Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Suamiku Childish


__ADS_3

Indra dan Kia keluar kamar hotel menuju pintu keluar, sampai di lobby Rey segera menghampirinya.


" Kia." Panggil Rey menghampiri mereka.


" Bang Rey..." Kia berlari langsung memeluk Rey.


" Makasih bang... udah bantuin aku..." Kia masih memeluk Rey, Rey menatap Indra yang sedang menatapnya dengan tatapan yang mengerikan.


" Ehm ehm." Dehem Indra. Kia segera melepas pelukannya, Saking senengnya Ia lupa kalau di belakang ada suami over posesifnya.


" Eh.. mas maaf, aku refleks, saking senengnya aku dan bang Rey bisa menggagalkan rencana Dimas." Kia mendekati Indra, tetapi Indra justru berlalu begitu saja.


" Mas..." Panggil Kia, Indra tidak menggubrisnya.


" Susul segera Ki, sebelum dia hilang kendalu." Ujar Rey.


" Iya bang, maaf ya bang, tadi aku refleks." Sahut Kia.


" Its Ok." Ucap Rey.


Indra keluar mencari mobilnya, Setelah ketemu, Ia segera masuk ke dalam mobil. Disana sopirnya masih setia menunggu. Kia segera berlari mengejar Indra masuk ke mobilnya. Ia tidak mau bayi besarnya ngambek lagi.


Setelah Kia masuk mobil, pak sopir segera melajukan mobilnya. Kia menatap Indra yang hanya diam saja di sampingnya.


" Mas marah." Tanya Kia menatap Indra, Indra tak bergeming.

__ADS_1


" Mass...." Kia menggoyangkan lengan Indra, Indra masih diam saja.


" Mas..." Pekik Kia menjauhkan tangannya. Indra masih diam seribu bahasa. Akhirnya Kia pun ikut terdiam.


" Sabar...sabar Kia, Kalau Indra tidak bisa di bujuk, maka senjata terakhir adalah aku balik marah padanya, di jamin kamu pasti langsung luluh mas.... Hhhhhhh." Gumam Kia dalam hati.


Sesampainya di rumah, mereka segera menuju kamarnya, Indra langsung masuk ke kamar mandi. Kia menyiapkan baju ganti untuk Indra, celana dan Hem pendek. Tak berselang lama, Indra keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang menutupi bagian bawah saja, sambil menggosok rambut dengan handuk, Kia mengambil alih handuk di tangan Indra, Ia menuntun Indra agar duduk di tepi ranjang. Dengan telaten Kia mengeringkan rambut Indra. Indra hanya menunduk saja, sepertinya Indra masih setia dengan diamnya.


" Mas... maafkan aku, aku refleks tadi, aku tidak bermaksud membuatmu marah, maaf ya, jangan marah lagi donk." Kia menangkup wajah Indra membuat Indra menatapnya. Hanya menatap saja. Kia menghela nafasnya. Ia segera memakaikan kaos dan Hem Suami Childishnya, Indra seperti anak kecil yang dikit dikit ngambek membuat Kia harus ekstra sabar menghadapinya.


" Sekarang pakai celananya di kamar mandi." Kia menyodorkan Celana ke Indra, Indra segera mengambilnya dan masuk ke kamar mandi lagi. Setelah selesai, Ia langsung naik ranjang, menyelimuti seluruh tubuhnya.


Kia geleng geleng melihatnya, Ia segera mandi. Selesai mandi, Kia mencoba membujuk Indra lagi. Ia mendekati Indra di ranjangnya.


Brakkkk...... Kia menutup pintu dengan keras, membuat Indra membuka selimut dan menoleh ke arah pintu. Sebenarnya Indra diam untuk meredam emosinya. Ia tidak mau hilang kendali dan menyakiti Kia lagi.


Kia menuju kamar tamu, Malam ini Ia akan tidur di sana. Kia mengunci pintu dengan tidak mencabut kuncinya, biar tidak bisa di buka dari luar. Kia terlentang di atas ranjang menatap langit langit.


"Hah... punya suami kok gitu amat ya, persis menghadapi anak umur lima tahun, huh untung sayang, kalau tidak udah aku buang." Gerutu Kia.. Ia segera memejamkan matanya.


Pagi harinya, Indra merasa gusar karna Kia belum juga kembali ke kamarnya, biasanya Kia sudah menyiapkan semua keperluannya. Setelah mandi Ia memakai baju dengan tergesa gesa, Ia segera turun ke bawah mencari istri tercintanya.


Sesampainya di bawah, Indra tidak menemukan Kia, Ia menuju dapur, Di sana hanya ada mama.


" Ma... Kia mana." Tanya Indra.

__ADS_1


" Belum turun Ndra, mama kira dia masih bersamamu." Jawab mama sambil menata makanan.


Indra segera berlari menuju kamar tamu, takut istrinya kenapa napa, karna tidak biasanya jam segini Kia belum bangun. Ia mencoba membuka pintu tetapi terkunci. Ia mengambil kunci cadangan di laci meja, Ia mencoba membuka ternyata tidak bisa.


" Ah... Sial... Kia pasti tidak mencabut kuncinya." Gumam Indra. Akhirnya Indra mengetok pintu.


Tok..tok...tok... tidak ada sahutan, Indra mencoba lagi, tetap tidak ada sahutan.


" Ki... buka sayang...Kia... Buka pintunya Ki." Ucap Indra sedikit keras sambil menggedor pintu. Mama yang mendengar Indra menggedor pintu, Ia langsung menghampirinya.


" Ndra.. apa yang kamu lakukan di sini, apa Kia tidur di sini semalam." Selidik mama.


" Iya ma, semalam Kia tidur di sini." Ujar Indra Lirih.


" Anak nakal, pasti kamu berulah lagi." Tebak mama. Indra hanya mengangguk.


" Nak... kesabaran seseorang itu ada batasnya, jangan sampai kau berbuat ulah hingga melebihi batas kesabaran istrimu, kamu akan menyesalinya." Ujar Mama.


" Iya Ma, Maaf." Lirih Indra.


Mereka mencoba menggedor pintu, tetap tidak ada sahutan dari dalam. Indra semakin panik, Ia memanggil pak satpam dan mang Ujang untuk mendobrak pintunya. Setelah di dobrak beberapa kali akhirnya berhasil. Indra langsung menyelonong masuk, Dan......


" Kia......" Teriak Indra....


TBC....

__ADS_1


__ADS_2