Relung Langit

Relung Langit
Part 100


__ADS_3

Ayah menghubungi semua karyawannya dan juga meminta mereka jika melihat Priyanka segera menelponnya. Kak Aryan bahkan Kk Bryan beliau hubungi. Ya, dia tidak ingin hal buruk terjadi padaku. Ayah meminta Kak Bryan segera pulang dari bulan madunya. Ayah menceritakan semua kejadian tanpa ditutupi sampai Kak Bryan dan Anyelir kesal. Mereka pun memutuskan untuk pulang dengan jet pribadinya.


Kak Aryan langsung menghubungi semua orang yang dekat denganku. Zoan yang melihatnya hanya diam tak bersuara. Kak Aryan sempat curiga, tapi apa daya Zoan dari tadi disisinya.


"Zo, lo seriusan nggak tahu dimana princess?" tanya Kak Aryan dengan ekspresi setengah menyelidik.


"Bos kenapa curiga sama saya?" tanya Zoan dengan wajah datar.


"Bukan begitu Zo. Lo ini kan sahabat ade gue, siapa tahu dia hubungi lo!" sahut Kak Aryan dengan nada lembut.


"Maafin gue bos, udah bohong! Gue cuma mau sahabat gue tenang dulu." batin Zoan.


***


Zeyden semakin panik, Zayyan demam dan harus dirawat di rumah sakit. Kak Aryan datang ke rumah sakit untuk menjenguk anakku dan ia juga punya tujuan lain saat kesana. Kak Aryan ingin mendengar langsung semua cerita dari Zeyden. Disana ada Zahra, Kak Aryan menghampiri putraku lalu duduk tepat di samping Zeyden. Seakan tahu maksud kedatangan kakak iparnya, suamiku menceritakan tanpa cela. Sesekali Kak Aryan menatap Zahra seakan meminta pengakuan darinya dan hanya dijawab oleh anggukan.


"Dia memang salah, tapi tak seharusnya lo membentak dia. Dia nggak pernah mendengar suara keras dikeluarga kami Zey. Dia terlalu lembut hatinya." jelas Kak Aryan membuat Zeyden hanya menundukkan kepala.


"Lo berubah Zey, itu pasti buat dia kecewa berat sama lo. Bryan akan pulang, cepat cari adik tercintanya sebelum lo habis sama dia. Gue nggak akan bisa bantu lo saat dia sudah turun tangan. Gue pamit, gue mau cari ade gue." ucap Kak Aryan membuat Zeyden pucat.


"Ra, maafin Princess ya. Dia sayang sama lo, dia nggak mau lo tersakiti. Dan maaf gue cuma anggap lo ade gue. Suatu saat lo akan dapat yang lebih baik dari gue. Gue pamit, titip ponakan tersayang gue, selama mamahnya belum pulang." ucap Kak Aryan yang hendak keluar ruangan dan mendapat anggukan dari Zahra disertai senyuman.


"Ar, tunggu. Gue ikut cari istri gue. Gue nggak mau kehilangan dia. Gue sayang sama dia." ucap Zeyden menghampiri Kak Aryan.


"Ra, titip Zayyan ya. Kalo ada apa-apa telepon gue segera. Atau lo dapat info dari Priyanka segera kabarin gue." ucap Zeyden kepada adik tersayangnya.


"Bawa kakak ipar gue pulang segera. Kalian jangan khawatirkan Zayyan. Kabarin Zahra kalo udah dapat kabar dari Kak Iya." ucap Zahra dan mereka berlalu meninggalkan kamar rawat Zayyan.


Semua orang sudah mencari seorang Priyanka ke pelosok. Hasilnya masih nihil. Anyelir dan Bryan pun tiba di Indonesia. Bryan langsung meluncur ke tempat-tempat yang mungkin didatangi adiknya. Sedangkan Anyelir memilih mendatangi sahabatnya. Kini dia sudah berada tepat di depan ruangan Zoan. Dan melangkah memasukinya.

__ADS_1


"Dimana Priyanka Zo?" tanya Anyelir dengan nada keras sehingga membuat Zoan kaget.


"Ma.. maksud lo apa An?" sahut Zoan dengan sedikit gugup dan pucat.


