Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Pembalasan


__ADS_3

Hari ini Rey menemui Indra di ruangannya dengan membawa stopmap berwarna merah. Ia membuka pintu dan langsung masuk menghampiri Indra yang sedang duduk si kursi kebesarannya.


"Nih pesanan Lo." Ucap Rey meletakkan stopmap itu ke meja Indra. Indra segera membukanya. Ia membaca satu persatu berkas yang ada di dalamnya sambil sesekali mengerutkan keningnya.


" Ternyata Lo bener kalau dia gembong narkoba, Kalau Dimas real dia bersih dari catatan kriminal." Ucap Rey duduk di sofa. Indra mengikutinya untuk duduk di sofa depan Rey.


" Lalu Gea... Apa ini?" Tanya Indra.


" Ya Gea adalah anak buah Candra, Selain gembong narkoba mereka juga menjalani bisnis pr*st*t*s*, Gea sebagai perantaranya kadang bahkan dia jadi modelnya." Ujar Rey.


" Bagaimana kalau Gea sampai masuk ke penjara? Apa kau tidak akan membenciku? Secara dia adalah sepupumu." Tanya Indra.


" Tidak... Biarkan dia bertanggung jawab atas semua perbuatannya." Jawab Rey mantap.


" Sayang sekali kita harus main belakang seperti ini, Kalau saja aku punya bukti kejahatannya yang merusak rumah tanggaku, Aku akan mengambil jalur itu." Sesal Indra.


" Tidak masalah yang penting kita bisa membalasnya dengan cara lain, Aku tidak rela Kia menderita karna ulahnya, Dan sayangnya kau sangat lemah dalam menghadapinya." Ejek Rey.


" Ya maaf aku kan nggak tahu." Kilah Indra.


" Kenapa Kia begitu mudah memaafkan Candra dan Gea setelah apa yang mereka lakukan kepadanya?" Tanya Rey yang heran dengan sikap Kia yang mudah memaafkan orang lain di banding suaminya sendiri.


"Asal kau tahu, Sebenarnya Kia memang sudah memaafkannya tapi dia tetap akan membalas perbuatan Candra kepadanya." Sahut Indra.


" Maksudmu?" Selidik Rey.


" Kia memaafkan Candra dan Gea hanya untuk menahan mereka sampai aku menemukan bukti kejahatan mereka, Aku akan menjebloskan mereka ke penjara, Itu sebabnya Kia bersikap biasa biasa saja." Jelas Indra membuat Rey melongo.


" Kau tahu kan? Kita tidak boleh gegabah karna jika salah langkah sedikit saja mereka pasti akan kabur dari negara ini." Sambung Indra.


" Ya kau benar... Kia memang benar benar cerdik." Ucap Rey.


" Jangan memuji istriku." Ujar Indra tak terima.


" Ah baiklah aku akan memuji istriku sendiri." Ucap Rey keceplosan.


" Emang punya?" Tanya Indra.


" Eh...eng...Enggak." Jawab Rey masih menutupi statusnya.


" Tapi kalau soal Dimas apakah Kia juga hanya berpura pura memaafkannya?" Tanya Rey menatap Indra.


" Kalau Dimas dia memang sudah benar benar memaafkannya, Dimas sudah mendapat hukuman dari yang Kuasa kan, Kia tidak setega itu untuk menghancurkannya, Apalagi Dimas sudah tidak punya apa apa, Bahkan Kia membayar seseorang untuk merawat Dimas." Jelas Indra.


" Sungguh mulianya hati Yayank ku." Ujar Rey.


Plak... Indra memukul kepala Rey dengan gulungan buku membuat sang empu mengaduh.


" Apasih." Cebik Rey.

__ADS_1


" Udah di bilangin jangan muji istriku." Sahut Indra.


" Ya masa' aku harus ngejelek jelekin istrimu mau lo?" Tanya Rey.


" Ogah." Sahut Indra.


" Kita tunggu detik detik penangkapan Candra dan Gea." Ucap Rey menyeringai.


Rey sudah melaporkan kejahatan yang Candra dan Gea lakukan ke kantor polisi. Sekarang polisi sedang berjalan untuk menggrebek Gea dan Candra di apartemennya.


Di dalam apartemen milik Candra terdengar suara lenguhan dan d*s*h*n dari dua insan yang sedang memadu cinta. Keringat membanjiri tubuh mereka tapi tidak mereka hiraukan demi kepuasan sesaat. Setelah puas Candra tumbang di samping Gea.


" Makasih Ge kamu selalu ada di saat aku membutuhkan pelepasan." Ucap Candra.


" Hmm.. Tidak masalah kita sama sama membutuhkannya, Kapanpun kamu mau aku siap melayanimu." Sahut Gea.


" Aku mandi dulu." Candra segera masuk ke kamar mandi sambil menenteng pakaiannya. Sedang Gea segera memakai pakaiannya kembali.


Ting tong


" Siapa sih siang siang bertamu? Apa Candra pesan G* Food ya." Batin Gea.


