
Pagi ini Kia sudah bersiap untuk menjenguk Dimas di rumah sakit. Indra baru saja mandi saat ini Ia sedang kesusahan memakai kemejanya. Sedangkan Kia masih sibuk mengaplikasikan make up pada wajahnya.
" Say." Panggil Indra menatap Kia dari pantulan cermin.
" Hmm." Gumam Kia.
" Say...." Kia menoleh menatap Indra yang sedang memakai satu lengan kemejanya. Kia menghela nafasnya, Ia segera menghampiri Indra dan membantunya memakai kemejanya.
" Say... Kok sekarang kamu berubah si? Nggak perhatian lagi seperti dulu." Ujar Indra.
" Buat apa perhatian jika ujung ujungnya di sia siakan." Sahut Kia dingin.
" Maaf." Ucap Indra menundukkan kepalanya.
Setelah selesai Indra segera turun ke bawah tanpa mengajak Kia, Ia sedih dengan sikap dingin Kia yang sekarang. Ia tidak mau sampai hilang kendali lagi. Sedang Kia menatap kepergiannya dengan mata nanar.
" Maaf Mas... Aku sudah berusaha tuk melupakan dan mengikhlaskan semua tapi rasanya masih sakit dan kesal jika mengingat kejadian itu.... Ya Tuhan sampai kapan aku bisa melupakan kesalahan suamiku? Kenapa rasanya begitu berat?" Gumam Kia dalam hati.
Kia segera menyusul Indra turun ke bawah, Di sana Indra sudah mengambil makanannya sendiri tanpa menunggu Kia. Kia tidak mau ambil pusing, Ia segera menghabiskan makanannya.
" Mas aku pergi dulu." Ucap Kia menyalami Indra dengan takzim.
" Hmmm Hati hati." Sahut Indra sedikit berat melepas kepergian istrinya untuk bertemu pria lain, Tapi Ia sudah mengijinkannya bukan?.
Kia mengendarai mobil sampai rumah sakit, Candra sudah menunggunya di depan untuk menjemputnya, Karna tanpa adanya kartu tunggu Kia tidak di perbolehkan masuk karna belum waktunya jam besuk.
" Terima kasih udah mau datang." Ucap Candra.
" Its OK semoga aku bisa membantumu." Sahut Kia.
Mereka berjalan masuk ke dalam menuju ruangan dimana Dimas di rawat. Setelah masuk Kia menatap seorang Pria yang terbaring lemah dengan berbagai alat medis menempel pada tubuhnya. Kia mendekati Dimas, Ia duduk di bangku di dekat ranjang. Candra duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
" Hai Dim.. Masih setia aja tidur nggak bangun bangun, Nyenyak banget ya.." Sapa Kia menggenggam tangan Dimas.
__ADS_1
" Maaf Mas aku menggenggam tangan pria lain, Aku hanya berniat membantunya sadar tanpa ada niatan menyakiti apalagi mengkhianatimu." Batin Kia.
" Dimas maafkan aku jika aku telah membuatmu menjadi seperti ini, Aku benar benar meminta maaf, Bangunlah Dim jangan membuatku merasa bersalah, Bangunlah lanjutkan hidupmu kau akan menemukan pendamping hidup yang akan selalu menyanyangimu." Ucap Kia masih menggenggam tangan Dimas.
" Sebenarnya kamu orang baik, Kamu selalu membuatku tertawa, Kamu selalu menuruti apapun keinginanku, Sekarang bangunlah gantian aku yang akan menuruti keinginanmu sebagai temanmu, Ku mohon bangunlah... Kita bangun hubungan baru menjadi teman, Apa kau setuju? Jika kau setuju bangunlah atau setidaknya beri petunjuk jika kau meresponku" Celoteh Kia. Kia menatap wajah Dimas yang mengeluarkan air mata. Kia lega setidaknya Dimas mulai meresponnya.
" Aku tahu kamu mendengarku, Berjuanglah untuk kembali ke duniamu aku akan menanti saat itu, Aku akan menemanimu sampai kau pulih dan setelah itu aku akan mencarikan jodoh untukmu...Hhhh Ya aku akan mencarikan jodoh untukmu... Gadis cantik yang akan selalu menyayangimu, Gimana Tuan Candra apa anda keberatan jika aku mencarikan jodoh untuk Dimas?" Tanya Kia menatap ke arah Candra.
" Tidak aku palah senang jika Dimas mau mendengarkanmu." Sahut Candra.
" Tuh Tuan Candra setuju lho kalau aku mencarikan jodoh untukmu, Bangun donk biar aku semangat mencarikannya." Ucap Kia.
Setelah itu Kia berceloteh panjang lebar mengenang masa masa kuliahnya dulu.
" Hei.. Kau tahu tidak? Aku baru ingat kalau kamu ternyata cowok yang suka ngikutin aku ke perpustakaan kampus, Kamu suka menutupi wajahmu dengan buku, Pernahkan sampai bukunya kebalik?" Seru Kia.
" Ah ya sudah kalau kamu belum mau bangun, Aku pulang dulu ya, Besok aku kesini lagi." Ujar Kia. Saat Kia hendak beranjak tiba tiba tangan Dimas menggenggam tangannya. Kia menatap ke arah tangannya dengan tidak percaya. Begitu besar cinta Dimas untuknya kah hingga Ia sadar menunggu kedatangannya.
