Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Wedding


__ADS_3

Hari ini Andre datang ke rumah sakit bersama Papa Anton, Mama Meri, Kia dan juga Indra. Satu lagi Pak Kiai yang akan menikahkan Andre dan Liona. Liona masih harus di rawat intensif karena luka sayatannya lumayan dalam. Mereka berjalan memasuki ruangan Liona.


Ceklek...


Andre masuk ke dalam ruangan, Matanya terperangah menatap wanita yang sedang duduk di atas brankar dengan memakai kebaya putih serta riasan tipis di wajahnya membuatnya begitu cantik. Kia menyenggol lengan Andre membuat Andre tersadar dari lamunannya.


" Nak Andre sudah datang?" Tanya Pak Romi.


" Iya Pak, Kenalin ini Papa dan Mama saya." Ucap Andre.


" Romi." Ucap Pak Romi menyalami mereka secara bergantian.


" Meri." Ucap Mama Meri.


" Anton." Sahut Papa Anton.


" Apa acaranya bisa segera di mulai Pak Andre?" Tanya Pak Kiai.


" Silahkan Pak." Sahut Andre.


Acara segera di mulai oleh Pak Kiai Hasan. Dengan membaca doa doa dan khotbah nikah beliau memulai acaranya. Dengan sekali tarikan nafas Andre mampu mengucap ijab qobul.


Saya terima nikah dan kawinnya Liona Safara binti Romi Yahya untuk saya sendiri dengan mas kawin tersebut tunai.


Setelah para saksi mengucapkan Sah, Akhirnya Andre berhasil mempersunting Liona menjadi istrinya. Liona mencium punggung tangan Andre, Sedangkan Andre mencium kening Liona. Jantung keduanya sama sama berdetak kencang.


" Ehm ehm...." Dehem Kia.


Liona melepas tangan Andre, Keduanya terlihat gugup.


" Selamat Lio.... Selamat datang di keluarga Permana." Ucap Kia memeluk Lio.


" Terima kasih Ki, Tapi seharusnya kamu ngucapinnya nanti saat aku berhasil membuat Mas Andre meresmikan pernikahan ini, Untuk saat ini aku hanya anggota sementara saja." Ujar Lio tersenyum kecut. Entah mengapa hati Andre merasa tercubit mendengar kata kata Lio.


" Yang penting sekarang kamu adalah saudaraku, Perkara sementara atau tidak itu urusan belakangan." Sahut Kia.


" Selamat sayang.... Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah dan warohmah, Selalu dukung dan dampingi anak Mama, Selalu setia dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan sayang." Ucap Mama Meri memeluk Lio.


" Terima kasih Tante, Akan Lio usahakan." Sahut Lio.


" Panggil Mama sayang kan sekarang kamu jadi anak Mama." Ujar Mama Meri.


" Maaf Ma." Lirih Lio melirik ke arah Andre.


Setelah acara saling memberi selamat dan memberi doa restu untuk kedua mempelai, Kia dan Indra serta Mama dan Papa pamit untuk pulang. Tinggal Andre dan Lio sendiri di ruangan itu. Andre menatap Lio yang sudah ganti baju menggunakan dress rumahan. Tangannya masih di infus, Saat ini Lio sedang tidur karena baru saja minum obat.


Di dalam perjalanan Kia mampir ke toko buah untuk membeli durian keinginan Indra. Mereka memilih buah durian yang terbaik kualitasnya. Tak tanggung tanggung Indra menghabiskan tiga buah durian berukuran besar, Anehnya Ia tidak mabuk atau merasa pusing, Bahkan Kia sampai membawa beberapa kulitnya untuk mengantisipasi jika Indra mabuk durian.


" Mas kamu nggak pusing kan?" Tanya Kia.


" Enggak Yank... Aku malah kurang Yank." Sahut Indra.


" Nggak boleh kamu udah makan banyak, Aku nggak mau nanti kamu teler." Ujar Kia.


" Baiklah sayang... Ayo kita pulang." Ajak Indra.


Kia melajukan kembali mobilnya menuju rumahnya. Sesampainya di rumah mereka berdua masuk ke dalam kamar. Kia merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.


