Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Kia Gabut


__ADS_3

Kia baru saja sampai di rumah Mama Meri. Ia segera masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan salam. Mama Meri mengajaknya duduk di gazebo belakang rumah. Rumah Papa Anton hampir sama dengan rumah yang Kia tempati. Di sekitar gazebo banyak pepohonan rindang yang membuat suasana menjadi sejuk, Bedanya di rumah Papa Anton tidak ada bunga mawar kesayangan Kia.


" Bagaimana kabarmu sayang?" Tanya Mama Meri menatap Kia.


" Aku baik Ma, Kalau Mama sendiri gimana?" Kia balik bertanya.


" Mama juga baik sayang." Sahut Mama Meri.


" Ma... Aku kesini mempunyai tujuan khusus yang ingin aku tanyakan pada Mama." Ucap Kia.


" Ada apa sayang?" Tanya Mama Meri.


"Sebenarnya ada yang mengganjal dalam hatiku Ma, Aku tidak bisa tenang sebelum aku mengatakannya pada Mama, Mungkin bagi orang ini hal sepele, Tapi bagiku ini hal besar yang harus segera di selesaikan." Ujar Kia.


" Apa itu sayang? Katakan saja biar hatimu menjadi lega." Tanya Mama menatap Kia.


" Ma... Seandainya aku tidak bisa hamil lagi, Apa Mama akan menyuruh Mas Indra menikah lagi dan meninggalkan aku?" Tanya Kia dengan mata sendu.


" Menurutmu?" Mama Meri balik bertanya.


" Menurutku Mama pasti akan menyuruhnya menikah lagi.... Aku tidak mau di madu Ma.. Aku tidak mau berbagi suami dengan wanita lain." Ungkap Kia. Mama Meri tersenyum.


" Sayang.. Kenapa kamu berpikiran seperti itu? Bukankah tidak ada manusia yang sempurna seperti katamu?... Apapun kekuranganmu Mama akan selau menerimanya, Seperti kamu menerima Indra apa adanya." Ucap Mama memeluk Kia.


" Benarkah Ma?" Tanya Kia memastikan.


" Iya sayang.... Jangan bersedih lagi karna Mama yakin kamu masih bisa hamil lagi sayang, Cuma waktunya saja yang belum sampai, Jangan banyak pikiran karna itu akan mempengaruhi hormon kamu, Kamu paham?" Ujar Mama.


" Paham Ma." Sahut Kia.


Mama dan Kia melanjutkan obrolan mereka seputar rumah tangga yang mereka alami sampai ponsel Kia berdering tanda panggilan masuk. Kia melihat ID pemanggil yang tak lain adalah Mamas Ganteng suaminya. Entah mengapa Kia tidak mau mengganti nama kontak di ponselnya. Kia segera mengangkat panggilannya.


" Hallo Mas." Sapa Kia.


" Hallo sayang, Kamu dimana?" Tanya Indra.


" Aku di rumah Mama." Jawab Kia.


" Gimana kabar Mama?" Tanya Indra.


" Mama sehat Mas." Sahut Kia.


" Dasar anak nakal....Sekarang kamu nggak pernah main ke rumah Mama, Nggak mau jengukin Mamanya." Omel Mama Meri setelah Kia memberikan ponselnya.


" Maaf Ma aku sibuk.... Weekend aku usahain deh nginep di rumah Mama." Ujar Indra.


" Beneran ya Mama tunggu." Ucap Mama.


" Siappp, Mana Kia Ma?" Tanya Indra. Mama memberikan ponselnya pada Kia.


" Iya Mas." Ucap Indra.


" Nggak mau ke sini?" Tanya Indra.


" Enggak ah, Aku mau ke rumah Dimas." Ujar Kia.


" Ngapain?" Selidik Indra.


" Mau jenguk sekalian mau ketemu Anggun Mas." Sahut Kia.


" Ya udah hati hati, Mas lanjut kerja dulu ya." Ujar Indra.


" OK Mas... Fighting Mamas gantengku." Ucap Kia.


