Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Jebakan Rania


__ADS_3

Malam ini pesta perjamuan para kolega dan rekan bisnis perusahaan ZIP Group akan segera di mulai. Resto hotel di sulap menjadi tempat pesta yang meriah. Indra dengan setelan jas hitam dan kemeja putih di padukan dengan celana bahan yang sepadan membuatnya begitu menawan. Saat ini Ia sedang berbincang dengan kolega koleganya di depan mini bar yang telah di sediakan.


" Tuan Indra kenapa hadir sendirian, istrinya tidak di ajak." Tanya Tuan Derri perwakilan dari Sanjaya corp. Dimas menatap Indra menanti jawabannya. Terus terang Dimas kecewa karna tidak bisa melihat pujaan hatinya malam ini.


" Dia sedang tidak enak badan pak, Maaf." Sahut Indra sambil melirik Dimas. Ia tidak mungkin mengatakan alasan sebenarnya.


" Tidak masalah, kita bisa bertemu lain waktu, saya juga akan mengajak istri saya di acara selanjutnya." Ujar Tuan Mahesa.


" Apa Nona Zaskia sedang sakit Tuan Indra." Tanya Dimas.


" Sedikit, biasalah aura aura pengantin baru masih melekat." Sahut Indra, Dimas mengepalkan tangannya di bawah meja.


" Tuan Dimas, apa nona ini yang akan menyandang status Nyonya Angkasa." Tanya Tuan Derri beralih pada Dimas.


" Eh.. doakan saja Tuan Derri, semoga ada jodohnya." Bohong Dimas.


" Semoga lancar sampai pelaminan Tuan." Ucap Tuan Derri.


Ya Dimas mengajak Rania untuk hadir di acara ini mendampinginya, atau ada alasan lainnya. Entah rencana apa yang akan mereka mainkan kali ini.


" Maaf saya permisi, saya ada urusan dengan asistent saya." Pamit Indra.


" Silahkan Tuan." Jawab mereka serempak.


Indra beranjak mendekati Rey yang duduk di meja paling ujung. Indra mendaratkan pantatnya pada kursi di depan Rey.


" Kenapa kesini." Tanya Rey.


" Malas aja ada si br*ngs*k itu." Cebik Indra.


" Hhh bisa saja." Sahut Rey.


Acara demi acara berlangsung tanpa ada halangan apapun, tiba di acara penutup yaitu bersulang. Semua tamu undangan yang hadir bersamaan mengangkat gelasnya, lalu meneguk minumannya.


Chissss...

__ADS_1


Indra meneguk minuman di gelasnya, Ia hanya memesan jus karna Ia tidak biasa minum minuman beralkohol. Seseorang mengawasinya dari kejauhan dengan senyum smirk. Ia terus mengawasi Indra, Yang sudah mulai bertingkah.


" Rey, kenapa badanku terasa sedikit panas." Tanya Indra yang kembali duduk berdua dengan Rey.


" Panas gimana." Sahut Rey.


" Seperti ada sesuatu yang aneh dalam tubuhku." Jelas Rey.


" Ah Sial pasti ada yang mencampurkan sesuatu di minumanmu."Ujar Rey.


" Lalu apa yang harus aku lakukan Rey." Tanya Indra.


" Apa masih bisa di kendalikan." Tanya Rey.


" Masih, sepertinya belum terlalu bereaksi kok." Sahut Indra.


" Baiklah tunggu di sini, aku akan mengawasimu dari jauh, aku ingin tahu siapa yang merencanakan semua ini." Ucap Indra.


" Baiklah tapi jangan sampai kamu lengah." Sahut Indra.


📲Bang Rey


Segera datang ke hotel xx sekarang juga, ada yang menjebak suamimu lagi.


Setelah kepergian Rey, Rania datang menghampiri Indra. Ia duduk di depan Indra.


" Ndra maafkan atas kesalahanku waktu itu." Ucap Rania, Indra menoleh.


" Oh rupanya kau yang sedang bermain main denganku, aku ikuti permainanmu." Batin Indra.


" Rania....Shhh." Desis Indra.


" Kamu kenapa Ndra." Rania mendekati Indra sambil menyentuh lengan Indra. Indra merasa obatnya mulai bereaksi karna Ia merasa panas dingin dengan sentuhan Rania.


" Ah.. bisakah kau menolongku." Tanya Indra. Rania bersorak dalam hatinya. Sepertinya rencananya akan berjalan dengan lancar.

__ADS_1


" Apa yang bisa aku bantu." Tanya Rania.


" Antar aku pulang, kebetulan Rey sudah pulang duluan." Pancing Indra.


" Dengan senang hati." Rania segera memapah Indra menuju suatu yang Ia sediakan sebelumnya. Melihat itu Rey segera menghubungi Kia.


📲 Me


Posisi


📲 Yayang


Lobby


📲Me


Tunggu di lorong kamar, mereka menuju ke sana


📲 Yayang


Ok


Rey membuntuti mereka dengan hati hati agar tidak ketahuan Rania atau Dimas. Ia yakin semua ini rencana mereka berdua. Benar benar tidak ada kapoknya. Setelah sampai di lorong kamar, Rey memberi kode kepada Kia agar tetap bersembunyi.


Sedangkan Indra merasakan gelisah yang luar biasa, tetapi Ia harus mengendalikan dirinya.


" Kenapa Ndra, sepertinya kamu gelisah, aku tidak bisa mengantarmu ke rumah kalau seperti ini, gimana kalau kita sewa kamar aja, aku siap membantu apapun yang kamu butuhkan." Ujar Rania.


" Sepertinya aku butuh pelepasan Ran, melihat dirimu yang begitu cantik malam ini, membuatku bergairah ." Pancing Indra. Sebenarnya Ia mual dengan ucapannya sendiri.


" Tenang saja aku akan melakukan apapun untukmu, aku sudah menyewa kamar untuk Kita." Ucap Rania keceplosan.


" Kamu memang paling mengerti diriku Ran." Rania memapah Indra sampai di depan kamar, Ia segera membuka pintu dan membaringkan Indra di ranjang. Setelah Indra berbaring Rania segera menutup pintu.


" *Malam ini kamu akan menjadi milikku sepenuhnya.." Ujar Rania dalam hati.

__ADS_1


**TBC***.....


__ADS_2