apa, aku cuma mau liat liat aja." Jawab Kia nyengir.
" Malu Say, kalau lihat lihat tapi gak beli." Ujar Indra, Kia menatap Indra.
" Kenapa harus malu, sudah biasa orang keluar masuk cuma buat lihat doank." Sahut Kia.
" Ya..dari tadi di liatin mbaknya, masa' gak beli malulah." Timpal Indra.
" Kamu malu karna jalan sama aku yang hanya lihat lihat saja kan, yaudah lah aku jalan sendiri aja." Ketus Kia, Ia segera keluar dari Stand tersebut, Indra segera mengejarnya.
" Tunggu Say, Maaf deh kalau perkataanku menyinggung perasaanmu." Indra mencekal tangan Kia.
" Nggak perlu minta maaf, emang bener kata kamu kok, Malu kalo cuma liat liat doank, Maaf aku lupa, kalau aku jalan sama seorang Milyarder sepertimu." Kia menghentak cekalan Indra hingga lepas. Ia melanjutkan langkah menuju pintu keluar, Indra terus mengikutinya.
__ADS_1
" Sayang... Jangan marah donk." Teriak Indra. Semua orang menatap kearah mereka. Mereka merasa lucu melihat Indra yang mencoba membujuk pujaan hatinya.
" Sayang tunggu donk." Ujar Indra, Kia tidak bergeming, Ia terus berjalan dengan langkah cepat tanpa menghiraukan sekelilingnya. Tiba tiba....Brugh...
" Kia.." Pekik Indra, Melihat Kia yang hampir terjungkal ke belakang, Indra segera menopang tubuh Kia dengan tangan kanannya, tapi naas, keduanya kehilangan keseimbangan hingga membuatnya jatuh ke lantai dengan posisi Indra di atasnya. Semua pengunjung Mall melihat kejadian itu, mereka mulai mengerumuninya.
" Makanya kalau cari pacar itu yang sempurna mbak, tangan cacat gitu mana bisa menangkap tubuh pacarnya, gak guna." Hina ibu ibu yang tadi bertabrakan dengan Kia.
Kia segera berdiri menghampiri ibu tadi, yang sedang berdiri bersama seorang wanita yang Kia kenal.
" Jangan asal menghina orang, biar bagaimanapun PRIA CACAT ITU SUAMIKU." Kia menunjuk Indra yang berdiri agak jauh darinya.
" Alah suami cacat gitu aja di banggain, padahal Kamu cantik lho, harusnya bisa donk punya suami yang sempurna." Cebik ibu tadi, membuat emosi Kia naik ke ubun ubun.
" Tangan Ini." Kia menyentuh tangan Indra yang cacat.
" Tangan cacat ini mampu menghasilkan uang yang tidak ada serinya, jutaan, milyaran, bahkan triliunan. Kalau tangan suami anda, aku yakin hanya bisa menghabiskan uang untuk judi saja, untuk sampai kesini saja, anaknya yang harus bekerja." Kia melirik sinis kearah anak ibu itu yang tak lain adalah Rania.
" Jaga mulutmu, belajarlah menghormati orang yang lebih tua darimu." Bentak Ibu Rania.
" Aku akan menghormati orang yang bisa menghargai orang lain, Tapi aku juga akan membalas hinaan orang yang menghinaku, bahkan balasanku akan jauh lebih menyakitkan, bukan begitu Rania." Kia menatap kearah Rania, membuat ibu Rania bingung, apa mereka saling mengenal. Orang orang masih melihat pertunjukkan mereka. Dimana pertunjukkan seorang istri yang membela suaminya.
__ADS_1
" Kalian semua tahu." Kia mengarahkan pandangannya pada semua orang yang berdiri disana dengan meninggikan suaranya.
" Putri dari orang yang mengatakan suamiku cacat dan tidak berguna ini, Dia tergila gila dengan suamiku, Dia bahkan rela menjadi pelakor hanya demi uangnya." Sinis Kia. Ibu Rania melongo, sedang Indra hanya diam saja, Ia merasa Dejavu, Ia pernah mengalami ini saat SMA.
" Hey...jangan asal bicara." Ibu Rania menuding muka Kia.
" Tanyakan saja kebenarannya pada putrimu, Nyonya. Alasan apa dia mengundurkan diri dari ZIP Group, Anda masih beruntung karna saya tidak memecatnya, hanya menyuruhnya mengundurkan diri saja. Bisa anda bayangkan kalau perusahaan ZIP Group membacklist putri anda bukan." Ujar Kia.
Ya semua orang tahu kalau perusahaan ZIP group membacklist seseorang, maka orang itu tidak bisa bekerja di perusahaan manapun.
" Dia tidak lagi bekerja disana karna Saya tidak suka ada bibit pelakor bekerja di perusahaan suami saya. Asal Anda tahu nyonya, PRIA CACAT ITU SUAMIKU, Indra Permana CEO ZIP Group." Ucap Kia menunjuk ke arah Indra.
" Ayo mas kita pulang, Nanti kamu diembat lagi sama pelakor kacangan." Sindir Kia.
Kia menggandeng lengan Indra dan segera pergi dari sana meninggalkan orang orang yang sedang melongo karna ucapannya.
" CEO ZIP Group, perusahaan besar di kota ini, Kenapa kamu tidak bilang sebelumnya Rania." Kesal ibu Rania.
" Mama aja yang kalau ngomong suka nyablak, Udah ah aku malu mau pulang aja." Rania pergi meninggalkan ibunya yang malu karna di hina di depan semua orang. Para pengunjung sudah bubar melanjutkan tujuan mereka.
Sedang Kia dan Indra.....
__ADS_1
TBC.....