
Didalam restorant, Dimas masih duduk di sana menikmati minumannya bersama Rania.
" Aku yakin, kali ini Kia akan meninggalkan Indra, dan aku akan mengejar Indra sampai dia jadi milikku." Ucap Rania.
" Dan aku akan mendapatkan Kiki." Ujar Dimas.
" Kiki.." Rania mengernyitkan dahinya.
" Kiki panggilan sayangku untuk Zaskia." Ucap Dimas, Ia membayangkan betapa bahagianya bisa hidup berdampingan dengan pujaan hatinya.
" Hhh OK, Kita tinggal duduk manis dan menikmati hasilnya, wanita bodoh itu sangat membantu kita." Rania tertawa senang.
" Yah.. kau benar, aku sudah tidak sabar mendapatmu Kiki sayang..." Gumam Dimas.
Sedang di tempat pengintainya, Kia resah menunggu waktu yang tepat untuk masuk ke dalam sana. Ia takut Indra kenapa napa.
" Sans aja, Indra itu tertidur, Jadi Lia gak bisa ngapa ngapain, paling cuma bukain baju aja, itupun pasti akan kesusahan." Ucap Rey.
" Aku gak rela banget tau bang, Tubuh suamiku di lihat wanita lain, apalagi di sentuh, ayo donk bang buruan kita grebek aja." Sungut Kia.
" Kalau kita tiba tiba sampai sana, yang ada mereka curiga, tunggu sebentar lagi, pasti mereka akan kirim kabar sama kamu." Terang Rey.
" Ya kapan bang...lama deh." Cebik Kia.
" Ya iyalah lama, paling sekarang Lia lagi kesusahan buka bajunya Indra." Kekeh Rey.
" What.... jangan jangan nanti palah Indra yang di gituin ma Lia bang...Ih jangan sampai." Celoteh Kia.
" Orang Indranya aja tidur, ya gak bisa di gituin lah, orang tidur juniornya gak akan bisa tegang Ki." Ujar Rey.
" Mesum lo bang." Kia menngeplak tangan Rey.
__ADS_1
" Sakit Yank, KDRT ini namanya mah, eh kalau Indra di rebut sahabatmu, Kamu sama aku aja, kaya'nya emang kamu jodoh aku deh yank." Canda Rey. Kia melotot tajam kearah Rey, membuat Rey terkekeh.
" Mau ya." Goda Rey menaikturunkan alisnya.
" Oh abang maunya gitu, Kenapa harus nunggu Indra di rebut Lia, sekarang aja gimana bang, kita backstreet dari Indra." Kia mengelus pipi Rey, membuat Rey gelagapan, hanya tersentuh tangan halus Kia saja, miliknya sudah menegang. Ini mah senjata makan tuan namanya.
" Hhhhh lucu banget muka lo bang, makanya gak usah sok sokan godain gue." Kekeh Kia. Belum sempat Rey menyahut, tiba tiba ponsel Kia bergetar, Ada pesan masuk ke WA nya.
" Bang...liat nih.." Kia menyodorkan ponselnya.
08xxxxxxxx
Kalau mau liat kelakuan suami dan sahabatmu, segera ke kamar 110 hotel xx
" Dia gak tahu aja bang, kalau kita disini dari tadi." Ucap Kia sambil terkekeh.
" Baiklah saatnya sandiwara di mulai." Ujar Rey.
Mereka berjalan menuju kamar yang Indra masuki tadi , Rey hanya menunggu di luar, Kia pelan pelan membuka pintu. Ia melongo melihat pemandangan yang tak senonoh di depannya. Suaminya tidur satu selimut dengan seorang wanita yang tak lain adalah Lia sahabatnya. Ia merasa jijik melihat kelakuan sahabatnya ini.
" Mas Indra." Teriak Kia. Ia mendekat kearah ranjang, Ia tahu kalau Lia pura pura tidur.
" Mas Indra." Kia membuka selimut di tubuh Indra. Indra mengerjapkan matanya.
" Engh... Kia." Lirih Indra, Ia memijat kepalanya yang masih pusing.
" Apa yang kau lakukan mas, kau mengkhianatiku." Teriak Kia sambil menangis.
Lia seolah kaget dengan teriakan Kia, Ia segera bangun dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
" Ki....Kia.." Ucap Lia.
__ADS_1
Indra menoleh kesamping, dan betapa kagetnya Ia melihat Lia yang duduk di sebelahnya.
" Ini tidak seperti yang kamu pikirkan Sayang, aku bisa jelasin semuanya." Indra menggenggam tangan Kia. Jantungnya terasa copot mengetahui kenyataan ini.
" Apa yang perlu kamu jelasin mas, Kau mengkhianatiku dengan sahabatku sendiri... Haaa...." Kia menangis meronta ronta. Indra segera bangun lalu memeluknya. Kia menepis tangan Indra.
" Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu, Aku jijik denganmu, Aku membencimu Indra permana, aku membencimu...huuuu." Kia semakin tersedu.
Indra segera memeluk Kia. Ia bingung kenapa semuanya bisa terjadi. Seingatnya tadi Ia mau pulang, dan Lia membantunya untuk sampai ke parkiran, kenapa bisa berakhir sampai disini..
" Aku membencimu..mas.. aku membencimu... kenapa kau tega melakukan ini padaku.. kau mengkhianati pernikahan kita." Kia terus meracau, Ia memukuli dada Indra.
" Jangan seperti ini sayang, aku tidak melakukan apapun, aku tidak pernah mengkhianatimu, aku mencintaimu hanya kamu." Indra menciumi pucuk kepala Kia.
" Aku tidak percaya padamu lagi, Hatiku sakit, Hatiku hancur..." Isak Kia sambil melirik Lia yang sedang tersenyum puas. Indra memejamkan matanya, Ia tak kuasa menahan air matanya, Ia benar benar takut Kia meninggalkannya.
Sedang Lia, Ia tersenyum melihat perdebatan suami istri di depannya, Ia ingin tahu keputusan apa yang akan di ambil Kia setelah melihat suaminya. Ia berharap Kia meninggalkan Indra dengan hati yang hancur, Jadi keduanya sama sama hancur.
" Ki.. maafkan aku... Hiks.... Indra memaksaku Ki... Dia bilang... kau tidak pernah mau melayaninya, Dia memaksaku Ki... sungguh." Ucap Lia disertai dengan isakannya.
" Sungguh akting yang buruk Li." Gumam Kia dalam hati.
Kia menatap tajam mata Lia, membuat Lia sedikit gugup.
" Aku kasihan dengan nasibmu Li, Kau selalu di paksa memuaskan laki laki bejat di luar sana, mereka tidak ada yang tulus denganmu, mereka hanya menginginkan kepuasan darimu, aku ikut sedih akan hal itu Li." Sindir Kia.
Jleb.... Hati Lia seperti di tusuk belati, Ucapan Kia mengena tepat di jantungnya. Ia bagaikan wanita p*ngh*b*r di luar sana. Lia langsung beranjak ke kamar mandi. Dan Brak... Lia menutup pintu dengan keras. Kia tersenyum puas melihat Lia yang tersinggung akan ucapannya.
" Aku ingin melihat sampai di mana kau bisa menyakiti hatiku Li." Batin Kia.
TBC......
__ADS_1