"Hanya lo dan gue yang dihubungi Priyanka saat dalam masalah. Dia nggak mungkin hubungi gue karena gue lagi sama Kak Bi. Jadi hanya lo yang dia hubungi." cecar Anyelir membuat Zoan mati kutu.


"Loh, bisa aja kan dia hubungi Gibran atau Siska." Zoan membantah Anyelir dengan kemungkinan yang tak masuk akal.


"Bodoh, mereka nggak akan pernah dihubungi oleh Priyanka. Zo, please kasih tahu dimana dia. Zayyan demam dan di rawat dirumah sakit." jelas Anyelir membuat Zoan membulatkan matanya.


Tanpa pikir panjang dia segera menelpon seseorang. Anyelir hanya memperhatikannya. Tapi wajahnya sedikit gusar, dia memilih duduk dibangku tepat didepan sahabatnya.


"Percuma lo hubungi ponselnya nggak bisa. Nomornya nggak aktif." cerocos Anyelir.


"Iyalah nggak aktif, orang gue yang nyuruh." batin Zoan.


"Iya, gue yakin dia gak disana. Temui pangeran kecil sekarang. Dia dirawat dirumah sakit Zeyden. Gue tunggu lo disana. Dan janji tudak akan ada dia disana." ucap Zoan meyakinkan dan langsung menutup teleponnya.


"Dia akan ke rumah sakit, tapi lo bantu gue." ucap Zoan dengan wajah serius.


"Jahat lo Zo. Nggak jujur sama gue." ucap Anyelir sambil melempar pulpen ke arah Zoan.


"Lo mau bantu gue nggak atau Priyanka nggak akan datang?" tanya Zoan makin serius.


"Okey gue bantu. Tapi apa?" sahut Anyelir dengan wajah makin serius.


"Jangan biarkan Zeyden di kamar Zayyan. Dia belum mau ketemu Zeyden. Bisa?" ucap Zoan dan diangguki oleh Anyelir.


"Kak Bi, bisa bantu kita kok. Jadi tenang aja." sahut Anyelir dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Nggak ada Zeyden atau suami lo dan siapapun kecuali kita berdua." tegas Zoan pada Anyelir dan membuat dia bingung.


"Tapi.." ucap Anyelir terpotong lalu menganggukkan kepalanya.


Anyelir tidak bisa menutupi apapun dari suaminya. Dia mau sahabat sekaligus adik iparnya kembali. Dia mau semuanya bersatu. Diam-diam dia mengirim pesan kepada suaminya.


***My Wife


Sayang, Princesa akan kerumah sakit. Tapi aku mohon kamu halangi Zeyden atau siappun masuk kekamar Zayyan. Termasuk kamu atau dia tidak akan pernah kembali kepada kita.


My Hubby


Serius sayang? Baik. Aku akan mencoba mengatasi semuanya***.


***


Disisi lain Bryan pun memberitahukan kepada kembarannya. Dan mendapat reapon yang positif dari Aryan. Mereka menunggu di parkiran mobil. Tidak hanya itu Aryan sudah membawa pujaan hatinya untuk dipertemukan pada keluarga besarnya. Tak berapa lama sebuah mobil sedan berwarna merah memasuki parkiran. Sosok wanita yang cantik dan anggun turun dari mobil dan berjalan menuju lift.


Dia memasuki lift dan menuju ruangan yang tadi di beritahukan kepadanya. Wanita itu memasuki ruangan bayi kelas VVIP. Menghampiri bangsal dimana balitanya tengah terlelap.


"Bangun sayang, mamah disini. Cepat sembuh ya. Maafkan mamah meninggalkan kamu." ucapnya lirih.


"Mamah tidak bisa lama disini sayang. Cepat bangun Nak. Mamah kangen kamu." ucapnya sambil menitikkan air mata.


"Zayyan nggak mau mamah dan papahnya pisah. Kembalilah pada papahnya." ucap seorang lelaki dengan suara parau.


Priyanka menengok dan menatap ke sumber suara. Zeyden tengah berjalan menghampirinya dari pojok ruangan. Hal itu membuat wajah Priyanka memanas menahan amarah. Zeyden kini sudah berada didepannya dan memegang pipi istrinya. Namun tangannya di tepis oleh Priyanka.


"Maafkan aku sayang. Aku bersalah." ucapnya sambil berlutut di hadapan sang istri.

__ADS_1


__ADS_2