Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Indra & Andre


__ADS_3

" Say... Ini aku Indra suamimu." Ujar Andre menggenggam tangan Kia.


" Minggir nggak usah pegang pegang bini gue." Ucap Indra menepis tangan Andre.


" Ini bini gue dodol... Say lihat..." Ucap Andre menunjuk cincin di jari manisnya.


" Ini cincin pernikahan kita, Akulah suamimu.. Indra... Aku suamimu... Percayalah." Ujar Andre.


" Kemana cincin pernikahan gue?" Gumam Indra menatap jari manisnya yang kosong.


" Sialan Lo nyuri cincin gue." Hardik Indra.


" Nyuri gimana? Orang ini punya gue." Sahut Andre.


" Ah boong Lo... Sini balikin cincin kawin gue." Ujar Indra.


" Udah udah kalian berisik banget, Sekarang biarkan Kia yang menilai mana Indra dan mana Andre." Saran Mama.


" Baik... Aku setuju." Ucap Indra.


" Aku juga setuju." Sahut Andre.


Kia menatap keduanya yang sama sama sedang menatap ke arah Kia. Kia tersenyum manis membuat hati keduanya seperti tersiram air es. Wajah mereka sama sama tampan walau di hiasi dengan lebam merah akibat bogeman.


" Sini Mas aku bisikin sesuatu." Ucap Kia kepada Andre.


Andre maju mendekati Kia, Kia memberikan kode agar Andre menunduk, Saat Andre menunduk tiba tiba Kia menggigit telinga Andre. Andre memejamkan mata menahan rasa sakit dan panas akibat gigitan Kia.


Indra, Mama dan Papa bergidik melihat Andre yang hanya diam saja. Kia melepas gigitannya lalu menatap Andre.


" Tidak sakit?" Tanya Kia. Andre hanya menggelengkan kepalanya saja.


" Sekarang giliran kamu Mas." Ucap Kia kepada Indra.


Indra melakukan hal sama dengan Andre, Indra menunduk lalu Kia menggigit telinganya. Sama persis yang Ia lakukan kepada Andre.


" Awh.... Sakit sayang." Pekik Indra mengusap usap telinganya. Padahal baru sebentar Indra sudah memekik kesakitan.


" Tega banget kamu nyakitin suami sendiri." Cibir Indra.


" Aku kasih bonus buat suamiku tertampan, Muahh." Kia mencium pipi Indra.


" Kenapa dia di cium?" Tanya Andre tidak terima.


" Karna dia suamiku." Sahut Kia membuat semua orang melongo.


" Kamu mengenaliku Sayang?" Tanya Indra.


" Selalu...." Sahut Kia.


" Aku sangat bahagia ternyata kamu bisa mengenaliku luar dalam sayang." Ucap Indra memeluk Kia.


" Hei kamu salah... Aku suamimu Say." Ujar Andre, Indra melepas pelukannya.


" Walaupun ada puluhan Andre yang mengaku sebagai Indra, Tapi aku bisa tahu mana Indra yang sebenarnya." Ucap Kia.


" Mas Andre...." Panggil Kia, Andre menatap ke arahnya.


" Jika kamu merasakan sakit, Seharusnya kamu bilang jika itu sakit agar orang lain tahu apa yang sedang kamu rasakan, Kamu harus mampu mengeskpresikan dirimu berdasarkan apa yang hatimu rasakan Mas, Jika kamu hanya diam saja orang lain tidak akan mengerti apa yang kita rasakan saat ini, Jangan pernah berasumsi dan percaya pada satu pihak saja, Karna itu hanya akan menyesatkanmu." Ujar Kia.


" Aku tahu kamu orang baik, Tapi sayang.. Tanpa mendengar alasan dari Mama kamu bertindak menyakiti kami, Kamu lebih percaya pada orang lain di banding keluargamu sendiri, Rubahlah sikap itu, Belajarlah untuk terbuka dengan orang lain maka kamu tidak akan pernah merasa sendirian lagi, Apalagi kesepian... Kamu punya kami sekarang, Kami keluargamu jadi jangan pernah kamu memendam apa apa sendiri lagi, Kami siap menjadi pendengar setiamu." Terang Kia.


" Maafkan aku... Hiks... Maafkan aku yang sudah menuruti egoku, Aku merasa semua orang telah jahat padaku, Semua orang mengucilkan aku.... Aku sendiri... Aku kesepian... Aku berada dalam keluarga yang jahat dan menghadapinya sendirian, Itu yang membuatku membenci kalian semua... Aku menderita.... Aku merasa tidak punya siapa siapa.... Maafkan aku..." Isak Andre.


