Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Resepsi


__ADS_3

Dimas berjalan kearah mereka untuk memberi selamat. Kia dan Sakti saling pandang, lalu mereka segera berdiri.


" Selamat Bro..." Dimas memeluk Indra tapi matanya menatap Kia.


" Makasih." Sahut Indra singkat.


" Pertahankan dia sebaik mungkin, Karna aku akan merebutnya darimu." Bisik Dimas, Indra seketika menegang, Ia menatap Dimas yang beralih pada Kia.


" Selamat Nona Zaskia." Dimas menjabat tangan Kia.


" Semoga selalu bahagia, Kalau Tuan Indra menyakitimu, Dan tidak mampu menjagamu, Maka larilah padaku, Aku selalu siap menerimamu." Sambung Dimas dengan senyuman mengejeknya, membuat Kia segera menarik tangannya.


" Jangan buang buang waktumu Tuan Dimas, Karna bagaimanapun, Suamiku tidak akan pernah menyakitiku, Apalagi membuatku lari menjauh darinya, Dia akan selalu membuatku lari mendekat kearahnya, dan mendekap tubuhnya." Ujar Kia sambil mengelus mesra lengan Indra.


Dimas mengepalkan tangannya. Ia segera pergi dari atas sana. Hatinya bergemuruh merasa di permalukan oleh Kia. Indra menatap kagum pada istrinya, Kia mampu mengatasi ejekan orang lain dengan tenang, tapi sekali ucap, langsung tepat sasaran.


" Mas tidak pa pa." Tanya Kia setelah mereka duduk kembali.


" Dont worry Im Fine." Sahut Indra.


" Harus donk, jadi suami seorang Zaskia harus kuat mental, Karna akan banyak rival di mana mana." Kia mengerlingkan matanya, membuat Indra tersenyum.


Belum sempat Indra menyahut ucapan Kia, Sudah ada tamu lagi yang memberi selamat pada mereka, yang akhirnya membuat mereka berdiri lagi.


" Selamat pak, Semoga bahagia." Ucap David.


" Terima kasih." Sahut Indra.


" Selamat untukmu Kia, Semoga selalu bahagia, dan jangan lupakan aku." Ujar David sambil menjabat tangan Kia. Kia melirik kearah Indra yang sedang menatapnya dengan tatapan horor.


" Eh... terima kasih ya, Silahkan nikmati hidangannya." Sahut Kia menarik tangannya. David segera pergi dari sana, Ia tidak kuat menahan nyeri di hatinya.


"Rival lagi." Gumam Indra masih di dengar Kia.


" Apasih, Bukan kok, Cuma saudara jauh aja." Kia duduk serong menatap Indra.


" Apanya yang bukan, Saudara kok natap kamunya penuh damba gitu." Cebik Indra.

__ADS_1


" Masa' Sih.. Perasaan biasa aja deh." Sahut Kia.


" Ya nggak biasalah, Emang aku gak bisa bedain apa." Sungut Indra.


" Bedain apanya Mas..." Tanya Kia.


" Bedain cara pandangnya Say... polos amat." Jawan Indra.


Tiba tiba terdengar suara yang familiar menurut Kia dari arah panggung musik sana. Indra dan Kia menoleh secara bersamaan.


" Untuk seseorang yang berhasil mendapatkan pujaan hatiku." Ucap David membuat para tamu bertepuk tangan riuh. Suara musik mulai mengalun indah, di susul suara David yang merdu.


Reff


Aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku tuk nya


Bahagiakan dia kau sayangi dia


Kan ku ikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


Kan ku terima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya


David terus bernyanyi sambil menatap Kia, membuat Kia merasa tidak nyaman. Sedangkan Indra memilih pergi dari sana, meninggalkan Kia sendirian di kursi pengantinnya. Indra takut tidak bisa menahan emosinya. Kia kebingungan dengan sikap Indra, Ia memilih menyusulnya untuk menanyakannya pada Indra. Sebelum itu Kia meminta seseorang untuk memanggil mama Ria.


" Ada apa sayang." Tanya mama Ria setelah berada di depan Kia.


" Ma, aku capek, boleh istirahat di kamar tidak." Tanya Kia.


" Boleh, Kebetulan acara sebentar lagi selesai kok, Ayo mama bantu." Mama Ria membantu mengangkat bagian bawah gaun Kia, agar Kia bisa bebas berjalan. Pelan pelan Kia menaiki tangga menuju kamarnya. Setelah sampai di depan kamar Indra, mama Ria meninggalkannya dan kembali ke acara.


Ceklekkkk

__ADS_1


Kia mendorong pintu dengan pelan, Kia menatap Indra yang sedang tiduran di sofa dengan memejamkan matanya.


" Kamu baik baik saja mas." Tanya Kia setelah berada di depan Indra.


" Hmm." Sahut Indra.


" Aku mandi dulu ya mas." Ucap Kia dan hanya di balas deheman oleh Indra.


Kia segera berjalan menuju kamar mandi. Di dalam kamar mandi, sebenarnya Ia sedikit kesusahan membuka resletingnya, Tapi saat Ia memanggil manggil Indra, tidak ada sahutan, Ia mencoba membuka sendiri, dan akhirnya berhasil. Selesai mandi Kia keluar kamar mandi, Ia menghampiri Indra yang masih tiduran di sofa.


" Mas... mandi gih." Kia mengguncang pelan bahu Indra, membuat Indra membuka mata. Tanpa berbicara apa apa, Indra segera beranjak dan melangkah menuju kamar mandi. Kia menyiapkan baju untuk Indra.


Indra telah menyelesaikan ritual mandinya, Saat ini, Ia sedang kesusahan memakai kemejanya. Kia hanya menatapnya saja, menunggu Indra meminta bantuannya. Tapi di tunggu tunggu, Indra tetap tidak mengeluarkan suaranya. Kia yang tidak tega melihatnya, langsung mengambil alih kemeja itu dan membantu Indra memakainya.


" Disini ada orang, Ngomong kalau butuh bantuan." Ujar Kia sambil mengancingkan kemeja Indra.


" Aku bisa sendiri." Ketus Indra.


" Sebenarnya Kamu kenapa sih mas, Dari tadi bicara ketus gitu, Apa aku membuat kesalahan." Kia menatap wajah tampan di depannya. Indra tidak bergeming, Ia tetap membisu membuat Kia geram dengan tingkahnya.


" Baiklah, jika kamu tidak mau bicara denganku, Mulai sekarang Jangan berbicara padaku selamanya." Kia menghentakkan kakinya keluar kamar dengan kesal.


Ia menuju ruang tamu, dimana semua anggota keluarga berkumpul di sana. Acara selesai setelah Kia masuk kedalam tadi, dan sekarang sudah tidak ada tamu lagi.


" Duh pengantin baru dah seger aja." Canda tante Siska, mamanya Rey.


" Bisa aja tante." Sahut Kia ikut bergabung.


" Ki, tadi yang nyanyi bukannya David ya?." Tanya mama Ria.


Belum sempat menjawab pertanyaan mama Ria, Tiba tiba Indra datang dan duduk di sampingnya. Kia menoleh ke arah Indra, tapi Indra acuh saja.


" David.. David siapa Ki." Pertanyaan mama Meri mewakili pertanyaan Indra. Semua menatap kearah Kia menanti jawabannya.


" Di... Dia...


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2