
Huek.... Huek...
Vanka kembali mual di pagi hari. Mendengar suara Vanka muntah, Bryan segera turun dari ranjang menghampiri Vanka di dalam kamar mandi.
" Ya ampun sayang.... Kamu kenapa lagi Dek?" Tanya Bryan memijat pelan tengkuk Vanka.
Huek....
Vanka membungkuk mengeluarkan cairan bening dari mulutnya.
" Hah." Vanka menghembuskan nafasnya kasar. Ia membasuh mulutnya dengan air bersih.
Keringat menetes dari kening Vanka. Bryan segera mengusapnya dengan tisu yang ada di samping wastafel.
" Kamu sedang tidak sehat sayang, kamu muntah terus nanti kita ke dokter ya buat periksa." Ujar Bryan.
" Iya Mas." Lirih Vanka.
" Yaudah ayo Mas bantu ke kamar lagi." Ucap Bryan yang di balas dengan anggukan kepala oleh Vanka. Bryan menuntun Vanka ke ranjangnya.
" Semalam kamu pingsan Dek." Ujar Bryan membantu Vanka duduk bersandar pada kepala ranjang.
" Apa? Pingsan? Masa' sih Mas." Ujar Vanka.
" Iya, sebenarnya apa yang kamu rasakan sayang?" Tanya Bryan mengelus rambut Vanka.
" Aku merasa mual, kepalaku sedikit pusing Mas." Sahut Vanka.
" Apa jangan jangan kamu hamil Dek." Tebak Bryan.
Vanka menatap Bryan sambil melongo.
" Hamil?" Tanya Vanka memastikan.
" Iya." Sahut Bryan.
" Masa' sih Mas? Kita kan belum genap satu bulan melakukannya." Ujar Vanka.
" Bisa aja Dek, mungkin pas kita melakukannya kamu masih dalam masa subur suburnya makanya langsung jadi." Sahut Bryan.
" Bisa jadi ya Mas." Ujar Vanka.
" Mas gimana kalau aku hamil?" Tanya Vanka membuat Bryan mengernyitkan dahinya.
" Apa maksudmu sayang?" Tanya Bryan menatap Vanka.
" Kalau kamu beneran hamil ya aku senenglah, aku bahagia banget mau jadi seorang daddy." Sambung Bryan.
" Aku.... Aku merasa sedikit takut Mas." Ucap Vanka.
" Takut kenapa sayang?" Tanya Bryan.
" Aku takut keguguran lagi Mas." Lirih Vanka.
" Ya ampun sayang, kenapa kamu berpikiran seperti itu hmm? Tidak perlu takut karena kita akan menjaganya bersama sama, dan jangan lupa untuk selalu berdoa ya." Sahut Bryan.
" Tapi Mas rasa khawatir dan ketakutan itu muncul begitu saja, aku khawatir Mas." Sahut Vanka.
" Tidak perlu khawatir sayang, kita percayakan saja kepada Tuhan, jika benar kamu hamil maka kita berdoa saja semogasemuanya lancar dan sehat hingga persalinan, dan ingat! Kamu tidak boleh stres memikirkan semua ini atau kamu akan membahayakan janin kita." Ucap Bryan.
Vanka menghembuskan nafasnya pelan. Benar apa yang di katakan Bryan kalau Ia tidak bileh sampai stres. Karen stres pemicu utama terjadinya keguguran.
" Terima kasih Mas sudah membuatku sedikit tenang." Ucap Vanka.
" Ya sudah sekarang kamu istirahat saja di sini, Mas akan turun ke bawah membuatkan minuman hangat untukmu ya." Ujar Bryan.
__ADS_1
" Teh manis aja ya Mas." Ucap Vanka.
" Ok." Sahut Bryan mencium kening Vanka.
Bryan keluar kamar menuju dapur. Ia membuatkan Vanka segelas teh hangat. Setelah selesai Ia kembali ke kamarnya dengan membawa segelas teh di tangannya.
" Sayang ini tehnya." Ucap Bryan memberikan segelas teh hangat kepada Vanka.
Saat Vanka hendak meminumnya tiba tiba...
Huek....
Vanka membekap mulutnya, Bryan mengambil kembali teh dari tangan Vanka, Vanka segera berlari menuju ke kamar mandi untuk memutahkan isi perutnya lagi.
Huek... Huek...
Bryan meletakkan tehnya ke atas nakas. Ia segera menghampiri Vanka.
" Mual lagi?" Tanya Bryan.
" Jauhkan teh itu Mas! Aku tidak suka baunya, baunya bikin aku mual." Ucap Vanka.
Bryan mengembangkan senyumnya saat mendengar ucapan Vanka.
" Mas segera bawa teh itu kembali ke dapur, aku mau ke ranjang lagi, rasanya lemas banget Mas." Ucap Vanka.
" Ah iya sayang." Sahut Bryan.
Bryan kembali mengambil tehnya di atas nakas. Ia berjalan turun menuju dapur. Di dapur Ia bertemu dengan Mama Kia yang sedang memotong sayuran.
" Kenapa nggak di minum tehnya Bry?" Tanya Mama Kia saat melihat Bryan membuang tehnya ke wastafel.
" Vanka mual karna bau tehnya Ma." Sahut Bryan.
" Apa mungkin Vanka hamil sayang?" Tanya Mama Kia.
" Doakan saja Ma, semoga Vanka benar benar hamil." Ujar Bryan.
Mama Kia merasa senang. Matanya menyorotkan binar kebahagiaan.