Indra memeluk tubuh Andre menyalurkan kekuatan dan kasih sayang di dalamnya.


" Maafkan aku Ndra yang sudah berbuat jahat padamu... Aku menyesal maafkan aku..." Ucap Andre.


" Aku memaafkanmu.... Sekarang hiduplah dengan baik bersama kami sebagai keluargamu." Ujar Indra.


" Tidak... Aku akan menghabiskan waktuku di dalam penjara." Sahut Andre.


" Emang siapa yang mau memenjarakanmu?" Tanya Indra.


" Aku sudah mencelakai istrimu... Aku harus bertanggung jawab atas itu." Ujar Andre.

__ADS_1


" Ya... Kamu memang harus bertanggung jawab, Tapi tidak di dalam penjara." Ucap Indra.


" Apa maksudmu?" Tanya Andre.


" Kamu harus membantuku mengurus perusahaan Papa, Gimana?" Tanya Indra.


" Tapi aku tidak sekolah Ndra, Mana bisa aku membantumu, Bisa bisa berantakan semua pekerjaanmu." Ujar Andre.


" Nyatanya kamu selalu bisa membuat anak Burhan juara satu terus." Ucap Indra.


" Kamu tahu?" Tanya Andre.


" Info sekecil itu gampang aku dapatkan." Jawab Indra.


Andre mendekati Kia, Ia duduk di tepi ranjang sambil mengenggam tangan Kia.


" Sayang.... Kamu memaafkan aku?" Kia mengangguk.


" Kamu tidak mau menghukumku dan mengirimkan aku ke penjara?" Kia menggeleng lagi.


" Kamu bilang aku harus belajar terbuka bukan?" Kia mengangguk.


" Kalau begitu maukah menjadi teman curhatku?" Kia mengangguk lagi.


" Maukah kau jadi istriku?" Kia mengangguk..


" Yes..." Ucap Andre menarik tangannya.


" Sayang... Apa apaan sih kenapa kamu mengangguk saja." Protes Indra.


" Eh salah Mas... Aku kurang fokus..." Ucap Kia.


" Nggak bisa di gugat lagi sayang." Ucap Andre.


" Sayang sayang pala' Lo peyang... Nggak bisa... Mending aku kirim kamu ke penjara dari pada kamu rebut istriku." Ujar Indra.


" Orang Kia yang mau, Kenapa kamu yang sewot?" Tanya Andre.


" Sayang.... Bilang sama dia kalau kamu nggak mau nikah sama dia." Ucap Indra merajuk.


" Tadi kamu mau..." Ujar Andre.


" Tadi cuma salah gerakan aja Mas." Sahut Kia.


" OK OK baiklah yang penting kamu mau jadi temen aku." Ucap Andre.


" Temen sih temen tapi nggak ada sayang sayangan sama kontak fisik titik." Putus Indra.


Mama Meri sangat bahagia melihat keakraban mereka dari sofa.


" Pa.... Aku sangat bahagia, Aku tidak menyangka hari ini akan tiba." Ucap Mama Meri memeluk Papa Anton.


" Aku juga turut bahagia sayang... Akhirnya aku punya dua putra yang sudah dewasa... Kembar lagi." Sahut Papa membalas pelukan Mama sambil mencium pucuk kepala Mama.


" Cie...Cie...." Goda Andre dan Indra bersamaan. Papa dan Mama menoleh ke depan dimana Andre dan Indra sudah berdiri di depan mereka sambil rangkulan.


Papa dan Mama menghampiri mereka lalu keempatnya saling berpelukan. Kia menatap haru pada keluarga yang sedang berbahagia itu.


" Aku di cuekin." Ucap Kia dengan nada keras. Mereka berempat menoleh ke arah Kia.


" Ah iya sayang maaf." Ucap Indra menghampiri Kia begitupun Andre. Tiba tiba Andre dan Kia saling memeluk Kia dari sisi yang berbeda.


Mama dan Papa menggelengkan kepalanya melihat adegan konyol putranya.


" Udah di bilangin nggak ada kontak fisik... Modus Lo." Ucap Indra menggeplak tangan Andre yang merangkul Kia.


" Kita ini kembar... Bagi bagi kebahagiaan kenapa?" Ujar Andre.


" Nggak bisa... Enak aja emang istriku barang apa yang bisa di bagi." Ucap Indra.


