Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Duo Pasangan


__ADS_3

Kia tidak jadi membawa Lia ke rumahnya, Ia langsung membawa Lia ke jasa travel online milik Kakak sepupunya. Ia berencana untuk memulangkan Lia sebelum Leo berhasil menangkapnya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata. Sesampainya di sana Kia segera menggandeng tangan Lia menuju mobil yang sudah menunggunya.


" Sekarang pulanglah dan ini uang untuk kamu buka usaha di desa, Sampaikan salamku pada orang tuamu, Aku yakin Leo tidak akan menemukanmu, Kamu tidak memberitahu alamatmu kepada Leo kan?." Tanya Kia memastikan.


" Tidak Li, Kebetulan KTPku hilang saat David menodaiku malam itu." Jawab Lia.


" Baiklah hidup dengan lebih baiklah di sana, Kapan kapan saat aku pulang aku akan mengunjungimu." Ucap Kia.


" Terima kasih Ki kamu memang sahabat terbaikku, Maafkan atas kesalahanku waktu itu." Ucap Lia memeluk Kia.


" Its OK hati hati." Sahut Kia.


Mobil yang Lia tumpangi segera meninggalkan tempat itu. Kia kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya. Sesampainya di rumah Kia segera masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju kamarnya.


Ceklek...


Kia masuk pelan pelan karena saat ini Indra sedang tidur. Ia menatap jam pada dinding yang menunjukkan pukul empat sore. Kia segera masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya. Setelah selesai Ia duduk bersandar di samping Indra sambil memainkan ponselnya.


Hap... Tangan Indra memeluk perut Kia membuat Kia terkejut. Kia mengalihkan pandangannya dari ponselnya, Ia menatap tangan yang melingkar pada perutnya.


" Ceritakan apa yang kau lakukan dengan Lia? Kau bertemu dengannya di mana?" Tanya Indra masih memejamkan matanya.


" Eh... Mas sudah bangun?" Kia balik bertanya.


" Iya karena aku harus menghukummu." Ujar Indra.


" Nggak mau ah aku udah mandi." Ujar Kia.


" Emangnya apa hubungannya dengan mandi? Orang aku mau menghukummu untuk memijat tubuhku." Ucap Indra.


Blusshhhh pipi Kia memerah menahan malu.


" Hayoooo pikirannya kotor nih pasti..." Tebak Indra.


" Apasih Mas enggak ya." Kilah Kia.


" Alah ngaku aja deh, Pengin itu kan?" Goda Indra mendongakkan kepalanya menatap Kia.


" Apa sih Mas." Ucap Kia.


Indra merubah posisinya, Ia tiduran berbantalan paha Kia, Wajahnya menghadap perut Kia.


" Hai Babby.. Gimana kabarmu hari ini sayang? Pasti baik kan? Buktinya Daddy nggak mual... Hari ini Babby nggak pengin apa apa ya... " Ucap Indra menciumi perut Kia.


" Geli Mas." Ujar Kia.


" Ya udah di elus aja deh." Ucap Indra.


" Ceritakan darimana saja kamu lalu apa yang terjadi sama Lia." Titah Indra.


Kia menceritakan tentang apa yang terjadi dengan Lia, Ia juga menceritakan tentang kelakuan Leo dengannya. Indra begitu geram mendengar istrinya di perlakukan seperti itu.


" Kalau aku di sana aku pasti sudah menghajar si Leo Leo itu." Geram Indra.


" Aku bisa mengatasinya sendiri Mas." Ucap Kia.


" Ah iya.. Istriku ini memang berhati bak malaikat penolong tapi kalau lagi ngamuk ngalahin ngamuknya singa di hutan." Ujar Indra.


" Aaahhhh kamu jahat Mas masa' aku di bilang lebih galak dari pada singa." Protes Kia.


" Siapa yang bilang gitu?" Tanya Indra.


" Akukan cuma bilang kalau kamu ngamuk ngalahin ngamuknya sing......

__ADS_1


" Ya sama aja kamu bilang begitu Mas." Kia memotong ucapan Indra sambil cemberut.


" He he iya ya.." Ucap Indra menggaruk kepalanya.


