
Jleb.....
Pisau Andre menusuk perut seseorang.
" Ahhhhh."
" Kiaaaaaaaaaaaaa" Teriak Indra menangkap tubuh Kia, Tapi karna hanya menggunakan satu tangan, Akhirnya keduanya terjerembab ke lantai.
Pisau di tangan Andre jatuh begitu saja saat Ia melihat Kia tergeletak di lantai dengan perut kanan bersimpah darah.
" Sa.... Sayang...." Lirih Andre mendekati Kia yang berada di pangkuan Indra.
" Sayang..." Andre menggenggam tangan Kia.
" Jangan sentuh istriku." Bentak Indra menepis tangan Andre.
" Masssss.." Kia menangkup wajah Indra.
" Bertahanlah sayang... Jangan tinggalkan aku..Ku mohon... Bertahanlah demi diriku." Ucap Indra dengan air mata yang menetes.
" Aku bahagia bisa menemukanmu Mas." Lirih Kia.
" Aku juga bahagia sayang ku mohon jaga kesadaranmu." Ujar Indra.
" Ayo kita bawa ke rumah sakit Ndra." Ujar Andre hendak membopong Kia.
" Aku bilang jangan sentuh istriku, Kau yang membuatnya seperti ini, Jika terjadi sesuatu kepadanya aku akan membunuhmu." Teriak Indra.
" Itu urusan nanti, Sekarang kita bawa Kia ke rumah sakit dulu." Ujar Andre.
" Aku bisa sendiri." Ketus Indra.
" Bagaimana kau bisa membawanya? Sedangkan tanganmu cacat." Bentak Andre.
" Kau jangan egois, Aku akan membawa Kia ke rumah sakit sebelum terlambat." Ucap Andre membopong tubuh Kia. Indra mengikutinya dari belakang.
" Cepat masuk." Titah Andre. Indra tidak bergeming.
" Cepat kau masuk ke dalam memangku Kia bodoh, Apa kamu yang mau menyetir?" Bentak Andre.
" Ah iya." Sahut Indra.
Indra duduk di kursi belakang memangku kepala Kia dengan pahanya.
" Sayang bertahanlah ku mohon... Jaga kesadaranmu sayang." Ucap Indra mengelus pipi Kia.
" Mas..." Lirih Kia sedikit membuka matanya.
" Iya sayang aku di sini... I Love U... I'm Really Love U sayang...." Ucap Indra menunduk menciumi kening Kia. Indra mengenggam satu tangan Kia dengan tangan kanannya. Hati Andre perih melihat betapa besar cinta mereka berdua.
" Cepat Ndre.. Bisa cepat nggak sih nyetirnya." Pekik Indra.
" Ini udah cepet Ndra mau cepet yang gimana lagi?" Kesal Andre.
Andre menambah kecepatannya, Ia membelah jalanan ibu kota sambil menyalip kendaraan lainnya, Ia sudah seperti pembalap saja.
Tak lama sampailah mereka ke rumah sakit kota, Andre segera membopong Kia menuju ruang UGD.
" Dokter... Dokter..." Teriak Indra.
Seorang Dokter menghampiri mereka.
" Tolong selamatkan istri saya Dok." Ucap Indra dan Andre bersamaan.
Dokter melongo mendengar ucapan keduanya. Bagaimana bisa satu wanita punya dua suami?.
__ADS_1
" Selamatkan istri saya." Indra mengulangi ucapannya.
" Ah iya istrinya." Sela Andre.
" Silahkan baringkan di sini Pak." Ujar Dokter.
Andre segera membaringkan tubuh Kia di atas brankar di ruang UGD. Mereka berdua di suruh menunggu di luar selama pemeriksaan Dokter. Keduanya duduk di ruang tunggu. Indra mondar mandir ke sana kemari mencemaskan keadaan istrinya.
" Duduklah... Aku yakin Kia akan baik baik saja." Ucap Andre.
" Kau.... Kau memang tidak pantas menjadi anak dari orang tuaku, Kelakuanmu mirip ibl&s bukan manusia, Bagaimana bisa kau melukai iparmu sendiri?" Bentak Indra tak kuasa menahan emosinya, Ia menarik kerah Andre lalu memukulnya.
Bugh...
Indra memukul wajah Andre yang sudah babak belur.
" Ini untuk rasa sakit istriku." Ucap Indra.
Bugh....
