
" Jadi... kau tetap menolakku?, Kau lebih mementingkan egomu, daripada pernikahan ini, Setelah perjuangkanku sampai ke titik ini, kau masih kekeh dengan pendirianmu, kau membuatku membuang buang waktu." Kia menatap nyalang mata Indra, tetapi Indra hanya menundukkan kepala.
" Kenapa Kau tidak mau menikahiku?. Bahkan aku sampai merendahkan diriku demi menepati janjiku pada mamamu. Katakan alasan apa, sampai kau selalu menolak pernikahan ini." Kia menarik kerah jas yang Indra kenakan.Tatapannya berubah menjadi tatapan amarah.
" Katakan Indra Permana." Bentak Kia.
" Maaf... " Hanya itu yang keluar dari bibir Indra. Kia melepaskan tangannya dari kerah Indra, membuat Indra mendongakkan kepalanya, Sejenak tatapan mereka beradu. Kia tersenyum kecut.
" Maaf... maaf untuk apa, Maaf untuk penolakanmu... maaf untuk luka di hatiku.. maaf karna membuatku terlihat seperti wanita murahan, yang mengemis cinta seorang pria kaya sepertimu..atau... maaf karna kau berhasil mempermalukanku di hadapan mereka semua." Kia menunjuk para tamu yang sedang memperhatikan mereka. Indra mengarahkan pandangannya pada semua tamu.
" Kenapa Ndra...kenapa kau menyulitkanku... Apa hatiku yang terlalu baik, hingga aku tersentuh dengan kata kata Mamamu, Atau aku yang bodoh." Ucap Kia lirih... Ia luruh kelantai, Cairan bening yang Ia tahan sedari tadi akhirnya lolos juga. Walaupun Ia belum memiliki perasaan kepada Indra, tapi rasanya begitu sakit di permalukan seperti ini.
" Karna aku tidak pantas untukmu... kau terlalu sempurna untuk bersanding dengan pria cacat sepertiku." Air mata Indra luruh, Ia tak kuasa dengan kata kata yang terucap dari bibirnya sendiri. Kia berdiri di hadapan Indra, membuat Indra menatapnya. Hati Indra begitu sakit melihat pujaan hatinya menangis karna ulahnya.
" Ya... kau benar... kau tidak pantas untukku.. wanita berhati lembut sepertiku tidak pantas mendampingi pria berhati batu sepertimu." Teriak Kia sambil mengusap kasar air matanya. Ia merasa gagal meluluhkan hati Indra. Sedangkan Indra masih menatapnya, menunggu cacian dan makian yang terlontar dari bibir Kia.
" Baiklah... jika ini yang kamu mau, Jangan berharap kau bisa bertemu denganku setelah ini, Walaupun kau mencariku keujung dunia sekalipun." Deg..Indra terkejut dengan perkataan Kia, bukan kata kata itu yang Ia harapkan.
" Ini terakhir kalinya kita bertemu." Kia menekan dada Indra.
"Jangan pernah kau sesali keputusanmu ini TUAN INDRA PERMANA, Kau laki laki pengecut, Laki laki Egois, Aku mengundurkan diri sebagai Sekretarismu, Selamat tinggal." Kia berbalik badan dan segera berlari keluar dengan kesusahan karna bawahannya yang sempit, Indra masih terbengong dengan apa yang Kia ucapkan. Sekretaris???
" Kia..." Teriak anggota keluarga bersamaan.
__ADS_1
" Ndra cepet lo kejar Kia, Dia mau terbang ke Aust bersama Dimas sekarang juga." Rey berteriak sambil menepuk pundak Indra membuat Indra tersadar dari lamunannya.
Indra menatap Kia yang sedang berlari, Tak tahan mengendalikan perasaannya Indra langsung mengejar Kia, Saat Kia sampai di depan pintu, Tiba tiba Indra mencekal tangan Kia, membuatnya berhenti dan berbalik arah. Indra segera menarik kasar tubuh Kia, sehingga Kia masuk kedalam pelukannya. Untuk sesaat mereka sama sama menangis meresapi perasaan masing masing.
" Maaf...Maafkan aku." Ucap Indra sambil mengelus punggung Kia dan sesekali mengecup puncak kepalanya.
" Maafkan aku yang pengecut ini." Kia melepas pelukannya dan mendongak menatap wajah Indra yang di banjiri air mata.
" Maaf...".Indra menangkup wajah Kia. Ia mengusap air mata di pipi Kia, lalu menyatukan kening mereka berdua.
" Maafkan aku... AKU MENCINTAIMU, kau berhasil membuatku mengakui perasaanku, Aku tidak mau kehilanganmu, I Love U." Indra memeluk Kia lagi, mereka sama sama terisak...
" Aku Indra Permana sangat sangat mencintaimu Zaskia Azzahra, melebihi apapun." Ucap Indra. Ia lega mampu mengeluarkan kata kata keramat yang selama ini Ia pendam. Indra melepaskan pelukannya, kemudian Ia berjongkok dengan satu lutut sebagai tumpuannya. Ia menggenggam satu tangan Kia. Membuat semua orang yang melihatnya terharu.
" Gak Mau." Jawab Kia. Indra merasa kecewa. Ia berdiri dan siap melangkah untuk pergi dari sana. Tiba tiba Kia memeluknya dari belakang.
" Gak mau nolak, Aku Zaskia Azzahra mau menikah denganmu Indra Permana." Ucap Kia dengan lantang. Indra membalikkan tubuhnya memeluk Kia dengan perasaan bahagia. Suara tepuk tangan membuat mereka melepaskan pelukannya, mereka baru sadar kalau ternyata dari tadi banyak pasang mata yang melihat mereka.
" Selamat Sayang." Mama Meri berhambur ke pelukan Indra meluapkan rasa bahagianya. Ia menitikkan air mata kebahagiaan.
" Berbahagialah Ndra.. berjanjilah setelah ini hanya akan ada kebahagiaan dan tawa ceriamu seperti dulu." Mama Meri menangkup wajah Indra.
" Iya Ma, Indra janji." Jawabnya.
__ADS_1
" Terima kasih sayang... kamu telah hadir di keluarga kami dan membawa kebahagiaan untuk kami semua." Mama Meri beralih memeluk Kia.
" Sama sama Ma... doakan Kia dan Mas Indra selalu bahagia dalam mengarungi bahtera rumah tangga ya Ma." Ujar Kia.
" Tentu sayang... selalu bersikap bijak dalam mengambil keputusan seperti selama ini." Ucap mama Meri.
" Yank... mempelai prianya kok di tinggalin gitu aja." Ucap Rey sambil merentangkan tangan agar Kia masuk kedalam pelukannya.
" Bang Rey tersayang." Kia berjalan mendekati Rey.. tapi tiba tiba
Hap... Indra menariknya ke dalam pelukannya.
" Gak ada peluk pelukan...enak aja." Ketus Indra membuat semua orang terkekeh.
" Hey... Calon Istri gue brooo." Ujar Rey.
" Lo gak Liat tadi dia nerima pinangan gue." Ujar Indra bangga. Kia melepas pelukannya.
" Dari awal juga aku nerima pinanganmu mas, Liat cincin pertunangan Kita, kalau di satuin jadi Love yang sempurna." ujar Kia sambil menempelkan cincinnya dengan cincin Indra.
" Hah... kok mas baru sadar ya yank." ucap Indra sambil menggaruk garuk kepalanya, membuat semua orang terkekeh dan ikut merasa bahagia.
TBC....
__ADS_1