" Tentu sayang, Mama akan berdoa semoga Vanka benar benar hamil, ah Mama sudah tidak sabar memastikan kabar bahagia ini sayang, segeralah periksa dokter ya supaya kita tahu dan dapat mengantisipasi kalau terjadi sesuatu sayang.." Ujar Mama Kia.
" Iya Ma, nunggu siangan dikit sambil nunggu Vanka mendingan." Sahut Bryan.
" Ok.. Apa Vanka ingin makan sesuatu yang spesial?" Tanya Mama Kia.
" Sepertinya sih tidak Ma atau mungkin belum, nanti Bry tanyakan padanya dulu ya Ma, Bry mau kembali ke kamar." Ucap Bryan.
" Iya." Sahut Mama Kia.
Bryan melangkah kembali menuju kamarnya.
" Sayang Mas mandi dulu ya." Ucap Bryan melenggang menuju kamar mandi.
" Hmm." Gumam Vanka.
Selesai mandi keduanya bersiap menuju rumah sakit tanpa sarapan karena Vanka merasa mual saat bau masakan.
Bryan melajukan mobilnya menuju rumah sakit milik Opa Anton setelah membuat janji temu dengan dokter spesialis kandungan bernama Mila. Tiga puluh menit kemudian Bryan memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit. Ia turun dari mobil sambil menggandeng tangan Vanka.
Keduanya berjalan menuju bagian Obgyn di rumah sakit itu.
" Nyonya Devanka Permana ya?" Tanya seorang suster menghampiri mereka.
" Iya sus." Sahit Bryan.
__ADS_1
" Silahkan masuk Tuan, Nyonya! Dokter Mila sudah menunggu." Ucap suster itu.
" Baik sus terima kasih." Sahut Vanka.
Bryan dan Vanka masuk ke dalam ruangan.
" Silahkan duduk Tuan Bryan dan Nyonya Devanka." Ucap Dokter Mila.
" Terima kasih Dok." Sahut Bryan duduk di kursi depan Dokter Mila.
" Ada keluhan apa Nonya Devanka?" Tanya Dokter Mila.
" Dari kemarin istri saya mual dan muntah muntah Dok, kepalanya juga sedikit pusing, tadi pagi saat mencium aroma makanan ataupun minuman Ia mual lagi, kira kira istri saya kenapa ya Dok? Kalau saya mengira istri saya sedang hamil makanya saya langsung membuat janji ke sini." Terang Bryan membuat Dokter Mila tersenyum.
" Apakah sudah di tes pakai alat Tuan?" Tanya Dokter Mila.
Bryan menoleh ke arah Vanka.
" Belum Dok, apa harus di tes dulu? Apa tidak bisa kalau langsung usg?" Tanya Bryan.
" Bisa Pak, sekarang silahkan berbaring di atas brankar Nyonya." Ujar Dokter Mila menunjuk brankar yang ada di ruangan itu.
Bryan menuntun Vanka menuju brankar. Ia juga membantu Vanka berbaring di sana.
" Ya kita akan lihat apakah Nyonya Devanka hamil atau hanya masuk angin biasa ya." Ujar Dokter Mila.
Dokter Mila memeriksa perut Vanka untuk memastikan apakah ada sesuatu di dalam sana. Setelah itu Ia mengoleskan gel di atas perut Vanka.
" Lihat ke layar monitor ya Tuan." Ucap Dokter Mila.
Bryan dan Vanka menatap ke arah layar monitor, sedangkan Dokter Mila menggerakkan transduser ke kanan dan ke kiri pada perut Vanka.
" Lihatlah Tuan dan Nyonya, titik hitam ini merupakan calon janin kalian, saya ucapkan selamat ya karna ternyata anda memang hamil Nyonya Devanka." Ucap Dokter Mila.
" Alhamdulillah." Ucap Bryan menggenggam tangan Vanka tanpa mengalihkan pandangannya dari layar monitor.
" Usia kandungannya masih terbilang sangat muda ya Nyonya, usianya baru tiga minggu lebih, jadi belum genap satu bulan ya makanya terlihat agak samar samar gitu." Ucap Dokter Mila.
" Apakah dia sehat Dok?" Tanya Bryan.
" Kalau di lihat dari kondisinya saat ini masih belum terlihat Tuan, kita tunggu satu bulan lagi, jika janin berkembang maka bisa di katakan janin anda sehat, maka dari itu mohon di jaga dengan baik, asupan gizi dan aktivitas Nyonya mohon di perhatikan dan di pantau ya Tuan, jangan sampai kecapekan apalagi stress." Terang Dokter Mila.
" Baik Dok, akan saya usahakan dengan baik." Sahut Bryan.
" Sudah Nyonya, silahkan duduk kembali." Ujar Dokter Mila.
" Terima kasih sayang.. Terima kasih karena telah menghadirkan calon malaikat kecil dalam rumah tangga kita." Ucap Bryan memeluk Vanka.
" Iya Mas.. Semua ini kan pemberian Tuhan." Sahut Vanka membalas pelukan Bryan.
" Aku sangat bahagia sayang, semoga kalian berdua sehat selalu." Ujar Bryan.
" Amin." Sahut Dokter, Suster dan Vanka bersamaan.
Udah terjawab ya kalau Vanka benar benar hamil....
Jangan lupa like koment dan votenya....
Author ucapkan terima kasih untuk readers yang selalu mendukung author .. Semoga sehat selalu...
Si bab bab selanjutnya kita nikmati masa masa ngidam Vanka ya...
Miss
U All....
__ADS_1