Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
28. Pria Bernama Dirga


__ADS_3

Seorang gadis berusia dua puluh tahun yang bernama Rea menarik tangan seorang pria tampan dari perkebunan teh menuju rumahnya.


" Kamu ini bandel banget sih! Sudah aku bilang jangan kemana mana! Nanti kalau kamu hilang gimana? Kan aku yang susah harus mencarimu kemana mana, mana tidak ada keluarga yang mencarimu lagi, siapa sih sebenarnya dirimu? Kamu turun dari planet mana sehingga bisa sampai sini, ah tidak ada gunanya mengomel denganmu karena kamu hanya akan diam saja." Gerutu Rea menghadap pria itu sambil berkacak pinggang.


" Sekarang itu waktunya kamu terapi, kenapa harus pergi? Apa kamu nggak mau sembuh dan kembali pada keluargamu? Apa kamu mau dalam kondisi seperti ini selamanya?" Tanya Rea. Pria tampan itu hanya menggelengkan kepalanya.


" Ada apa lagi dengan Nak Dirga Rea?" Tanya seorang tabib dari negeri C. Sebut saja namanya Paman Ah Tong.


" Biasa Man, si Dirga keluyuran sampai ke perkebunan teh, bikin sudah aja." Kesal Rea.


Ya... Seorang pria tampan, yang Ia dan ayahnya temukan di aliran sungai di desa sebelah. Rea memanggilnya Dirga karena pria itu memakai kalung dengan liontin bertuliskan Dirga. Saat itu kondisinya begitu memprihatinkan, Dirga mengalami koma hingga hampir satu bulan lamanya. Rea tidak membawanya ke rumah sakit karena tidak punya uang. Ia pernah menanyakan biaya pengobatan untuk Dirga, dan pihak rumah sakit menyebutkan nominal yang begitu fantastis menurut Rea, jadi Ia hanya memanggil tabib hebat yang sudah tersohor di kotanya ke rumahnya untuk memantau kondisi Dirga.


Kata Tabib Ah Tong, Dirga mengalami benturan keras di bagian kepalanya sehingga merusak syaraf syaraf pada otaknya yang membuat sebagian syarafnya tidak berfungsi dengan baik. Dan semua itu terbukti saat Dirga bangun dari komanya beberapa hari yang lalu, dia tidak bisa bicara ataupun sekedar menulis nama atau alamat yang bisa di hubungi. Entah dia hilang ingatan atau tidak yang jelas saat ini Dirga lebih mirip dengan orang bloo*.


" Sabar Rea, mungkin Dirga bosan kamu kurung di rumah aja." Ujar Ah Tong.


" Biasanya juga aku bawa dia jalan jalan Paman kalau aku tidak sibuk, hari ini aku sibuk mengurus peternakan dan juga pekerjaan rumah, kan bikin kesel kalau harus nyari nyari dia juga." Ucap Rea cemberut.


" Ya sudah ayo masuk, Paman akan melakukan terapi padanya lagi, semoga Dirga cepat sembuh dan bisa kembali kepada keluarganya lagi jadi Durga tidak akan merepotkan kamu lagi." Ujar Paman Ah Tong.


Entah mengapa hati Rea mencelos mendengar ucapan Paman Ah Tong. Hatinya merasa tidak rela jika Dirga kembali kepada keluarganya, tapi Rea menepis pikiran itu.


" Ayo ikuti aku." Ucap Rea kepada Dirga yang di angguki kepala olehnya.


Ketiganya masuk ke dalam rumah Rea. Rumah sederhana yang bertengger di sekitar perkebunan. Ayahnya yang bernama Pak Ruli memiliki peternakan sapi yang di perah susunya di desa sebelah. Setiap ada waktu Rea selalu membantu ayahnya mengecek peternakannya, karena Pak Ruli sudah punya pegawai sendiri yang mengurus sapinya.


" Kamu ikuti apa yang Ah Tong perintahkan, jangan pergi sebelum selesai." Ucap Rea mendudukkan Dirga di sofa.


" Aku tinggal dulu Paman." Sambung Rea.


" Baiklah." Sahut Paman Ah Tong.

__ADS_1


Saat Rea hendak pergi, Dirga mencekal tangannya membuat Rea menoleh ke arah Dirga yang sedang menatapnya. Rea tahu apa maksud Dirga, Dirga tidak mau di tinggal Rea.


Ya... Dirga sangat dekat dengan Rea, Ia tidak mau jauh dari Rea. Dirga juga akan selalu mengikuti Rea kemana mana sehingga menimbulkan pertanyaan dari para tetangga di sekitarnya. Tapi dengan lantangnya Rea mengatakan jika Dirga adalah calon suaminya yang sedang membutuhkan perawatan, sehingga Dirga harus tinggal di rumahnya dan di rawat oleh Rea karena Dirga sudah tidak punya siapa siapa lagi. Benar benar alasan konyol.


