Relung Langit

Relung Langit
Part 71


__ADS_3

"Maafin aunty ya ganteng. Aunty nggak maksud bikin kamu kaget." ucap Anyelir lirih sambil mengelus kepla Zayyan yang masih dalam pelukan Kak Aryan.


"Iya Aunty, aku maafin." ucap Kak Aryan seakan-akan itu perkataan Zayyan dan dia menatap Anyelir dengan tatapan yang sangat teduh.


"Tanggung jawab lo Anyelir. Zayyan harus sama kalian sampe stasiun akhir." ujarku dengan kesal dan dia mengangguk.


"Ya udah kita kembali ke bangku kita dulu ya De. Zayyan kakak bawa." ucap Kak Aryan dengan lemah lembut.


Aku dan Zeyden saling memandang saat kedua manusia itu berjalan menuju bangkunya. Kami seperti melihat keluarga kecil yang bahagia. Zeyden dengan cepat langsung merangkulku.


"Jangan sedih, kamu sendiri yang menyuruh mereka membawa Zayyan. Lagi pula hanya beberapa bangku yang menghalangi kita dengan mereka." ujar Zeyden menenangkanku sambil mengecup puncak kepalaku dan aku mengangguk sambil memeluknya.


***


Kak Aryan dan Anyelir sudah duduk dibangkunya masing-masing. Zayyan sudah mulai tenang dalam pelukan Daddynya, Anyelit hanya tersenyum saat melihat akrabnya Zayyan dengan Aryan. Dia hanya tahu kalau Zayyan cuma dekat dengan Bryan tapi dugaannya salah.


"Kenapa liatin akunya gitu banget?" ucap Aryan sambil meliruk Anyelir.


"Hm.. Aku nggak liatin Kak Aryan kok. Aku lagi liat mukanya Zayyan lucu dan menggemaskan. Pantas saja tadi orang tuanya marah padaku." ujarnya sedikit gugup.

__ADS_1


"Oh iya, tadi kenapa pasangan itu marah kayak tadi ke kamu?" tanya Aryan sedikit menyelidik.


"Oh, itu. Mereka asyik tidur dengan mesra-mesraan di tempat umum. Dan salahnya aku, sedikit berteriak membangunkannya. Sampai Si ganteng bangun dengan menangis." jelasnya sambil menoel pipi Zayyan dan Aryan mengangguk.


"Kamu kayak nggak tahu bapak nih anak aja. Doi tuh posesif dan killer banget. Sama pitbull aja, masih galakan bapaknya nih anak." ucap Aryan membuat Anyelir tersenyum.


"Iya kak. Sejak Zayyan lahir Kak Zeyden jadi garang, sebel deh. Nggak seasyik dulu, sekarang bentar-bentar kudu steril. Untuk aja detik ini dia lupa." Ucap Anyelir yang membuat Aryan menganggukkan kepala.


Mulai dari rumah sampai di kereta, memang Zeyden tidak bawel dengan kalimat Sterilnya yang biasa dia keluarkan. Entah lupa atau sekedar dispensasi untuk hari ini. Hari semakin malam, mereka berdua pun terlelap. Tak terasa mereka sudah sampai di tujuan. Mereka dijemput oleh supir dari penginapan.


***


Zeyden setelah menaruh Zayyan di ranjang langsung memilih membersihkan diri. Aku langsung merapikan baju-baju ke dalam lemari. Setengah jam berlalu, Zeyden sudah keluar dari kamar mandi dan kini bergantian denganku. Setelah tuntas dengan acara mandi, aku langsung menghampiri kedua lelakiku yang tengah terlelap.


Aku langsung memesan makanan melalui service room. Saat suami tercintaku bangun dia bisa langsung makan. Tak berapa lama makanan pesananku datang. Aku letakkan di meja dekat jendela. Lalu aku ikut terlelap dalam mimpi bersama kedua lelakiku.


***Anyelir


Ka. maaf ya kejadian semalem. Hari ini kita mau kemana?

__ADS_1


Anyelir


Ka, masih marah ya.. Sorry..


Anyelir


Ka, gue keluar dulu ya. Kak Aryan tadi ngajak gue cari makan diluar***.


Aku tak membalas pesan dari sahabatku itu, bukan karena masih marah. Aku masih berada di dunia mimpi, badanku sangat lelah. Aku terbangun saat mendengar suara tangis Zayyan. Ketika mataku terbuka, Zeyden sudah menggendong dan menenangkan putraku. Aku hanya memperhatikan sikap suamiku yang manis saat menenangkan putranya.


"Kak, sini Zayyan sama aku. Kamu makan dulu!" ujarku sambil mengambil putraku dan Zeyden langsung duduk.


"Kamu duduk disini. Aku mau suapin kamu." ujar Zeyden sambil menarik tanganku dan aku hanya menurutinya.


Saat aku tengah asyik menikmati makan bersama suamiku tersayang. Ponselku berdering, aku langsung bangkit dan tertera nama kakakku.


"Kenapa Kak?" tanyaku tanpa basa basi.


"Kalian kemana aja sih? Biarin kita berduaan gini." Kak Aryan dengan nada kesalnya.

__ADS_1


"Kami bertiga baru bangun tidur. Ya sudah nikmati kebersamaan kalian dulu sih. Buat sahabatku jatuh cinta sama kakak. Sebelum Kak Bi yang melakukannya." ujarku dengan sedikit mengancam.


__ADS_2