
Maaf ya kemarin tidak up..
Karena lagi di minta tolong untuk menyambut HUT RI dan Tahun Baru Islam. .
Yuks, siap-siap baca kelanjutannya.
Enjoy for reading guys..
***
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Kedatangan Gara ke Jakarta adalah hal terpenting dalam kehidupan keluarga Zeyden. Sejak informasi yang disebarkan oleh Adrian juga Abian membuat semua keluarga itu menantikan kehadiran Gara di tengah-tengah mereka. Ya, mereka ingin menyidang Gara dengan rentetan pertanyaan yang membuat mereka semua kaget akan hal ini. Sudah sejak kemarin keluarganya menghubunginya tanpa henti membuat seorang Anggara merasakan bete.
Sayangnya selama seharian yang dinantikan tidak kunjung terlihat batang hidungnya. Seluruh keluarga pun menjadi cemas karena lelaki tampan itu juga tidak bisa dihubungi. Zayyan dan Rakha tahu kemana saudaranya itu kini berada. Keduanya segera meluncur ke tempat biasa di datanginya. Di mana sebuah pemandangan di tempat Gara berada dapat melihat keindahan kota Jakarta. Tidak, lelaki itu tidak pernah meminum minuman yang dilarang dalam agama bahkan dia pun tidak merokok.
Setibanya di sana Zayyan dan Rakha langsung memeluk Gara yang sedang melamun di balkon apartemen kedua milik lelaki itu. Gara langsung membalikkan badannya dan membalas kedua saudaranya. Lima belas menit ketiganya melepas pelukan kemudian mengajak Zayyan juga Rakha juga duduk di sofa ruang tamu. Walau mereka tahu jika saudara mereka sedang dalam keadaan tidak baik.
"Kak, gimana gambaran cewek itu? Cantik nggak? Cantikan mana sama Kak Gia?" tanya Rakha yang berusaha menghibur walau sedikit meledek.
"Kha, pertanyaan yang luar biasa ya. Kalo aku jawab cantikan cewek itu sama aja aku ngatain diri aku jelek. Karena Gia itu kan sebagian dari diri aku." sahut Gara membuat Rakha garuk-garuk kepala walau tidak gatal.
__ADS_1
"Ra, segera ajak dia ke rumah. Kenalkan kepada kita semua. Atau kamu mau Gia yang bawa dia ketemu sama kita semua?" ujar Zayyan sambil menepuk pundak sang adiknya.
"Kak Zay, gimana mau bawa sih? Kenal aja nggak, gimana sih kak." geram Gara memanyunkan bibirnya mampu membuat saudaranya bergidik geli.
"Ya udah besok aku minta Kak Gia aja deh." Rakha dengan polosnya mengatakan kalimat yang sangat ditakuti oleh kakak keduanya itu. Sontak membuat Zayyan ketawa tanpa henti, sedangkan Gara sudah memerah wajahnya menahan marah. Kakak beradik itu pun berbincang mengenai segala hal. Mereka pun memilih bermalam di apartemen Gara itu untuk berbagi cerita satu sama lainnya.
***
Gia
Gimana keadaan Kak Gara, Kha?
Rakha
Gia
Oke. Sebutin ciri-ciri yang diceritakan oleh Kak Gara.
Rakha
__ADS_1
Duh, detailnya panjang. Aku cuma inget dia berhijab dan berlesung pipi serta bola matanya berwarna coklat.
Gia
Aih, itu sih si Chiara. Besok aku suruh dia ke Jakarta deh.
Rakha
Widih namanya cantik. Oke, Kak. Kita buat kejutan untuk kakak kita tersayang.
Gia
Siap. Ya udah kamu istirahat salam peluk buat kedua kakakku.
Kini tak ada balasan dari Rakha membuat Anggia memutar otaknya untuk mencari alasan agar wanita bernama Chiara bisa ke Jakarta. Gia pun merencanakan sesuatu demi sang kakak yang memang sulit untuk jatuh cinta. Dialah satu-satunya lelaki yang sulit direbut hatinya karena prinsipnya sangat kuat.. Apa yang akan dilakukan Gia selanjutnya??
Ditunggu ya selanjutnya maaf upnya dikit dulu.
__ADS_1