" Yah kamu nggak tahu aja kalau kita memang sudah berbagi." Sahut Andre.


" Apa maksudmu?" Tanya Indra menatap Andre yang berdiri di samping ranjang.


" Kamu yang nikah... Aku yang honeymoon..Lo tahu kan kegiatan honeymoon itu ngapain aja." Ucap Andre menaik turunkan alisnya sambil bersedekap dada.

__ADS_1


Indra menatap Kia tajam membuat yang di tatap menjadi gugup.


" Apa yang kamu lakukan dengannya Say?" Selidik Indra.


" A... Aku... Aku tidak melakukan apa apa Mas." Ucap Kia.


" Kamu lupa apa yang kita lakukan kemarin Ki?" Tanya Andre memperkeruh keadaan.


" Katakan yang sebenarnya, Jangan membohongiku." Tekan Indra.


" Aku tidak melakukan apa apa." Elak Kia.


" Kamu menciumku Ki." Ucap Andre.


" Kamu menciumnya kamu bilang tidak melakukan apa apa? Apa dia juga menyentuhmu?" Selidik Indra.


" Enggak Mas..." Sahut Kia sambil menunduk.


" Kamu menikmati ciumannya? Kamu memakaikan bajunya? Kamu menyuapinya?" Tanya Indra dengan tatapan tajam.


" A... Aku... Aku menciumnya karna aku ingin tahu apakah dia dirimu atau bukan, Tapi ternyata dia bukan dirimu Mas." Jelas Kia sedikit ketakutan.


" Bagaimana rasanya berciuman dengannya? Apa lebih memabukkan dari ciumanku?" Tanya Indra.


" Hampa." Satu kata yang keluar dari mulut Kia.


" Buahahahahahahahahahaha." Indra tertawa lepas sambil memegangi perutnya membuat Kia mengerutkan keningnya.


" Hahahahaha Ciumanmu hampa Brooooo." Ucap Indra sambil tertawa.


" Rese' Lo... Gimana nggak terasa hampa orang Kia merasakannya tidak dengan cinta, Coba aja kalau cinta pasti rasanya bikin ketagihan." Sahut Andre.


" Mas... Kamu ngerjain aku ya.." Ucap Kia.


" Maaf sayang.... Aku suka melihat mukamu yang gugup dan ketakutan seperti tadi." Ujar Indra.


" Kamu jahat." Cebik Kia.


" Maaf sayang...." Ucap Indra memeluk Kia.


" Mas Andre...." Panggil Kia, Indra melepas pelukannya, Ia menatap ke arah Andre.


" Mas... Walaupun ciumanmu hampa tapi aku ketagihan kok... Gimana kalau kita ulangi lagi ciuman itu?" Ujar Kia mengerlingkan matanya, Andre langsung paham dengan kode itu.


" Baiklah.... Sini."Sahut Andre mendekati Kia.


" Nggak bisa.... Kamu jahat Say bilang ciumannya bikin ketagihan di depanku.." Cebik Indra.


" Emang nyatanya Mas." Sahut Kia menahan senyumnya.


" Tau ah..." Ujar Indra kesal.


Indra berjalan menghampiri sofa, Mama dan Papa hanya menatapnya saja sambil menahan senyumnya.


" Yah bayi besar merajuk Ki." Ucap Andre.


" Bodo' salah sendiri jahilin orang." Sahut Kia.


" Kamu nggak malu Ndra bersikap seperti anak kecil kaya' gitu." Ejek Andre. Indra tidak bergeming.


" Ya udah Mas aku maunya sama kamu aja yang nggak ngambekan kaya' dia." Ujar Kia.


" Dengan senang hati." Sahut Andre.


" Nggak boleh." Ucap Indra sambil berlari menghampiri Kia.


" Kamu milikku... Selamanya akan selalu jadi milikku." Ujar Indra sambil memeluk Kia.


" Kamu benar benar beruntung Ndra...Memiliki istri berhati malaikat dan pengertian seperti Kia.. Semoga aku bisa mendapat yang seperti dirinya, Aku harus mulai menghapus rasa ini.... Semoga aku bisa selalu bahagia sepertimu kembaranku..." Batin Andre.


TBC....


Ini meluk Kianya bagian perut ke atas ya... Jadi tidak menekan perut Kia yang sakit....


Jangan lupa like dan komentnya...

__ADS_1


Kasih author hadiah dan juga Vote donk biar tambah semangat nulisnya.... Makasih...


__ADS_2