Ting tong


Suara bel kembali terdengar, Gea segera keluar dari kamarnya menuju pintu. Saat pintu di buka...


" Angkat tangan." Gea terkejut melihat beberapa polisi menodongkan senjata ke arahnya.


" Anda kami tangkap atas tuduhan pengedaran narkoba dan pr*sti**si." Ucap Pak polisi bertage name Iwan.


" Bawa dia." Titah Pak Iwan.


" Siap Ndan." Jawab beberapa polisi lainnya. Gea di gelandang oleh dua polisi yang memborgol tangannya.


" Lepas Pak... Saya tidak bersalah...Anda salah orang..Lepas." Teriak Gea.


" Diamlah Nona lakukan pembelaan di kantor polisi nanti." Ucap Pak polisi.


" Lepas..... Candra tolong aku..." Teriak Gea.


Sedangkan Pak polisi yang bernama Iwan beserta ke empat prajuritnya memasuki apartemen Candra. Mereka menggeledah satu persatu ruangan di sana.


" Ndan kami menemukan ini." Ucap salah satu Pak Polisi dengan membawa beberapa bungkusan serbuk putih di dalam plastik kecil.


" Cari juga di tempat lainnya." Titah Komandan Iwan.


" Apa apaan ini Pak." Pekik Candra yang baru keluar dari kamar.


" Anda kami tangkap karna terbukti memiliki barang terlarang ini." Candra melongo bagaimana polisi tahu jika Ia menyimpannya.

__ADS_1


" Itu bukan milikku." Kilah Candra.


" Sebaiknya anda ikut kami ke kantor polisi setelah itu silahkan lakukan pembelaan di sana, Kami juga sudah menangkap rekan anda." Ucap Pak polisi.


" Gea..." Lirih Candra.


" Ya Nona Gea sudah kami bawa ke kantor polisi, Untuk itu tolong kerja samanya." Pak polisi memborgol kedua tangan Candra lalu menggelandang Candra memasuki mobil patroli. Candra diam saja memikirkan bagaimana cara membela diri di sana. Siapa yang melaporkannya? Selama ini Ia rapat menutup aibnya, Bahkan Dimas yang sepupunya pun tidak tahu tentang ini. Lalu siapa yang sudah bermain main dengannya?.


Mobil polisi terus melaju hingga ke Polres. Candra dan Gea akan mendapat hukuman atas apa yang mereka lakukan.


Sedang di rumah sakit, Kia sedang menunggu kedatangan Anggun sepupunya, Ia melirik jam yang melingkar di tangannya. Sudah jam dua belas pas. Kia ada janji dengan Indra untuk makan siang tapi sepertinya rencananya akan batal karna keterlambatan Anggun.


" Ya..." Panggil Anggun berlari kecil ke arahnya.


" Lama banget sih? Katanya jam sepuluh? Dua jam tahu nggak aku buang waktuku hanya untuk menunggumu." Omel Kia.


"Iya maaf deh... Besok nggak lagi." Sahut Anggun.


" Ya udah ayo masuk, Bentar lagi aku ada janji sama Mamas Ganteng." Ucap Kia.


" Ayo." Sahut Anggun.


Kia berjalan menuju ruangan Dimas di rawat di ikuti Anggun dari belakang. Setelah sampai di depan ruangan Dimas, Kia segera membuka pintu, Di dalam Dimas sedang tidur terlentang di atas ranjang. Kia masuk dengan langkah pelan pelan.


" Itu dia orangnya yang harus kamu rawat, Kakinya lumpuh jadi kamu harus selalu memberi semangat untuknya." Ucap Kia pelan.


" Hmmm OK semoga aku bisa." Ujar Anggun.


" Bisalah.." Sahut Kia.


Mendengar seperti ada orang yang berbicara, Dimas mengerjapkan matanya.


" Ki..." Panggil Dimas.


" Ah iya." Kia menghampiri Dimas di ranjangnya, Ia membantu Dimas menyandarkan punggungnya dengan bantal.


" Dim... Maaf ini yang terakhir kali aku ke sini, Akan ada orang yang merawatmu dan selalu memberi suport untukmu menggantikan aku, Aku punya keluarga sendiri Dim jadi tidak mungkin kan aku akan terus di sini, Maafkan aku yang tidak menepati janjiku, Tapi aku mohon mengertilah." Jelas Kia merasa bersalah.


" Tidak masalah Ki aku mengerti kok, Tapi kapan kapan jenguk aku ya." Sahut Dimas.


" Siap... Oh ya kenalin perawat barumu... Nggun sini." Ucap Kia. Aggun mendekati Kia dengan menundukkan kepalanya.


" Dim kenalin... Anggun." Dimas menatap Anggun, Anggun mengangkat kepalanya menatap Dimas.


" Anggun."


" Dimas."


TBC.....

__ADS_1


Ayo donk dukung Author dengan like setiap babnya biar author semangat... Makasih buat yang selalu dukung author...


Miss U All


__ADS_2