" Ini balasan karna kamu telah membodohinya dengan mengaku sebagai diriku." Teriak Indra.
Bugh...
" Indra...." Teriak Mama Meri berlari menghampiri keduanya.
" Mama." Ucap Indra memeluk Mama Meri.
" Sabar sayang... Istrimu pasti baik baik saja, Tenanglah Nak... Kia wanita yang kuat... Bahkan Ia lebih kuat dari dirimu." Ujar Mama Meri mengelus punggung Indra.
" Makasih Ma." Sahut Indra melepas pelukannya.
" Mama mengenalnya?" Tanya Indra menunjuk Andre.
" Mama hanya mengenal seorang malaikat kecil bukan ibl*s seperti dia... Anak Mama tidak mungkin tega melakukan semua ini kepada saudaranya... Hiks...Hiks...Hiks... Mama gagal menjadi seorang ibu Ndra... Mama telah gagal hiks hiks." Ucap Mama Meri dengan air mata berlinang.
" Mama tidak mengharapkan ini semua darimu Ndre... Kenapa kamu lakukan semua ini kepada saudaramu sendiri? Apa yang membuatmu seperti ini Nak?" Ucap Mama Meri menatap Andre dengan penuh air mata.
" Tadi pagi Mama sangat bahagia mengetahui kamu masih hidup, Tapi sekarang Mama sangat terpuruk mengetahui sikapmu yang tidak mencerminkan keluarga Permana Hiks...Hiks.... Maafkan Mama yang tidak pernah mendidikmu untuk menjadi manusia yang lebih baik." Sesal Mama Meri.
" Apa maksudmu telah mengetahuiku masih hidup?" Tanya Andre berjongkok di bawah kursi yang Mama Meri duduki.
" Kia.... Kia tahu jika yang bersamanya bukanlah suaminya melainkan orang lain, Kia menunjukkan fotomu kepada Mama, Mama sangat bahagia ternyata kamu masih hidup... Kamu lolos dalam kecelakaan maut yang menimpa keluarga Burhan....Mama bahagia Nak..." Ujar Mama menangkup wajah Andre.
" Tapi kenapa kamu kembali dalam keadaan seperti ini? Apa yang membuatmu bisa melakukan hal serendah ini?" Tanya Mama Meri.
" Aku ingin membalas rasa sakitku karna kau telah menjualku." Ucap Andre.
" Tidak sayang.... Semua itu tidak benar... Mama tidak pernah menjualmu Nak..." Ucap Mama Meri.
" Kau menjualku demi mendapatkan uang untuk theraphi Indra." Teriak Andre.
" Jangan berteriak ini di rumah sakit." Ujar Papa Anton.
" Burhan sendiri yang menawarkannya, Burhan mau membantu biaya therapi Indra asalkan kamu bisa menjadi anak angkatnya.... Saat itu tidak ada pilihan lain... Mama tidak memiliki uang sepersenpun untuk biaya therapi Indra, Sedang Dokter mengatakan jika Indra tidak di therapi kemungkinan besar dia tidak akan selamat Nak... Mama tidak tega melihat Indra yang membutuhkan pertolongan saat itu, Dia cacat sayang.... Dia tidak bisa bergerak sama sekali... Maka dari itu dengan terpaksa Mama memberikanmu bersamanya." Jelas Mama Meri.
" Saat kondisi ekonomi kami membaik, Kami datang untuk menjemputmu, Kami ingin mengembalikan uang yang Burhan berikan, Karna dulu Burhan sempat bilang, Kalau kami sudah bisa mengembalikan uangnya maka kami bisa menjemputmu Nak... Tapi sayang... Saat itu Burhan sekeluarga mengalami kecelakaan, Putranya yang bernama Andre ikut tiada bersama keduanya.... Sejak saat itu Mama ikhlas melepasmu Nak... Mama tidak tahu kalau kamu masih hidup." Jelas Mama Meri.
" Apa saat Burhan memintaku, Dia mengatakan kalau dia sudah punya anak?" Tanya Andre.
" Tidak... Dia mengatakan istrinya mandul." Jawab Mama Meri.
" Dia menipumu." Ucap Andre.
" Apa maksudmu?" Selidik Mama.
