Pria Cacat Itu Suamiku

Pria Cacat Itu Suamiku
Firasat


__ADS_3

Hari hari berlalu hubungan Rey dan Cindy kembali membaik, Mereka sudah seperti pasangan suami istri yang sesungguhnya. Beberapa hari lalu mereka merencanakan bulan madu, Dan anehnya Indra iri dengan mereka, Akhirnya mereka memesan paket bulan madu untuk dua pasangan.


Saat ini Kia sedang membantu Indra bersiap, Kia memasangkan dasi dengan telaten. Indra memandang wajah cantik istrinya. Ia menundukkan wajahnya, Mengecup bibir Kia. Kia mengalungkan tangannya ke leher Indra, Indra menahan tengkuk Kia untuk memperdalam ciumannya. Indra mencecap bibir manis istrinya, Kia membuka sedikit mulutnya membuat lidah Indra mengekspos setiap inchinya. Mereka menikmati sensasi saling bertukar saliva. Ciuman Indra turun ke bawah, Ia menyesap leher mulus Kia membuat Kia mendesis.


" Massss..." Desis Kia.


" Apa Say???" Tanya Indra.


" Jangan gitu ih, Keliatan entar." Ucap Kia.


" Emang kenapa? Biar semua tahu kalau kamu udah ada yang punya." Ujar Indra.


" Semua juga udah pada tahu Mas, Aneh aneh aja kamunya." Sahut Kia.


" Say...." Panggil Indra.


" Hmmm." Gumam Kia.


" Kangennnn." Manja Indra.


" Semalem udah Mas." Ucap Kia.


" Pengin lagi Say..." Sahut Indra menatap wajah Kia. Ia mengelus pipi Kia dengan tangan kanannya. Kia menatap Indra.


" Nanti malam aja ya, Sekarang kamu harus berangkat kerja." Sahut Kia.


" Kamu begitu cantik hingga membuatku jatuh cinta setiap hari Say, Dan hatimu lebih cantik dari wajahmu membuatku selalu ingin memikatmu, Aku tidak mau jauh darimu, Aku menyayangimu, I Love U." Ucap Indra.


" Love U Too." Sahut Kia.


Indra mencium kening Kia lalu memeluknya lagi. Ia merasa sangat bahagia memiliki istri seperti Kia yang selalu bersabar dalam menghadapinya.


" Jika suatu hari nanti aku pergi, Berjanjilah kamu akan selalu setia menungguku." Ucap Indra tiba tiba.


" Apasih Mas, Jangan ngomong gitu, Aku tidak mau kamu meninggalkan aku." Sahut Kia.


" Itu seandainya Sayang...." Ujar Indra mencubit hidung Kia.


" Pokoknya aku nggak mau dan tidak ada andai andai, Kamu harus menemaniku saat aku susah ataupun senang, Jangan membuatku takut begini." Ujar Kia sendu.


" Maafkan aku, Kita tidak tahu takdir apa yang akan terjadi kedepannya, Yang jelas aku selalu mencintaimu... Sangat mencintaimu." Ucap Indra menciumi kening Kia.


" Aku juga Mas." Sahut Kia.


" Baiklah besok kita akan pergi bulan madu, Jadi hari ini kamu jangan sampai kecapekan ya." Ucap Indra melepas pelukannya, Ia menatap Kia dalam.


" Iya Mas... Udah ah sana berangkat entar telat lhoh." Ucap Kia.


" Telat juga nggak ada yang bakal marahin aku, Aku bosnya." Sahut Indra.


" Ok.. deh terserah kamu aja." Ujar Kia.


" Ayo." Indra merangkul pinggang Kia, Mereka berjalan keluar menuju meja makan.


" Mau makan apa Mas?" Tanya Kia.


" Makan kamu." Sahut Indra.


" Massss jangan canda deh." Sahut Kia.


" Aku jujur sayang... Aku pengin makan kamu saat ini." Ucap Indra mengerlingkan matanya.

__ADS_1


" Nggak usah makan biar aku aja yang makan." Kesal Kia.


Kia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


" A' Say." Ucap Indra membuka mulutnya saat Kia hendak menyuapkan nasi ke mulutnya. Kia menghela nafasnya.