" Siappp Love U." Ucap Indra.


" Love U too." Sahut Kia mematikan sambungan teleponnya.

__ADS_1


" Masih gombal aja." Ejek Mama.


" Tau Ma anak Mama nih.... Kalau nggak di sahutin entar ngambek." Sahut Kia.


" Iya juga ya." Kekeh Mama.


" Ma Kia pamit pulang dulu ya... Mau ke rumah Dimas jengukin Anggun, Makasih ya Ma... Aku sekarang sudah lega... Sudah nggak kepikiran tentang itu lagi." Ujar Kia


" Sama sayang... Hati hati ya." Ucap Mama.


" Siap Ma... Assalamu'alaikum." Ucap Kia mencium punggung tangan Mama.


" Wa'alaikumsallam."Sahut Mama.


Di kantor setelah Kia menutup teleponnya, Indra segera menelpon Rey, Setelah beberapa saat akhirnya sambungan terhubung.


" Hallo Ndra." Sapa Rey di sebrang sana.


" Hallo... Kamu sudah dapat mangga mudanya?" Tanya Indra.


" Belum... Cindy maunya yang ada di tempatmu , Gimana donk?" Ujar Rey bertanya pada Indra.


" Kebetulan Kia sedang pergi, Kamu ambil aja yang banyak dan segera pergi sebelum Kia kembali." Ujar Indra.


" OK aku segera meluncur kesana." Sahut Rey menutup teleponnya.


Hari ini pekerjaan Kia hanya traveling, Setelah dari rumah Mama Meri, Sekarang Ia melajukan mobilnya menuju rumah Dimas yang dulu pernah Ia tinggali selama beberapa hari. Setelah sampai, Kia turun dari mobil menuju pintu lalu Ia segera memencet bel rumahnya.


Ting tong...


Tak lama menunggu pintupun terbuka dari dalam.


Ceklek...


" Kia." Pekik Anggun yang langsung memeluk tubuh Kia.


" Siapa Yank?" Tanya Dimas dari dalam.


" He he..." Anggun cengengesan.


Kia menerobos masuk ke dalam menghampiri Dimas yang sedang duduk di kursi rodanya sambil nonton tv. Dimas menoleh ke arahnya.


" Kiki.." Gumam Dimas.


Kia duduk di sofa, Ia menatap ke arah Dimas.


" Apa aku ketinggalan info dari hubungan kalian?" Selidik Kia kepo.


Anggun dan Dimas saling pandang, Dimas menatap Kia sambil menelan ludahnya kasar.


" E..e..." Gugup Dimas.


" Kamu dan Anggun pacaran?" Tanya Kia memastikan. Dimas menganggukkan kepalanya.


" Aaaaaa akhirnya kamu bisa move on juga." Pekik Kia kegirangan.


" Tapi bentar... Kamu bener bener cinta kan?" Tanya Kia.


" Iya." Sahut Dimas mantap.


" Selamat Nggun... Semoga langgeng sampai ke pelaminan, Aku tunggu undangannya." Ucap Kia memeluk Anggun.


" Makasih Ya." Sahut Anggun.


" Gimana Dim? Apa ada perkembangan dengan kesehatan kakimu?" Tanya Kia setelah Anggun melepas pelukannya.


" Ada sih... Tapi kemungkinan untuk sembuh kecil Ki." Ujar Dimas.

__ADS_1


" Aku yakin pasti bisa sembuh, Kamu kan hanya jatuh, Bukan kecelakaan... Yang kecelakaan aja ada bisa sembuh." Ucap Kia memeberi semangat.


"Bisa sembuh itukan mungkin hanya tulangnya yang cidera, Kalau aku syarafnya Ki.. Aku hanya bisa pasrah saja semoga masih ada keajaiban untukku." Ujar Dimas.


" Amien." Sahut Kia.


" By the way... Gimana ceritanya kalian bisa pacaran?" Tanya Kia.


" Kepo....Jiwa kepo Kia melayang..." Ejek Anggun.


