
Indra masih setia mendengarkan pembicaraan kedua orang di dalam sana.
" Kita rayakan kemenangan dan keberhasilan kita hhhhh." Tawa Seorang pria.
" Aku akan segera mendapatkan Bang Indra, Aku akan bahagia bersamanya. Kia...Kia malang sekali nasibmu." Ujar Gea.
Hati Indra bergemuruh mendengar semua kebenaran yang mereka ucapkan.
Brakkkk
Kedua orang di dalam menatap ke arah Indra. Gea segera menghampirinya.
" Bang Indra." Ucap Gea.
" Kenapa kamu tega melakukan semua ini padaku Gea?" Tanya Indra.
" Apa maksudmu Bang?" Tanya Gea pura pura sambil melirik Candra pria yang sedang bersamanya.
" Aku sudah mendengar semua rencana busukmu, Aku tidak menyangka dengan semua yang kamu lakukan padaku Gea." Bentak Indra.
" Aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri, Lalu kenapa kamu tega padaku? Kamu tega menghancurkan rumah tanggaku." Tanya Indra menatap Gea dan pria di sebelahnya.
" Ya aku memang tega melakukan itu padamu, Karna aku membenci Kia, Setiap kamu bersamaku kamu selalu menyebut namanya, Mengagungkan namanya bahkan kau tidak pernah melirikku sama sekali, Aku mencintaimu Bang... Aku mencintaimu tapi apakah pernah kamu mengerti perasaanku selama ini? Tidak, Karna dalam pikiranmu hanya ada nama Kia Kia dan Kia, Aku membencinya." Ungkap Gea menatap Indra.
"Aku sengaja membuatmu menghabiskan waktumu untukku, Aku membuat jarak di antara kalian, Tapi sayang sekali kau tidak menyadarinya Bang." Sahut Gea.
"Aku membuatnya membencimu agar dia meninggalkanmu, Biarkan dia meninggalkanmu Bang ada aku yang akan menerimamu, Aku mencintaimu dari dulu sampai sekarang dan selamanya." Ungkap Gea.
Indra memundurkan langkahnya, Jadi selama ini apa yang di katakan oleh Kia benar, Gea tidak menganggapnya Abang melainkan seorang Pria pada umumnya?. Lagi lagi Indra menyesali perbuatannya yang mengabaikan ucapan istrinya. Ternyata Felling Kia benar benar kuat.
" Dan aku adalah orang pertama yang paling bahagia melihat kehancuranmu itu." Sahut Candra, Pria yang berdiri di sebelah Gea.
" Kenapa kamu melakukan itu? Apa kita saling kenal?" Tanya Indra menatap Candra.
" Aku Candra Angkasa, Sepupu Dimas Angkasa." Jawab Candra.
" Dimas Angkasa?" Indra mengerutkan keningnya.
__ADS_1
" Kau lihat dia." Candra menunjuk ke arah seseorang yang terbaring lemah di atas ranjang. Indra melongok menatap wajah orang yang yang di tunjuk Candra. Deg... hati Indra deg degan...Apa yang terjadi hingga membuat Dimas terbaring lemah di sana?.
" Dimas..." Lirih Indra.
" Ya... Dia jatuh dari lantai atas rumahnya, Sekarang keadaannya koma, Bahkan Ia di diagnosa lumpuh seumur hidupnya." Teriak Candra.
" Dan semua ini terjadi karna dirimu." Sahut Candra.
" Aku?" Tanya Indra menunjuk dirinya sendiri.
"Aku tidak tahu apa maksud dari ucapanmu." Ujar Indra.
" Ya... Tepatnya karna istrimu, Istrimu menolak cintanya membuatnya menderita selama ini, Rasa yang Ia pendam selama ini tidak terbalaskan karna kamu sudah menikahi wanita yang di cintainya terlebih dulu, Sekarang kamu harus merasakan apa yang Dimas rasakan selama ini, Kamu akan merasakan bagaimana kehilangan orang yang kamu cintai selama ini hhhhhh." Jelas Candra.
" Ternyata kau bekerja sama dengannya, Aku sungguh tidak menyangka kamu punya rencana sejahat ini Gea....Kau wanita iblis.. Kau wanita ular." Teriak Indra.
" Sekarang nikmatilah awal dari penderitaanmu Indra Permana." Ucap Candra. Indra segera keluar dari sana dengan hati hancur kecewa geram kesal jadi satu. Ia tidak pernah menyangka kebaikannya dengan Gea berakhir buruk untuk rumah tangganya.
Indra kembali ke ruang rawat Kia, Ia lupa tujuan awalnya untuk menjemput Mamanya di depan. Sampai di depan pintu, Indra mendorong pintunya dengan pelan. Ia melihat Kia sedang menangis dalam pelukan Mama Meri. Ternyata Mamanya sudah sampai lebih dulu.
" Hiks...hiks.... Mama...." Isak Kia. Hati Indra sakit bagai di sayat sembilu mendengar tangisan istrinya.
" Mama turut bersedih sayang atas apa yang telah menimpamu saat ini, Bersabarlah sayang mungkin ini belum rejekimu Nak, Suatu saat kamu pasti bisa hamil lagi." Ujar Mama mengelus punggung Kia.
" Sayang maafkan Indra ya, Dia tidak sengaja melakukan semua ini padamu Nak." Ucap Mama Meri. Kia melepas pelukannya, Ia menatap Mama Meri dengan perasaan yang entah.