" Sayang...." Rengek Indra.


" Baiklah My Big Baby.... A' ." Ujar Kia, Indra menerima suapan dari Kia lalu segera mengunyah makanannya.


" Sini gantian." Ucap Indra mengambil alih sendok di tangan Kia.


" Pakai sendok lain kan bisa Mas." Protes Kia.


" Aku maunya satu sendok dan satu piring berdua." Sahut Indra. Ia menyendok makanan lalu menyuapkannya ke mulut Kia. Kia menurut saja, Ia menerima suapan dari suaminya.


Setelah selesai makan, Indra pamit berangkat kerja, Kia mengantarnya sampai ke teras depan.


" Aku pergi dulu Say.." Ucap Indra mengulurkan tangannya, Kia segera menyalami tangan Indra dengan takzim.


" Assalamu'alaikum." Ucap Indra mencium kening Kia.


" Wa'alaikumsallam Mas." Sahut Kia.


Indra segera masuk ke mobil dimana Pak sopir sudah menunggunya. Kia segera masuk ke dalam rumah lagi. Ia mulai beberes rumah dan kamarnya. Kia juga mempacking baju yang akan dia bawa bulan madu.


Malam harinya Indra dalam perjalanan pulang dari kantornya, Tiba tiba di tengah perjalanan ban mobilnya kempes. Pak sopir segera menghentikan mobilnya.


" Kenapa Pak?" Tanya Indra kepada Pak Tarno sang sopirnya.


" Sepertinya bannya kempes Tuan." Sahut Pak Tarno.


" Apa bapak bawa ban serep?" Tanya Indra.


" Maaf Den bapak lupa bawa ban serepnya." Ucap Pak Tarno menghampiri Indra.


"Tapi tenang aja Den karna tak jauh di depan sana ada bengkel tambal ban, Biar sementara saya tambal saja di sana." Sambung Pak Tarno.


" Baiklah Pak saya tunggu di sini." Ucap Indra turun dari mobilnya.


Pak Tarno mulai sibuk mengeluarkan alat dongkrak dari bagasi mobilnya, Ia mencopot ban belakang agar mudah di bawa ke bengkel untuk menambalnya.


" Saya tambal dulu ya Den." Ucap Pak Tarno.


" Iya Pak." Sahut Indra.


Dengan susah payah Pak Tarno membawa ban kempes itu ke bengkel yang tak jauh dari sana. Sedang Indra kembali masuk ke mobil, Ia duduk sambil memainkan ponselnya. Setelah beberapa lama tiba tiba ada seseorang yang membekap wajahnya. Indra mencoba berontak tapi usahanya gagal karna tak lama Ia tidak merasakan apa apa.


Setelah beberapa lama, Pak Tarno kembali menghampiri Indra yang masih duduk di dalam mobilnya sambil terus menggelindingkan ban mobilnya.


" Sudah saya tambal Den." Ucap Pak Tarno. Indra menoleh menatap ke arahnya.


" Pasang sekalian Pak." Titah Indra. Ia segera turun dari mobil lagi.


" Baik Den." Sahut Pak Tarno.


Pak Tarno memasang kembali ban mobil yang baru saja Ia tambal. Setelah selesai, Mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah.


Sesampainya di rumah, Indra segera berjalan masuk ke dalam rumah, Ia celingak celinguk mencari istrinya.


" Kia... Kia sayang..." Teriak Indra memanggil Kia.

__ADS_1


Di dalam kamar, Kia yang mendengar teriakan suaminya segera turun ke bawah, Ia menatap suaminya yang masih setia berdiri di depan anak tangga.


" Baru pulang Mas? Tumben teriak teriak biasanya langsung ke kamar." Omel Kia sambil menyalami tangan Indra. Indra mematung menatap Kia dengan hati berdebar. Ia merasa jatuh cinta pada istrinya. Dengan memakai gaun merah selutut Kia terlihat begitu manis.


" Mas..." Kia menggerakkan telapak tangannya di depan wajah Indra membuat Indra tersadar dari lamunannya.


