Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Perubahan Sikap Indra


__ADS_3

Pagi hari Kia mengerjapkan matanya menatap langit langit kamar, Ada yang beda saat Ia bangun tidur kali ini. Biasanya setiap Ia bangun tidur, Ia merasa perutnya terasa berat tapi kenapa sekarang perutnya terasa ringan? Kia membalikkan tubuhnya dengan hati hati takut mengganggu tidur suaminya, Kia menatap Indra yang sedang tidur tengkurap.


" Sejak kapan Mas Indra tidur tengkurap? Kenapa dia tidak memelukku? Bukankah dia tidak bisa tidur tanpa memelukku? Lalu apa ini?". Ujar Kia dalam hati.


Kia semakin kebingungan dengan sikap Indra dua hari ini. Kenapa semua tindakannya bertolak belakang dengan kebiasaannya? Tak mau ambil pusing, Kia segera turun dari ranjang lalu berjalan ke kamar mandi. Ia menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Setelah itu Ia membangunkan Indra.


" Masss udah subuh." Ucap Kia mengguncang pelan bahu Indra. Indra tidak bergeming.


" Masss bangun subuhan dulu." Kia kembali mengguncang bahu Indra.


" Apasih Yank..." Sahut Indra sambil membalikkan tubuhnya menjadi terlentang.


" Bangun subuhan dulu nanti baru tidur lagi." Ujar Kia sambil menunduk menatap wajah bantal suaminya.


Indra membuka matanya menatap wajah cantik tepat di depan wajahnya. Deg.... Jantung Indra berdebar kencang. Ada gelenyar aneh di dalam hatinya. Ia terus menatap wajah itu sampai....


Cup... Kia mengecup bibir Indra. Indra membelakkan matanya, Kia menyusupkan tangannya di sela sela kepala Indra untuk menahan tengkuknya, Kia mencecap bibir Indra yang menurutnya rasanya aneh tidak manis seperti biasanya. Kia segera melepas ciumannya. Ia menatap mata Indra dalam meresapi perasaan apa yang muncul dalam hatinya.


" Kenapa rasanya begitu hampa? Bahkan bibir ini tidak manis seperti biasanya? Sebenarnya ada apa ini? Kenapa aku merasa Mas Indra seperti orang asing?" Batin Kia.


Indra masih menatap Kia dengan jantung yang sedang bertalu talu. Kia bangkit lalu merapikan bajunya.


" Ambil wudhu lalu shalat dulu Mas, Aku mau ke dapur menyiapkan sarapan, Kita berangkat jam tujuh pagi." Ujar Kia.


Kia berjalan keluar meninggalkan Indra yang sedang melamun di atas kasur.


" Ada apa dengan hatiku? Apakah aku menyukainya? Tidak... Tidak boleh... Aku hanya akan mengambil apa yang menjadi hakku saja, Tapi jika dia bisa ku miliki kenapa enggak? Ah... sepertinya aku memang jatuh hati padanya, Wanita cantik, Baik hati dan selalu memanjakannya." Monolog Indra.


Di dapur Kia berkutat dengan pekerjaannya tetapi tidak dengan pikirannya, Pikirannya saat ini sedang traveling kemana mana. Entah apa yang sedang Ia pikirkan hanya Kia yang tahu. Hingga...


"Awh..." Pekik Kia mengangkat tangannya dari bawah pisau, Ternyata jarinya tergores pisau yang sedang Ia gunakan.


" Sayang..." Ucap Indra berlari menghampirinya.


Indra segera menarik tangan Kia menuju wastafel, Ia mengucurkan air kran ke tangan Kia yang berdarah, Kia menatap lekat suaminya ini. Bukankah biasanya Indra akan mengulum jarinya yang terluka? Kenapa sekarang hanya di basuh di bawah air saja? Banyak pertanyaan yang bersarang dalam pikiran Kia saat ini.


" Lain kali hati hati, Jangan ceroboh seperti ini, Kalau nggak bisa masak nggak usah masak, Delivery saja." Ucap Indra.


" Delivery???." Ucap Kia menirukan kata kata Indra.

__ADS_1


" Iya delivery aja gampang kan? nggak usah susah susah masak kalau hanya bikin celaka, Aku punya langganan yang biasa ngantar makanan." Ucap Indra tanpa sadar. Kia menarik tangannya, Ia menatap Indra begitupun sebaliknya.


" Sejak kapan kamu suka delivery makanan Mas?" Selidik Kia.


" Eh... Emang aku bilang apa?" Tanya Indra gugup.


" Kamu bilang kamu punya langganan yang suka ngantar makanan, Sejak kapan?" Tanya Kia menatap tajam mata Indra.


" Ah aku salah bicara sayang.... Maksudku temanku.... Yah temanku.... Aku sering lihat dia di antar makanan sama Go Food kalau gak salah." Kilah Indra.


" Temanmu yang mana?" Tanya Kia melipat kedua tangannya di depan dada.


" Temanku yang.... Temanku yang...." Indra menggaruk kepalanya. Kia menatap Indra membuat Indra semakin gugup.


"Ah sial.... Tatapannya membuat hatiku ingin memilikinya... Tahan... tahan.." Batin Indra.


" Udah lah sayang jangan di bahas, Ayo aku bantu masak biar cepat selesai." Ujar Indra.


" Emang kamu bisa?" Tanya Kia.


" Bisa donk...Ayo... Kamu yang motongin, Aku yang masak." Jawab Indra.


" Tambah satu poin lagi... Kamu bisa memasak? Padahal selama ini kamu nggak bisa masak dan apa tadi? delivery? Padahal selama ini kamu hanya mau makan masakanku saja kalau di rumah, Siapa sebenarnya kamu Mas? Kenapa tiba tiba berubah seperti ini?" Batin Kia.


