Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Indra Demam


__ADS_3

Tiba tiba...


Brugh.... Indra luruh kelantai tak sadarkan diri, Kia tidak kuat menopang tubuh suaminya.


" Ma...mama... Tolong." Teriak Kia.


" Mas... bangun mas, Jangan buat aku takut seperti ini, Maafkan aku, Aku janji tidak akan mengulanginya, Mas bangun.." Kia menepuk nepuk pipi Indra, Ia takut suaminya kenapa napa karna ulahnya.


" Mama....." Teriakan Kia lebih kencang dari sebelumnya. Mendengar teriakan Kia, Mama Meri segera berjalan menghampirinya.


" Ya Allah Indra, Ayo angkat sama sama Ki." Mama Meri dan Kia mengangkat tubuh Indra dan membaringkannya di atas ranjang. Mama Meri segera menyuruh pelayan untuk membereskan kekacauan yang di buat Indra.


" Ma..mas Indra kenapa ma." Cemas Kia.


" Tenang Sayang, Indra sudah biasa seperti ini, jika dia tidak bisa mengendalikan emosinya, Kamu tunggu saja sampai dia sadar ya." Ujar mama.


" Ma.. Apa dulu Mas Indra sering seperti ini karena aku." Mama Meri mengangguk membuat hati Kia mencelos. Tanpa Kia sadari,Ia sudah menyebabkan penderitaan orang lain.


Kia duduk di sebelah Indra yang masih memejamkan matanya, Ia menangis meratapi kondisi suaminya. Bagaimana bisa Indra seperti ini selama bertahun tahun lamanya. Ia genggam tangan suaminya.


" Dia akan marah dan lepas kendali saat ada yang membuatmu sedih, Tapi Dia juga akan marah kalau kamu bahagia karna pria lain, Bertahun tahun Indra mengalami hal seperti ini nak, makanya waktu itu mama dengan tidak tahu malunya, memintamu untuk menerima Indra, Sekarang kau sudah tahu Keadaannya yang bukan hanya cacat saja, tapi memiliki temprament tinggi, Kia... apa kau menyesal karna sudah menikahinya." Jelas mama, Mama menatap netra Kia dengan nanar.


" Tidak ma, Aku tidak pernah menyesali keputusanku, Justru aku bersyukur bisa mendapatkan suami yang begitu mencintaiku hingga rela membuatnya seperti ini, Aku bahagia ma." Sahut Kia.


Mama Meri mendekatinya lalu Ia memeluk Kia dengan penuh rasa bahagia, Indra tidak salah memilih pendamping hidup untuknya.

__ADS_1


" Baiklah mama keluar dulu, Kamarnya juga sudah rapi, Kamu tunggu saja, Indra akan segera sadar." Kia mengangguk.


Mama Meri melangkahkan kakinya keluar kamar, lalu menutup pintunya. Kia berbaring miring di samping Indra, Ia tatap wajah tampan suaminya ini. Wajah tampan nan malang.


" Engh...." Lenguh Indra.


" Mas.." Indra mengerjapkan matanya, Ia menatap Kia lalu Ia tersenyum.


" Mas haus." Indra menganggukkan kepalanya. Kia segera mengambil air minum di atas nakas, lalu memberikannya kepada Indra dan segera diminum olehnya.


" Mas, Kamu demam." Kia menempelkan punggung tangannya ke dahi Indra.


" Dont worry, nanti juga sembuh." Ucap Indra.


" Tidak, ini panasnya melebihi batas normal, kamu harus minum obat." Kia beranjak menuju laci mencari paracetamol untuk Indra.


" Mama, aku baru mau ke dapur." Kia mengambil alih nampannya.


" Mama sudah menyiapkan semuanya, pastikan Indra minum obatnya ya." Kia mengerutkan keningnya.


" Mama tahu mas Indra demam." Tanya Kia, pasalnya Ia belum memberitahu mama.


" Sudah mama bilang, ini biasa terjadi, baiklah mama ke kamar dulu." Ujar mama.


" Mama tidak melihat mas Indra dulu untuk memastikan keadaannya." Mama menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Mama yakin dia akan lebih baik jika di rawat oleh istri tercintanya." Pipi Kia memerah.


" Ya udah aku masuk ya ma." Kia segera masuk ke dalam dengan membawa nampan makanan ke arah Indra.


Kia membantu Indra duduk bersandar, lalu dengan telaten Ia menyuapinya. Tiba tiba Indra mengambil alih sendoknya.


" A.. kamu juga belum makan." Indra menyodorkan sesendok makanan ke bibir Kia.


" Aku tadi udah makan di Cafe mas." Tolak Kia, karna sebenarnya Ia malu harus di suapi Indra.


" Aku pengin makan sepiring berdua, bahkan dengan sendok yang sama dengan istri tercintaku." Ujar Indra membuat Kia tersipu malu.


" Baiklah, sesuai keinginanmu." Kia menerima suapan dari suaminya, mereka bergantian menyuapkan makanan dengan sendok yang sama secara bergantian sampai makanan habis. Setelah itu Kia melap bibir Indra dengan tisu dan memberi segelas air putih untuknya. Kia meletakkan piring kotor ke nampan kembali.


" Mau minum obat sekarang atau tunggu sebentar lagi." Tanya Kia menatap Indra.


" Nanti saja say, masih kenyang." Ujar Indra.


" Ok tapi jangan lama lama ya keburu malem." Kia duduk kembali di samping Indra. Indra menarik pelan kepala Kia supaya bersandar pada bahunya.


" Mas..maafin aku ya, yang pergi tanpa memberi kabar, hingga membuat kamu jadi seperti ini." Sesal Kia.


" Its ok thats time, tapi tidak untuk lain kali." Sahut Indra.


" Ok, Im promise. I love U." Ungkap Kia.

__ADS_1


" I love U More." Sahut Indra.


TBC.....


__ADS_2