Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Kembalinya kepercayaan diri


__ADS_3

Hari haripun berlalu, tak terasa, dua bulan sudah Kia menjadi Istri dari Indra permana. Benih benih cinta pun, sudah mulai tumbuh di hati Kia, tapi Ia masih malu untuk mengakuinya. Pagi ini seperti biasa, Kia sedang menyiapkan baju untuk Indra.


" Say, siapin baju kantor ya." Ucap Indra yang baru keluar dari kamar mandi.


" Eh...?."


" Mulai hari ini aku mau ngantor Say, Mau coba suasana baru, Kamu mau ikut." Ujar Indra.


" Benarkah suamiku yang tampan ini, mau ke kantor untuk bekerja." Tanya Kia sambil memakaikan kemeja Indra.


" Tentu kerjalah Say, masa' mau tidur harus sampai ke kantor, disini saja bisa." Jawab Indra.


" Siapa tahu, karna penasaran dengan sekretaris yang baru." Cebik Kia.


" Sayang... jangan gitu donk, dari dulu sampai sekarang, hanya kamu yang selalu bikin aku penasaran, Dan hanya kamu yang ada di hatiku, tidak ada yang lain." Jelas Indra.


" Hmm.. aku percaya, kalau memang ada yang lain, aku pasti akan pergi jauh darimu, sampai kau tak bisa menemukanku." Ancam Kia.


" Tapi kenapa sampai sekarang, aku belum pernah mendengar ungkapan cinta darimu Say." Indra merapikan anak rambut Kia, Ia menatap Kia, berharap Kia mau mengungkapkan perasaannya sekarang.


" Bagiku, Cinta tidak perlu di ucapkan, tapi harus di buktikan melalui perbuatan. Apa perlakuanku selama ini, belum menunjukkan rasa cintaku padamu." Tanya Kia sambil memakaikan dasi Indra.


" Aku tidak tahu, apa kau melakukannya karena cinta atau karna kewajiban, karna sampai sekarang, kamu belum melakukan kewajibanmu sebagai istriku." Kia paham dengan kewajiban yang di maksud Indra.


" Maaf, aku akan mempersiapkan diriku secepatnya, Masih Ridho kan." Ujar Kia menunduk.

__ADS_1


"Masih, Tidak masalah, aku masih bisa menahannya." Indra segera memeluk Kia dan menciumi pucuk kepalanya.


" Apa itu berarti kau sudah mencintaiku." Selidik Indra melepas pelukannya dan menatap netra Kia, membuatnya menjadi gugup.


" Aku..aku...." Kia menjadi sangat gugup, Ia edarkan pandangannya kesegala arah.


" Baiklah, aku yang harus mengawalinya." Indra memegang bahu Kia, menatapnya dengan lembut.


" Kia, I Really Love U forever." Ungkap Indra. Kia menatap mata Indra, mata yang memancarkan cahaya cinta untuknya.


"I Love U too." Kia langsung memeluk Indra, Ia menahan malu. Sedangkan Indra begitu bahagia. Ia membalas pelukan Kia dengan sangat erat. Hatinya lega bisa mendapatkan balasan cinta dari Kia, hanya dengan waktu dua bulan saja. Sungguh istri solehah yang mampu mengabdikan dirinya kepada suaminya. Setelah itu Indra siap siap ke kantor, Ia berangkat ke kantor diantar supir karna sejak menikah, Rey pindah ke apartemennya. Ia takut tidak bisa mengendalikan perasaannya, jika satu atap dengan gadis yang dicintainya.


Sesampainya di kantor,


" Ndra, ini pekerjaan yang harus kamu selesaikan hari ini, nanti kamu akan di bantu oleh sekretarismu yang baru. Karna sekretarismu yang lama, yang merupakan kekasihku sudah menikah, dan sayangnya dengan pria lain." Oceh Rey. Indra langsung melotot ke arah Rey, Ia tidak terima istrinya di akui kekasih oleh orang lain.


" Gajimu bulan ini, saya potong 50% karna mengakui Istriku sebagai kekasihmu." Ucap Indra dingin.


" Sialan lo, emang dia dulu kekasihku, lo lupa?." Kata Rey dengan bangga.


" Kekasih pura pura, kau pikir aku tidak tahu " Indra menyeringai membuat Rey mati kutu.


" Iya iya, aku memang tidak pernah menang darimu. Ya sudah aku mau keruanganku dulu." Rey berjalan menuju pintu untuk keluar.


" Panggilkan sekretarisku kemari." Titah Indra membuat langkah Rey terhenti.

__ADS_1


" Ok bos." Sahut Rey. Ia melanjutkan langkahnya memanggil sekretaris Indra dulu, baru keruangannya.


Tok tok tok


" Masuk." Sahut Indra dari dalam.


Seorang wanita masuk kedalam ruangannya, Terlihat Bosnya sedang sibuk dengan komputer di depannya, sehingga tidak melihat kedatangannya.


" Siang pak, perkenalkan Saya Rania. Saya siap membantu bapak dalam menyelesaikan semua pekerjaan." Ucap wanita itu yang ternyata bernama Rania.


Indra mendongak menatap wanita yang berdiri di depan mejanya, Tiba tiba...


" Indra." Pekik Rania. Ia begitu senang melihat mantan kekasihnya, ternyata seorang CEO. Jiwa pelakornya mulai muncul kepermukaan.


" Kamu ." Ujar Indra santai.


" Apa kabar sayang... aku mencarimu kemana mana, tapi tidak ku sangka kita bertemu disini." Rania mencoba mendekat tetapi di tahan oleh Indra dengan Isyarat tangannya.


" Bersikaplah profesional, ini di kantor. Saya atasan kamu, jadi hormati aku sebagaimana mestinya." Tegas Indra.


" Baiklah maafkan atas kelancangan saya pak." Ucap Rania menunduk.


Indra mempersilahkan Rania untuk menunggunya di sofa. Mereka menyelesaikan pekerjaan dengan seksama, sesekali Rania memandang kagum pada ketampanan Indra. Dalam hatinya, Ia akan berusaha untuk mendapatkan Indra kembali. Ia yakin Indra sudah bisa move on dari gadis yang dicintainya. Ya dulu Indra memacari Rania hanya untuk menghilangkan perasaannya pada Kia, namun nyatanya tidak bisa. Hatinya sudah terpatri pada gadis yang sekarang telah menjadi istrinya.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2