" Ayo makan dulu Mas." Ucap Kia. Indra duduk di kursi yang biasa Ia duduki. Kia mulai mengambilkan makanan untuk suami tercintanya.


" Biar aku sendiri." Cegah Indra saat Kia hendak menuangkan nasi ke dalam piring Indra. Kia memicingkan matanya.


" Kenapa? Biasanya juga aku Mas yang ngambilin, Bahkan kamu selalu minta di suapin." Ujar Kia.


" Eh iya... Tapi hari ini aku tidak mau kamu kecapekan sayang... Ayo makan setelah ini kita bersiap." Ujar Indra. Kia hanya menuruti perkataan Indra saja, Ia duduk makan sambil sesekali melirik ke arah Indra mengamati apa ada yang beda atau tidak dengan cara makan Indra. Tapi semuanya sama tidak ada yang beda.


" Aku harus merubah rencanaku, Kali ini aku ingin memilikinya juga sebagai istriku, Hah Kau sangat beruntung Ndra hidup Mewah di dampingi istri cantik yang selalu memanjakanmu, Maafkan aku jika aku harus melakukannya." Gumam Indra dalam hatinya.


Setelah selesai makan, Kia dan Indra segera bersiap. Mereka mandi bergantian, Saat ini Kia sedang duduk di depan cermin memoles wajahnya dengan make up tipis. Indra yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada, Ia menatap Kia tanpa kedip. Kia menatap pantulan cermin di mana Indra sedang menatapnya. Kia membalikkan badannya menghampiri Indra.


" Ada apa Mas? Kenapa lihatnya gitu? Terpesona sama kecantikanku?" Tanya Kia menatap Indra.


" Kecantikanmu memang sungguh luar biasa sayang, Aku beruntung memilikimu." Ucap Indra menarik pinggang Kia hingga tubuh mereka menempel. Kia mendongak menatap wajah suaminya, Jari tangannya bermain di dada bidang suaminya membuat Indra gelisah.

__ADS_1


" Shhhh Sayang..." Desis Indra.


" Kenapa Mas???" Tanya Kia.


" Sayang jangan memancingku, Ku mohon." Ucap Indra dengan tatapan sayu.


" Kalau kamu mau kita bisa melakukannya di sini dulu." Goda Kia masih terus memainkan jarinya di dada Indra.


" Jangan.. Nanti saja kalau sudah sampai sana." Sahut Indra.


" Emang bisa nahan?" Tanya Kia.


" Bisa." Sahut Indra memejamkan matanya.


" Hmmm baiklah sekarang pakai bajumu, Bentar lagi Bang Rey datang." Ujar Kia.


" Katanya kamu yang mau makein." Ujar Indra.


" Baiklah My Big Baby tampan." Ucap Kia


Indra duduk di tepi ranjang seperti biasa, Kia mulai memakaikan baju Indra seperti biasa, Lebih tepatnya kemeja ya.. Indra memandang lekat wajah Kia, Ia merasa semakin jatuh hati di perlakukan seperti ini. Rasa cinta yang tumbuh dalam hatinya semakin besar untuk Kia.


" Sudah Mas." Ucap Kia.


" Hmm Makasih." Ucap Indra.


" Kok makasih doank... Biasanya gimana?" Ujar Kia.


" Emmm." Pikir Indra.


" Kamu lupa lagi?" Tanya Kia. Indra menganggukkan kepalanya.


" Baiklah sepertinya harus aku yang memulainya." Ujar Kia.


Kia duduk di depan Indra menangkup wajah Indra dengan kedua tangannya. Cup... Kia mengecup pipi kiri Indra, Cup... Kia gantian mengecup pipi kanan Indra, Dan terakhir Cup... Kia mencium bibir Indra. Ia mencecap bibir Indra, Kia menggigit bibir bawah Indra agar Indra membuka mulutnya, Kia menyusupkan lidahnya, Tidak terima di kuasai oleh Kia, Indra mendorong tubuh Kia ke atas ranjang, Ia melu*** bibir manis Kia dengan rakus. Indra mengekspos setiap inchinya, Setelah keduanya kehabisan nafas, Indra melepas pagutannya. Ia menatap bibir Kia yang basah, Lalu Indra mengusap pelan bibir Kia dengan jempolnya. Kia segera berlari ke kamar mandi, Ia membasuh bibirnya dengan air. Ia bahkan menggosoknya dengan pelan agar tidak membekas.


" Aku yakin ini bukan dirimu Mas.... Maafkan aku jika memang benar ini bukan kamu, Aku sudah mengotori bibirku dengan menciumnya, Tapi aku harus melakukannya untuk memastikan siapa yang sebenarnya bersamaku saat ini? Kalau bukan kamu siapa dia? Kenapa wajahnya begitu sama denganmu? Ku mohon maafkan aku, Aku akan segera mencari tahu agar semuanya jelas." Sesal Kia dalam hati.


Sedangkan Indra merebahkan tubuhnya di atas ranjang, Ia tersenyum bahagia bisa merasakan sensasi manis dari bibir Kia.

__ADS_1


" Untuk saat ini biarkan aku merasakan bahagia, Biarkan aku menggantikanmu di sampingnya, Aku tidak akan melewati batasanku, Oh Tuhan baru kali ini aku merasakan kebahagiaan yang nyata, Walaupun caraku salah tapi aku tidak peduli karna selama ini tidak ada yang mempedulikanku, Termasuk orang tuaku sendiri." Gumam Indra dalam hati.


TBC......


__ADS_2