Relung Langit

Relung Langit
S2 Part 12


__ADS_3

Happy reading gaes..


.


.


Gimana perasaan kalian hari ini? Kalo ada yang sedih, jangan sedih ya. Tetap tersenyum agar orang lain ikut bahagia, walau dalam keadaan sulit sekali pun untuk tersenyum. Membuat bahagia orang lain tidak ada salahnya kan.


.


.


Zayyan dan Aleta langsung salah tingkah karena di tatap dengan tatapan mengintimidasi. Semuanya meminta penjelasan akan ucapan Banyu barusan. Karena ketiga anak kecil di keluarga itu tidak pernah bisa berbohong sedikit pun.


Priyanka langsung menatap sang putra sulung penuh selidik. Keduanya benar-benar salah tingkah, membuat wajah pasangan suami isteri itu memerah bagaikan udang rebus. Saat wajah Zayyan dan Aleta semakin memerah, suara tawa pecah menguasai ruangan makan itu, kecuali anak-anak kecil.


"Mau tahu nggak, semalem Banyu bilang apa sambil menguap?" ujar Rakha membuat semuanya menatap ke arahnya.


"Emang Banyu ngomong apa?" tanya mereka serentak.


"Banyu bilang Kata Panda. Panda sama Bunda mau buat dedek bayi, jadi Banyu disuruh bobo sama OmKa dan OmRa. Terus Banyu dikunciin pintu sama Panda." Banyu menjelaskan perkataan semalam yang diucapkan kepada kedua omnya.


"Kak Zayyan!!" suara Priyanka memanggil sang putra dengan penuh penekanan membuat suami isteri itu merinding.


"Nggak ngulangin lagi deh, Ma!" seru Zayyan sambil menjewer kedua telinganya sendiri.


"Ya sudah habis makan kita semua lanjut ke wisata berikutnya, dan kalian berdua buat dedek bayi aja untuk Banyu. Kita nggak akan ganggu." ujar Bryan dengan tegas dan menunjuk ke arah Zayyan juga Aleta.


"Dad, kita juga mau jalan-jalan. Masa jauh-jaub ke Belitung cuma di hotel?" gerutu Zayyan tak terima dihukum seperti itu, walau seharusnya senang. Tetapi berwisata bareng keluarga lengkap sulit ia dapatkan.


Semua langsung menikmati sarapannya tanpa peduli dengan suara Zayyan yang terus memohon. Aleta pun memilih memakan sarapannya karena lapar mendera dirinya akibat pertarungan tadi malam. Karena suara Zayyan membuat berisik dengan sekali suapan dari Gia mampu membuat bungkam lelaki itu.

__ADS_1


Setiap kali sang kakak membuka mulut, Amara langsung mengarahkan sendok penuh makanan ke kakak sulungnya. Wajah emosi Zayyan memuncak karena geram dengan tindakan sang adik tersayangnya itu. Zayyan hanya mencebikkan bibirnya.


 


\*


 


Perjalanan ketiga di hari kedua ini adalah pantai. Pantai Punai destinasi pilihan keluarga Pradipta. Kenapa mereka memilih pantai itu? Karena pantai Punai merupakan salah satu pantai yang terletak di bagian ujung selatan Pulau Belitung dan tepatnya di Desa Tanjung Kelumpang, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Pantai Punai menyajikan pemandangan alam yang sangat menakjubkan, terutama saat senja tiba.


Dapat menyaksikan panorama matahari tenggelam di balik laut lepas. Cahaya kuning keemasan menyinari air laut yang jernih menambah eksotisme Pantai Punai. Pantai Punai dapat dicapai dari pusat kota Tanjung pandan yang berjarak sekitar sembilan puluh tiga kilometer yang dapat ditempuh selama dua jam perjalanan melalui jalan darat.


Nama Pantai Punai sendiri sebenarnya berasal dari salah satu nama jenis burung yang banyak hidup bebas di pepohonan hijau yang ada di kawasan wisata pantai ini. Nama burung tersebut yaitu Burung Punai. Pantai berpasir putih yang masih sangat alami ini memiliki bebatuan granit yang tersebar di pinggir pantai dari ukuran yang besar hingga kecil dan air laut yang biru jernih serta nyiur yang melambai di sepanjang pantai. Tempat ini memang tidak seindah Tanjung Tinggi, tetapi suasana di sini benar-benar sepi, kecuali di akhir pekan, ada beberapa pengunjung.