" Tuan Candra... Dimas menggenggam tanganku." Pekik Kia. Candra segera berjalan menghampiri Kia.
" Saya akan memanggil Dokter dulu." Candra segera keluar ruangan untuk memanggil Dokter.
Tak berapa lama Candra kembali bersama Dokter dan seorang suster. Dokter segera memeriksa keadaan Dimas. Dimas memang belum membuka matanya tapi Ia tidak melepas genggaman tangannya.
" Bagaimana keadaannya Dok?" Tanya Candra.
" Keadaannya mulai membaik, Seluruh organ vital mulai berfungsi dengan normal." Jawab Dokter.
" Tapi kenapa dia belum sadar?" Tanya Candra lagi.
" Semua butuh proses Pak, Dan proses itu bertahap... Terus ajak pasien bicara agar cepat sadar dari komanya." Saran Dokter.
" Berapa waktu yang Ia butuhkan untuk kembali sadar Dok?" Tanya Kia.
__ADS_1
" Saya rasa tidak butuh waktu lama jika anda terus menyemangatinya." Sahut Dokter.
" Dia belum sadar tapi kenapa dia masih menggenggam tangan saya Dok?" Kia menatap ke arah Dokter meminta penjelasan. Pak Dokter hanya tersenyum..
" Di alam bawah sadarnya pasien tidak mau kehilanganmu Nona." Jawab Dokter.
" Baiklah kalau begitu saya permisi dulu, Tetap semangati pasien Nona." Ucap Pak Dokter.
" Baik Dok terima kasih." Sahut Kia.
" Tuan Candra Dimas menggenggam tanganku erat sekali susah untuk di lepas." Ucap Kia mencoba membuka jari jari Dimas agar genggamannya terlepas.
" Tunggu sebentar lagi mungkin Ia akan mengendorkan pegangannya." Sahut Candra.
" Dimas... Aku mau pulang dulu, Sudah seharian aku di sini, Besok aku ke sini lagi, Lepas ya.." Ujar Kia. Perlahan genggaman Dimas melemah dan Kia berhasil melepas genggamannya.
" Aku baru pertama kali melihat kekuatan cinta mampu berbuat hal di luar logika, Bukankah biasanya orang yang koma tidak punya kekuatan? Apalagi untuk menggenggam erat tangan seseorang... Aku yakin Dimas sangat tulus mencintaimu, Dia tidak mau kehilanganmu Nona Kia." Ujar Candra.
" Seandainya waktu bisa di putar kembali, Akulah orang pertama yang akan melamarmu untuk Sepupuku ini, Sayang waktu tidak akan pernah kembali lagi.. Terima kasih untuk hari ini, Aku masih butuh bantuanmu esok hari." Sambung Candra mengatupkan kedua tangannya.
" Sama sama Tuan Candra, Semoga Dimas segera sadar dan bisa beraktifitas bersama keluarga seperti dulu lagi, Saya permisi." Ucap Kia. Kia segera keluar menuju parkiran mobilnya.
Sedang di dalam ruangan Candra duduk di kursi yang tadi di tempati Kia. Ia menatap wajah pucat Adik Sepupunya ini.
" Maafkan aku Dim yang telah membuat orang yang kamu cintai bersedih karna kehilangan calon anaknya, Aku terpaksa melakukan itu karna aku dendam dengan mereka yang telah membuatmu seperti ini, Tapi tak ku sangka ternyata wanita yang kau cintai berhati malaikat, Aku telah salah menilainya, Gea menghasutku dan mengatakan tentang keburukan yang Kia lakukan kepadamu, Aku tidak terima dengan semua itu, Hingga akhirnya aku menyusun rencana untuk menghancurkan mereka..." Jelas Candra menghela nafasnya, Ia menitikkan air mata di pipinya.
" Aku menang Dim.... Aku membuat hubungan mereka berjarak, Bahkan aku membuat Indra membela Gea hingga Ia menarik kasar Kia dan membuat Kia jatuh terguling dari atas tangga, Ternyata saat itu Kia sedang hamil Dim...Hiks... Kia kehilangan Calon anaknya... Kia membenci Indra bahkan Kia sempat berencana menceraikan Indra... Aku bahagia saat itu, Aku tertawa atas kemenangan yang aku capai..." Ujar Candra tersenyum kecut. Candra menatap tangan Dimas yang terkepal erat.
" Tapi saat melihat kebaikannya, Aku menyesali semua perbuatanku Dim... Aku menyesalinya... Aku minta maaf... Aku yakin kau tidak terima dengan apa yang aku kakukan padanya bukan? Maka dari itu bangunlah... Pukul aku... Hajar aku... Lampiaskan amarahmu padaku karna telah membuat Kia menderita.... Bangunlah Dim.. Bangunlah..." Ujar Candra menggenggam tangan Dimas.
" Tanganmu bahkan terkepal ingin memukulku.. Aku siap menerima bogeman darimu tapi ku mohon sekarang bangunlah..." Isak Candra.Ia sangat menyayangi Dimas sebagai adiknya sendiri. Dimas banyak membantu keluarga Candra dari tenaga hingga materi yang tak terkira nilainya. Maka dari itu Candra ingin sekali Dimas bangun dan hidup bahagia bersama keluarganya....
**TBC.....
__ADS_1
Makasih untuk para readers karna sudah memberikan doa dan dukungannya untuk author.. Makasih semuanya... Baca juga cerita author yang lainnya ya... Author tunggu di sana
...Miss U All**...