Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Pamit


__ADS_3

Lio pulang ke rumah dengan semangat empat lima, Ia masuk ke dalam apartemen menuju kamarnya. Sampai di depan ruang tamu tubuh Lio terpaku mendengar Andre yang sedang berbicara pada seseorang di sebrang telepon.


" Lakukan yang terbaik untuknya aku tidak mau terjadi sesuatu dengannya, Kau tahu aku sangat mencintainya dan aku tidak mau kehilangannya." Ucap Andre dengan seseorang di sebrang sana.


Deg....


Jantung Lio terasa berhenti berdetak, Dadanya terasa sesak, Siapa yang Andre cintai? Siapa yang Andre maksud itu? Apakah dirinya atau wanita lainnya. Lio harus meminta penjelasan dari Andre.


" Siapa yang kau cintai?" Tanya Lio menghampiri Andre.


" Sayang kau pulang?" Bukannya menjawab Andre justru bertanya.


" Kenapa? Apa kau pikir aku tidak akan pulang lalu kau bisa mengungkapkan semua isi hatimu dengan orang lain begitu?" Sinis Lio.


" Kau berbicara apa sayang? Apa maksudmu?" Tanya Andre.


Brak....


Lio menutup pintu kamarnya dengan keras.


" Lio... Buka pintunya, Lio buka sayang... Apa kau mendengar pembicaraanku di telepon? Kau salah paham, Lio dengarkan aku." Teriak Andre menggedor pintu kamar Lio.


Lio telungkup di atas kasur sambil menangis. Sepertinya keputusannya untuk kembali ke rumah ini salah. Menghargai privasi Lio, Andre segera meninggalkan kamar Lio, Ia ingin memberi waktu untuk menenangkan diri.


Malam harinya Lio masih mengurung diri di dalam kamar. Andre membuka kamar Lio menggunakan kunci cadangan.


Ceklek.....


Andre menghampiri Lio yang sedang berdiri di balkon kamarnya.


" Sayang." Ucap Andre memeluk Lio dari belakang.


" Apa yang kamu dengar itu benar adanya, Aku sedang mengusahakan yang terbaik untuk dirinya, Aku mencintainya, Sangat mencintainya aku bahkan tidak mau kehilangan dirinya, Apapun akan aku lakukan untuknya sayang." Jelas Andre.


Tes...Tes...


" Hei kenapa kau menangis?" Tanya Andre saat lengannya tertimpa cairan bening yang Ia yakini air mata Lio.


" Jangan menangis sayang, Seharusnya kau tanyakan padaku siapa dia." Ujar Andre.


" Siapa?" Tanya Lio.


Andre membalikkan badan Lio, Ia menangkup wajah Lio dengan kedua tangannya.


" Kamu." Jawab Andre singkat.


" Memang kenapa dengan aku?" Tanya Lio.


" Aku sudah mengetahui alasanmu meminta cerai dariku." Sahut Andre.


" Apa? Ka..u sudah tahu?" Pekik Lio.


" Ya, Apapun keadaanmu aku akan tetap menerimamu dan mencintaimu sebagai istriku, Aku sedang mengusahakan pengobatan terbaik agar kau bisa sembuh, Aku akan selalu mendukungmu di saat apapun sayang, Kau mau kan tetap bersamaku? Kita akan menghadapi semua ini sama sama dan jangan pernah meminta pisah lagi." Ujar Andre. Lio menganggukkan kepalanya.


" Makasih Mas." Ucap Lio memeluk tubuh Andre.


" Aku yang harusnya berterima kasih padamu karena kamu menyadarkan akan perasaanku padamu." Sahut Andre.


Andre melepas pelukannya, Ia mencium bibir Lio dengan lembut sambil menahan tengkuk Lio untuk memperdalam ciumannya. Andre melu*** lembut bibir Lio. Ia mengekspos setiap inchinya. Lio memejamkan matanya menikmati sensasi panas dingin yang Andre ciptakan. Setelah keduanya kehabisan pasokan oksigen Andre mengusap lembut bibir Lio dengan jempolnya.


" Makasih." Ucap Andre menatap Lio. Lio tersenyum malu malu karena ketahuan menikmati ciuman Andre.


" Jangan malu malu gitu donk, Malu malu tapi mau." Goda Andre.


" Masss ih." Ucap Lio mencubit perut Andre.


" Awh sakit sayang." Keluh Andre.

__ADS_1


" Salah sendiri." Ketus Lio.


" Sayang...." Andre menatap Lio dengan seksama.


" Iya Mas." Sahut Lio.


" I Love U." Ungkap Andre.


" Love U too." Balas Lio.


" Kita buka lembaran baru dengan penuh kebahagiaan." Ucap Andre.


" Iya Mas maafkan atas sikapku kepadamu selama ini." Ujar Lio.


" Maafkan aku juga karena aku sering melukai hatimu lewat kata kata, Sebenarnya bukan maksudku melukaimu tapi aku hanya sedang menepis perasaanku sendiri." Ucap Andre.


"Iya Mas aku sudah memaafkanmu." Sahut Lio.


" Lihatlah ke atas." Ucap Andre menunjuk ke atas langit membuat Lio mendongak.


Ciiiitttttt Duarrrrrr pyarrr..... Kembang api dengan tulisan


...Im So Sorry...


Ciiitttt Duarrrrr Pyarrrr...... Kali ini bertuliskan


...LIO I ❤U...


Lio menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia menatap haru wajah Andre.


" Masss." Pekik Lio.


" Semua itu untukmu, Seperti indahnya kembang api itu, Seindah Itulah cintaku padamu Nona Liona Permana, Aku akan mengukir kisah indah dalam hidup kita." Ucap Andre.


