
Malam ini Andre hanya berguling guling di atas ranjang. Ia benar benar tidak bisa tidur tanpa memeluk Lio. Andre mengambil ponselnya lalu Ia mencari kontak Lio. Berkali kali Ia mencoba menelepon nomer Lio tapi jawabannyamasih sama yaitu tidak aktif. Andre memejamkan matanya berharap semua ini adalah mimpi buruk yang datang menghampirinya.
Hingga pagi hari Andre mengerjapkan matanya. Hidungnya mengendus karena bau masakan dari arah dapur.
" Siapa yang memasak sepagi ini?." Monolog Andre mengernyitkan dahinya.
" Apakah Lio sudah pulang? Benarkah dia pulang? Apa dia sudah memaafkan aku? Ah semoga saja." Ujar Andre.
Andre masuk ke dalam kamar mandi membasuh mukanya. Ia berjalan menuju dapur untuk memastikan siapa yang berada di sana.
Sesampainya di dapur, Andre menatap sesosok wanita yang sedang berdiri di depan kompor dengan tangan yang aktif memegang spatula. Ia bergerak ke sana kemari. Tanpa pikir panjang Indra langsung menghampirinya. Hatinya membuncah karena istrinya telah kembali.
" Sayang." Ucap Andre memeluk wanita yang Ia kira Lio.
Prak.....
Lio menjatuhkan barang belanjaannya. Air mata menetes dengan derasnya melihat suaminya membawa wanita lain, Bahkan memeluknya dan memanggilnya sayang. Hatinya hancur mendapat kejutan tak terduga dari suaminya.
Awalnya Lio ingin memperbaiki hubungannya dengan Andre justru sekarang Ia mendapat luka kembali. Luka yang terasa sakit namun tidak berdarah.
Andre menoleh ke arah suara menatap Lio yang sedang berdiri di sana dengan air mata yang mengalir di pipinya, Andre refleks melepas pelukannya menatap Lio dengan tatapan tidak percaya. Andre menatap punggung wanita yang tadi dipeluknya lalu Ia menatap Lio.
" Kamu sudah bangun?" Tanya Sona membalikkan badannya.
" Sona? Bagaimana bisa kamu ada di sini?" Tanya Andre dengan tatapan menyelidik.
" Apa kamu lupa jika kamu yang mengajakku kemari." Ujar Sona mengalungkan tangannya ke leher Andre.
" Lepas." Bentak Andre menepis kasar tangan Sona.
" Jangan asal bicara kamu, Aku tidak pernah membawa wanita lain ke apartemenku." Ketus Andre.
" Buktinya aku di sini bukan? Bahkan semalam aku menemanimu." Sahut Sona penuh arti.
" Sayang kamu salah paham, Aku tidak membawanya kemari sayang, Entah mengapa dan bagaimana dia ada di sini, Kamu salah paham." Ujar Andre menghampiri Lio.
" Salah paham yang gimana lagi? Kamu membawanya kemari kamu memeluknya bahkan memanggilnya sayang, Salah paham yang mana? Memang dari awal pernikahan kita itu kesalahan Mas, Maaf aku yang salah karena telah memaksamu untuk menikahiku, Sekarang aku melepaskanmu, Segera ceraikan aku dan raihlah kebahagiaanmu sendiri." Ujar Lio mengusap air matanya.
" Kebahagiaanku ada bersamamu, Pernikahan kita bukan kesalahan tapi anugrah dari yang Maha Kuasa, Yang salah di sini adalah janjiku pada Sona." Tegas Andre.
__ADS_1
" Duduklah kalian berdua, Kalian berdua harus mendengar alasan dan penjelasanku." Titah Andre.
" Tidak perlu." Sahut Lio hendak pergi.
" Duduk." Tekan Andre mencekal tangan Lio. Akhirnya mau tidak mau Lio duduk di hadapan Andre.
" Sona duduklah kau sudah membuat kekacauan dalam pernikahanku." Ujar Andre.
" Kamu sendiri yang mengacaukannya, Seandainya kamu tidak membuat janji padaku aku juga tidak akan sampai ke sini." Sahut Sona.
Skakmat
" Baiklah baiklah aku yang salah di sini." Ujar Andre.
" Lio.... Perlu kau tahu aku memang pernah membuat janji kepada ayahnya Sona untuk menikahinya, Tapi itu di saat aku sama sekali belum mencintaimu, Saat itu ayah Sona sakit aku bingung harus menjawab apa, Aku merasa berhutang budi padanya hingga aku mengiyakan keinginan terakhirnya untuk menikahi Sona." Jelas Andre menghela nafasnya. Lio menatap Andre dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Aku berani menjanjikan itu karena aku mengira jika aku tidak bisa memberikan hatiku untukmu, Jadi menurutku sama saja hidup denganmu atau Sona sama sama hidup tanpa cinta." Sambung Andre.
