Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Fitting baju


__ADS_3

Beberapa minggu telah berlalu, Selama itu pula Kia menghindar dari telepon dan chat Indra. Ia sengaja melakukannya, Ia ingin membuat Indra uring uringan. Ia berharap Indra segera mengakui perasaannya, tapi sampai sekarang hasilnya Nihil. Indra hanya mencoba meminta maaf tanpa mengungkapkan isi hatinya.. benar benar menguji kesabaran.


Hari ini, Kia sudah tiba dikediaman Mama Meri beserta kedua orangtuanya. Satu minggu lagi acara pernikahannya. Hari ini juga Ia mau fitting gaun pengantin. Kia sudah bersiap dengan tampilan casualnya.Ia berjalan menuruni tangga.


" Pagi Ma.. pa." Ucap Kia, setelah sampai di ruang tamu, dimana kedua orangtuanya dan mama Meri sedang duduk bersantai.


" Pagi sayang." Jawab mereka serentak.


" Lagi bahas apa nih." Kia mendudukan pantatnya di samping mama Meri.


" Lagi bahas pernikahan kita donk yank." Sahut Rey yang ternyata sedang berdiri di belakang mereka diikuti Indra.


" Eh Calon pengantin sini." Ujar mama Ria.


Rey mendekati mama Ria dan papa Miko. Ia mencium tangan mereka dengan takzim begitupun dengan Indra, Ia melakukan hal yang sama.


" Bagaimana kabarnya tante, om?" Tanya Indra yang ikut bergabung dengan mereka.


" Alhamdulillah baik nak.. Kamu sendiri." Tanya mama Ria.


" Dia mah uring uringan terus jeng...kayaknya dia lagi dicuekin ma pacarnya." Sahut mama Meri. Indra hanya nyengir saja sambil melirik Kia yang terlihat acuh.


" Ayo bang kita berangkat dah siang juga." Ajak Kia. Ia beranjak menyalami ketiga orang tua yang duduk disana.


" Assalamu'alaikum." Kia berjalan menuju pintu keluar diikuti kedua pangeran tampan di belakangnya.


" Wa'alaikumsallam." Jawab mereka semua.


Mereka bertiga masuk kedalam mobil. Rey memaksa Indra untuk ikut fitting baju, alasannya, Ia harus mendampingi Rey saat acara nanti. Jadi Ia harus tampil sempurna. Rey segera melajukan mobilnya menuju butik.


Sesampainya di butik, Mereka sudah di sambut hangat oleh para pelayan.


" Mbak Kia ya." Tanya pelayan dengan sopan.

__ADS_1


" Iya.." Jawabnya.


" Mari mbak, langsung saja keruangan Nona Santi.. Beliau sudah menunggu." Kia mengikuti pelayan, begitupun dengan kedua pria yang mengekor dari belakang.


" Nona... mbak Kia sudah datang." Ucap pelayan setelah mereka sampai di dalam ruangan.


" Wah... cantik sekali menantu Nyonya Meri." Ucap Nona Santi.


" Terima kasih Kak." Ujar Kia memanggil kakak, karna sepertinya mereka hanya beda berapa tahun saja.


" Baiklah.. ayo di coba dulu gaunnya. Kemarin Nyonya Meri sudah mengirim ukuran badanmu. Katanya kamu masih di jawa jadi gak bisa ukur langsung." Ujar Nona Al.


" Iya kak." jawab Kia.


Kedua pria itu duduk menunggu giliran. Kia mengikuti Nona Santi, melihat Gaun yang di pilihkan mama Meri. Ia mencoba satu gaun yang menurutnya sangat pas.


" Gimana...cantik gak." Ucap Kia, setelah berada di depan Rey dan Indra. Keduanya melongo menatap Kia. Mereka terpesona dengan kecantikannya. Kecantikan yang luar biasa. Apalagi kalau di tambah make up... behhh


" Kedip Ndra... calon bini gue nih." Rey menyenggol bahu Indra, membuat Indra sadar dari keterkejutannya.


