Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Permainan Kia


__ADS_3

Kia dan Indra menuju kamar sebelah, Disana terlihat Rania sedang terlelap di balik selimut. Kia menatap Indra, Ia tidak mau Indra melihat tubuh wanita lain.


" Tutup mata mas, jangan Liat." Bisik Kia.


" Enggak minat Say." Balas Indra.


" Ingat... akting yang bagus, dan harus berhasil."Ucap Kia.


" Iya Iya..." Indra tersenyum, Ia tidak menyangka istrinya ternyata pandai berakting. Tapi Indra juga deg degan karna di sini Ia yang akan menjadi pemeran utamanya.


" Engh..." Lenguh Rania. Kia segera keluar menutup pintunya kembali. Sedang Indra duduk di tepi ranjang, dengan hati yang was was, takut kalau Rania tiba tiba memeluk atau menciumnya.


" Indra.." Rania membuka matanya, Ia duduk bersandar sambil menarik selimut agar menutupi tubuhnya.


" Hiks...hiks... apa yang kamu lakukan padaku Ndra, kau telah menodaiku..." Isak Rania memulai aktingnya.


Sedangkan di luar, Kia sedang menanti kedatangan Dimas, Ia tadi sudah menghubungi Dimas untuk menemaninya menggrebek Indra dan seseorang di dalam. Tak lama kemudian, Dimas pun datang.


" Kia..." Panggil Dimas.


" Dim.. maaf kalau aku merepotkanmu, aku gak mungkin kan hubungi Rey, dia pasti akan membela Indra, rasanya aku gak kuat untuk melihatnya Dim, ada seseorang yang mengirim foto Indra kepadaku, Dia ada di kamar ini Hiks..." Kia mengusap air matanya.


" Tenanglah ada aku, ayo kita lihat perbuatan l*kn*t suamimu." Ujar Dimas. Kia mengepalkan tangannya mendengar Dimas mencela suaminya.


Brak...... Dimas mendobrak Pintunya,


" Mas Indra..." Teriak Kia.


Indra dan Rania menoleh kearah suara, Kia mendekati Indra yang duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


" Mas apa yang kamu lakukan, Kau mengkhianatiku, kau menodai cinta kita, kau membohongiku, aku membencimu." Teriak Kia, Dimas dan Rania sama sama tersenyum.


" Maaf Ki." Balas Indra sambil menunduk.


" Kau... kau wanita penggoda." Kia menunjuk Rania.


" Bukan aku yang menggoda, Indra yang menginginkannya, aku hanya menurutinya Saja." Kilah Rania.


" Ah.... kalian berdua pasangan pengkhianat, pasangan l*kn*t, tidak punya malu, tidak punya harga diri, aku sangat membenci kalian." Teriak Kia.


" Maaf mas, maafin atas semua kata kataku, aku takut durhaka padamu, jangan mengutukku." Gumam Kia dalam hati.


" Tenanglah Ki, jangan kau tangisi laki laki b*jat sepertinya, aku tidak menyangka kau bisa melakukan hal serendah ini Ndra." Ujar Dimas.


" Dimas..." Kia memeluk Dimas, membuat Dimas tersenyum, sedangkan Indra mengepalkan tangannya.


" Baiklah ayo.." Dimas merangkul Kia membawa pergi dari sana. Sebelum keluar Dimas memberi acungan jempol kepada Rania. Rania tersenyum bahagia, akhirnya rencananya berjalan dengan lancar.


" Aku minta kamu tanggung jawab sama aku, aku gak mau hamil tanpa suami." Ucap Rania setelah kepergian Dimas dan Kia.


" Dasar b*tch, enak aja tanggung jawab, yang buat siapa." Batin Indra.


" Maaf aku gak bisa melakukan apapun, kau sudah tidak suci lagi saat aku menyentuhmu." Wuek..... rasanya Indra pengin muntah.


" Tapi selama ini aku sudah tidak pernah melakukan dengan siapapun, aku takut hamil Ndra, aku tidak mau tahu aku mau kamu bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan kepadaku." Ujar Rania.


" Terserah, kita melakukannya atas dasar suka sama suka, jadi kau tidak bisa menuntut apapun padaku." Indra beranjak segera berlalu dari sana. Ia mual melihat tingkah laku Rania.


Indra segera berlalu dari sana, tak jauh dari kamarnya Rey sudah menunggunya untuk mengantar Indra pulang.

__ADS_1


" Gimana." Tanya Rey.


" Gak gimana gimana, kemana cecunguk satu itu membawa istriku." Kesal Indra.


" Sabar uy... sabar, Kemanapun Dimas membawa Kia, pasti Dia akan aman, kamu aja yang suaminya gak bisa melawan apalagi Dimas, Istrimu kalau sudah beraksi gak main main broo." Ujar Rey. Indra tersenyum mengingat tingkah laku Kia, Kia akan lemah lembut jika menghadapinya, tapi akan berubah kalau menghadapi musuh beh.... gak ada kalahnya.


" Ngapain senyum senyum, ingat tadi malam." Tanya Rey sambil mengikuti langkah Indra.


" Lo yang kirim Kia kemari." Selidik Indra.


" Siapa lagi, emang lo mau berakhir dengan Rania seperti pagi ini." Sindir Rey.


" Cuma akting Rey, rese' lo, eh by the way thank you ya lo udah bikin gue menjadikan Kia sebagai istri gue sepenuhnya." Ucap Indra.


" Never Mind, oh ya semua bukti di kamar Rania udah aku save, aku kirim juga ke ponsel Kia." Sahut Indra.


" Ok makasih bro... By the way Lo udah move on belum dari bini gue." Tanya Indra.


" Lo mau tahu, Nih liat." Rey memberikan ponselnya yang menampilkan chatnya dengan Kia.


" Rese' Lo, ganti... enak aja Yayang Yayang, Yayang gue itu." Indra segera mengedit Nomer Kia, lalu Mengembalikan ponselnya pada Rey, Rey mencoba melihat apa yang di lakukan Indra dengan ponselnya.


" Apa ini... Nyonya muda, sialan lo." Cebik Rey.


" Gak usah di ganti, kalau gak mau gue potong gaji lo." Ancam Indra, Rey hanya menghela nafasnya pasrah.


Mereka sampai di parkiran, lalu memasuki mobil. Mereka segera meninggalkan hotel yang telah banyak mengukir kenangan indah untuk Indra dan Kia.


TBC......

__ADS_1


__ADS_2