" Tapi aku salah, Kamu dengan mudahnya berhasil membuatku jatuh cinta padamu, Aku mencintaimu dan hanya mencintaimu, Lagian aku berjanji menikahi Sona hanya di depan ayahnya sedangkan aku berjanji untuk selalu melindungimu di depan Ayahmu, Di depan para saksi, Di depan penghulu dan di depan Tuhanku, Maka aku memilih mengingkari janjiku pada Ayah Sona, Aku tidak akan pernah menceraikanmu karena kamulah satu satunya istriku dan hanya kamu yang akan menjadi ibu dari anak anakku." Ucap Andre.
" Jadi kau tetap memilih bersama istrimu? Kau tega padaku Andre, Kau bagai kacang lupa kulitnya, Tanpa ayahku kau bukan siapa siapa Andre, Kau berhutang banyak kepada aku dan ayahku, Kau jahat Andre kau jahat." Teriak Sona tidak terima.
Sampai di sini Lio paham kenapa Andre menjanjikan pernikahan itu pada Sona, Alasannya balas budi.
" Aku hanya mau dirimu Ndre, Aku mau dirimu.. Hiks... Aku sudah tidak punya siapa siapa sekarang... Hiks aku mau dirimu, Jadikan aku yang ke dua aku akan menerimanya." Ujar Sona.
Lio membulatkan matanya, Ia menatap tajam ke arah Andre. Kalau sampai Andre menyetujuinya Lio pastikan Andre akan kehilangan dirinya untuk selamanya.
" Aku tegaskan padamu kalau hanya Liona yang akan menjadi istriku satu satunya." Tegas Andre.
" Aku pastikan kau akan menyesali keputusanmu ini Ndre, Dia bukan wanita baik baik seperti yang kamu kira, Masa lalunya begitu buruk hingga akan membuatmu malu." Ujar Sona.
" Berhenti berkata buruk tentang istriku Sona, Bagaimanapun masa lalunya aku akan menerimanya, Kau tidak perlu mengurusi hidupku urus sendiri kehidupanmu agar tidak mengusik kehidupan orang lain." Tekan Andre.
Sona pergi meninggalkan apartement Andre dengan perasaan kesal. Ia berjanji akan membuat hidup Andre menderita.
" Maaf sayang." Ucap Andre menggenggam tangan Lio.
Lio segera menarik tangannya membuat Andre menghela nafasnya. Lio masuk ke dalam kamar di ikuti Andre dari belakang.
__ADS_1
" Sayang." Ucap Andre memeluk Lio dari belakang. Lio berontak tapi Andre semakin mengeratkan pelukannya.
" Maafkan aku... Aku tidak tahu jika tadi itu Sona, Aku kira kamu sayang karena terlalu bersemangat dan terlalu merindukanmu akhirnya aku salah meluk orang." Ujar Andre menempelkan dagunya pada bahu Lio.
" Kenapa dia bisa berada di dalam apartemenmu? Apa dia semalam juga berada di kamarmu?" Ketus Lio.
" Aku juga tidak tahu Yank, Tiba tiba dia seperti hantu yang bisa masuk walau pintu tertutup." Ujar Andre.
" Nggak masuk akal." Cebik Lio.
" Aku akan cek cctv darimana dia bisa masuk ke sini." Ujar Andre.
Andre membuka ponselnya untuk melihat rekaman cctv yang terhubung dengan ponselnya.
" Lihat." Andre menunjukkan ponselnya.
Terdapat rekaman saat Andre memasuki apartemennya saat itu juga Sona menyelinap ke dalam tanpa Andre ketahui karena Andre tidak fokus saat itu. Yang Ia pikirkan adalah Lio Lio dan Lio saja hingga tanpa sadar kalau Sona menguntitnya dari belakang.
" Sudah jelas?" Tanya Andre tidak membuat Lio bergeming.
" Percayalah tidak terjadi sesuatu pada kami semalam sayang, Jadi jangan marah lagi ya." Ujar Andre.
"Masih marah padaku?" Tanya Andre menangkup wajah Lio dengan kedua tangannya
" Percayalah aku hanya mencintaimu sayang, Aku tidak akan pernah menceraikanmu sampai kapan pun, Maafkan aku ya jangan marah lagi, I Love U." Ucap Andre mencium kening Lio.
Lio memeluk tubuh Andre dan Andre membalasnya.
" Kamu memaafkan aku?" Tanya Andre dan di balas anggukan oleh Lio.
" Makasih sayang." Ucap Andre menciumi pucuk kepala Lio.
TBC....
*Hai readers sebenarnya novel ini udah mau author tamatin tapi karena auhtor masih mengejar level on going jadi belum boleh tamat sebelum masa itu selesai. Akhirnya di bab bab terakhir author isi dengan bab Andre nggak pa pa kan?
Makasih atas suport yang kalian berikan pada author...
Miss U All*
__ADS_1