" Kenapa Yank? Ngantuk?" Tanya Indra.


" Iya Mas." Sahut Kia.


" Ya udah bobok aja." Ujar Indra.


" Pengin di peluk sama kamu." Ucap Kia manja.

__ADS_1


" Dengan senang hati sayang." Sahut Indra.


Indra naik ke atas ranjang, Ia membaringkan tubuhnya di samping Kia lalu memeluknya. Indra mengelus kening Kia hingga mata Kia terpejam. Setelah Kia tidur, Indra turun dari ranjang dengan pelan, Ia turun ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk istri tercintanya, Kebetulan jam masih menunjukkan pukul sebelas siang.


Akhir akhir ini Indra memang sering membuatkan makanan untuk Kia, Ia sudah banyak belajar dari Andre. Ternyata saat di Pulau B, Andre merupakan Chef ternama di restorant terbesar di kota itu, Makanya Andre jago masak.


Indra memasak menu ayam kecap, Sop jamur sama rica rica ayam kesukaan Kia. Setelah berkutat selama hampir dua jam akhirnya Indra selesai dengan acara memasaknya, Ia menatanya di atas meja. Indra kembali ke kamarnya untuk membangunkan Kia.


" Sayang bangun." Ucap Indra menggoyang pelan bahu Kia.


" Iya Mas." Sahut Kia.


" Makan siang dulu kasihan Babbynya entar kelaparan." Ujar Indra.


" Mas udah masak?" Tanya Kia.


" Udah sayang.... Ayo buruan cuci muka biar ngantuknya hilang." Ucap Indra.


" Baik Mas." Sahut Kia.


Setelah mencuci muka Kia segera turun ke dapur menghampiri Indra yang sedang mengambilkan makanan untuknya.


" Siang Maskuuuh." Ucap Kia memeluk Indra dari belakang.


" Siang sayang... Kaya'nya ada yang mulai agresif nih." Canda Indra.


" Masa' sih." Kia melepas pelukannya.


" Nggak pa pa aku malah suka kamu yang agresif duluan." Ujar Indra.


" Nggak mau... Rugi di aku." Sahut Kia.


" Nyenengin suami itu pahalanya gedhe sayang." Ujar Indra.


" Udah... Mas seneng banget bisa punya istri sesabar kamu, Makasih udah mau mendampingiku dan selalu memaafkan kesalahanku sayang." Ucap Indra duduk di kursinya.


" Aku juga berterima kasih padamu Mas." Sahut Kia.


Kia duduk serong di pangkuan Indra. Ia mengalungkan tangannya ke leher Indra. Kia mencium bibir Indra dengan lembut. Kia menggigit bibir bawah Indra membuat Indra sedikit membuka mulutnya. Kia menyusupkan lidahnya ke mulut Indra, Ia mengekspos setiap inchinya. Kia melu*** lembut bibir suami tercintanya. Keduanya sama sama terbuai dengan sensasi manis yang Kia ciptakan sampai...


" Siiiii..." Andre menghentikan ucapannya kala melihat dua sejoli yang sedang berciuman.


Kia melepas pagutannya lalu turun dari pangkuan Indra. Ia jadi salah tingkah, Pipinya merah semerah tomat matang. Sedangkan Indra terlihat biasa biasa saja.


" Perasaan gue yang pengantin baru, Tapi kenapa gue kalah jauh sama kemesraan kalian ya?" Ujar Andre menatap Kia membuat Kia jadi kikuk.


" Jangan tatap bini gue begitu, Malu dianya." Ucap Indra.


" Ha ha punya malu juga to." Ejek Andre sambil duduk di kursi.


" Yank di makan nasinya, Nggak usah malu kalau perlu Andre kita ajari gaya yang sering kita mainkan biar nggak kagok dia saat unboxing nantinya." Ucap Indra.


" Lo pikir gue bego apa? Gue juga punya ilmunya kali..." Sahut Andre sambil mengambil makanan.


" Di rumah sakit nggak ada kantin? Sampai sampai mau makan aja pulang." Sindir Indra.