Di depan pantai ada sebuah pulau kecil bernama Pulau Punai. Jika air laut sedang surut, dapat ditempuh dengan berjalan kaki ke Pulau Punai ini, yang dulunya terkenal dengan banyak burung punai. Memang mayoritas  hampir semua pantai yang ada di Pulau Belitung ini memiliki pantai berpasir putih dan bebatuan granit. Selain itu kontur pasir pantai yang indah, ombak yang tenang, serta air laut yang jernih dan bersih menjadikan pantai ini dapat dijadikan tempat bagi anda yang ingin berenang.


Pemandangan alam di Pantai Punai ini masih terasa alami dan sangat indah, di pagi hari  dapat menyaksikan para nelayan lokal yang pulang melaut dengan berbagai macam hasil tangkapannya. Untuk yang suka dengan makanan laut, saatnya berburu atau membeli ikan-ikan segar hasil tangkapan para nelayan. Tentunya semua ikan tersebut masih segar-segar karena ikan-ikan tersebut hasil tangkapan nelayan pada malam hari.


Pantai ini ramai dikunjungi oleh wisatawan terutama pada hari libur. Di kawasan wisata pantai Belitung ini, ada beberapa cottage yang tersedia. Tarifnya pun tidak terlalu mahal. Fasilitas yang diberikan cukup memadai, tersedia  AC, televisi, kipas angin, air galon kemasan beserta dispenser, kompor gas, rak piring hingga piring dan gelas. Mengingat peralatan masak yang disediakan cukup lengkap, jadi dapat memasak sendiri hasil laut yang ada beli dari nelayan pada pagi hari. Untuk menikmati eksotisme Pantai Punai ini, hanya dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 5.000/orang.


Hari ini keluarga Pradipta akan menginap di sekitaran pantai punai tersebut. Mereka ingin menikmati pemandangan indah untuk menyegarkan otak mereka. Zayyan telah bergabung dengan rombongan dengan syarat harus menjaga ketiga anak-anak kecil di keluarga itu.


Flash Back On


"Kalau kamu mau ikut ke pantai punai, maka kamu harus menjaga Banyu, Rangga juga Amara. Gimana?" usul Aryan sedikit mengerjai keponakan kesayangannya itu.


"Hm, baiklah selama aku dan Aleta bisa ikut kesana tak masalah deh. Tapi jangan kasih hukuman yang lain ya, Dad!" sahut Zayyan dengan membuang nafas berat.


"Ah, satu lagi, Zay," Bryan menimpali ucapan sang kakak juga keponakannya.


"Haish, cukup deh, Dad." mohon Zayyan dengan perasaan takut hukuman yang akan diberikan lebih berat.

__ADS_1


"Santai, Zay. Daddy-mu ini tidak akan sejahat itu kok. Pokoknya pulang dari Belitung, kami semua mau kalian segera memberikan cucu." celetuk Bryan dengan sekuat tenaganya.


Aleta dan Zayyan melongo mendengar permintaan sang Daddy. Bagaimana bisa mereka memaksakan kehendak untuk mendapatkan anak. Padahal kuasa itu semua ada di tangan Allah SWT. Mereka berdua hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk semuanya. Pasangan mana coba yang tak ingin mendapatkan momongan segera mungkin.


Aleta hanya pasrah menerima ucapan yang diajukan om dari pihak suaminya itu. Wanita itu hanya tersenyum menanggapi keinginan sang Daddy. Saat keduanya sudah tegang, Bryan hanya tertawa membuat pasangan itu kaget.


"Bercanda kali!" suara Bryan membuat Zayyan refleks memukul lengan sang Daddy dan ia pun mendapatkan tatapan tajam dari Priyanka juga Zeyden.


Ya, sekesal apapun Priyanka dan Zeyden tak pernah mengajarkan kepada putra putrinya untuk memukul atau turun tangan. Mereka hanya boleh memukul dikala menoleh orang lemah yang tertindas. Zayyan yang mengetahui kesalahannya langsung meminta maaf kepada Bryan dan Daddy-nya itu langsung memeluk erat.


Flash Back Off


\*\*\*


Hai Gaes..


Jangan lupa tinggalkan jejak jempol, komenan yang kece badai dan share. Ah, tak lupa juga vote buat novel ini ya gaes.


.


.


Ya walau novel ini hanya butiran debu. Tapi jempol, komen dan vote juga share kalian merupak bentuk cinta yang tak terlihat.


.


.


Tetap tersenyum ya gaes..


.

__ADS_1


.


linknya di dapat dari 👇👇 https://ksmtour.com/informasi/tempat\-wisata/kepulauan\-bangka\-belitung/pantai\-punai\-wisata\-eksotis\-kepulauan\-bangka\-belitung.html


__ADS_2