" Makasih Mas." Ucap Lio memeluk Andre.


" Ajukan surat pengunduran dirimu, Mulai besok kita hanya akan fokus untuk pengobatanmu di Negara S." Ucap Andre.


" Sekarang tidurlah aku akan menemanimu tidur di sini." Ucap Andre menuntun Lio mendekati ranjang.


" Boleh aku memelukmu?" Tanya Andre meminta ijin.


" Boleh Mas." Sahut Lio.


Keduanya tidur berpelukan. Untuk pertama kalinya mereka tidur layaknya sepasang suami istri. Andre tidak tahu apakah dia harus bahagia atau sedih. Ia bahagia karena Lio menerima cintanya tapi Ia juga sedih karena mengetahui penyakit yang Lio derita. Andre berharap pengobatannya akan mendapatkan hasil yang luar biasa.


Pagi hari setelah Lio mengajukan surat pengunduran dirinya, Lio dan Andre mampir ke rumah Kia untuk berpamitan.


" Halo Ki, Gimana kabar Babby nih?" Sapa Lio memeluk Kia.


" Alhamdulillah baik, Perkembangannya bagus." Sahut Kia.


" Syukurlah aku ikut bahagia." Ujar Lio.


" Duduk dulu Bang aku panggil Mas Indra dulu." Ucap Kia.


Kia berjalan menuju kamarnya memanggil Indra yang baru selesai mandi.


" Mas ada Bang Andre sama Lio di bawah." Ucap Kia.


" Ayo kita temui mereka." Ajak Indra merangkul pundak Kia.


Mereka turun ke bawah menghampiri Andre di ruang tamu.


" Pagi Ndre." Sapa Indra.


" Pagi Ndra, Duduklah ada yang ingin aku bicarakan padamu." Ucap Andre.

__ADS_1


" Katakan." Titah Indra setelah duduk di sofa sebrang Andre.


" Aku ijin cuti selama enam bulan." Ucap Andre.


" Enam bulan? Mau kemana selama itu? Mau honeymoon? Apakah harus selama itu?" Tanya Indra dengan tatapan menyelidik.


" Lio mau menjalani pengobatan di Negara S." Sahut Andre.


" Kamu sakit apa Li?" Tanya Kia.


" A.... Aku...." Ucap Lio gugup antara ingin terbuka dan malu menjadi satu.


" Kanker rahim stadium satu." Sahut Andre.


" Astaga...." Pekik Kia menutup mulutnya.


" Baiklah aku ijinkan, Temani Lio sampai kesembuhannya aku hanya bisa mendoakan semoga di beri keberhasilan dan kesehatan kembali." Ucap Indra.


" Makasih Ndra, Sore ini juga aku berangkat ke sana." Ujar Andre.


" Baiklah apa uangmu cukup untuk hidup berdua di sana?" Tanya Indra.


" Insya Allah cukup kalau tidak aku akan meminta padamu." Kekeh Andre.


" Jangan sungkan aku akan selalu membantumu, Kalau masalah uang.. Uangku uangmu juga tapi kalau masalah istri beda lagi." Ucap Indra.


" Sialan Lo, Gue udah punya istri sendiri Broo." Cebik Andre melempar bantal ke arah Indra.


" Sepulang dari sana resmikan pernikahan kalian dan adakan resepsi di rumah baru kalian." Ucap Indra.


" Rumah baru? Rumah baru yang mana? Uangku tidak cukup jika harus membeli rumah baru Bro." Protes Andre.


" Di Perumahan tamara residences aku akan membelikannya untuk kalian sebagai kado pernikahan dan ucapan selamat atas kesembuhan Lio, Makanya semangat berjuang demi kesembuhan Lio jika kau tidak mau kehilangan rumah itu." Ujar Indra.


" Ah tentu Broo makasih doa dan dukungannya." Ucap Andre.


" Semangat ya Li, Yakinlah pada Tuhan jika Dia akan memberikanmu kesembuhan agar kita bisa berkumpul di sini lagi." Ucap Kia.


" Makasih Ki, Makasih Kak Indra atas dukungan dan doa kalian untuk kami, Maaf kami tidak bisa membalasnya." Ucap Lio.


" Balaslah kami dengan kebahagiaan kalian berdua." Sahut Indra.


" Tentu." Balas Lio dan Andre bersamaan.


" Kalau begitu kami permisi." Ucap Andre.


" Hati hati selalu kabari kami jika terjadi sesuatu pada kalian berdua." Ujar Indra.


" OK." Sahut Andre.


" Aku pergi dulu Ki, Jangan kangen ya." Kekeh Lio.


" OK aku nggak akan ngangenin kamu supaya kamu bisa tenang di sana nggak kepikiran yang di sini." Ujar Kia.


" Aku titip Papaku ya kalau ada apa apa bantulah dia." Ucap Lio.


" Siap tenang saja pasrahkan semuanya pada Mas Indra." Sahut Kia.


" Kok aku sih Yank?" Tanya Indra.


" Ya kalau aku yang jengukin Pak Romi entar kamu cemburu." Ujar Kia.


" Ah iya juga ya.." Sahut Indra menggaruk kepalanya membuat semuanya tertawa.


TBC....


*Jangan lupa like vote hadiah dan komentnya... Makasih atas dukungan yang telah kalian berikan kepada author...

__ADS_1


Semoga semuanya sehat dan selalu dalam Lindungannya... Ikuti prokes ya sebagai ikhtiar kita agar terlindung dari virus yang sedang merajalela...


Miss U All*


__ADS_2