" Tenanglah aku tidak akan pergi kemana mana, aku hanya mau masak untuk makan malam kita, jadi kamu di sini dulu sama Paman, aku akan segera menyiapkan makan malam setelah aku selesai memasak ok." Ujar Rea. Dirga melepas cekalannya sambil menganggukkan kepalanya.


Rea berjalan menuju dapur, sedangkan Dirga menjalani terapinya. Satu jam kemudian, Rea menata makanan di meja makan. Setelah selesai Ia menghampiri Dirga yang sedang duduk di ruang tamu. Paman Ah Tong sudah pulang beberapa waktu lalu.


" Mas Dirga ayo kita makan, Ayah akan pulang telat malam ini jadi kita makan duluan." Ucap Rea menatap Dirga. Dirga hanya menganggukkan kepalanya.


Rea kembali ke meja makan di ikuti Dirga dari belakang.


" Duduklah." Ucap Rea.


Rea mengambilkan makanan untuk Dirga, lalu Ia sajikan di depan meja Dirga.


" Makanlah." Ucap Rea.


" Begini ya makannya." Ucap Rea mencontohkan cara makan kepada Dirga. Dirga menatapnya lalu mengikuti seperti apa yang Rea lakukan.


Rea makan dengan santai, sedangkan Dirga justru terus menatap Rea.


" Jangan menatapku begitu nanti kamu jatuh cinta padaku, ya kalau kamu belum menikah sih ok ok aja Mas, tapi kalau ternyata kamu sudah nikah terus sudah punya anak, bisa bisa nanti aku di cap sebagai pelakor." Ucap Rea menatap Dirga.


" Tapi apa kau tahu? Hatiku rasanya sakit saat aku membayangkan kalau kamu akan sembuh terus kembali kepada keluargamu dan meninggalkan aku, entah mengapa ada rasa tidak rela dalam hatiku." Ujar Rea.


Dirga tersenyum mendengar ucapan Rea.


" Dih senyum, jangan senyum lagi karena apa? Karna senyumanmu terlalu manis untuk aku abaikan, senyumanmu membuat hatiku meleleh." Sambung Rea.


Dirga mencondongkan tubuhnya ke depan membuat wajah mereka semakin dekat. Dirga mengambil sebutir nasi yang menempel di sudut bibir Rea, jantung Rea dag dig dug jeder menatap wajah Dirga dengan jarak sedekat ini.

__ADS_1


Setelah itu Dirga menjauhkan tubuhnya dari Rea membuat Rea merasa salah tingkah.


" Duh jantungku kok deg degan gini ya... Sadar Rea... Dia bukan milikmu, kamu harus menjaga hatimu Rea, jangan sampai kamu jatuh hati padanya, bagaimana jika dia sudah menikah? Apalagi kalau di lihat dari tubuhnya sepertinya dia orang kaya, ganteng lagi... Pasti dia udah nikah atau minimal dia udah punya calon istri." Gumam Rea dalam hatinya.


" Ya udah habiskan makanannya, terus bersihkan diri dulu sebelum tidur." Ujar Rea. Dirga menganggukkan kepalanya.


Setelah selesai makan malam Rea mengantar Dirga ke kamarnya.


" Sekarang tidurlah di sini, aku juga mau tidur di kamarku." Ucap Rea sambil menepuk kasur.


Dirga menggelengkan kepalanya tanda Ia tidak mau di tinggal Rea.


" Sekarang sudah malam, aku sudah mengantuk jadi aku mau tidur, kita tidak boleh tidur dalam satu kamar karena kita tidak ada hubungan apa apa, kalau kamu sudah sembuh terus kita sudah menikah baru kamu boleh tidur sama aku, ngerti kan?" Terang Rea menatap Dirga.


Dirga menganggukkan kepalanya.


" Pinter, sekarang tidurlah! Ingat jangan kemana mana atau aku tidak akan mau mencarimu lagi, biarkan saja kamu hilang aku tidak peduli " Ancam Rea di balas gelengan kepala oleh Dirga.


" Bagus..." Ucap Rea keluar dari kamar Dirga lalu menutup pintunya. Rea bersandar pada pintu sambil menghela nafasnya dalam dalam.


" Hah... Kalau begini caranya aku nggak akan bisa menahan diriku, ah.... Wajahnya begitu tampan membuat hatiku terpikat dengannya." Monolog Rea meninggalkan kamar Dirga.


Udah terjawab kan rasa penasaran para reader semua???????


Pasti tebakannya pada benar semua nih...


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya biar authornya semangat.


Terima kasih untui para reader yang sudah mensuport author semoga sehat selalu....


Miss U All....

__ADS_1


TBC......


__ADS_2