Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
5. Pernikahan BRYanVANka


__ADS_3

Hari ini di jam ini Vanka resmi menjadi istri dari Bryan Dika Permana. Kini namanya menyandang marga Permana di belakangnya. Para tamu undangan bergantian mengucapkan selamat kepada mereka. Acara ijab qobul dan resepsi hanya berlangsung selama dua jam saja. Bryan sengaja meminta waktu yang singkat karna Ia tidak mau Vanka kelelahan dan akan mengakibatkan hal yang tidak di inginkan dengan kandungannya.


" Selamat sayang, sekarang kau sudah menjadi keluarga kami, semoga selalu bahagia." Ucap Mama Kia memeluk Vanka.


" Terima kasih Tante." Sahut Vanka.


" Kok Tante sih? Mama lah, kan sekarang kamu udah jadi anak Mama." Ujar Mama Kia.


" Ah iya Ma." Sahut Vanka.


" Selamat Bry, semoga kamu bisa menjadi imam yang sholeh untuk keluarga kecilmu." Ucap Papa Indra memeluk Bryan dengan satu tangannya.


" Amien makasih Pa." Sahut Bryan.


Selesai acara Bryan memboyong Vanka ke rumah keluarga Permana. Bryan menggandeng tangan Vanka hendak menaiki tangga.


" Eits mau kemana?" Tanya Mama Kia.


" Mau ke kamar Ma." Sahut Bryan.


" Ke kamarnya nanti, temui dulu keluarga yang lainnya, mereka ada di gazebo belakang." Ujar Mama Kia.


" Ma, kasihan Vanka dia capek Ma." Ujar Bryan.


" Tadi kalian kan tidak sempat bertemu mereka karna acaranya sangat singkat, jadi temui mereka walau sebentar saja." Ucap Mama Kia.


" Iya Mas nggak pa pa kita temui mereka dulu, kasihan mereka udah jauh jauh datang ke sini kan, lagian aku juga baik baik saja." Ucap Vanka.


" Tuh dengarkan kan Vanka aja nggak pa pa kok, kamunya aja yang terlalu khawatir." Cebik Mama Kia.


" Ya kan saking sayangnya Bry Ma sama Vanka jadi khawatir gitu." Sahut Papa Indra menghampiri mereka.


Vanka menatap Bryan sedangkan Bryan hanya menggaruk kepalanya saja. Saat Bryan menoleh ke arah Vanka, Vanka masih menatapnya.


" Apa Dek? Kalau sama istri memang harus sayang kan? Jadi benar kata Papa kalau Mas sangat menyanyangimu hmm." Ucap Bryan tersenyum manis ke arah Vanka membuat hati Vanka meleleh.


" Udah nanti aja romantis romantisnya, sekarang kita temui mereka dulu." Ujar Mama Kia.


" Sifat penyayang Bry mirip aku ya Yank." Ucap Papa Indra.


" Mirip Mama lah." Sahut Mama sambil berjalan menuju taman belakang.


" Bray tuh yang mirip kamu, kalau Bry mirip Papa, kalem, penyayang dan pastinya setia." Ujar Papa Indra.


" Karepmu lah Mas." Sahut Mama Kia.


Vanka dan Bryan saling melempar senyuman melihat sikap kedua orang tuanya. Keduanya berjalan di belakang Papa dan Mamanya.


" Halo pengantin baru." Sapa Oma Meri kepada kedua pengantin baru itu yang sedang berjalan menghampiri mereka semua.


" Halo Ma." Sahut Indra.

__ADS_1


" Apaan orang Mama menyapa pengantin baru kok, kalau kamu mah pengantin lawas." Cebik Oma Meri.


" Kami juga pengantin baru Ma, nanti malam aja aku mau unboxing menikmati malam pertama." Seloroh Indra.


" Nggak inget umur, yang mau unboxing itu mereka berdua, biar kalian cepet dapet cucu dan Mama dapat cicit deh." Cibir Oma Meri.


" Oma doakan dalam setahun ini kalian sudah memiliki momongan, nikmati malam pertamanya dengan sempurna ya Bry, harusnya kalian ini menginap di hotel saja jangan di rumah." Ujar Oma Meri.


" Kenapa harus di hotel Ma?" Tanya Papa Indra.


" Kalau di rumah takutnya ada tikus pengganggu kaya' kamu, yang ada mereka nggak bisa bergaya dengan bebas." Ucap Oma Meri vulgar membuat pipi Vanka memerah.


Ya Keluarga Bryan menutup aib Vanka. Mereka tidak memberitahu orang lain tentang kehamilan Vanka. Biarlah ini akan menjadi rahasia mereka, bukankah memang seharusnya aib itu di tutupi? Begitulah pemikiran mereka.