" Eh... Apa Yank?" Ucap Indra.


" Yank???? Sejak kapan kamu manggil aku Yank? Biasanya Say." Ujar Kia.


" Ah iya Say... Itu maksudku sayang, Kamu bawel banget sih." Ucap Indra mencubit hidung Kia.


" Awh sakit Mas." Ucap Kia mengrucutkan bibirnya.


" Jangan gitu Yank nanti aku khilaf." Ujar Indra.


" Kok Yank lagi???" Ucap Kia menatap Indra.


" Ah iya... Gini ya sayang... Mulai sekarang aku manggil kamu Yank aja, Kalau Say rasanya gimana gitu." Kilah Indra merangkul pundak Kia.


" Bukannya kamu sendiri yang nggak mau manggil aku Yank karna Bang Rey manggil aku dengan sebutan itu?" Tanya Kia.


" Aku udah bosan panggil Say, Sekarang aku mau cari suasana baru dengan memanggilmu Yank... Yayank Kia." Ujar Indra.


" OK deh Mas, Apapun panggilannya yang penting kamu sayang aku." Sahut Kia.


" Itu baru benar, Ayo ke kamar." Ajak Indra.


Indra merangkul pundak Kia sambil berjalan menaiki anak tangga, Sampai di atas Kia kebingungan karna Indra bukan menuju kamarnya tapi ke kamar Rey.


" Mas kok kita ke sini? Ini kamar Bang Rey Mas, Kamar kita yang ada di sana." Tunjuk Kia.


" Ah iya sayang maaf Mas lupa, Maaf ya... Mas lagi banyak pikiran hari ini, Pekerjaan di kantor berantakan tidak ada yang beres." Dalih Indra.


" Nggak pa pa Mas nanti aku pijitin biar relax." Sahut Kia.


Mereka berbalik arah menuju kamar yang sebenarnya. Kia membuka pintu lalu masuk ke dalamnya.


" Sebentar Mas aku siapin air anget dulu ya, Kamu tunggu di sini." Ucap Kia.


" OK." Sahut Indra sambil duduk di tepi ranjang.


Kia masuk ke dalam kamar mandi menyiapkan air hangat pada bathup. Setelah di rasa cukup Kia keluar menghampiri Indra yang sedang duduk di tepi ranjang.


" Lhoh Mas kok bajunya udah di lepas?" Tanya Kia heran menatap Indra yang sudah bertelanjang dada.


" Eh...eh... Emang biasanya gimana Yank?" Tanya Indra kebingungan.


" Biasanya kan aku yang buka Mas, Kamu kenapa sih kok aneh banget hari ini, Tadi pulang teriak teriak, Terus salah kamar, Sekarang bisa buka baju sendiri, Kamu amnesia atau gimana Mas?" Selidik Kia merasa keheranan dengan sikap suaminya.


" Tentu tidak sayang... Aku sehat kok, Cuma entah mengapa hari ini aku sedikit melupakan sesuatu, Kaya' orang linglung gitu." Sahut Indra.


" Ya udah lah buruan mandi gih, Aku siapin bajunya di sini." Ujar Kia.


" Baiklah." Sahut Indra masuk ke dalam kamar mandi.


"Sebenarnya apa yang terjadi padamu Mas? Aku merasa ini bukan dirimu, Kamu lupa letak kamar kita, Kamu lupa kalau kamu tidak bisa buka baju sendiri, Bahkan kamu lupa mencium keningku saat masuk ke kamar mandi, Ada apa sebenarnya???? Aku harus segera mencari tahu... Apa artinya ucapanmu tadi pagi? "Jika aku pergi berjanjilah untuk selalu setia menungguku" Aku yakin pasti terjadi sesuatu padamu Mas... Ya Allah Lindungilah suamiku..." Ujar Kia dalam hati.


TBC....


Hayo... Kira kira Indra kenapa nih??? Lebay gak nih ceritanya? Maaf ya jika mengecewakan para readers... Tetap dukung author dengan like di setiap babnya dan jangan lupa untuk vote dan kasih hadiah ke author ya... Makasih...

__ADS_1


MISS U ALL.....


__ADS_2