" Mama mau aku memaafkannya?" Tanya Kia.
" Iya sayang maafkan Indra dan buka lembaran baru dengan bahagia, Lupakan yang telah berlalu sayang." Sahut Mama Meri.
" Aku akan memaafkannya dan membuka lembaran baru...." Ujar Kia. Indra tersenyum mendengar ucapan Kia yang mau memaafkannya dan membuka lembaran baru bersamanya.
" Makasih sayang." Sahut Mama Meri.
" Aku akan membuka lembaran baru tapi tidak dengannya Ma, Aku akan melupakannya selamanya." Sambung Kia. Deg.... Jantung Indra terasa copot dari tempatnya. Senyum yang sempat merekah kini sirna entah kemana. Tidak... Ia tidak akan membiarkan Kia meninggalkannya.
" Apa maksudmu sayang?" Selidik Mama Meri.
__ADS_1
" Aku akan pergi dari kehidupannya dan menceraikannya, Aku tidak bisa hidup bersama dengan orang yang tidak mempedulikanku Ma." Sahut Kia. Tubuh Indra lemas, Ia berjalan mendekati Kia.
" Sayang jangan lakukan itu, Aku minta maaf... Maafkan aku.. Ku mohon." Indra menggenggam tangan Kia.
" Lepas... Jangan sentuh aku." Kia menghentakkan tangannya tapi Genggaman Indra begitu kuat padahal hanya menggunakan satu tangan saja.
" Aku menyesali semuanya Say, Maafkan aku yang terlalu bodoh menilai orang lain, Hiks.... Aku juga sangat sedih kehilangan calon bayi kita, Aku tidak sengaja...Maafkan aku." Ucap Indra dalam tangisannya.
" Jangan tinggalkan aku, Aku tidak bisa hidup tanpamu...Hiks...Lebih baik aku mati dari pada harus berpisah darimu... Aku mencintaimu sangat.." Sambung Indra.
Mama Meri, Papa Anton dan Rey merasa ternyuh melihat keterpurukan Indra. Tapi mereka juga tidak bisa berbuat apa apa karna memang ini kesalahan putranya.
" Aku bilang lepasin aku, Aku sudah memaafkanmu tapi maaf aku tidak bisa hidup bersamamu lagi." Ketus Kia.
" Tidak...tidak Kia... Aku tidak mau kehilanganmu...Tangan ini yang membuatmu sakit kan...Aku akan menghukum tangan ini... Aku akan memotongnya.. Tapi jangan tinggalkan aku.. Jangan pergi dariku... .Tidak. Aku tidak mau kehilanganmu...." Indra berdiri sambil memukuli tangannya sendiri.Ia kehilangan kendali, Ia tidak bisa menahan emosinya. Kia menangis tersedu sedu melihat kerapuhan Indra, Tapi hatinya begitu sakit dan membenci suaminya. Karna Indra, Ia harus kehilangan calon bayinya.
" Indra tenang sayang..." Papa Anton mencekal tangan Indra. Ia tidak mau terjadi hal buruk dengan putranya.
" Tidak Pa..Aku akan memotong tanganku.. Pisau aku harus mencari pisau untuk memotong tanganku... Biarkan kedua tanganku cacat sekalian..Karna tangan ini aku kehilangan Istri dan anakku...Aku akan memotongnya." Racau Indra.
" Tenang Indra tenanglah." Ucap Papa Anton. Indra celingak celinguk mencari sesuatu. Rey segera menyembunyikan pisau buah di sampingnya. Ia juga tidak mau terjadi sesuatu kepada saudaranya.
"Indra.." Bentak Papa Anton dengan keras. Indra terkejut, Ia menatap Papa Anton....
" Jangan menyakiti dirimu lagi... Semua ini tidak akan menyelesaikan masalah, Jagalah emosimu Ndra." Ucap Papa Anton dengan nada tinggi membuat kewarasan Indra kembali.
" Hiks....hiks..Kia akan meninggalkan aku Pa... " Indra memeluk tubuh Papanya. Ia menangis mengeluarkan sesak di hatinya. Semua orang menangis sedih dengan apa yang terjadi pada keluarga mereka.
" Katakan padanya Pa.. Aku tidak bisa hidup tanpanya.. Suruh dia memaafkan aku Pa hiks hiks...Aku tidak mau kehilangannya... Cukup aku kehilangan calon anakku saja... Katakan padanya Pa aku tidak sengaja melakukannya, Aku tidak sengaja Pa." Indra mengusap air matanya dengan kasar.
" Sabar sayang selesaikan semua ini dengan kepala dingin, Kendalikan emosimu, Jangan sampai kamu stres lagi... OK.." Ujar Papa Anton. Indra hanya mengangguk saja.
Mama Meri memegang tangan Kia. Ia menatap penuh permohonan kepada menantunya.
" Sayang.... Mama mohon jangan tinggalkan Indra, Maafkanlah semua kesalahan yang Ia perbuat kepadamu, Selesaikan masalah ini dengan kepala dingin, Jangan buat keputusan apalun saat sedang emosi Nak, Kasihanilah Indra... Mama mohon mengertilah perasaannya...." Kia langsung menarik tangannya dari genggaman Mama Meri.
" Kenapa harus aku?".....
__ADS_1
TBC.....