" Sayang...


" Cie cie sayang... Suit suit..." Opa Anton memotong ucapan Bryan.


" Kan masih hangat hangatnya Pa, masih pengantin baru sayangnya masih full." Sahut Oma Meri.


" Iya iya kamu bener Ma, tapi ingat Brya cinta dan sayangnya harus full sampai kakek nenek nanti, seperti kita ya kan Ma." Ujar Opa Anton.


" Iya donk." Sahut Oma Meri.


" Kalian ini membuat istriku malu aja, sayang kenalin ini Oma yang paling cerewet namanya Oma Meri, dan ini suaminya Opa Anton, mereka orang tua dari Papa." Ucap Bryan memperkenalkan mereka.


" Halo Oma, Opa, aku Devanka, panggil saja Vanka." Sapa Vanka mencium tangan Oma dan Opa bergantian.


" Terima kasih Oma." Sahut Vanka.


" Kalau yang ini, Oma Mas yang paling cantik namanya Oma Ria, dan ini suaminya namanya Opa Miko, orang tua dari Mama." Ucap Bryan.


" Oma, Opa, aku Vanka." Ucap Vanka menyalami keduanya dengan takzim.


" Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah dan warohmah sayang." Ucap Oma Ria.


" Terima kasih Oma." Sahut Vanka.


" Sayang sini Mas juga akan memperkenalkanmu dengan Papa dan Mamaku yang kedua." Ucap Bryan menggandeng Vanka menghampiri gazebo satunya.


" Halo Kakakku tersayang." Sapa Anly putri dari Papa Andre dan Mama Liona.


" Hallo adikku sayang." Sahut Bryan.


" Pa, Ma, kenalkan ini istriku." Ucap Bryan.


Vanka menatap seorang pria paruh baya yang wajahnya sangat mirip dengan Papa Indra.


" Kok mirip Papa Indra Mas?" Tanya Vanka mengerutkan keningnya.


" Kenalin sayang, aku papa mertuamu juga, Papa Andre." Ucap Papa Andre mengulurkan tangannya. Vanka segera mencium tangan Papa Andre.

__ADS_1


" Papa Andre ini kembarannya Papa Indra, aky memanggilnya Papa juga." Ucap Bryan.


" Owh, aku Vanka Pa." Sahut Vanka.


" Gadis yang cantik, tidak salah Bry memilihmu, semoga berbahagia." Ucap Papa Andre.


" Terima kasih Pa." Sahut Vanka.


Bryan beralih ke Mama Lio.


" Ini Mama Lio, istrinya Papa Andre." Ucap Bryan.


" Halo Ma." Sapa Vanka menyalami Mama Lio dengan takzim.


Setelah itu Bryan memperkenalkan Vanka dengan Paman Rey dan Tante Cindy. Setelah acara perkenalan selesai, Bryan membawa Vanka ke kamarnya untuk beristirahat, Ia tidak mau sampai Vanka kelelahan. Sungguh suami idaman.


Ceklek....


Bryan membuka pintu kamarnya. Nampaklah kamar Bryan menjadi kamar yang indah layaknya kamar pengantin pada umumnya. Dimana kelopak bunga mawar menghiasi ranjangnya.


" Mas ini?" Tanya Vanka.


" Tenanglah sayang, ini hanya ulah mereka semua yang tidak tahu tentang kita, Mas tidak akan menyentuhmu sampai kamu melahirkan dan sampai kita menikah lagi secara agama, kamu paham kan hukum menikah saat kamu hamil?" Tanya Bryan menatap Vanka.


" Iya Mas aku tahu, terima kasih atas kebahagiaan yang kamu berikan padaku." Sahut Vanka.


" Itu sudah menjadi kewajibanku sayang, kamu tidak keberatan kan kalau Mas memanggilmu sayang?" Tanya Bryan.


" Tidak Mas asal itu membuatmu nyaman." Sahut Vanka.


" Makasih sayang." Ucap Bryan menarik Vanka dalam pelukannya.


Deg... Deg... Deg...


Jantung keduanya berdetak sangat kencang. Ada desiran aneh dalam hati mereka. Mereka tidak mau buru buru menafsirkannya. Biarkan waktu yang akan menjawabnya. Yang jelas kini mereka akan memulai hidup baru dengan lembaran baru. Vanka bertekad akan melupakan perasaannya dengan Brayen dan menggantikannya dengan Bryan. Malaikat penolong yang Tuhan kirimkan untuknya.


" Selalu tersenyum bahagia sayang." Ucap Bryan.


" Kamu juga Mas." Sahut Vanka.



Maaf neng fotonya author pinjem...


Dedek Devanka nih.... Gimana? Imut kan?


TBC....


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensupport author... Semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All....


__ADS_2