" Maaf deh." Sambung Indra.


" Nggak mau maafin." Ketus Kia.


" Maaf Yank...." Rayu Indra mencengkram lembut dagu Kia.


" Iya iya aku maafin, Aku kan baik hati jadi selalu bisa maafin kesalahan orang lain." Ucap Kia sombong.


" Setuju." Sahut Indra.


Di dalam apartemen Andre,Ia baru saja sampai dari menjemput Liona untuk ikut tinggal bersamanya. Ia meletakkan koper Liona di ruang tamu.


" Kamarmu di sebelah kanan sedangkan kamarku yang di sebelah kiri." Ucap Andre menunjuk dua kamar yang berdampingan.


" Kita pisah kamar?" Tanya Lio.


" Apa kau berpikir kita akan satu kamar? Kita akan melakukan seperti sepasang suami istri lainnya? Buang jauh jauh pikiranmu itu aku tidak akan pernah mau menyentuhmu." Ujar Andre.


" Cih sombong sekali..... Kita lihat saja seberapa kuat dirimu menahan godaan dariku Mas Andre." Ucap Lio.


" Dan satu lagi jangan pernah campuri urusan pribadiku, Tenang saja aku tidak akan menjalin hubungan dengan wanita lain begitupun denganmu, Apa kau mengerti?" Tanya Andre.


" Aku tidak akan menjalin hubungan dengan pria lain tapi aku tidak janji kalau aku tidak dekat dengan pria lain, Karena temanku kebanyakan pria, Apa kau juga mengerti?" Lio balik bertanya.


" OK terserah kamu saja asalkan kamu bisa menjaga martabat keluarga." Sahut Andre.


" Jangan khawatir karena tidak ada yang tahu kalau aku sudah menikah denganmu jadi apapun yang terjadi padaku aku tidak akan membawa bawa nama keluarga Permana." Jelas Lio.


Deg.... Hati Andre mencelos mendengar ucapan Lio, Ada sesuatu yang tidak bisa Andre mengerti dalam hatinya. Ia menatap ke arah Lio.


" Aku akan menantangmu di sini." Ucap Lio tiba tiba.


" Menantang apa?" Tanya Andre.


" Jika aku jatuh cinta padamu lebih dulu maka aku akan pergi meninggalkanmu, Tapi jika kau yang jatuh cinta padaku lebih dulu maka aku akan menemanimu seumur hidupku, Bagaimana?" Usul Lio.


" Baiklah tapi bersiap siaplah untuk meninggalkan aku." Ucap Andre.


" Jika sampai itu terjadi dengan senang hati aku akan meninggalkanmu." Sahut Lio.


Lio menyeret kopernya masuk ke dalam kamarnya, Ia merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Ia menatap langit langit kamar dengan perasaan hampa.


" Siapapun yang akan jatuh cinta duluan aku akan tetap meninggalkanmu." Batin Lio memejamkan matanya.


Malam harinya Lio dan Andre bersiap menuju rumah Indra. Mereka berdua di undang untuk makan malam bersama. Dengan memakai dress warna peach Lio terlihat sangat anggun. Andre menatap kagum ke arahnya, Tapi Ia segera menepis pikirannya. Andre melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Sesampainya di rumah Indra, Andre segera masuk ke dalam rumah di ikuti Lio dari belakang.


" Assalamu'alaikum." Ucap Andre.


" Wa'alaikumsallam Bang, Ayo langsung ke meja makan saja." Sahut Kia.


" Silahkan di nikmati hidangannya, Lio jangan sungkan anggap saja rumah sendiri." Ucap Kia basa basi.


" Makasih Ki." Sahut Lio.


Kia mengambilkan makanan untuk Indra sedangkan Lio mengambil makanan untuk dirinya sendiri tanpa mempedulikan Andre.


" Li... Kenapa nggak ambilin aku makanan? Contoh donk Kia, Dia selalu melayani Indra dengan baik." Ujar Andre.


" Kamu nggak bisa samakan aku dengan Kia lah Mas, Kia melayani Bang Indra dengan penuh perasaan cinta, Kalau aku harus melayanimu dengan perasaan apa? Aku akan melayanimu setelah aku jatuh cinta padamu nanti." Ucap Lio.