" Weihhhh kau cantik banget yank... very beautiful. Aku suka gaun ini, Kamu gimana ndra." Tanya Rey pada Indra, Karna pendapatnya memang yang utama.


" Bagus.. pas sama bentuk tubuhnya." Kia tersenyum manis kearahnya membuat jantung Indra tak karuan.


" Aku tanya gaunnya, kenapa jawabnya sampai ke bentuk tubuh juga. Mesum lo." Rey menoyor kepala Indra. Kia dan Nona Santi terkekeh melihat kekonyolan mereka.


" Jadi mau pilih yang ini, atau mau coba yang lainnya?." Tanya Nona Santi.


" Tidak itu saja." Jawab Indra spontan.


Mereka semua menatap kearah Indra, membuat yang ditatap semakin kikuk saja.


" Ayo kak, aku mau ganti, biar gantian mereka yang mencoba jasnya." Ucap Kia mencairkan suasana.

__ADS_1


Kia dan Nona Santi menuju ruang ganti. Sedangkan Indra dan Rey masih saling tatap, dengan perasaan kesal di hati masing masing. Mereka sama sama tidak rela, pujaan hatinya di puji pria lain. Setelah beberapa saat, sekarang giliran mereka yang mencoba jasnya. Setelah semua selesai, mereka pergi dari butik tersebut.


" Bang makan dulu yuk." Ajak Kia setelah berada di dalam mobil.


" Mau makan di mana." Tanya Rey.


" Resto seafood" Ujar Kia.


" Jangan pesan udang." Ucap Indra membuat Kia dan Rey menoleh kearahnya.


" Kenapa." Tanya Rey.


" Kia alergi udang, Aku gak mau dia kenapa napa." Kia dan Rey saling pandang, mereka tersenyum mendengar perkataan Indra. Mereka merasa senang, setidaknya Indra mulai menunjukkan rasa pedulinya.


Akhirnya Rey melajukan mobilnya ke resto, yang menghidangkan berbagai makanan seafood. Setelah sampai pada tempat yang dituju, Mereka segera memasuki resto sederhana itu. Rey segera memesan cumi asin pedas sama minumannya jus alpukat. Kebetulan, ketiganya ingin makan menu yang sama, Jadi gak perlu repot nunggu lama.


" Bang.. aku mau ketoilet bentar." Ujar Kia.


" Hm.. toiletnya di sana." Rey menunjuk arah toilet, berdasarkan petunjuk yang ada disana. Kia beranjak menuju toilet yang ada di resto tersebut.


" Aku juga mau ketoilet." Indra segera beranjak tanpa menunggu jawaban dari Rey.


" Manfaatkan waktu sebaik baiknya ndra. Semoga Kia mau maafin kamu. Walaupun sebenarnya dia hanya pura pura marah sih. hhhh kena lo ndra." Ujar Rey dalam hati.


Kia baru saja keluar dari toilet, tiba tiba ada yang menyeretnya kelorong yang sepi. dan menghimpitnya kedinding. Ia ingin berteriak tetapi seseorang membekap mulutnya.


" Ini aku." Ucap Indra menjauhkan tangannya dari mulut Kia.


" Mau apa? Mau cium lagi." Ketus Kia


" Maafkan aku waktu itu. Tolong jangan diemin aku, Itu membuat aku tidak nyaman." Ujar Indra menatap netra Kia.


" Kita tidak sedekat itu. Dan ingat tetap jadilah orang asing seperti selama ini." Kia menekan dada Indra, membuatnya memejamkan matanya.

__ADS_1


" Dan ingat, jangan bahas ini lagi. Aku sudah memaafkanmu." Kia berjalan menjauh dari sana, meninggalkan Indra sendiri yang sedang merasakan sesak di dadanya. Entah apa yang Ia rasakan saat ini, apa Ia harus mengungkapkan perasaannya,di saat semuanya sudah terlambat.


TBC....


__ADS_2