" Berhematlah gue... Gimanapun Lio sekarang jadi tanggung jawab gue, Jadi gue harus kumpulin uang buat bayar biaya rumah sakitnya kan?" Ujar Andre


" Weh... Mau sok jadi suami perhatian Lo." Cebik Indra.


" Memang pada dasarnya gue lelaki perhatian, Kalau nggak percaya tanya Kia aja, Dia yang udah ngerasain perhatian gue." Ujar Andre


" Rese' Lo.... Mau Lo nggak gue maafin?" Tanya Indra.


" Lo kan udah maafin gue gimana sih." Ujar Andre.

__ADS_1


" Jangan ungkit masa lalu aku cemburu tahu nggak." Ucap Indra.


" Iya iya...Ok Ok maafin ya." Sahut Andre


" Rencana Lo sama Lio mau tinggal dimana?" Tanya Indra.


" Apartemen." Sahut Andre.


" Lo udah nikahin dia, Semoga Lo nggak menyia nyiakan dia, Jangan lakukan kesalahan seperti yang aku lakukan pada Kia, Karena Lo akan sangat sangat menyesalinya Bro." Ucap Indra.


" Akan aku coba, Dan bantu doa ya." Sahut Andre.


Selesai makan Andre menuju kamarnya untuk istirahat, Sedangkan Kia dan Indra sedang bermain di gazebo belakang rumah. Keduanya sedang bermain ular tangga di aplikasi lud*. Siapa yang kalah akan di coret lipstik oleh yang menang.


" Yeiii aku menang." Pekik Kia tepuk tangan seperti anak kecil.


" Yah masa' kalah si... Kamu pasti curang ya Yank." Tuduh Indra.


" Enak aja siapa yang curang? Sini aku coret dulu." Elak Kia.


Kia mencoret wajah Indra dengan lipstiknya, Ia menggambar bulatan pada mata Indra.


" Ha ha ha... Lucu sekali." Ucap Kia.


" Ayo kita mulai lagi." Ujar Indra.


Keduanya bermain dengan ceria, Indra dan Kia sesekali tertawa, Kini wajah Indra sudah terlihat merah semua karena penuh dengan lipstik, Kia tertawa melihat wajah suaminya.


" Mas cantik lhoh kaya' badut... Ha ha ha." Ucap Kia.


" Nakal kamu ya.. Masa' sedari tadi kamu mulu yang menang Yank." Cebik Indra.


" Ya mungkin ini hari keberuntunganku Mas, Rejeki anak solehah." Sahut Kia.


" Ah kamu pasti curang nih." Ucap Indra.


" Kok nuduh si Mas?" Ujar Kia mulai kesal.


" Iya iya deh maaf." Ucap Indra.


" Nggak mau maafin." Ujar Kia cemberut.


" Maafin lah Yank." Bujuk Indra.


" Nggak mau." Sahut Kia.


" Sayangggg...." Ucap Indra memeluk Kia dari belakang.


" Adek yang cantik, Imut, Gemesin, Baik hati, dan yang palingggg aku sayangi.." Rayu Indra.


" Beneran?" Tanya Kia.


" Tapi boong." Jawab Indra.


" Aaaaa kamu nakal Mas." Ucap Kia membalikkan badannya. Ia menggelitik perut Indra membuat Indra tertawa terpingkal pingkal.


Pemandangan itu di lihat Andre dari balkon kamarnya, Ia menatap haru pada kedua pasangan harmonis Indra dan Kia. Ia selalu berharap semoga pernikahannya berjalan lancar seperti pernikahan mereka berdua.


" Semoga Liona bisa seperti dirimu Ki yang selalu perhatian dengan Indra, Selalu memaafkan segala kesalahannya dan selalu mencintai serta menyayangi Indra apa adanya, Aku kagum denganmu, Kau mampu membuat saudara kembarku bahagia setiap waktu... Aku akan mengikhlaskanmu agar rasa ini tidak memberatkan aku untuk membuka hatiku untuk istri siriku, Semoga Tuhan melimpahkan kebahagiaan untuk pernikahanku juga." Batin Andre.


TBC.....


*Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya.. Terima kasih yang udah selalu dukung author.. Doakan agar karya author lancar dan mampu menarik hati para readers ya...


Miss U All*....

__ADS_1


__ADS_2