__ADS_1


Skak Mat... Andre tidak mampu berkata apa apa lagi. Ia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


" Mau makan sendiri atau aku suapin Mas?" Tanya Kia menatap Indra.


Uhuk....Uhuk...Uhuk.... Lio tersedak makanannya sendiri mendengar ucapan Kia. Andre segera menyodorkan segelas air putih ke arah Lio, Lio langsung meminumnya.


" Hah...." Lio menghela nafasnya.


" Itu akibat durhakim sama suami, Makan sendiri tanpa peduliin suami ya gitu... Kualat kan jadinya." Ejek Andre.


" Durhaka gimana? Kita memang sudah menikah tapi kita bukan pasangan suami istri yang sesungguhnya karena kamu belum mau nerima aku dengan baik." Ucap Lio.


" Ya ya ya terserah kamu aja, Gue nggak peduli." Ucap Andre meneruskan makannya.


" Sama Gue juga tidak peduli." Sahut Lio.


Kia dan Indra hanya menggelengkan kepalanya saja melihat keakuran pasangan pengantin baru itu. Setelah selesai makan Andre dan Indra ke ruang kerja untuk membahas sesuatu. Sedangkan Kia dan Lio ada di taman belakang menikmati indahnya malam.


" Ki boleh aku tanya sesuatu?" Tanya Lio.


" Boleh mau nanya apa?" Ujar Kia.


" Bagaimana caranya menakhlukkan hati pria? Terutama Bang Indra." Ucap Lio.


" Maksudmu kamu mau menakhlukkan hati suamiku gitu?" Selidik Kia.


" Ya bukanlah... Kamu ini ada ada saja, Aku mau nakhlukin hati Mas Andre, Secara kan Mas Andre dan Bang Indra kembar, Pasti nggak beda jauhlah cara nakhlukinnya." Ujar Lio.


" Masalahnya kita beda Lio... Sebelum kami menikah Mas Indra duluan yang cinta sama aku, Aku hanya berusaha membalas cintanya saja." Jelas Kia.


" Wah kau beruntung ya.." Ucap Lio.


" Tapi bentar, Aku bisa kasih tahu kamu, Coba di praktekin ya..." Ujar Kia.


" Siap siap apatuh?" Tanya Lio.


" Yang paling efektif di lakukan adalah kamu pancing tuh Bang Andre dengan pakaian yang kurang bahan, Biar dia terangsang dan menerkam kamu, Biasanya lelaki akan merasa memiliki jika sudah mendapatkan milik kita." Ucap Kia.


" Tapi kan dia belum mencintaiku Ki." Protes Lio.


" Lelaki tidak butuh cinta untuk lakuin itu beda sama kita." Sahut Kia.


" Ok akan aku coba, Lalu?" Ucap Lio.


"Berhasil atau tidak yang penting kamu harus hujani dia dengan perhatian dan kasih sayang, Buat dia bergantung padamu agar dia takut kehilanganmu." Lanjut Kia.


" Lanjut." Ujar Lio.


" Kalau belum berhasil juga, Buat dia cemburu pasti dia akan menunjukkan cintanya padamu." Saran Kia.


" Wah bener bener, Kamu memang hebat Kia, Semoga aku bisa menakhlukkan hatinya." Ucap Lio.


" Sayang... Jangan lama lama udaranya dingin nggak baik buat wanita hamil sepertimu, Ayo masuk." Kia dan Lio menoleh ke arah Indra yang sedang menghampiri mereka. Indra menyampirkan jaket ke tubuh Kia membuat Lio sedikit iri dengan perhatian Indra.


" Ah iya Mas... Aku masuk duluan ya Li, Semoga berhasil." Ucap Kia.


" Silahkan." Sahut Lio.


Setelah kepergian Kia, Lio menyusun rencana untuk membuat Andre tertarik padanya.


" Semoga saja kamu bisa perhatian seperti Bang Indra Mas, Aku tunggu sampai waktu itu tiba." Batin Liona.


TBC .....

__ADS_1


__ADS_2