" Aku bener bener pengin tahu Nggun." Ucap Kia.


" Kalau kamu tahu terus mau apa?"Anggun balik bertanya.


" Ya aku hentikanlah transferan dana bayaranmu, Sekarang kamu kan pacarnya Dimas berarti aku nggak perlu donk ngeluarin dana buat bayar kamu." Canda Kia.


" Hei.... Kamu lupa kalau Dimas udah......" Ucap Anggun menggantung ucapannya. Dimas menundukkan wajahnya, Kia menatap Anggun yang memberi kode padanya.


" Ah iya maaf aku lupa... Jangan di pikirkan Dim, Aku akan tetap memberi dana untuk Anggun dan untuk kesembuhanmu, Oh ya... Ada berita bagus soal masa pengembalian perusahaanmu masih dalam proses." Ujar Kia.


" Maksudmu?" Tanya Dimas.


"Mas Indra mengembalikan perusahaan atas namamu kembali tapi masih di bawah naungan ZIP Group ya." Jelas Kia.


" Makasih Ki, Kamu memang teman terbaik buat kami." Ucap Dimas.


" Kamu saudara terbaik juga buat aku." Tambah Anggun.


" Sama sama." Sahur Kia.


Malam harinya Kia baru saja selesai mandi, Ia menunggu Indra pulang sambil memainkan ponselnya, Kia menatap jam yang menempel pada dinding yang menunjukkan pukul sepuluh malam. Tak lama kemudian terdengar deru mobil memasuki halaman rumahnya. Kia segera turun ke bawah untuk menyambut suami tercintanya.


" Sayang belum tidur?" Tanya Indra menghampiri Kia yang berdiri di depan pintu.


" Kan nunggu suamiku pulang." Ucap Kia sambil mencium punggung tangan Indra.


" Harusnya kamu istirahat aja." Ujar Indra mencium kening Kia.


" Ya nggak bisa tidurlah Mas... Biasanya di kelonin sama kamu." Sahut Kia mengunci pintu rumahnya.


Indra merangkul pundak Kia mengajaknya ke kekamarnya. Kia segera menyiapkan air hangat untuk Indra mandi.


" Airnya udah siap Mas." Ucap Kia menghampiri Indra yang duduk di tepi ranjang.


" Sini aku bukain." Ujar Kia.


Kia mulai membuka kemeja Indra satu persatu. Indra menatap wajah cantik istrinya dengan perasaan bahagia. Rasa letih yang Ia rasakan tiba tiba sirna entah kemana.


" Sayang.... Kamu merasa terbebani nggak sih hidup sama aku?" Tanya Indra.


" Kenapa Mas ngomong gitu?" Tanya Kia sambil meletakkan kemeja Indra ke ranjang kotor.


" Kamu selalu melayani aku, Bahkan membuka baju saja harus kamu." Ujar Indra.


" Massss tugas seorang istri ya seperti itu, Mengabdi pada suaminya, Aku melayanimu juga mendapat pahala kok, Kita memang harus saling melengkapi bukan? Jangan pernah berpikiran jika aku terbebani karena keadaanmu, Aku bahagia, Aku ridho, Aku ikhlas melakukan semuanya." Jelas Kia menangkup wajah Indra.


" Makasih sayang... Aku sangat beruntung memiliki istri seperti dirimu, Terima kasih atas pengabdianmu kepadaku selama ini." Ucap Indra memeluk Kia.


" Sekarang mandi dulu, Aku siapkan gantinya dulu." Ujar Kia.


" Hmmm." Gumam Indra.


" Love U." Ucap Indra mencium pipi Kia membuat Kia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Kia membuka almari menyiapkan baju Indra. Awal menikah Kia tidak mau memakaikan bawahan Indra, Tapi setelah mereka saling mengungkapkan perasaan masing masing Kia tidak malu lagi untuk membantu Indra memakaikan semua pakaiannya termasuk bawahannya.


**TBC.....

__ADS_1


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya...


Miss U All**..


__ADS_2