Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Rencana Lia


__ADS_3

Malam ini Indra bersiap untuk acara makan malam bersama Dimas, yang membuat Kia curiga, kenapa hanya Indra saja, tidak perlu mengajak Rey, kata Dimas. Kia memakaikan kemeja, tanpa Indra tahu Kia menempelkan sesuatu di balik kancing kemejanya.


" Selesai, suamiku sudah tampan sekarang." Ucap Kia menepuk dada Indra. Indra menarik pinggang Kia, membuat tubuh mereka berhimpitan.


" Sebenarnya aku malas pergi sendiri, Kamu ikut ya." Hidung Indra mengendus pipi Kia.


" Gak mau, aku juga males mas." Kilah Kia.


" Baiklah, tunggu aku di rumah." Indra mencium kening dan pipi Kia.


" I love U." Bisik Indra.


" Love U too." Balas Kia.


Indra berjalan keluar kamar, Ia di antar sopir untuk sampai ke hotel xx. Setelah kepergian Indra, Kia segera mengambil ponselnya, dan mendial nomor Rey.


" Halo." Sapa Rey.


" Halo bang, Mas Indra sudah otw." Ucap Kia.


" Aku dah stand by di depan hotel." Sahut Rey.


" Ok.. aku segera kesana." Kia memutuskan sambungan teleponnya.


Kia segera berganti pakaian, Ia mengenakan celana jeans panjang yang sobek di bagian lututnya, memakai kaos hitam pendek, topi dan yang terakhir masker untuk menutupi wajahnya. Ia berubah menjadi tomboi.


Malam ini dia dan Rey akan menjadi detektif dadakan. Siang tadi Kia menghubungi Rey untuk menjalankan misinya, Ia ingin tahu apa yang Dimas rencanakan kepada suaminya.


Kia segera melajukan mobilnya menuju hotel tempat Indra makan malam. Rey sudah mengatur agar misi mereka berjalan dengan mudah. Sesampainya di sana Kia segera menelpon Rey.


" Dimana bang." Tanya Kia.


" Di parkiran." Jawab Rey


Kia segera memarkirkan mobil, Ia menghampiri Rey yang bersandar pada mobilnya.


" wih... keren.. mantan calon bini gue." Canda Rey.

__ADS_1


" Apasih bang, ntar kedenger Indra di pecat lo bang." Ujar Kia.


" Hhhhhh ayo keburu Dimas jahili laki lo." Ajak Rey.


" Kuy..."


Rey dan Kia masuk ke dalam resto hotel, Setelah melihat Indra dan Dimas, mereka duduk agak jauh dari sana. Kia mengedarkan pandangan, tiba tiba Ia melihat Lia yang duduk di belakang meja Indra. Kia mengerutkan keningnya, ada urusan apa Lia di sini. Kia mengeluarkan ponsel dari tasnya, Ia segera mengetikkan sesuatu.


📲 Me


Li kamu dimana, jalan yuk gabut nih


📲 Lia


Aku capek banget beb..aku mau bobok cantik aja.. sorry ya janji deh lain kali..


📲 Me


👌


" Siapa." Tanya Rey.


" Atau... jangan..jangan..." Rey menggantung kalimatnya sambil mengembalikan ponsel Kia.


" Itu yang aku pikirkan bang." Kia terlihat memikirkan sesuatu.


" Coba buka perekam suaranya." Ujar Rey.


Kia membuka rekaman suara di ponselnya, Ia bisa mendengar apa yang di bicarakan Indra dan Dimas. Tidak ada obrolan yang mencurigakan, Mereka hanya membicarakan masalah bisnis.


" Silahkan di minum jusnya Ndra." Ucap Dimas setelah mereka menyelsaikan makan malamnya.


" Ah iya makasih." Ujar Indra lalu meminum segelas jus anggurnya.


Dimas menyeringai menatap Indra yang meminum jusnya sampai habis. Ia segera memberi kode pada Lia untuk menghampirinya. Tanpa mereka tahu kalau Kia dan Rey memperhatikan keduanya.


" Hei Ndra, kamu di sini." Sapa Lia mendekati Indra yang sudah mulai merasa pusing.

__ADS_1


" Eh ..iya." Indra mendongak menatap Lia, sesekali Indra memijat pelipisnya.


" Kamu kenapa Ndra." Tanya Lia pura pura.


" Sepertinya Indra pusing, Lia tolong antar Indra pulang, saya masih ada urusan." Ucap Dimas.


" eh nggak perlu, sopirku menunggu di parkiran." Tolak Indra.


" Ok, aku bantu kamu berjalan kesana, Ayo." Tawar Lia.


" Baiklah." Tanpa curiga Indra menerima tawaran Lia.


Lia segera memapah Indra, Ia mengarahkan Indra menuju tempat yang sudah di siapkan olehnya. Kia yang melihat itu, mengepalkan tangannya. Ia tidak rela suaminya di sentuh oleh wanita lain, termasuk sahabatnya. Kia juga tidak menyangka kalau sahabat baiknya mengkhianatinya.


" Ini mau kemana Lia, parkiran bukan ke arah sini." Tanya Indra.


" Lewat sini bisa kok biar lebih cepat." Kilah Lia.


Tidak lama kemudian tepat di depan salah satu kamar, Indra sudah tak sadarkan diri. Lia segera membuka pintunya, dengan susah payah Ia membawa Indra keranjang. Setelah Indra terbaring di ranjang, Lia merogoh saku Indra, mencari ponselnya. Ia segera mengetikkan sesuatu dan di kirim ke nomer Kia. Lalu mematikan ponsel Indra.


Di sudut lain, Ponsel Kia bergetar, Ia segera membukanya.


📲Mamas Ganteng


Ki, maaf aku tidak pulang malam ini, ada pekerjaan mendadak yang mengharuskanku keluar kota sekarang.


Kia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, Ia tidak pernah berpikir kalau Lia sahabat baiknya melakukan ini semua.


" Hiks..hiks..." Isak Kia.


" Hei kenapa." Rey membawa Kia ke tempat yang lebih aman. Rey takut Dimas akan memergoki mereka.


" Aku gak nyangka bang, sahabatku bisa berbuat seburuk ini kepadaku... apa salahku bang.." Ucap Kia di sela isakannya.


" Tenanglah semua akan terbongkar malam ini juga, aku juga gak nyangka kalau kamu ternyata secerdik ini." Rey menatap Kia. Kia mengusap air matanya, Ia tidak boleh lemah. Sandiwara akan segera di mulai.


" Harus donk bang, punya suami kaya itu harus punya banyak cara membasmi pelakor." Ujar Kia.

__ADS_1


Mereka terus memantau Indra dari kejauhan. Sebenarnya Kia ragu untuk menunggu lebih lama. Tapi Ia ingin tahu apa yang Lia rencanakan untuk menghancurkan rumah tangganya.


TBC....


__ADS_2