
Beberapa hari kemudian.
Setelah semua urusannya sedikit kelar dan memiliki waktu yang longgar. Rakha memberikan kebebasan untuk Adrian juga sang supir untuk berjalan-jalan. Sedangkan dirinya sementara waktu memilih diam di kamar hotel. Ada tujuan lain yang akan ia lakukan.
Saat Adrian dan sang supir pergi. Rakha yang sudah lama tak pernah membuka akun sosial media satu-satu itu, melakukan hal mengejutkan apalagi jika bukan mengaktifkannya kembali. Ia mencoba men-scroll momen-momen yang pernah ia abadikan di sana. Ia juga mencoba mengunggah aplikasi yang saat sedang booming itu.
Aneh rasanya seorang Rakha menjadi penasaran dengan aplikasi terkenal dengan joget-joget. Video pertama yang dia buat adalah video dengan foto-foto kesayangan-kesayangannya.
Berawal dari rasa penasaran dan kemudian berakhir dengan keikutsertaannya itu. Rakha yang merasa bosan, akhirnya memilih keluar kamar dan berjalan kaki untuk menikmati jalan malioboro. Rakha seorang yang notabene orang terkenal masih mau berjalan-jalan tanpa pengamanan sedikit pun.
"Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan," gumamnya menikmati setiap inci jalan itu.
Tak lupa ia memasuki pasar beringharjo. Mencari oleh-oleh untuk orang-orang terkasihnya itu. Rakha mencari sesuatu yang unik untuk diberikan kepada orang-orang rumahnya.
"Silahkan mampir dulu kakak, tanya-tanya dulu juga boleh kok kak." seru para penjajak jualannya.
Rakha hanya tersenyum membalas para penjual itu. Dia berhenti saat tak sengaja melihat dengan gadis kecil yang sedang mengemis. Ia berjalan menghampiri gadis itu.
"Hai, sayang. Boleh kakak tahu nama kamu siapa?" tanya Rakha di depan sang gadis kecil dengan pakaian yang sangat kumuh.
Lelaki itu sama sekali tidak merasakan jijik kepada anak itu. Gadis kecil itu masih terdiam menatap Rakha.
"Lika," jawabnya singkat.
"Lika sudah lama bekerja seperti ini?" tanya Rakha dan hanya diangguki oleh gadis kecil itu. "Itu adik Lika?" Rakha melihat anak balita yang tidur diselimuti oleh kain larik. Lagi-lagi dia mengangguki kepalanya kembali.
__ADS_1
"Lika sudah makan?" kali ini gadis itu menggelengkan kepalanya. "Lika makan dulu yuk sama kakak, gimana mau?" dengan cepat ia mengangguki kepalanya.
Rakha menggendong balita yangbtadi berada di samping Lika dan tak lupa menggandeng tangan gadis itu. Ia mengajaknya mampir ke salah satu rumah makan sederhana. Bukan tak ingin mengajaknya makan di restoran. Rakha hanya takut anak kecil itu tak nyaman, kenyamananlah yang ingin Rakha berikan.
Rakha memesankan makanan untuk Lika dan membelikan bubur bayi untuk balita dalam gendongannya. Tak sungkan Rakha menyuapi sang balita itu. Rakha sampai tak sadar jika ada seseorang yang merekam setiap gerak geriknya. Bahkan video tersebut masuk ke dalam akun viral gosip ternama di tanah air.
Dalam sekejap orang-orang dapat tahu siapa Rakha dan segera menuju lokasi yang tertera di sana. Usai memberikan makan pada Lika juga adiknya itu, Rakha membayar dengan uang yang cukup banyak sebagai ucapan terima kasih. Tidak hanya berhenti di sana. Rakha mengajak Lika juga adiknya masuk ke salah satu toko pakaian . Ia membelikan pakaian yang layak untuk gadis dan balita digendongannya.
Setelah berbelanja. Ia mengajak dua orang itu ke klinik terdekat guna memeriksakan kesehatan keduanya. Ya, Rakha sangat sedih melihat gadis itu karena tampak tak terurus. Apa pun ia mencoba lakukan demi kebaikan orang lain.
...***...
Rakha pun kembali setelah beberapa jam diluar. Ia bergegas membersihkan dirinya. Teringat akan Lika, ia langsung mengambil ponselnya. Ia menelpon sang mama dan mengawali dengan salam juga menanyakan kabarnya.
"Ma, Rakha mau ngadopsi anak. Tapi Rakha belum menikah, kalau boleh mama yang mengajukan boleh nggak?" Rakha langsung mengutarakan isi hatinya.
"Boleh, Ma. Rakha kasihan sama anak itu. Mereka hanya berdua dan tidak memiliki siapapun lagi. Mereka harus mengemis, kasihan, Ma." ujar Rakha dengan nada sendu.
"Kakak, Ara mau lihat mereka." ujar Amara dengan sangat antusias.
"Nanti ya sayang. Sekarang kakak sudah di hotel. Ara kok belum tidur?" Rakha menimpali setiap ucapan adiknya.
"Papa masih di ruang kerja, jadi Ara belum bobo!" manjanya.
"Ya sudah nanti Ara sama mama bilangin ke papa ya, apa yang tadi kakak bilang." ingatkan Rakha pada wanita kesayangannya.
__ADS_1
"Oke, Kak Rakha yang ganteng sayangnga Ara. Muuaach. Night kakak." cerocos Amara pada kakak kesayangannya.
"Night sayang," ujar Priyanka pada sang putra.
Percakapan itu pun terputus. Tak lama ia membuka sosial medianya dan mendadak banyak permintaan pertemanan pada Rakha. Lelaki itu mengerutkan keningnya. Aneh, itu yang ia rasakan.
Tak berapa lama Adrian memasuki kamar yang sudah ada Rakha di dalamnya. Ia tersenyum bahagia saat melihat Rakha sedang terbaring di kasurnya. Rakha yang masih fokus pada ponselnya tak sadar jika Adrian sudah berada di kamar itu.
Adrian membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum ia menyusul Rakha. Setengah jam waktu yang diperlukan Adrian di kamar mandi. Ia bergegas menuju ranjangnya.
"Kha, lo hebat ya. Baru sekali keluar sendirian langsung tenar di dunia maya," perkataan Adrian sontak membuat Rakha menoleh sambil mengerutkan keningnya karena tak mengerti.
"Ini loh," seakan mengerti dengan tatapan Rakha. Adrian menjulurkan ponselnya ke hadapan Rakha.
Sontak Rakha membulatkan matanya hingga ia duduk. Tak percaya ada yang memvideokan dirinya seperti itu bahkan mempostingnya. Seumur-umur ia tak pernah menjadi sorotan kamera seperti itu. Ia dan Zayyan memiliki. Rakha menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Gue coba membungkamnya, tapi malah di semprot sama orang yang menyebarkannya. Katanya masa kebaikan nggak boleh dikasih contoh gitu. Gue bisa apa, Kha?" jelas Adrian yang mengerti gelagat Aneh bosnya itu.
"Ya sudahlah, Ian. Mau diapain? Kalau nggak bisa ya udah. Gue nggak mau orang beranggapan gue ria. Itu aja sih, kalau mereka bisa ambil hikmahnya sih w seneng." sahut Rakha dengan senyum sedikit dipaksakan.
"Iya sih, Kha. Tapi kayaknya mereka nggak anggap lo cari sensasi atau ria deh. Coba lo baca komen dari mereka, itu positif semua loh." jelas Adrian dan hanya diangguki oleh Rakha.
...***...
***Hai.. Maaf kemarin lupa pos. hehehe.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen and share ya***.