__ADS_1
" Dia punya anak laki laki seumuran denganku, Lebih tua dia dua tahun, Burhan memanggilnya dengan nama Andre juga, Dia mempunyai kelainan jantung sejak lahir dan jika usianya sudah kuat, Dia harus menjalani oprasi cangkok jantung atau apalah itu aku tidak tahu, Saat kecelakaan dia akan menumbalkan aku, Dia memaksaku untuk mendonorkan jantungku untuk anaknya, Tapi aku berhasil kabur darinya tanpa dia ketahui." Jelas Andre.
" Astaga.... " Pekik Mama menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
" Kenapa Burhan jahat sekali.." Ujar Mama Meri.
" Sejak saat itu hidupku terlunta lunta, Aku keluar masuk penjara karna sering mencuri untuk menyambung hidup, Makanya aku membencimu dan putra cacatmu itu, Karena dia kamu tega memberikan aku pada orang jahat seperti Burhan." Ucap Andre.
" Orang jahat? Maksudmu?" Tanya Papa Anton.
" Burhan menjadikan aku sebagai budaknya, Anaknya yang sekolah aku yang mengerjakan setiap tugasnya, Jika anaknya yang nakal maka akulah yang harus menjalani hukumannya, Dia bilang padaku, Aku harus menuruti semua perkataannya karna dia telah membeliku darimu, Sebagai gantinya aku harus menjadi budaknya seumur hidupku, Termasuk merelakan jantungku untuk anaknya, Aku harus rela meminum racun yang mematikan tanpa merusak jantungku." Jelas Andre.
" Hiks...Hiks...Burhan... Kau tega membohongi kami... Kau berniat jahat terhadap putraku..." Isak Mama Meri.
" Maafkan Mama sayang karna Mama kamu jadi menderita... Tapi ketahuilah Mama sangat menyayangimu... Mama sangat merindukanmu sayang..." Ucap Mama memeluk Andre.
" Jadi ini alasannya Mama selalu membeli dua kue ulang tahun untukku? Sebenarnya yang satu milik Andre?" Selidik indra.
" Maaf sayang selama ini Mama membohongimu." Ucap Mama menatap Indra.
" Maafkan aku Ndra karna telah jahat kepadamu." Ucap Andre memeluk Indra.
" Aku akan menyerahkan diriku ke polisi, Aku akan meminta hukuman mati karna aku merencanakan pembunuhan terhadapmu dan membuat Kia terluka." Ucap Andre melepas pelukannya.
" Jangan sayang...." Ucap Mama Meri.
" Keluarga Nona Kia." Panggil Suster tiba tiba.
" Saya suaminya Dok." Sahut Indra memghampiri suster di ikuti yang lainnya.
" Nona Kia sudah kami pindahkan di ruang VIP melati nomer satu Tuan." Ucap Suster.
" Bagaimana keadaannya sus?" Tanya Mama Meri.
" Kata Dokter tidak ada yang perlu di khawatirkan Nyonya, Lukanya tidak dalam kami sudah menjahitnya, Nona Kia masih belum sadar karna efek obat biusnya belum hilang, Mungkin sebentar lagi, Dan Dokter minta maaf karna tidak bisa menjelaskannya sendiri, Beliau ada keperluan mendadak." Jelas Suster.
" Tidak masalah Sus, Terima kasih... Kami akan langsung ke sana." Ucap Indra.
" Sama sama Tuan." Sahut Suster.
Mereka semua berjalan menuju ruang rawat Kia termasuk Andre. Sesampainya di sana Indra segera membuka pintu kamarnya.
Ceklek....
" Sayang..." Ucap Indra dan Andre bersamaan saat melihat Kia sudah sadar dan sedang duduk bersandar pada kepala ranjang.
Kia menoleh ke arah keduanya, Matanya memicing membedakan mereka berdua.
" Aku suamimu." Ucap Andre menghampiri Kia.
" Bukan... Akulah suamimu." Ujar Indra menghampiri Kia juga. Saat ini keduanya berdiri di depan Kia dengan tangan kiri tertekuk semua.
" Aku suamimu." Ucap Indra.
" Aku..." Ujar Andre.
" Aku Indra." Ucap Andre.
" Aku yang Indra." Ujar Indra.
Tingkah keduanya membuat Mama Meri tersenyum, Ia berharap Kia dan Indra mau memaafkan kesalahan Andre, Agar keluarga mereka bisa berkumpul kembali.
**TBC.....
Andre mau diapain nih??? Mau di maafkan apa di proses hukum ya??? Jangan lupa like dan komentnya.. Makasih**
__ADS_1