Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Semakin jauh


__ADS_3

Hari hari berlalu sudah hampir sebulan Gea berada di rumah Indra. Ia selalu berhasil mencuri waktu dan perhatian Indra membuat Kia merasa tersisihkan.Tapi Kia selalu mencoba bersabar dalam menghadapinya, toh kurang seminggu lagi Gea pergi dari sana.Pagi ini mereka bertiga sedang sarapan bersama.


" Mbak boleh minta buatkan teh manis nggak, Perutku sakit nih." Ucap Gea.


" Sakit kenapa apa perlu ke dokter." Tanya Indra membuat Kia jengah.


" Nggak tahu Bang mungkin karna mau pms." Jawab Gea.


" Ya udah buatin gih Say." Titah Indra. Kia menghela nafasnya, Ia segera beranjak membuatkan teh manis untuk Gea.


Setelah selesai Kia segera membawa teh itu dan menyajikan di depan meja Gea, Tapi naas belum sampai gelas itu ke meja, kaki kia tersandung hingga membuat teh panas itu mengguyur tangan Gea.


" Awh panas..panas..panas... Mbak." Pekik Gea mengibaskan tangannya.


" Sayang gimana sih kasian kan Gea kepanasan." Indra menyeret pelan tangan Gea menuju wastafel, Ia mengucuri tangan Gea dengan air dingin.


Hati Kia mencelos mendengar Indra menyalahkannya, Ia segera berlari menuju kamarnya. Sampai di kamar Ia menelungkupkan wajahnya ke bantal. Hatinya sakit, Marah kecewa menjadi satu. Indra tidak seperti Indra yang dulu Ia kenal. Semakin hari Indra semakin jauh dari jangkauannya. Entah Indra sadari atau tidak kini dirinya lebih mementingkan Gea dari pada istrinya sendiri.


" Kenapa rasanya sesak sekali.. Hiks... Mas kamu sudah berubah, Kamu bukan Indra yang dulu lagi yang selalu menyayangi dan memanjakanku hiks... Mama... aku ingin pulang saja." Isak Kia. Tanpa Kia sadari Indra sudah berdiri di belakangnya. Indra naik ke atas ranjang menyentuh bahu Kia.


" Sayang maafkan aku, Bukannya aku tidak sayang lagi padamu aku hanya mencemaskan Gea sebagai adikku, Aku menyayanginya sejak kecil.. Tolong mengertilah kami berdua sudah lama tidak bertemu, Bahkan hampir lima tahunan Say." Ujar Indra. Kia merubah posisinya, Ia duduk bersila di depan Indra.


" Kurang mengerti apa lagi aku Mas, Waktumu sudah terlalu banyak kamu berikan kepadanya, Bahkan kamu selalu menuruti semua permintaannya, Dari jalan ke Mall, Ke pantai belum lagi ke taman taman hiburan. Aku bahkan seperti lalat yang selalu mengekorimu, Kasih sayangmu kepadanya akan berakibat buruk bagi hubungan kita, Atau kalau perlu kita sudahi saja hubungan ini, Aku akan pulang ke rumah orang tuaku." Ucap Kia mengeluarkan semua uneg unegnya.


" Jangan pernah kamu katakan itu Sayang, Aku tidak bisa hidup tanpamu, Maafkan aku jika selama ini aku membuatmu terluka, Maafkan aku, Mulai sekarang aku akan menghabiskan banyak waktu denganmu hmm." Ujar Indra sambil memeluk Kia.


" Bener nggak bohong kan." Tanya Kia masih dengan kesabarannya.


" Iya Sayaang... Just For U, Aku akan menggantikan waktu yang hilang selama beberapa minggu ini." Jawab Indra.


" Gimana kalau kita makan malam romantis nanti." Usul Kia.


" Maaf sayang malam nanti aku ada pertemuan dengan Client, Gimana kalau besok aja hmm." Ujar Indra.


" Baiklah Mas kapan sempetnya kamu aja." Jawab Kia pasrah.


" Ok sekarang aku berangkat dulu ya." Ucap Indra mencium kening Kia lebih lama.


" Hati hati Mas." Ucap Kia.


" Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam." Sahut Kia.

__ADS_1


Kia kembali tiduran di atas kasur, Entah mengapa akhir akhir ini Ia rasanya malas ngapa ngapain. Penginnya hanya tiduran saja di atas ranjang. Kia mengambil ponselnya, Lalu Ia menekan kontak atas nama Cindy dan menghubunginya.


" Hallo Mbak." Sapa Cindy setelah mengangkat panggilannya.


" Hallo.. Cin ntar malam jalan yhuk." Ajak Kia.


" Kemana Mbak." Tanya Cindy.


" Yah kemana lah nanti ikuti kaki melangkah aja." Ujar Kia.


" Siap lah Mbak, Pulang kerja jemput aku ya." Ucap Cindy.


" Shiip." Kia menutup panggilan teleponnya. Ia kembali berbaring sambil memainkan ponselnya.


Di kantor Indra sedang bersantai menikmati minuman dinginnya, Ia merogoh kantongnya mengambil ponselnya dari sana, Indra mau menghubungi Kia untuk mengabarkan kalau Ia akan mengajak makan malam bersama nanti karna pihak Client baru saja mengundur jadwal meetingnya. Tiba tiba ponselnya berdering tanda panggilan masuk dari Gea.


" Halo." Sapa Indra mengangkat panggilan teleponnya.


" Bang aku minta pertolongan dari Abang, Aku sedang di kejar kejar mantan aku Bang." Ucap Gea dengan nada ketakutan.


