
Hati ini adalah hari pernikahan kakakku tersayang. Kami semua sudah berada di hotel tempat acara akan berlangsung nanti pukul 09.00 WIB. Zeyden dengan sigap memandikan dan mendandani Zayyan. Aku berdandan dengan make up tipis dan natural. Selesai berdandan aku menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh suamiku. Ya pakaian senada untuk kami semua.
Hanya tiga puluh menit Zeyden bersiap diri, dia sungguh makin tampan. Aku menghampirinya bersama Zayyan dan memeluknya. Rasanya aku tak rela suamiku untuk turun ke bawah menghadiri acara itu. Tatapan Zeyden seakan hendak menerkam tapi aku tahu tidak akan ia lakukan saat ini. Dia hanya membalas pelukanku dan mengecupku juga Zayyan secara bergantian.
"Aku nggak rela semua mata akan menatap para lelakiku saat ini. Kalian berdua terlalu tampan." ucapku sambil menatap suamiku dan dia tersenyum.
"Aku malah mau mengurungmu dikamar sayang. Kamu cantik sekali, seandainya aku nggak inget keluargamu akan murka padaku. Sudah kulakukan mengurung kalian berdua disini." ujar Zeyden membuat kami terkekeh dan mempererat pelukan.
"Ma..mam.." celetuk Zayyan membuatku sadar putraku belum makan.
"Maafkan Mama sayang, lupa kamu belum makan. Ayo sayang sarapan dulu baru turun." ajakku pada suamiku menuju makanan yang tadi sudah diantar karyawan hotel.
Kami bertiga makan dengan nyamannya. Tiba-tiba bel kamarku berbunyi, Zeyden bergegas membuka pintu. Ya, Zeyden lebih dulu selesai makan. Sedangkan aku harus bergantian menyuapi diriku dan putraku. Sekitar lima belas menit terdengar langkah kaki menghampiri kami.
__ADS_1
"Zayyan.." teriak suara yang sangat familiar.
"Kenapa disini?" tanyaku pada kakakku.
"Kalian lama belum turun!" serunya sambil mengambil Zayyan.
"Biarkan dia selesai makannya dulu!" pintaku tanpa di gubris olehnya dan dia malah menyambar makanan Zayyan.
"Makan yang bener, biar Zayyan kakak yang suapi." ujarnya dan aku hanya mengangguk.
"Aku sudah selesai, yuk turun." ucapku pada lelaki diruangan ini dan diangguki oleh mereka semua.
"De, kamu ke tempat Anyelir dulu sana. Fotokan dia untukku." pinta kakakku dan aku hanya menganggukinya.
__ADS_1
"Biar Zayyan sama aku saja ya sayang! Aku tunggu kamu dibawah." ucap Zeyden memelukku dan mengecupku sebelum berpisah sesaat.
Aku melangkahkan kakiku ke kamar Anyelir yang hanya beberapa kamar dariku. Pintu kuketuk sampai salah seorang membukakannya dan menyuruhku masuk. Aku terkesima menatapnya, bagaimana nanti jika Kak Bryan melihatnya. Ya, Anyelir sangat cantik.
"Sudah siap kakak iparku?" godaku padanya dan membuat cubitan di tanganku.
"Jangan godaku Ka. Aku akan tetap menjadi sahabat kamu kok." ujarnya dan membuatku memeluknya.
"Yuk kita turun ke bawah acara sebentar lagi akan dimulai." ajakku sambil membangunkannya dari duduk.
"Tunggu!!" ucapku setengah berteriak membuat semua menoleh saat sudah berada di depan pintu.
"Kenapa Ka?" tanya Anyelir kebingungan.
__ADS_1
"Hehe.. Foto dulu dong, sebelum lo sah jadi kakak ipar gue!" ucapku membuat dia menggelengkan kepala.
Alasan yang bagus bukan buat seorang tak mencurigaimu. Tak akan ada berani menolak permintaan seorang Priyanka. Setelah beberapa foto yang aku ambil. Kami melangkah turun menuju ballroom tempat acara akan dilaksanakan..