" Apa yang terjadi katakan dengan jelas." Ucap Indra.


" Aku ketemu sama mantanku yang jahat itu Bang, Yang dulu mau jual aku ke m*c*k*r*, Abang inget kan." Tanya Gea. Indra mencoba mengingatnya.


" Dia ngajakin aku balikan Bang tapi aku nggak mau, Aku taku kejadian dulu terulang lagi Bang, Aku bilang kepadanya kalau aku udah punya pacar dan akan segera menikah, Tapi dia nggak percaya, Dia bilang aku harus membawa pacarku ke hadapannya." Jelas Gea.


" Lalu apa yang bisa Abang bantu." Tanya Gea.


" Aku mohon nanti malam jam tujuh, Abang datang ke Cafe xx, Di sana kita akan bertemu dengan mantan aku Bang, Dan aku mohon Abang mengakulah sebagai pacarku dan mau menikahiku secepatnya ya Bang ku mohon please." Ujar Gea.


" Baiklah hanya itu saja kan yang penting dia tidak memintaku menikahimu di depannya." Sahut Indra.


" Iya Bang hanya itu saja makasih Bang, Aku tutup teleponnya." Ucap Gea.


Waktu berlalu begitu cepat, Malam ini Kia sudah berdandan rapi. Ia segera mengendarai mobilnya menjemput Cindy di pengkolan jalan raya. Sesampainya di sana Kia melihat Cindy sudah berdiri di pinggir jalan. Kia menghentikan mobilnya tepat di sebelah Cindy.


" Masuk." Titah Kia.


Cindy membuka pintu masuk lalu duduk di samping Kia. Kia melajukan mobilnya kembali. Mereka mengelilingi kota dan mampir ke tempat tempat yang menurut mereka bagus. Setelah capek mengelilingi kota mereka berniat mampir ke Cafe yang sedang booming saat ini.


" Kita mau makan di mana Mbak." Tanya Cindy.


" Di Cafe xx kebetulan tadi aku dapat WA voucher gratis makan sepuasnya di sana, Gimana mau nggak apa mau cari Resto aja." Ucap Kia.

__ADS_1


" Nggak usah lah Mbak di sana saja lumayan kan gratisan hhhhh." Canda Cindy.


" Ok tempatnya juga tidak jauh dari sini, sebentar lagi sampai kok." Sahut Kia.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di sana. Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam. Kia mengedarkan pandangannya kenapa sepi sekali.


" Mbak kok sepi." Tanya Kia pada pelayan yang ada di sana.


" Iya Mbak lantai atas Cafe ini sudah di booking salah satu pengusaha ternama yang mau melamar pacarnya Mbak, Padahal dia udah punya istri lho tapi sayang semuanya kacau karna mantan pacar ceweknya datang, Tuh lagi marah marah." Jawab pelayan Cafe.


" Pengusaha ternama siapa." Tanya Kia lagi.


" Kalau nggak salah Pak Indra bu Ceo zip zip apa ya saya kurang jelas." Kia melongo dengan mulut terbuka. Ia segera menaiki tangga menuju lantai atas. Ia ingin melihat apa yang terjadi di sana. Sedang Cindy Ia menghubungi Rey agar menyusulnya ke sini takut terjadi sesuatu yang buruk.


" Apa benar anda punya hubungan dengan Gea." Tanya seorang Pria.


" Iya.. Gea pacar saya dan saya akan segera menikahinya." Deg...suara itu... itu suara suaminya. Kia menatap ke arah pria berjas hitam yang memunggunginya. Mereka tidak sadar dengan kehadirannya di sana.


" Tapi Gea itu pacar saya anda jangan mengaku ngaku, Bukankah anda sudah punya istri." Kekeh Pria tadi.


" Kenapa jika saya sudah punya istri, Saya mencintai Gea apa ada masalah denganmu." Ujar Indra.


Jleb.... Ucapan Indra menusuk hati Kia. Kia meneteskan air matanya, Ia memberanikan diri menapakkan kakinya ke lantai.


Plok..Plo..Plok... Kia berdiri sambil bertepuk tangan. Ketiga orang yang berdebat di sana menoleh ke arah sumber suara.


" Sayang..."


" Mbak Kia..." Ucap Indra dan Gea bersamaan.


" Bagus.. akting kalian luar biasa mampu menutupi hubungan kalian di belakang bahkan di depanku." Ucap Kia.


" Tidak sayang kamu salah Paham, Dengarkan penjelasanku dulu." Indra dan Gea menghampiri Kia yang berdiri di dekat tangga. Kia menatap Gea penuh dengan amarah. Emosinya memuncak setelah mengetahui ternyata Gea seorang pelakor.


" Kamu... Kamu pelakor tidak tahu diri." Kia menunjuk Gea dan maju selangkah di depan Gea.


" Aku membencimu aku akan membunuhmu." Kia menjambak rambut Gea membuat Gea menjerit kesakitan. Kia seperti orang kesetanan, Ia terus menarik rambut Gea dan mengacak acaknya.


" Kia hentikan jangan berbuat kekerasan dengarkan penjelasanku dulu." Teriak Indra.


Kia tidak menggubrisnya Ia terus menjambak rambut Gea membuat rambut Gea tak berbentuk. Indra mendekati Kia, Ia menarik tubuhnya dengan kencang untuk memisahkan mereka berdua, Tapi naas Kia kehilangan keseimbangan hingga membuatnya terjungkal ke belakang kakinya terpeleset anak tangga hingga... Brugh ......brak....


" Kia......

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2